Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.243 views

Kenapa Pendidikan Agama di Sekolah Harus Diperjuangkan?

Oleh:

Dhia Khilda Abdurrahman

Mahasiswi STAI Attaqwa Bekasi, Jawa Barat

 

BELAKANGAN ini kembali mencuat wacana penghapusan pendidikan agama di sekolah. Wacana ini begitu ramai dibicarakan masyarakat hingga menuai berbagai kontroversi.

Polemik penghapusan pendidikan agama ini sebenarnya sudah ada sejak 2017 lalu. Bermula dari gagasan yang disampaikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muhadjir Effendi berkaitan dengan rencana waktu kegiatan belajar  lima hari atau depan jam di sekolah pada rapat Komisi X DPR di Jakarta pada tahun 2017 lalu.

Dilansir oleh  TribunNews.com, (14/7/17) Muhadjir menyampaikan bahwa waktu kegiatan belajar lima hari tersebut tidak sepenuhnya berada didalam kelas, hanya beberapa jam di dalam kelas dan sisanya diluar kelas. “Sekolah lima hari tidak sepenuhnya berada di sekolah. Siswa hanya beberapa jam di dalam kelas dan sisanya di luar kelas”. Menurutnya, sekolah bisa melakukan pendidikan agama di luar kelas seperti berkunjung ke rumah ibadah, sehingga jika pendidikan agama sudah didapatkan di luar kelas, maka tidak perlu lagi diajarkan di dalam kelas.

Pernyataan tersebut pun mengundang banyak polemik bahkan penolakan dari berbagai golongan terutama mayoritas ormas islam seperti MUI.

Kemudian, seperti terdapat dalam situs idtimes.com, setelah sadar pernyatannya menunai berbagai tanggapan dan ramai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, akhirnya Kementrian yang dipimpinnya itu melakukan konfirmasi bahwa tanggapan masyarakat terhadap pertanyaannya bahwa itu adalah bentuk rencana penghapusan pendidikan agama adalah tidak tepat.

Pada tahun ini, 2019, polemik pengahpusan pendidikan agama pun kembali naik podium. Polemik ini diibaratkan sebagai bola liar yang menunai berbagai tanggapan bahkan penolakan dari berbagai golongan.

Seperti dilansir dalam gelora.com (5/7/19) seorang praktisi pendidikan, Setyono Djuandi Darmono mengatakan, pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah.

"Mengapa agama sering menjadi alat politik? Karena agama dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Di sekolah, siswa dibedakan ketika menerima mata pelajaran (mapel) agama. Akhirnya mereka merasa kalau mereka itu berbeda," kata Darmono usai bedah bukunya yang ke-6 berjudul Bringing Civilizations Together di Jakarta, Kamis (4/7).

Tanpa disadari, lanjutnya, sekolah sudah menciptakan perpecahan di kalangan siswa. Mestinya, siswa-siswa itu tidak perlu dipisah dan itu bisa dilakukan kalau mapel agama ditiadakan.

Dia menyarankan Presiden Joko Widodo untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah. Pendidikan agama harus jadi tanggung jawab orang tua serta guru agama masing-masing.

Namun dalam polemik penghapusan pendidikan agama di sekolah ini, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Pertama, setiap warga Negara memiliki hak konstitusional dalam beragama. Maka sudah seharusnya, sekolah sebagai lembaga formal memberikan pengajaran kepada setiap warga Negara menganai agama yang dianutnya.

Hal ini juga telah dibahas dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 12 ayat (1) huruf (a) Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak : mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.

Dan juga dalam undang-undang No 2 Tahun 1989, yaitu Isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat : a. pendidikan pancasila b. pendidikan agama, dan . pendidikan kewarganegaraan. Jadi, jika usulan penghapusan pendidikan agama di sekolah akan menjadi kebijakan, maka sudah jelas bahwa kebijakan ini menyalahi hak konstitusi dan undang-undang.

