Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.684 views

Covid Mewabah Rupiah Melemah

 

Oleh:

Mimin Diya

Guru di Surabaya, Jawa Timur

 

DI TENGAH wabah covid-19, pemerintah harus mengeluarkan energi besar. Bukan hanya dalam penanganan covid-19, tapi dampak serius lain yang timbul dari merebaknya covid-19, yakni nilai tukar rupiah yang semakin melemah di pasar keuangan global. Tercatat per 23 maret 2020 nilai tukar rupiah terhadap dolar tembus Rp.16.550/US dolar. Hal ini dipicu oleh aksi para investor dan pelaku pasar yang berbondong-bondong menjual aseptnya dalam kurs dolar.

Sebagian besar aset, saham, obligasi, dan emas dilepas pemilik modal untuk mengantisipasi kemungkinan terpuruknya ekonomi nasional atau disebut save heaven currency (aman dari gejolak ekonomi). Jumlah tukar rupiah ke dolar pun naik, maka dolar naik sesuai hukum demand and supply, sementara rupiah merosot tajam.

Jika aksi para pemilik modal terus berlanjut, kestabilan rupiah akan terus terguncang. Lagi-lagi jajaran penguasa, menteri keuangan serta menteri perekonomian harus berpikir keras untuk menstabilkan rupiah. Langkah yang ditempuh sejak dulu kala ialah mendompleng ketersedian liquiditas dalam negeri.

Namun, suatu kekwatiran yang luar biasa menyelimuti. Alarm keras jangan sampai Indonesia kembali mengalami krisis moneter seperti tahun 1998 silam, dengan terpuruknya rupiah hingga ambang batas Rp.16.800/US dolar. Diiringi inflasi yang amat tinggi dalam neraca ekonomi perdagangan. Apabila pemerintah salah mengambil langkah, bahkan mengulang kembali yang dianggap  jalan alternatif saat krisis 98, yakni menerima bantuan liquiditas IMF, maka bersiap menanggung resiko besar yang akan terjadi.Hutang dengan bunga tinggi harus ditanggung negara. Alhasil Indonesia dalam dept trap.

Jika ditelusuri, sejatinya akar masalah utama dari melemahnya rupiah & terpuruknya ekonomi ini tidak lain karena berpijak pada sistem ekonomi kapitalis. Para investor, pelaku pasar, pemilik modal tidak lain adalah para kapital yang akan mengamankan hartanya. Mereka mengembangkan harta dalam sektor non-riil dengan menatap kurs jual dan kurs beli setiap saat. Sementara nasib sebagian besar rakyat yang hidup dalam garis menengah kebawah dan diliputi kemiskinan tidak dipedulikan. Alhasil yang kaya tetap kaya, yang miskin semakin terperosok dalam jurang kemiskinan.

Selain itu, akar masalah yang ada ialah dunia berpindah memakai standar uang kertas (fiat money). US dolar yang dicetak sama sekali tidak dijamin apapun, karena dilepas dari nilai emas dan dibiarkan mengambang bebas. Inilah strategi negara adidaya AS untuk menguasai dunia dengan mencetak dolar hingga jumlahnya melebihi cadangan emas yang ada.

Sementara standar uang emas dan perak yang telah terbukti 13 abad silam stabil justru dilepaskan. Ini pula pangkal keterpurukan yang terjadi di belahan negara berkembang. Seperti halnya Venezuela yang sangat terpuruk ekonominya. Sehingga mengakibatkan inflasi yang tinggi. Banyak rakyat jatuh miskin, tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup dikarenanan harga bahan pokok melonjak tinggi. Maka cukuplah Indonesia berkaca dari negara ini dan serius memahami akar masalah sistemik global penyebab runtuhnya perekonomian negara.

Alhasil selama sistem yang dipakai adalah kapitalis, dengan pijakan sistem keuangan fiat money, maka bisa dipastikan negara sulit keluar dari keterpurukan ekonomi. Jauh berbeda dengan sistem Islam, standar uang yang dipakai ialah emas dan perak. Sudah terbukti banyak keunggulan dari emas dan perak antara lain: emas dan perak memiliki nilai intrinsik pada dirinya sendiri, mampu menjamin kestabilan moneter karena tidak dapat dimanipulasi dan dicetak seenaknya sebagaimana uang kertas, mampu menciptakan keseimbangan neraca pembayaran antar negara secara otomatis, yang paling penting standar emas perak dapat menghapus inflasi karena negara tidak mungkin mencetak uang lagi selama uang yang beredar bisa ditukar emas perak, serta kurs emas dan perak stabil karena tidak bergantung pada kekuasaan ekonomi politik suatu negara.

Sudah saatnya negara Indonesia berani mengambil langkah untuk berpijak pada aturan syariah Islam kaffah yang memberi solusi tuntas atas permasalahan yang ada. Penerapan sistem ekonomi Islam adalah jalan keluar atas terpuruknya rupiah di tengah musibah wabah covid saat ini. Bukan berjalan berdasarkan permintaan dan penawaran, nilai mata uang atau indeks harga di pasar non-riil, namun fokus dalam mensejahterakan rakyat.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untun Penanganan Covid-19

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untun Penanganan Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 23:59

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Sabtu, 19 Sep 2020 22:20

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Sabtu, 19 Sep 2020 22:10

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Sabtu, 19 Sep 2020 22:05

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Sabtu, 19 Sep 2020 22:00

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 21:50

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Sabtu, 19 Sep 2020 21:35

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Sabtu, 19 Sep 2020 21:04

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Sabtu, 19 Sep 2020 20:45

Israel Tutup Secara Penuh Tepi Barat dan Jalur Gaza Untuk Liburan Yahudi

Israel Tutup Secara Penuh Tepi Barat dan Jalur Gaza Untuk Liburan Yahudi

Sabtu, 19 Sep 2020 20:35

UEA Sewa 450 Tentara Bayaran Asing Untuk Lakukan Pembunuhan Tingkat Tinggi di Yaman

UEA Sewa 450 Tentara Bayaran Asing Untuk Lakukan Pembunuhan Tingkat Tinggi di Yaman

Sabtu, 19 Sep 2020 20:07

Maraknya Perceraian Kala Pandemi, Ada Apa?

Maraknya Perceraian Kala Pandemi, Ada Apa?

Sabtu, 19 Sep 2020 15:25

Pejabat Publik dan Krisis Etika Kebijakan di Tengah Pandemi Covid-19

Pejabat Publik dan Krisis Etika Kebijakan di Tengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 15:04

Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Sabtu, 19 Sep 2020 11:43

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Jum'at, 18 Sep 2020 19:52

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 19:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X