Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.869 views

Antara Dua Garis Biru dan Dua Bendera Tauhid

DUA Garis Biru, film karya Gina S. Noer yang dirilis pada 11 Juli lalu ini sempat menjadi perbincangan hangat. Film ini menceritakan dua orang remaja yang menjalin hubungan hingga hamil di luar nikah. Dilansir dari tirto.id dalam waktu 15 hari penayangan saja film ini telah ditonton sebanyak 2 juta orang. Lebih miris lagi seperti yang diberitakan oleh tribunnews.com, film ini justru mendapat apresiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) hingga menyelenggarakan nonton bersama tepat pada hari pertama penayangannya.

Film ini dirasa mampu memberikan sex education kepada masyarakat khususnya remaja dengan cara yang menarik seiring dengan maraknya pernikahan dini dan segala resikonya. Namun apakah ini cara yang tepat untuk memberi sex education? Dengan memberikan gambaran semacam itu, setiap adegan dalam film justru akan terus membayangi dan memantik rasa penasaran mereka.

Sebaik apapun pesan yang ingin disampaikan maka tidak akan mampu menyingkirkan dominasi bayangan film yang telah disaksikan. Belum lagi dengan melihat kondisi hari ini, seiring semakin bebasnya pergaulan maka akan berpeluang besar apa yang telah mereka saksikan akan ditiru, bukan malah sebaliknya, karena bayangan resiko yang akan menimpa mereka berada lebih jauh daripada fakta yang ada di depan mata.

Di sisi lain, nampak upaya pengerdilan simbol-simbol keagamaan seperti pengibaran dua bendera tauhid. Hal yang demikian telah terjadi sebagaimana yang dialami oleh siswa-siswi MAN 1 Sukabumi. Respon Menteri Agama Lukman Hakim justru sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, bukannya mengapresiasi pengibaran dua bendera kebanggapan umat Islam ini tetapi justru mengatakan akan melakukan investigasi. Dilansir dari Tempo.co melalui akun twitternya ia mengatakan bahwa sudah dikirimkan tim khusus dari pusat untuk melakukan investigasi di lapangan dan akan dilakukan upaya serius untuk menangani kasus tersebut.

Belakangan diketahui bahwa pengibaran dua bendera tauhid tersebut dilakukan untuk menarik minat siswa baru terhadap salah satu ekstrakurikuler sekolah. Terlepas apapun latar belakangnya adalah tidak benar jika pengibaran dua bendera bertuliskan kalimat mulia ini dipersalahkan dan dipersekusi, apalagi oleh seorang menteri agama, sebab tuduhan bahwa kedua bendera ini merupakan milik dari ormas tertentu, pemecah-belah bangsa, dan bibit radikalisme merupakan alasan yang tidak berdasar serta merupakan fitnah yang dihembuskan untuk menutupi ketakutan rezim.

Jika kita lihat dua peristiwa ini secara bersamaan dengan pandangan yang lebih luas maka akan tampak ketidaksesuaian penempatan antara yang benar dan salah. Beginilah jadinya jika sekulerisme yang menjadi tolak ukur suatu perbuatan. Agama dijauhkan dari pengaturan segala aspek kehidupan dan standar penilaian terhadap segala sesuatu. Ada upaya sistematis untuk membuat kemaksiayatan seolah merupakan hal yang biasa bahkan dianggap benar oleh masyarakat sedangkan atribut keagamaan seperti dua bendera tauhid kebanggaan umat Islam diaggap radikal dan pemecah-belah bangsa.

Mirisnya segala upaya ini nampak digencarkan kepada generasi muda. Di satu sisi, ketika contoh itu mengarah pada yang salah, justru mendapatkan apresiasi dan dukungan untuk terus berkarya, meneruskan jejaknya. Sebaliknya, ketika mengarah kepada Islam dan kebangkitan umat akan dipersekusi luar biasa. Jelas ini adalah langkah sistemik untuk merusak generasi mendatang. Jika generasi muda yang akan menentukan arah bangsa ini telah rusak dan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah maka akan semakin mudah untuk mengendalikan atau bahkan menghancurkan suatu negeri.

