Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.764 views

Covid Mewabah Rupiah Melemah

 

Oleh:

Mimin Diya

Guru di Surabaya, Jawa Timur

 

DI TENGAH wabah covid-19, pemerintah harus mengeluarkan energi besar. Bukan hanya dalam penanganan covid-19, tapi dampak serius lain yang timbul dari merebaknya covid-19, yakni nilai tukar rupiah yang semakin melemah di pasar keuangan global. Tercatat per 23 maret 2020 nilai tukar rupiah terhadap dolar tembus Rp.16.550/US dolar. Hal ini dipicu oleh aksi para investor dan pelaku pasar yang berbondong-bondong menjual aseptnya dalam kurs dolar.

Sebagian besar aset, saham, obligasi, dan emas dilepas pemilik modal untuk mengantisipasi kemungkinan terpuruknya ekonomi nasional atau disebut save heaven currency (aman dari gejolak ekonomi). Jumlah tukar rupiah ke dolar pun naik, maka dolar naik sesuai hukum demand and supply, sementara rupiah merosot tajam.

Jika aksi para pemilik modal terus berlanjut, kestabilan rupiah akan terus terguncang. Lagi-lagi jajaran penguasa, menteri keuangan serta menteri perekonomian harus berpikir keras untuk menstabilkan rupiah. Langkah yang ditempuh sejak dulu kala ialah mendompleng ketersedian liquiditas dalam negeri.

Namun, suatu kekwatiran yang luar biasa menyelimuti. Alarm keras jangan sampai Indonesia kembali mengalami krisis moneter seperti tahun 1998 silam, dengan terpuruknya rupiah hingga ambang batas Rp.16.800/US dolar. Diiringi inflasi yang amat tinggi dalam neraca ekonomi perdagangan. Apabila pemerintah salah mengambil langkah, bahkan mengulang kembali yang dianggap  jalan alternatif saat krisis 98, yakni menerima bantuan liquiditas IMF, maka bersiap menanggung resiko besar yang akan terjadi.Hutang dengan bunga tinggi harus ditanggung negara. Alhasil Indonesia dalam dept trap.

Jika ditelusuri, sejatinya akar masalah utama dari melemahnya rupiah & terpuruknya ekonomi ini tidak lain karena berpijak pada sistem ekonomi kapitalis. Para investor, pelaku pasar, pemilik modal tidak lain adalah para kapital yang akan mengamankan hartanya. Mereka mengembangkan harta dalam sektor non-riil dengan menatap kurs jual dan kurs beli setiap saat. Sementara nasib sebagian besar rakyat yang hidup dalam garis menengah kebawah dan diliputi kemiskinan tidak dipedulikan. Alhasil yang kaya tetap kaya, yang miskin semakin terperosok dalam jurang kemiskinan.

Selain itu, akar masalah yang ada ialah dunia berpindah memakai standar uang kertas (fiat money). US dolar yang dicetak sama sekali tidak dijamin apapun, karena dilepas dari nilai emas dan dibiarkan mengambang bebas. Inilah strategi negara adidaya AS untuk menguasai dunia dengan mencetak dolar hingga jumlahnya melebihi cadangan emas yang ada.

Sementara standar uang emas dan perak yang telah terbukti 13 abad silam stabil justru dilepaskan. Ini pula pangkal keterpurukan yang terjadi di belahan negara berkembang. Seperti halnya Venezuela yang sangat terpuruk ekonominya. Sehingga mengakibatkan inflasi yang tinggi. Banyak rakyat jatuh miskin, tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup dikarenanan harga bahan pokok melonjak tinggi. Maka cukuplah Indonesia berkaca dari negara ini dan serius memahami akar masalah sistemik global penyebab runtuhnya perekonomian negara.

Alhasil selama sistem yang dipakai adalah kapitalis, dengan pijakan sistem keuangan fiat money, maka bisa dipastikan negara sulit keluar dari keterpurukan ekonomi. Jauh berbeda dengan sistem Islam, standar uang yang dipakai ialah emas dan perak. Sudah terbukti banyak keunggulan dari emas dan perak antara lain: emas dan perak memiliki nilai intrinsik pada dirinya sendiri, mampu menjamin kestabilan moneter karena tidak dapat dimanipulasi dan dicetak seenaknya sebagaimana uang kertas, mampu menciptakan keseimbangan neraca pembayaran antar negara secara otomatis, yang paling penting standar emas perak dapat menghapus inflasi karena negara tidak mungkin mencetak uang lagi selama uang yang beredar bisa ditukar emas perak, serta kurs emas dan perak stabil karena tidak bergantung pada kekuasaan ekonomi politik suatu negara.

Sudah saatnya negara Indonesia berani mengambil langkah untuk berpijak pada aturan syariah Islam kaffah yang memberi solusi tuntas atas permasalahan yang ada. Penerapan sistem ekonomi Islam adalah jalan keluar atas terpuruknya rupiah di tengah musibah wabah covid saat ini. Bukan berjalan berdasarkan permintaan dan penawaran, nilai mata uang atau indeks harga di pasar non-riil, namun fokus dalam mensejahterakan rakyat.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

Jum'at, 27 Nov 2020 23:06

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Jum'at, 27 Nov 2020 22:38

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Jum'at, 27 Nov 2020 21:45

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Gus Aam Harap PKS Bisa Wujudkan Nilai-nilai Islam di Pemerintahan dan Masyarakat Luas

Jum'at, 27 Nov 2020 21:14

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Teh Jahe dapat Turunkan Berat Badan

Jum'at, 27 Nov 2020 21:05

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Kemenag Alokasikan 5,7 Triliun Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama

Jum'at, 27 Nov 2020 21:00

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Menlu Saudi: Pemberontak Syi'ah Houtsi Dukungan Iran Di Balik Permasalahan di Yaman

Jum'at, 27 Nov 2020 20:46

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Pengadilan Banding Potong Hukuman Penjara Penembak Mati 6 Jamaah di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun

Jum'at, 27 Nov 2020 19:00

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Jum'at, 27 Nov 2020 16:45

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

Jum'at, 27 Nov 2020 11:39

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Jum'at, 27 Nov 2020 10:36

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Jum'at, 27 Nov 2020 09:21

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 08:25

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Jum'at, 27 Nov 2020 07:16

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Jum'at, 27 Nov 2020 05:32

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 05:10

Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X