Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.768 views

Sidang Ratna Sarumpaet: Siapa Raja Hoax Sesungguhnya?

 

Oleh:

Hersubeno Arief, Konsultan media dan politik

 

HARI INI, Kamis (28/2) Ratna Sarumpaet akan menjalani sidang perdana. Kasus ini sempat membuat heboh ketika Ratna pada awal Oktober tahun lalu mengaku dipukuli sejumlah orang di Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Bagaimana jalannya sidang? Dan bagaimana nasib Ratna? Sebenarnya sudah bisa ditebak. Sehari sebelum sidang berlangsung Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Supardi sudah menyatakan 1.000 persen Ratna bersalah.

“Kalau yang namanya sudah mendakwakan orang ya keyakinan saya bukan 100 persen lagi (dipenjara). Malahan 1.000 persen. Ya iyalah, artinya sudah memenuhin unsur. Ada perbuatan, ada pasal, masuk (penjara) kan gitu,” jelasnya.

Bagaimana mungkin seorang hakim sudah memastikan seorang terdakwa bersalah, sebelum memeriksa fakta-fakta hukum di persidangan? Kalau memang sudah pasti 1.000 persen bersalah, seharusnya tidak perlu lagi ada persidangan. Tinggal ketok palu!

Jelas sudah, Ratna memang menjadi target. Dia sudah divonis bersalah oleh hakim, sebelum persidangan. Bisa disimpulkan persidangan terhadap Ratna hanya formalitas. Sebuah panggung drama, lebih tepatnya serial telenovela yang dipersiapkan untuk kepentingan kampanye Pilpres.

Beberapa orang produser stasiun televisi mengaku sudah diminta menyiapkan siaran langsung untuk sidang Ratna. Namun ternyata dilarang. Mereka tetap boleh meliput, tapi tidak siaran langsung.

Persidangan akan digeber supaya bisa selesai sebelum hari pencoblosan. Jadi setiap hari media akan mendapat bahan segar untuk menggoreng isu ini. 

Di beberapa group media sosial pendukung paslon 01 para buzzer sudah diminta bersiap-siap menyambut “pesta kemenangan.” Gak perlu kaget bila media dan media sosial akan banjir berita persidangan Ratna. Kubu pendukung paslon 01 akan gas puuoolll isu ini.

Mengapa aparat penegak hukum menjadikan Ratna sebagai target? Dia bukanlah target sebenarnya. Dia hanya sasaran antara. Target sesungguhnya adalah paslon 02 Prabowo-Sandi dan para pendukungnya.

Targetnya juga bukan hukum. Tapi opini publik. Seperti dikatakan oleh pakar hukum pidana dari UII Yogyakarta, kasus Ratna sangat sulit untuk dikategorikan sebagai perbuatan pidana.

“Kalau temanya berita bohong itu melanggar Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Pidana Hukum. Itu harus ada akibatnya, yaitu terjadi keonaran dalam masyarakat. Yang ribut hanya di sosial media,” ujar Mudzakir.

Kalau pasalnya soal penipuan, seharusnya yang mengadu kepolisi adalah Prabowo. Sebab akibat pengakuan bohong Ratna yang menjadi korban dan sangat dirugikan adalah Prabowo. Dia sampai harus menggelar jumpa pers mengakui bersalah tidak melakukan cek dan ricek menanggapi pengakuan Ratna.

Sejumlah aktivis juga merasa ditipu Ratna sempat mengadukannya ke polisi. Namun sampai sekarang laporan tersebut tidak diproses. Ketika Ratna mengaku dipukuli, ratusan aktivis dipimpin oleh Hariman Siregar menggalang dukungan dan meminta polisi mengungkap kasus tersebut. Belakangan baru menyadari, seperti halnya Prabowo, mereka adalah korban penipuan Ratna.

Adu kuat labeling dengan fakta

Dengan bisa ditebaknya jalannya persidangan, sebenarnya kita tinggal menikmati adu kuat perang opini antara pendukung paslon 01 dan 02.

Pendukung paslon 01 akan mengamplifikasi persidangan Ratna, bahwa paslon 02 adalah Raja Hoax. Sebaliknya pendukung paslon 02 harus bisa membantah dan membuktikan sebaliknya.

Sudah sejak lama kubu paslon 01 menerapkan strategi membangun persepsi publik bahwa paslon 02 adalah Raja Hoax. Seperti kata mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli kubu paslon 01 sudah punya standard operating procedure (SOP) soal ini.

Pertama, modal utamanya adalah ngotot. Meskipun tidak punya dan tidak didukung dengan data, harus tetap ngotot. Apapun risikonya.

Kedua, harus dimintakan apa saja data-data, dan fakta di lapangan dari mereka yang tidak mendukung Jokowi tersebut

Ketiga, kalo dijawab dengan diberikan data-data dan fakta yang merugikan Jokowi, maka data tersebut harus dibilang hoax. Jangan keluarkan kata apapun dalam menghadapi data-data dan fakta lapangan, kecuali cepat-cepat bilang HOAX

Keempat, kalo ngotot tidak kuat. Minta data-data dan fakta lapangan juga tidak kuat. Setelah itu dibilang HOAX juga tidak kuat, maka langkah selanjutnya adalah laporkan saja ke polisi.