Inilah hasil dari sekulerisme, pemisahan agama dari kehidupan justru akan menyeret manusia keluar dari fitrahnya dan membawa kehancuran. Maka solusi satu-satunya ialah dengan kembali kepada Islam dan menegakkan syariat-Nya dalam seluruh aspek kehidupan serta membawa umat pada kejayaannya.*

Muntik A. Hidayah

Aktivis Dakwah Kampus

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Politik Dinasti

Politik Dinasti

Rabu, 22 Jan 2020 23:58

Mental Umat Islam dalam Bidang Ekonomi Harus Segera Berubah

Mental Umat Islam dalam Bidang Ekonomi Harus Segera Berubah

Rabu, 22 Jan 2020 23:20

Kontroversi Jilbab, Kewajiban dan Makna Sebenarnya

Kontroversi Jilbab, Kewajiban dan Makna Sebenarnya

Rabu, 22 Jan 2020 23:01

IDF Sebut Jet Tempur F-16 Israel yang Terendam Banjir Rusak Lebih Parah dari Perkiraan

IDF Sebut Jet Tempur F-16 Israel yang Terendam Banjir Rusak Lebih Parah dari Perkiraan

Rabu, 22 Jan 2020 22:42

Omnibus Law Harus Berpihak pada Masyarakat, Bukan Investor

Omnibus Law Harus Berpihak pada Masyarakat, Bukan Investor

Rabu, 22 Jan 2020 22:40

PDIP Versus Jokowi?

PDIP Versus Jokowi?

Rabu, 22 Jan 2020 22:16

Jenderal Rusia: Jihadis di Idlib Bersiap Lancarkan Serangan Jibaku Terhadap Militer Suriah

Jenderal Rusia: Jihadis di Idlib Bersiap Lancarkan Serangan Jibaku Terhadap Militer Suriah

Rabu, 22 Jan 2020 22:13

Menyambut Bisyarah: Akankah Kota Roma Takluk?

Menyambut Bisyarah: Akankah Kota Roma Takluk?

Rabu, 22 Jan 2020 21:59

LPG 3 Kg dan Islam

LPG 3 Kg dan Islam

Rabu, 22 Jan 2020 21:36

Jelang Kongres Umat Islam Indonesia,  MUI Bahas Pengarusutamaan Konten Produktif di Sosial Media

Jelang Kongres Umat Islam Indonesia, MUI Bahas Pengarusutamaan Konten Produktif di Sosial Media

Rabu, 22 Jan 2020 20:33

Ethok-Ethok Nggeledah

Ethok-Ethok Nggeledah

Rabu, 22 Jan 2020 20:15

HNW Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Jika Cabut Kewajiban Halal

HNW Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Jika Cabut Kewajiban Halal

Rabu, 22 Jan 2020 19:02

Peduli Muslim Uighur, IKA PPI 76 Garut Berikan Bantuan Dana

Peduli Muslim Uighur, IKA PPI 76 Garut Berikan Bantuan Dana

Rabu, 22 Jan 2020 18:16

Kemenag atau Kemen Kegaduhan?

Kemenag atau Kemen Kegaduhan?

Rabu, 22 Jan 2020 18:14

Moderasi Agama, Meng- cover Al Qur'an yang Tidak Kekinian

Moderasi Agama, Meng- cover Al Qur'an yang Tidak Kekinian

Rabu, 22 Jan 2020 17:59

Anggota DPD RI: Ketua Ikatan Gay Tulungagung Pantas Dihukum Kebiri Kimia

Anggota DPD RI: Ketua Ikatan Gay Tulungagung Pantas Dihukum Kebiri Kimia

Rabu, 22 Jan 2020 17:35

Menag Kok Begini

Menag Kok Begini

Rabu, 22 Jan 2020 17:12

Adel Al-Jubeir: Iran 'Sponsor Terbesar Terorisme di Dunia'

Adel Al-Jubeir: Iran 'Sponsor Terbesar Terorisme di Dunia'

Rabu, 22 Jan 2020 15:30

KKKS Diminta Perjelas Target ‘Lifting’ Minyak Nasional

KKKS Diminta Perjelas Target ‘Lifting’ Minyak Nasional

Rabu, 22 Jan 2020 15:18

Laporan: MBS Retas Telepon Pemilik Washington Post Jeff Bezoz Sebelum Pembunuhan Khashoggi

Laporan: MBS Retas Telepon Pemilik Washington Post Jeff Bezoz Sebelum Pembunuhan Khashoggi

Rabu, 22 Jan 2020 14:40


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X