Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.678 views

Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Dua)

Oleh:

Mukhlish AK, pemerhati budaya lokal

 

Tulisan sebelumnya: Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Satu)

 

PADA saat mengantarkan telur, para pemuda ombuwa telur (pembawa telur) akan didampingi oleh tetua adat. Jalanan harus sepi dari aktivitas. Karena saat mengantarkan telur tidak diperbolehkan untuk berhenti di tengah jalan.[1]

Menurut Amir, masyarakat Batui menyakini bahwa ritual tersebut harus dilaksanakan sebagai suatu amanah (sumpah) dari leluhur mereka. Sebagai suatu amanah, bila hal itu tidak dilaksanakan maka ada efek yang akan ditimbulkan. Walau tidak jelas efek seperti apa yang akan muncul, karena selama ritual itu selalu dilaksanakan.

Waktu pelaksanaan ritual tumpe biasanya dilaksanakan sekitar bulan September.[2] Sedangkan mosawe dilaksanakan pada setiap bulan Desember, sedikit menyeberang pada bulan Januari. Lihat video: Batui (full movie).

Sekembalinya dari mengantarkan telur tersebut, masyarakat batui melanjutkan ritual adatnya yakni Mosawe. Menurut Amir, mosawe adalah acara yang diadakan dalam rangka mensyukuri telah ditunaikan amanah mengantarkan telur ke pulau Banggai. Namun menurut Arifin Ahmad, acara tersebut juga dalam mensyukuri atas nikmat panen bahkan juga sebagai ajang silaturrahim bagi orang-oarang batui yang dari perantauan.[3]

Ritual mosawe diadakan setiap tahunnya di Uwe Sambiha. Sedangkan tempat diadakannya mosawe ini dinamakan dengan kusali (tempat musyawarah). Sebuah tempat yang didominasi warna merah.

Sebelum pelaksanaan acara syukuran, pada malam harinya didahului dengan dzikir selama semalam suntuk. Menurut Amir, dalam dzikir ini didahului dengan permohonan untuk berdialog dengan roh para leluhur (tontembang). Kemudian melafadzkan dzikir kalimat tauhid.  

Dari video Batui Full Movie maupun video lainnya, tampaknya bacaan pada sebagian kalimat tauhid tersebut dibaca dengan panjang pendek tidak tepat. Pada bagian-bagian yang seharusnya pendek, dibaca panjang. Hemat penulis, hal itu terjadi karena mengikuti irama. Bacaan tersebut adalah Laailahaa iillallaah muhammad yaa rasuullullaah yang bila dituliskan dalam bahasa Arab menjadi: لَا إلها إإلا الله محمّد يا رسول الله  . Pada titik ini menjadi masalah tersendiri.

Tidak hanya dzikir kalimat tauhid, menurut sumber lain, yang hal itu juga dapat dilihat dalam rekaman video dan audio, saat ini telah ada penambahan lafadz dzikir yakni “Ya Hasan ya Husain”.[4] Selama dzikir ini alunan musik gendang dan gong senantiasa mengiringi.

Ditengah-tengah dzikir ini beberapa orang akan kesurupan. Ketika kesurupan mereka memperagakan gerakan tertentu, tergantung jenis roh/makhluk halus yang masuk. Masyarakat Batui menganggap itu adalah roh para leluhur mereka (tontembang).

Pada pagi harinya mereka melakukan syukuran dan ziarah ke makam dari orang-orang yang pertama kali menyebarkan agama Islam di Batui. Menurut Amir itu adalah kuburan dari Langkai Turun dan Mian Bungin.

  1. Telaah kritis sejarah burung maleo di Batui

Betulkah sejarah diatas? Pertanyaan tersebut layak untuk kita ajukan mengingat tidak bukti manuskrip yang ditulis oleh pelaku sejarah, sebagaimana yang diungkapkan oleh Amir. Padahal cerita dari mulut ke mulut sangat besar kemungkinannnya untuk ditambah-tambah. Hal ini terbukti dari asal muasal burung maleo sudah ada perbedaan, sebagaimana penulis jelaskan diatas.