Strategi ini diterapkan secara konsisten, mulai dari buzzer kelas coro sampai Jokowi. Mereka menuding kubu Prabowo menerapkan strategi firehouse of falsehood. Jokowi menyebutnya sebagai Propaganda Rusia. Sebuah strategi terus menerus menebarkan kebohongan dan ketakutan ke masyarakat.

Sejumlah pendukung paslon 02 juga sudah jatuh menjadi korban. Mereka dilaporkan ke polisi dan kemudian di bawa ke pengadilan. Salah satunya yang paling menonjol adalah kasus Ahmad Dhani. Musisi jenius itu malah sudah dijebloskan ke penjara sebelum kasusnya mempunyai kekuatan hukum tetap. Dia juga sudah menjalani persidangan kasus lain di Surabaya.

Apakah persidangan Ratna bisa jadi senjata untuk memperkuat opini publik yang coba dibangun kubu paslon 01? Melihat fakta-fakta dan arus opini publik nampaknya sangat sulit. Namun bukan tidak mungkin. Dengan kekuatan media, mereka pasti akan mencoba memaksakan agenda tersebut sekuat tenaga.

Sejauh ini kubu paslon 02 berada di atas angin. Kubu paslon 01 sedang kedodoran. Terungkap banyak fakta dan data justru kubu 01 yang paling banyak mengumbar hoax.

Debat kedua antar-capres menjadi sebuah panggung besar terungkapnya kebohongan itu. Sejumlah LSM dan media massa mengungkap klaim keberhasilan pembangunan Jokowi tidak sesuai fakta.

Para pembantu dekat Jokowi juga membantah berbagai klaim yang dia sampaikan. Wapres Jusuf Kalla memaparkan fakta tentang kepemilikan tanah Prabowo. Pernyataan Kalla sangat memukul Jokowi, karena faktanya sangat jauh berbeda. Jokowi menyerang secara pribadi dan sedang mencoba menggambarkan Prabowo sebagai orang kaya yang jahat. Kalla justru mengungkap Prabowo adalah pahlawan.

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala Staf Kepresiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko juga ikut menelanjangi Jokowi.

Pada debat kedua Jokowi menceritakan sebuah peristiwa heroik. Dia berkunjung tengah malam ke kampung nelayan di Tambak Lorok, Semarang hanya berdua sopir pribadi. Ternyata sopir pribadinya adalah Maruli. Moeldoko juga menyebut anggota Paspampres disebar sepanjang lokasi kunjungan Jokowi.

Batal lah pencitraan Jokowi yang coba digambarkan seperti seorang penguasa Islam yang hebat, Kahlifah Umar Bin Khattab. Sahabat Nabi Muhammad ini dalam sejarah dikenal sebagai seorang penguasa yang adil dan tegas. Dia juga dekat dengan rakyat. Khalifah Umar sering berkeliling malam hari tanpa pengawalan untuk memahami masalah rakyat yang dipimpinnya.

Dalam beberapa hari terakhir para pembantu dekat Jokowi juga membuat blunder besar. Menakertrans Hanif Dakhiri menyebut berita tenaga kerja asal Cina di Cianjur, Jabar memiliki e-KTP, sebagai hoax.

“Super hoaks itu. Itu editan. Saya sudah dapat informasi itu editan. Saya sudah melakukan cross-check,” ujarnya.

Bagaimana faktanya? Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Cianjur mengakui benar ada sejumlah TKA Cina yang memiliki e-KTP. Kemenkumham dan Kemendagri juga mengakui bahwa WNA memang berhak memiliki e-KTP. Hal itu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun menyusul keributan itu Depdagri akan menghentikan sementara sampai setelah pemilu.

Menteri segala urusan Luhut Panjaitan juga membantah data Prabowo bahwa dana orang Indonesia yang diparkir di luar negeri sangat besar, mencapai Rp 11.000 triliun. “Hebat banget! Saya gak tahu. Akan saya cek. Tapi nggak mungkinlah, itu angka yang sangat fantastis,” kata Luhut.

Faktanya? Situs resmi kantor Sekretaris Kabinet setkab.go.id edisi 25 November 2016 memuat pernyataan Jokowi soal dana parkir itu. Jumlahnya persis seperti dinyatakan Prabowo. Kurang lebih Rp 11.000 triliun.

“Datanya saya ada di kantong saya ada. Yang hadir di sini saya hapal satu, dua masih nyimpan di sana, masih. Wong namanya ada di kantong saya,” kata Jokowi saat menghadiri acara sosialisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty, di Hotel Clarion, Makasar, Sulsel, Jumat (25/11/2016) malam.

Banyaknya kesalahan dan overclaimed data dan fakta yang dilakukan Jokowi, serta blunder-blunder yang dilakukan para pembantunya akan menyulitkan mereka untuk membangun opini bahwa kubu palson 02 sebagai penyebar hoax. Fakta dan data membuktikan justru sebaliknya. Kubu paslon 01 lah yang banyak menyebar hoax, termasuk Jokowi.