Kedua, menurut (Ahmad Tafsir : 2017) pemerosotan akhlak/budi pekerti warga Negara khususnya remaja telah menjadi suatu yang sangat memprihatinkan. Pemerosotan akhlak/budi pekerti ini menjadi suatu hal perlu dibenahi oleh para aparatur pemerintah dan pemerhati pendidikan.

Untuk itu, sebagai salah satu langkah strategis pemerintah, maka ditetapkanlah tujuan pendidikan nasional seperti yang tesebut dalam pasal 4 undang-undang Nomor 2 tahun 1989, bahwa tujuan pendidikan nasional kita ialah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhap Tuhan.

Iman dan takwa yang kuat dapat mengndalikan seseorang untuk berbuat yang baik atau yang buruk. Jadi kemerosotan akhlak/budi pekerti ini dapat dihilangkan atau dikurangi dengan pendidikan keimanan dan ketakwaan, yang dalam hal ini adalah andil dari pendidikan keagaman. Bahkan menurut (Ahmad Tafsir:2017), kurang tepat jika focus pendidikan yang diatur dalam UU No.89 dan UU 2003 adalah hanya pada sains dan teknologi tanpa pendidikan akhlak/budi pekerti. Maka dengan hal-hal ini, pemerintah mewajibkan pendidikan agama kepada setiap jenis,jalur dan jenjang pendidikan (UU No 2 Tahun 1989).

Ketiga, agama bagi seseorang yang menganutnya bagaikan pakaian. Jika seseorang dipakaikan pakaian sejak ia baru lahir, kemudian diajarkan seberapa pentingnya pakaian, lalu bagaimana ketika sudah dewasa ia diminta untuk melepas pakaiannya hanya dengan alasan misalnya obyektifitas dan lain-lain? Tentunya, seseorang masih bisa tetap obyektif tanpa harus melepas pakaian.

Artinya adalah, jika maraknya fenomena sekulerisme, radikalisme, terorisme atau bahkan politik identitas karna adanya pendidikan agama yang salah, jalan keluarnya bukan hanya dengan menghapus pendidikan agama di sekolah. Kita hanya perlu membenahi kurikulum pendidikan agama agar keluar dari hal-hal demikian dan membuka pikiran setiap warga Negara untuk bersikap terbuka dan inklusif terhadap warga lainnya dan tidak merasa paling benar.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
BPIP Makin Boros: Bubarkan!

BPIP Makin Boros: Bubarkan!

Rabu, 22 Sep 2021 17:23

Jajak Pendapat: 80% Warga Palestina Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mengundurkan Diri

Jajak Pendapat: 80% Warga Palestina Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Sep 2021 16:21

Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Rabu, 22 Sep 2021 13:21

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Rabu, 22 Sep 2021 12:48

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud,  Harus Tepat Sasaran

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud, Harus Tepat Sasaran

Rabu, 22 Sep 2021 10:36

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Rabu, 22 Sep 2021 02:39

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Selasa, 21 Sep 2021 23:51

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Selasa, 21 Sep 2021 23:28

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Selasa, 21 Sep 2021 23:17

Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Selasa, 21 Sep 2021 22:29

Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte

Selasa, 21 Sep 2021 22:18

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

Selasa, 21 Sep 2021 22:08

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Senin, 20 Sep 2021 22:20

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Senin, 20 Sep 2021 22:12

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Senin, 20 Sep 2021 20:30

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

Senin, 20 Sep 2021 17:45

Tablig Akbar Wahdah Islamiyah Bahas Tema Bakti dan Setia untuk NKRI

Tablig Akbar Wahdah Islamiyah Bahas Tema Bakti dan Setia untuk NKRI

Senin, 20 Sep 2021 15:52

Jaminan Pangan Halal

Jaminan Pangan Halal

Senin, 20 Sep 2021 14:08

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Senin, 20 Sep 2021 13:00

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Senin, 20 Sep 2021 12:55


MUI

Must Read!
X