Andaikan manuskrip itu ada, siapa penulisnya? Bagaimana kualifikasi kepribadiannya? Apakah ia orang yang terpercaya atau bukan?

Untuk memastikan suatu kisah, layaknya sebuah Hadits, kedua cara mengambil sejarah diatas, baik melalui manuskrip atau dari mulut kemulut, ia yang membutuhkan ilmu tentang sanad (jalur periwayatan) dan matan (isi cerita). Demikian pula dengan ilmu-ilmu turunannya semisal ilmu rijalul hadits (para penyampai hadits/berita) dan ilmu jarh wa ta’dil (kecacatan dan keadilan para penyampai hadits/berita). Sehingga dapat dipilah mana berita yang benar dan bohong. Sehingga masing-masing berita harus sikapi sesuai kualitas beritanya.

Hal itu tidak mungkin dimiliki oleh masyarakat Batui. Apa yang ada saat ini tampaknya hanya berupa cerita-cerita bebas tanpa ada instrumen yang dapat digunakan untuk menyeleksi mana cerita yang benar dan mana cerita yang diada-adakan.

Pertanyaan berikut: Betulkah burung maleo itu hanya ada dan berasal dari Batui? Betulkah burung maleo yang ada dibatui berasal dari raja Banggai? Bila betul, tidakkah yang lebih tepat untuk mengklaimnya adalah masyarakat Banggai Laut bukan masyarakat Batui? Atau justru lebih jauh dari itu yakni sumber asal raja Banggai mendapatkan burung itu. Bila salah satu kemungkinan bahwa raja Banggai mendapatkan burung itu dari Pulau Jawa, tidakkah masyarakat di Pulau Jawa lebih berhak mengklaim burung itu dari tanah mereka?

Pertanyaan berikut, mengapa burung maleo juga banyak terdapat Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (Bolaang Mongondow Sulut-Gorontalo)?[5] Maleo juga banyak di Kabupaten Donggala dan Sigi,[6] bahkan ia dilindungi dan ditangkar di Taman Nasional Lore Lindu (Donggala-Poso).[7] Burung maleo juga banyak ditemukan di Kabupaten Tojo Una-Una dan Morowali. Pendek katanya, burung ini ada di hampir seluruh wilayah di Sulawesi, terutama Sulawesi Tengah.

Tidak hanya di Sulawesi, burung maleo juga terdapat di Maluku, yakni di Pulau Haruku Ambon.[8] Mungkin di daerah lain juga ditemukan burung ini.

Mungkin ada yang berteori bahwa burung maleo yang ada di Batui telah bermigrasi ke tempat-tempat tersebut. Sehingga ia menjadi endemik di seluruh wilayah pulau Sulawesi.

Bila dikatakan mungkin, mungkin saja. Tapi seberapa besar kemungkinan itu? Semuanya hanya menjadi asumsi dan spekulasi semata. Tidak ada instrumen yang dapat digunakan untuk memastikan kemungkinan tersebut walau hanya berupa dugaan kuat.

Perlu diingat, burung maleo adalah sejenis burung yang tidak memiliki kemampuan terbang selayaknya burung lain. Ia lebih mirip dengan bangsa unggas (ayam, angsa atau bebek). Sehingga untuk terbang dengan jarak tempuh yang sangat jauh apalagi menyeberangi lautan lepas adalah tidak memungkinkan.

Rasanya sulit diterima dengan akal sehat bahwa burung-burung maleo yang tersebar di berbagai wilayah di Sulawesi itu berasal dari Batui yang sebelumnya milik raja Banggai. Sehingga boleh jadi, sebelum raja Banggai membawa burung maleonya di Batui, burung itu sebenarnya telah ada di Batui. Boleh jadi bahwa burung maleo di Batui tidak ada sangkut pautnya dengan maleo dari raja Banggai. Boleh jadi pula burung tersebut telah ada jauh sebelum tahun 1621 M. Karena memang burung ini telah tersebar diberbagai wilayah di pulau Sulawesi, sebagaimana terbukti dalam data-data diatas.