Tak salah bila Rocky Gerung menyebut istana adalah pembuat hoax terbaik. Tak salah pula bila kubu paslon 02 sering menyebut, kubu paslon 01 menerapkan strategi “Maling Teriak Maling.”

Seperti gerombolan pencopet yang kepergok, mereka mencoba berteriak ada pencopet untuk mencari kesempatan melarikan diri dan mengalihkan sasaran. Namun warga di sekitar sudah hapal dengan kelakukan gerombolan ini. Mereka sudah waspada dan tidak akan terpedaya.

Repot khan? End

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Berjilbab Bukan Suatu Kewajiban, Benarkah?

Berjilbab Bukan Suatu Kewajiban, Benarkah?

Senin, 27 Jan 2020 06:05

Cinta dalam Sepenggal Nasihat

Cinta dalam Sepenggal Nasihat

Senin, 27 Jan 2020 05:45

Perusahaan Keamanan UEA Bujuk Pria Sudan untuk Bertempur di Libya dan Yaman

Perusahaan Keamanan UEA Bujuk Pria Sudan untuk Bertempur di Libya dan Yaman

Ahad, 26 Jan 2020 22:00

Tentara Pemerintah Tewaskan 2 Pemimpin Militer Syi'ah Houtsi dalam Pertempuran Dekat Sana'a

Tentara Pemerintah Tewaskan 2 Pemimpin Militer Syi'ah Houtsi dalam Pertempuran Dekat Sana'a

Ahad, 26 Jan 2020 20:00

Atlet Rugby Sonny B. Williams Tolak Gunakan Logo Perusahaan Taruhan Karena Bertentangan dengan Islam

Atlet Rugby Sonny B. Williams Tolak Gunakan Logo Perusahaan Taruhan Karena Bertentangan dengan Islam

Ahad, 26 Jan 2020 19:06

Korban Luka Akibat Gempa Bumi di Turki Meningkat Jadi 1.234 Orang

Korban Luka Akibat Gempa Bumi di Turki Meningkat Jadi 1.234 Orang

Ahad, 26 Jan 2020 16:37

HNW Kritik Wacana Teks Khotbah Jumat Diatur Pemerintah

HNW Kritik Wacana Teks Khotbah Jumat Diatur Pemerintah

Ahad, 26 Jan 2020 15:40

Musykerwil Persis Jabar: Kang Emil Harus Bekerja Lebih Keras Lagi Pimpin Jabar

Musykerwil Persis Jabar: Kang Emil Harus Bekerja Lebih Keras Lagi Pimpin Jabar

Ahad, 26 Jan 2020 13:00

Pentingnya Edukasi dalam Menurunkan Angka Perokok di Indonesia

Pentingnya Edukasi dalam Menurunkan Angka Perokok di Indonesia

Ahad, 26 Jan 2020 11:30

Membangun Generasi Emas di Masa Depan

Membangun Generasi Emas di Masa Depan

Ahad, 26 Jan 2020 11:15

Tiga Pesan KH. Aceng Zakaria Saat Resmikan Mukernas PP Persistri

Tiga Pesan KH. Aceng Zakaria Saat Resmikan Mukernas PP Persistri

Ahad, 26 Jan 2020 11:01

Korupsi dan Demokrasi

Korupsi dan Demokrasi

Ahad, 26 Jan 2020 10:58

Waspada Virus Corona, Pemerintah Diminta Perketat Jalur Masuk ke Indonesia

Waspada Virus Corona, Pemerintah Diminta Perketat Jalur Masuk ke Indonesia

Ahad, 26 Jan 2020 10:32

Wagub Sultra: Ulama dan Umara Harus Bersinergi

Wagub Sultra: Ulama dan Umara Harus Bersinergi

Ahad, 26 Jan 2020 09:37

Meluruskan Salah Tafsir Wajibnya Jilbab

Meluruskan Salah Tafsir Wajibnya Jilbab

Sabtu, 25 Jan 2020 23:59

Saudi Dalam Pembicaraan Untuk Membeli Klub Liga Premier Inggris Newcastle United

Saudi Dalam Pembicaraan Untuk Membeli Klub Liga Premier Inggris Newcastle United

Sabtu, 25 Jan 2020 22:45

Warga Prancis Divonis 22 Tahun Penjara Karena Merekrut Puluhan Pemuda untuk Berjihad di Suriah

Warga Prancis Divonis 22 Tahun Penjara Karena Merekrut Puluhan Pemuda untuk Berjihad di Suriah

Sabtu, 25 Jan 2020 22:15

Masjid di Deli Serdang Diserang Diduga Gara-Gara Penertiban Warung Tuak

Masjid di Deli Serdang Diserang Diduga Gara-Gara Penertiban Warung Tuak

Sabtu, 25 Jan 2020 22:06

Uyghur Vs Hantu Corona China

Uyghur Vs Hantu Corona China

Sabtu, 25 Jan 2020 21:20

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Virus Corona: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gejala dan Risikonya

Sabtu, 25 Jan 2020 19:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X