Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.887 views

Lockdown yang Tak Kunjung Datang

 

Oleh:

Rifka Fauziah Arman A.Md.Farm

Tenaga Teknis Kefarmasian

 

PANDEMI covid 19 tak berujung yang akhirnya menimpa negara ini, dengan kabar terbaru pasien positif sebanyak 893 orang, 78 orang meninggal dan 35 orang yang sembuh (detik.com 26/03). Sudah hampir dua minggu pemerintah memberlakukan “Work from home” (WFH), Social distancing, hingga hashtag #dirumahaja tak luput dari sosial media. Bahkan mulai dari transportasi publik diberlakukan jarak antar satu penumpang dengan penumpang yang lain.

Tak luput tempat ibadah menjadi salah satu upaya mengurangi penyebaran virus covid 19 ini seperti masjid yang dikeluarkan oleh fatwa MUI untuk tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid hingga shalat Jumat, begitu juga dengan umat agama yang lain. Kemarin saat hari raya Nyepi pun umat Hindu melaksanakan di rumah masing-masing dan pura ditutup.

Dengan kasus yang terus bertambah setiap harinya kurang lebih 100 pasien, pemerintah belum juga memberlakukan lockdown bagi negara ini. Bandara yang masih dibuka untuk perjalanan ke luar kota maupun luar negeri. Kantor-kantor yang masih buka setiap harinya dan peraturan WFH yang tidak merata, belum lagi mall yang belum merata menutup gedungnya dan memaksa para pedagang untuk tetap buka agar tidak merugi.

Sudah banyak rakyat yang mulai menderita bahkan dengan naiknya nilai dolar yang membuat ekonomi indonesia semakin menurun. Banyak pedagang yang mengeluhkan tidak adanya pelanggan tetapi kontrak toko tidak menurun karena kesulitan ekonomi yang benar-benar mencekik para pedagang. Mereka megaku tidak akan dirumah saja jika tidak dijamin oleh pemerintah makanan, kesehatan maupun kebutuhan pokok lainnya.

Kembali lagi semuanya pada pemerintah, posisi paling berpengaruh terhadap pandemi yang sedang terjadi. Bagaimana sistem kapitalisme ini terlihat sangat lambat sekali dalam menangani pandemi ini, bahkan terbilang terlalu santai. Malaysia sudah berlakukan lockdown saat sudah ada 500 kasus (riauonline.co.id) lalu indonesia sudah hampir menjadi 1.000 tapi belum juga berlakukan lockdown dengan alasan ekonomi dan pendapatan negara. Semuanya dinilai dengan uang dan bukan dengan nyawa yang sudah puluhan orang meninggal dunia.

Seperti inilah sistem kapitalisme yang jauh memanusiakan, belum lagi tenaga kesehatan yang kekurangan APD (alat pelindung diri) untuk menangani pasien covid 19 ini. Pemerintah yang harusnya mampu mengadakan segala kebutuhan pandemi ini, justru beberapa influencer yang mengumpulkan dana untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit. Lalu dimana pemerintah? kementrian kesehatan yang tidak terlihat sama sekali selama pandemi ini justru bnpb yang terlihat aktif mengumumkan informasi terkait covid 19 ini.

Lalu bagaimana solusi untuk pandemi ini? Apakah ada solusi yang tepat? Adakah solusi yang mampu menyelesaikan dan menuntaskan dengan cepat?. Jawabannya ada dengan yang diajarkan didalam islam. Banyak yang tidak tahu bahwa lockdown ini pun datangnya dari islam. Dimana saat zaman Rasulullah SAW saat wabah thaun datang di negeri arab.

Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الطَّاعُونَ بِأَرْضٍ، فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأرْضٍ، وأنْتُمْ فِيهَا، فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا. متفق عَلَيْهِ

“Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi). Rasulullah memerintahkan ini tanpa melihat banyaknya korban yang sudah berjatuhan. Karena jika tidak diberlakukan lockdwon segera, akan lebih banyak lagi korban yang berjatuhan seperti Italia yang telat melakukannya. Saat sudah ribuan kasus dan memberlakukan denda bagi yang keluar rumah saat pandemi ini sudah “mematikan” negara Italia.

Bahkan bukan hanya lockdown saja yang akan diberlakukan dalam sistem Islam, rakyat yang terpenuhi kebutuhan pokoknya selama lockdown, sehingga tidak menimbulkan “panic buying” apalagi menimbun APD kesehatan yang seharusnya digunakan bagi tenaga kesehatan dan pasien yang membutuhkan.

Pedagang yang tak perlu risau dengan bisnisnya yang menurun karena sudah dijamin oleh seorang khalifah. Seorang khalifah akan mengerahkan seluruh hartanya untuk melindungi umatnya. Sebagaimana umar yang terlihat lusuh dan letih saat berkeliling memastikan rakyatnya tidak ada yang kesulitan. Sudah adakah negara yang mampu melakukan ini? Hanya Islamlah yang mampu melakukannya.

Mari kita berdoa semoga segera berlalu masa sulit ini, Allah tarik kembali para tentaranya yang jutaan dan milyara itu untuk memperingati kita sebagai hambanya bahwa kematian sangat dekat. Apa yang sudah kita lakukan untuknya sebagai hambanya? Sudah cukupkah perjuangan kita untuk membawa kita pada kematian? Sudah siap matikah kita saat islam belum bangkit dan berdiri kembali. Mari bekerja sama untuk stay #dirumahaja #socialdistancing dan hidup sehat. Semoga Allah melindungi kita dari segala penyakit berbahaya dan senantiasa diberikan kesehatan. Aaamiiin ya robbal ‘aaalamiiin. Wallahu’alam bishawwaab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Jum'at, 25 Jun 2021 01:42

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

Jum'at, 25 Jun 2021 00:10

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Kamis, 24 Jun 2021 23:35

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

Kamis, 24 Jun 2021 22:33

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Kamis, 24 Jun 2021 21:29

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kamis, 24 Jun 2021 20:54

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Kamis, 24 Jun 2021 19:48

MUI:  Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

MUI: Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

Kamis, 24 Jun 2021 18:26

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Kamis, 24 Jun 2021 17:46

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Kamis, 24 Jun 2021 17:08

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Kamis, 24 Jun 2021 16:17

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Kamis, 24 Jun 2021 15:08

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Kamis, 24 Jun 2021 14:41

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Kamis, 24 Jun 2021 13:58

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kamis, 24 Jun 2021 12:20

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Kamis, 24 Jun 2021 11:51

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kamis, 24 Jun 2021 10:49

Bohong dalam Delik Bohong

Bohong dalam Delik Bohong

Kamis, 24 Jun 2021 09:37

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Kamis, 24 Jun 2021 08:37

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Kamis, 24 Jun 2021 07:34


MUI

Must Read!
X