Yang mudah terima adalah bahwa burung tersebut memang banyak tersebar di pulau Sulawesi, sebagaimana hewan/burung lainnya yang memang telah ada di berbagai wilayah. Dari mana asalnya? Hanya Allah Swt. yang tahu. Kita tidak perlu mencari tahu. Kalaupun tahu itu hanya berupa asumsi dan spekulasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

3. Menimbang Pelaksanaan Ritual Adat Tumpe dan Mosawe Perspektif Islam

Pada beberapa bagian dari ritual tumpe dan mosawe layak untuk dipertanyakan kesesuaiannya dengan Aqidah Islam. Penulis membagi pada dua bagian yakni pada motivasi pelaksanaan ritual adat dan realitas pelaksanaan ritual adat tumpe dan mosawe.

a. Motivasi pelaksaan Ritual Adat Tumpe dan Mosawe

1). Untuk memenuhi amanah leluhur

Tampak berulang-ulang disampaikan oleh para tokoh Batui bahwa alasan diadakan ritual tumpe dan mosawe karena amanah dari leluhur. Sehingga tidak bisa tidak, ia harus dilaksanakan. Bila tidak dilaksanakan, akan terjadi musibah yang akan menimpa masyarakat Batui.

Islam memang mengajarkan agar kita mejaga amanah. Amanah adalah sesuatu yang Allah Swt. akan bebankan pada langit, bumi dan gunung. Namun semuanya menolak, kecuali manusia. Allah Swt. berfirman:

إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَٰنُۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗا ٧٢

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (Al-Ahzab: 72).

Bersambung...

 

Catatan kaki:

[1]https://travel.detik.com/domestic-destination/d-3360540/mengenal-tumpe-ritual-telur-pertama-burung-maleo)

[2]http://chesachyntia.student.umm.ac.id

[3] Lihat: Batui (full movie)

[4]Lihat Video Kusali Bola Totonga Situs Budaya masyarakat Adat Batui (https://www.youtube.com/watch?v=AaJiAxkCgd8&feature=youtu.be). Versi Audio juga banyak beredar. Sepertinya tambahan lafadz ini baru. Sebab Amir yang ia terakhir mengikuti acara mosawe 4 tahun lalu tidak mengetahuinya.

[5] Lihat https://www.liputan6.com/news/read/286273/mengintip-habitat-burung-maleo, diakses 30 Desember 2018.

[6] http://www.mongabay.co.id/2014/09/13/maleo-burung-endemik-sulawesi-yang-masih-menyisakan-teka-teki/, diakses 31 Desember 2018

[7] Lihat Video Pejuang Peduli Maleo TVRI Sulteng: https://www.youtube.com/watch?v=64AiptQ3WZA

[8] Lihat video Penangkaran Burng Maleo di Pulau Haruku Ambon : https://www.youtube.com/watch?v=h9TrQT9rtL

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kamis, 18 Jul 2019 06:38

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Kamis, 18 Jul 2019 05:33

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Kamis, 18 Jul 2019 04:47

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kamis, 18 Jul 2019 03:56

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Kamis, 18 Jul 2019 02:51

Jerat Pajak Mencekik Rakyat

Jerat Pajak Mencekik Rakyat

Kamis, 18 Jul 2019 01:54

PB PII: Angin Surga Kursi Menteri dari Tokoh Muda Jangan Janji Belaka

PB PII: Angin Surga Kursi Menteri dari Tokoh Muda Jangan Janji Belaka

Kamis, 18 Jul 2019 00:31

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Rabu, 17 Jul 2019 23:17

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Rabu, 17 Jul 2019 23:07

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Rabu, 17 Jul 2019 22:48

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Rabu, 17 Jul 2019 22:17

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Rabu, 17 Jul 2019 21:00

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Rabu, 17 Jul 2019 20:41

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

Rabu, 17 Jul 2019 20:30

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

Rabu, 17 Jul 2019 20:08

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Rabu, 17 Jul 2019 19:30

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Rabu, 17 Jul 2019 18:15

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Rabu, 17 Jul 2019 11:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X