Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.579 views

Ancaman Penggal Kepala Presiden Jokowi, Dilema Polisi

Oleh:

Hersubeno Arief, Konsultan Median dan Politik

 

POLISI menangkap seorang anak muda asal Bogor, Jawa Barat. Dia mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi seperti dilakukan oleh pelaku teror di Poso.

Ancaman tersebut dilontarkan ketika sang pemuda ikut hadir dalam unjukrasa memprotes kecurangan pilpres di Bawaslu Jumat (10/5). Videonya viral dan segera mengundang kontroversi.

Tindakan polisi sudah tepat. Ancaman terhadap nyawa dan keselamatan seorang kepala negara, harus direspon secara serius. Tidak boleh dianggap main-main.

Hanya masalahnya tak lama kemudian di media sosial muncul video seorang remaja yang melakukan ancaman serupa. Dia mengancam akan menembak dan memancung Presiden Jokowi.

Si remaja terlihat sangat serius dengan ancamannya. Ekspresi kemarahannya terlihat memuncak. Dia menenteng foto resmi Presiden Jokowi dan menantang polisi untuk menangkapnya.

Beda dengan si pemuda asal Bogor. Dia menyampaikannya dengan nada relatif datar. Di tengah kerumunan pengunjukrasa yang terlihat mengacung-acungkan salam dua jari.

Kepada polisi HS mengaku terbawa emosi. Bawa perasaan (baper) karena suasana heroik di antara pengunjukrasa. Seorang penakut bertemu penakut lainnya, menjadi dua orang pemberani. Begitulah psikologi kerumunan.

Video remaja yang mengancam akan membunuh Jokowi, adalah video lama. Setahun lalu. Peristiwanya juga terjadi pada bulan Mei 2018. Netizen nampaknya sengaja memunculkan kembali karena melihat ada perlakuan yang berbeda dalam menangani dua kasus yang sama.

Pada kasus HS, seperti dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, polisi menjeratnya dengan pasal makar 104 KUHP. Ancamannya tidak main-main. Maksimal hukuman mati, atau penjara 20 tahun.

Selain itu, si pemuda yang namanya disebut berinisial HS itu terancam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara pada si remaja yang namanya juga disebut dengan inisial RJT, polisi memperlakukan berbeda. Sama-sama ditangkap. Namun si remaja kemudian dibebaskan dan dikembalikan ke orang tuanya.

Alasan polisi, tindakan si remaja hanya untuk lucu-lucuan saja. Dia juga melakukan itu karena memenuhi tantangan seorang temannya. Mengetes polisi apakah bisa menangkapnya atau tidak.

Pertimbangan lain, si remaja masih di bawah umur. 16 tahun. Beda dengan si pemuda yang sudah berusia 24 tahun. Secara hukum bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 

Persamaan di muka hukum

Perbedaan perlakuan kepada HS dan RJT, di mata para netizen adalah bentuk ketidak-adilan. Tidak ada persamaan hukum ( equality before the law ).

Di tengah pembelahan masyarakat yang sangat tajam akibat pilpres, hal semacam itu bisa menjadi isu sensitif. Apalagi dalam kasus HS dia diduga merupakan pendukung Paslon 02. Pendukung oposisi. Sementara RJT kebetulan berasal dari etnis keturunan Cina.

Polisi harus sangat hati-hati menanganinya. Jangan sampai memperkuat stigma yang muncul, polisi tebang pilih dalam menangani berbagai kasus.

Sangat tegas dan responsif ketika menangani maupun memproses pelaporan terhadap kasus-kasus yang melibatkan pendukung oposisi. Sebaliknya lambat dan tidak merespon laporan yang melibatkan pendukung pemerintah. Polisi juga bisa dituding hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas.

Polisi sebelumnya membatalkan kasus Ny Minurlin istri Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo dan membatalkan pencekalan atas Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen.

Minurlin dilaporkan memasuki pekarangan orang lain tanpa izin karena memasuki gudang KPU dan memprotes pemindahan kotak suara. Kivlan dilaporkan dengan dugaan makar.

Apakah pembatalan kasus Minurlin dan Kivlan karena latar belakang keduanya yang berkaitan erat dengan institusi militer. Atau benar seperti dikatakan polisi karena pelapor mencabut laporannya.

Agus Sutomo bukan orang sembarangan. Melihat latar belakangnya, dia seorang jagoan. Sebagai prajurit dari korps baret merah Kopassus, dia pernah menduduki jabatan penting dan prestisius.

Dia pernah menjadi Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres), Komandan Jenderal Korps Komando Pasukan Khusus ( Kopassus), dan Pangdam Jaya. Dia mengakhiri karirnya sebagai Irjen di Kementrian Pertahanan.

