Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.971 views

Saat Pandemi Luluh Lantak Sendi Kehidupan

 

Oleh :

Dahlia Kumalasari, pendidik

 

KBBI menyatakan, pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak dimana-mana meliputi daerah geografi yang luas. Dalam pengertian yang paling klasik, pandemi terjadi ketika sebuah epidemi menyebar ke beberapa negara atau wilayah dunia. Sedangkan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pandemi adalah kondisi ketika penyakit baru menyebar di seluruh dunia melampaui batas.

Saat ini, dunia tengah berduka karena serangan virus corona (Covid-19), yang sudah menyebar secara global di 196 negara dan wilayah teritorial. Hingga Kamis (26/3) siang, data Johns Hopkins University menunjukkan 472.076 orang di seluruh dunia terinfeksi virus corona. Sebanyak 114.870 pasien dinyatakan sembuh, namun 21.308 lainnya dinyatakan meninggal. (CNN Indonesia.com 26/3).

Indonesia sendiri mencatat 78 korban meninggal akibat virus corona, menempati posisi teratas di Asia Tenggara dengan kematian terbanyak. Sementara itu, Indonesia memiliki 893 kasus virus corona baru. Jika dihitung, persentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 8,7 persen, di atas Spanyol yang kini menjadi negara kedua dengan kematian terbanyak dengan 7,36 persen.

Angka kematian karena virus corona terus merangkak naik. Di sisi lain, tim medis sebagai garda terdepan di dalam menghadapi wabah Covid -19, harus bertaruh nyawa dengan minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD). Menanggapi hal ini, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih menjelaskan, minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) menjadi salah satu faktor banyaknya tenaga medis yang terinfeksi. “Ini yang saya tahu barang (APD) masih sedikit, kami memohon dan sangat meminta kepada pemerintah untuk membantu menyediakan APD yang memadai. Kalau tidak, saya khawatir ada banyak petugas yang tidak bisa melakukan pelayanan”. (detikHealth, Kamis 26/3).

Bahkan, menurut data yang ditinjau oleh Reuters berjudul ‘Indonesia’s health system on the brink as coronavirus surge looms’ dinyatakan : “Indonesia mengalami kekurangan yang signifikan pada tempat tidur rumah sakit, staf medis, dan fasilitas perawatan intensif. Para pakar kesehatan memperingatkan bahwa negara itu akan menjadi episentrum baru pandemi virus corona”. Menurut Reuters, Indonesia menghadapi lonjakan kasus virus corona setelah respon pemerintah yang lambat menutup skala wabah.

Bagaimana dengan reaksi masyarakat saat terjadi pandemi virus corona?. Aura kepanikan sangat terasa di tengah-tengah masyarakat. Mulai dari memborong bermacam rempah untuk menjaga imunitas, memborong masker, antrian panjang di apotik untuk membeli beragam vitamin, hingga berebut bahan pangan dan sembako di supermarket sebagai stock di rumah saat diberlakukan himbauan untuk tetap di rumah saja.

Inilah fakta masyarakat saat berhadapan dengan pandemi di era kapitalis-sekuler. Masyarakat yang jauh dari nilai ketakwaan. Mereka berlomba untuk menyelamatkan dirinya masing-masing. Masyarakat panik, karena pemerintah sebagai tumpuan harapan, tidak hadir dengan memberikan jaminan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

 

Islam Hadir Untuk Menyelesaikan Masalah

Pandemi corona hanya akan tuntas jika seluruh elemen di masyarakat bekerjasama untuk menuntaskan masalah ini. Dalam Islam, negara menjadi garda terdepan dalam menuntaskan masalah pandemi. Dalam hadist sudah digambarkan dengan jelas, bahwa jika terjadi wabah, maka satu-satunya jalan adalah dengan karantina (isolasi) wilayah pandemi. Atau dikenal dengan lockdown dalam istilah kekinian. Yaitu adanya larangan untuk memasuki wilayah pandemi, pun sebaliknya larangan untuk keluar dari wilayah pandemi.

Bagaimana dengan penduduk yang berada di wilayah wabah?. Inilah tugas negara untuk memberikan pengobatan dengan fasilitas yang memadai. Pun saat terjadi karantina, maka negara bertanggungjawab untuk menjamin semua kebutuhan rakyatnya tanpa kecuali. Mulai dari jaminan makanan yang bergizi, tempat tinggal yang terlindungi dari beragam virus, keamanan lingkungan, hingga standar layanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat.

Dibelakang negara, maka seluruh komponen masyarakat saling bahu membahu untuk bisa lepas dari pandemi. Dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala harus menjadi ujung tombak dalam menyelesaikan masalah. Selanjutnya ikhtiar yang optimal dengan meneladani Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wa Sallam dan teladan para khalifah pada masa peradaban Islam.

Dalam buku ‘Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia’ karya Prof. Dr. Raghib As-Sirjani halaman 650 dituliskan : “Adapun langkah-langkah yang diambil rumah sakit untuk menghindari penularan penyakit sangat unik. Ketika pasien masuk ke rumah sakit, maka ia menyerahkan pakaian yang dikenakannya saat masuk, pada pihak rumah sakit. Lalu ia diberi pakaian baru secara gratis. Hal ini untuk mencegah penularan penyakit melalui pakaian yang dipakainya ketika sakit. Kemudian setiap pasien masuk ke ruang yang khusus untuk jenis penyakitnya. Ia tidak diperbolehkan masuk ke ruang yang lain untuk mencegah penularan penyakit. Pasien tidur di ranjang tersendiri dan disediakan selimut-selimut dan obat-obat yang khusus untuknya”.

Beginilah Islam menyelesaikan masalah pandemi dengan solusi yang tuntas. Jika bertahan dengan jalan keluar ala kapitalis-sekuler seperti saat ini, bersiaplah untuk menghadapi jurang pandemi corona, sebagaimana laporan kantor berita Reuters. Yang mana pandemi ini bisa menghantarkan pada luluhlantaknya sendi kehidupan di masyarakat kapitalis-sekuler.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Jum'at, 25 Jun 2021 01:42

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

Jum'at, 25 Jun 2021 00:10

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Kamis, 24 Jun 2021 23:35

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

Kamis, 24 Jun 2021 22:33

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Kamis, 24 Jun 2021 21:29

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kamis, 24 Jun 2021 20:54

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Kamis, 24 Jun 2021 19:48

MUI:  Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

MUI: Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

Kamis, 24 Jun 2021 18:26

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Kamis, 24 Jun 2021 17:46

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Kamis, 24 Jun 2021 17:08

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Kamis, 24 Jun 2021 16:17

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Kamis, 24 Jun 2021 15:08

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Kamis, 24 Jun 2021 14:41

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Kamis, 24 Jun 2021 13:58

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kamis, 24 Jun 2021 12:20

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Kamis, 24 Jun 2021 11:51

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kamis, 24 Jun 2021 10:49

Bohong dalam Delik Bohong

Bohong dalam Delik Bohong

Kamis, 24 Jun 2021 09:37

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Kamis, 24 Jun 2021 08:37

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Kamis, 24 Jun 2021 07:34


MUI

Must Read!
X