Di kalangan prajurit baret merah, Agus menjadi legenda karena keberanian dan kesediannya mengambil-alih tanggung jawab atas kesalahan anak buahnya. Sebuah perilaku yang belakangan ini jarang kita temukan di kalangan petinggi negara.

Pada bulan Maret 2013 sejumlah orang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Yogyakarta. Mereka menyerang dan membunuh narapidana pelaku pembunuhan Serka Heru Santoso. Belakangan diketahui pelakunya adalah prajurit Kopassus dari Group II Kartosuro.

Sebagai Danjen Kopassus Agus Sutomo menyatakan bertanggungjawab. “Semua (yang terlibat) itu bawahan saya, anak buah saya. Maka di Kopassus, saya orang yang terdepan yang paling bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara Kivlan Zen catatan prestasinya juga tak kalah mentereng. Walau jabatan tertingginya “hanya” sebagai Kepala Staf Kostrad TNI AD semasa Panglima Kostrad dijabat oleh Prabowo. Kivlan banyak terlbat dalam operasi militer dan dikenal sebagai negosiator handal pembebasan sandera.

Banyak pertanyaan yang muncul di benak publik tentang perbedaan penanganan beberapa kasus itu. Sebaiknya polisi tidak boleh membiarkan muncul dugaan-dugaan liar.

Situasi ini bisa menimbulkan perasaan tidak adanya keadilan ( percieve injustice ). Dalam jangka panjang bisa memunculkan sikap apriori dan tidak percaya kepada Polri sebagai penegak hukum.

Polisi menghadapi sebuah dilema. Antara penegakan hukum dan rasa keadilan masyarakat. Mana yang akan mereka pilih dan kedepankan.

Kasus HS akan menjadi salah satu ujian. Masyarakat bisa menyaksikannya dengan gamblang, apakah polisi memperlakukan secara sama, semua warga negara di mata hukum? Atau menerapkan perlakuan berbeda, baik karena latar belakang, maupun afiliasi politiknya.

Sesuai mottonya : Rastra Sewakotama, polisi adalah abdi utama bagi nusa dan bangsa. Bukan abdi sekelompok orang, atau golongan. Juga bukan abdi penguasa! end.**

Sumber: www.hersubenoarief.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang

Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang

Selasa, 07 Jul 2020 22:08

Skandal Politik Pilpers

Skandal Politik Pilpers

Selasa, 07 Jul 2020 22:00

[VIDEO] PKI Tak Terlibat Perumusan Pancasila

[VIDEO] PKI Tak Terlibat Perumusan Pancasila

Selasa, 07 Jul 2020 21:26

Laporan: Kasus Infeksi Virus Corona Telah Melebihi 11,6 Juta Orang di Seluruh Dunia

Laporan: Kasus Infeksi Virus Corona Telah Melebihi 11,6 Juta Orang di Seluruh Dunia

Selasa, 07 Jul 2020 20:50

AS Tinjau Pelarangan Aplikasi Media Sosial Cina, Termasuk TikTok

AS Tinjau Pelarangan Aplikasi Media Sosial Cina, Termasuk TikTok

Selasa, 07 Jul 2020 20:35

[VIDEO] Siapakah Ahli Qur'an Itu?

[VIDEO] Siapakah Ahli Qur'an Itu?

Selasa, 07 Jul 2020 20:33

Pesan Pahlawan Nasional KH Noer Ali: Santri Attaqwa Belajarlah Organisasi di  PII

Pesan Pahlawan Nasional KH Noer Ali: Santri Attaqwa Belajarlah Organisasi di PII

Selasa, 07 Jul 2020 19:15

[VIDEO] Arie Untung: Rezeki Tak Melulu Soal Saldo

[VIDEO] Arie Untung: Rezeki Tak Melulu Soal Saldo

Selasa, 07 Jul 2020 18:19

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Selasa, 07 Jul 2020 15:00

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Selasa, 07 Jul 2020 14:15

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Selasa, 07 Jul 2020 13:00

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Selasa, 07 Jul 2020 12:30

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Selasa, 07 Jul 2020 11:48

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Selasa, 07 Jul 2020 01:59

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Senin, 06 Jul 2020 23:56

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Senin, 06 Jul 2020 23:01

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Senin, 06 Jul 2020 22:51

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Senin, 06 Jul 2020 22:45

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Senin, 06 Jul 2020 22:25

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Senin, 06 Jul 2020 22:02


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Senin, 06/07/2020 15:55

Mengkhianati Bung Karno