Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.329 views

BPJS Sekarat, Adakah Jaminan Sehat?

 

Oleh:

Mira Susanti

Aliansi Penulis Perempuan untuk Generasi

 

BERBICARA jaminan kesehatan di era sistem kapitalis sangat minimalis. Porsinya sesuai dengan nilai rupiah. Pemalakan uang rakyat yang berkedok jaminan kesehatan  ternyata menimbulkan polemik tak berkesudahan. Tujuan yang salah mengantarkan pada masalah yang besar. Pelayanan kesehatan yang ala kadarnya menyebabkan rakyat semakin sadar. Bahwa BPJS yang diprogram oleh  pemerintah malah berulah. Akibatnya rakyat kian resah tak mendapatkan haknya sebagai warga negara.

Berbagai alasan dikemukan sebagai pemakluman  atas tindak pelayanan yang tidak tepat sasaran .Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, potensi tekor yang dialami BPJS Kesehatan sebesar Rp 28 triliun hingga akhir 2019 terindikasi terjadi fraud. Fraud atau kecurangan tersebut dikarenakan over klaim pada sistem layanan BPJS Kesehatan secara menyeluruh. Mulai data kepesertaan sampai kepada sistem rujukan, antara Puskesmas, rumah sakit, ke BPJS, serta sistem tagihan yang perlu diperbaiki. (CNN.Indonesia)

Kecurangan yang dialami oleh BPJS itu bukanlah hal baru terjadi bahkan sudah lumrah. Diawal penerapan BPJS saja sudah terjadi pro kontra ditengah-ditengah masyarakat. Jaminan kesehatan yang diberikan oleh negara tidak mencakup seluruh rakyat. Akan tetapi hanya diberikan kepada mereka yang ikut mendaftarkan diri dan membayar pada pihak BPJS. Hal Ini menujukkan bukti negara abai dan tidak bertanggungjawab penuh menjamin hak kesehatan warga negaranya.

Sejatinya  ditangan negaralah  letak jaminan hak pelayanan kesehatan bagi  seluruh rakyatnya. Tidak boleh sedikitpun terjadi perbedaan pelayanan antara rakyat miskin dengan yang kaya. Mereka semua memiliki hak yang sama sebagai warga negara.

Ketika negara menetapkan jaminan kesehatan sebagai barang komersil yang diperuntukan bagi  bayar saja. Maka  disinilah muncul masalah serius buruknya pengelolan negara dalam bidang kesehatan. Karena tidak semua mereka yang membayarkan iurannya perbulan lantas mendapatkan pelayanan semestinya. Pihak BPJS sendiri sudah membatasi jenis penyakit yang akan dibiayainya . Sebagai tindakan untuk mengurangi pengeluaran dana BPJS itu sendiri.  Karena mereka ingin mencari keuntungan dalam mengelola uang rakyat tersebut.  

Adanya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab merupakan buah dari sistem kapitalis yang hanya mengedepankan manfaat semata. Sehingga jalan pintas penyelesaiannya pihak BPJS Kesehatan menonaktifkan 5,2 juta peserta penerima bantuan iuran atau PBI Jaminan Kesehatan mulai  1 Agustus 2019  kemaren Kebijakan ini menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2019 tentang penonaktifan dan perubahan data peserta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan.

Ini bukanlah suatu solusi yang dapat menjamin terpenuhinya hak kesehatan bagi warga negara secara umum. Justru akan menambah peliknya persoalan kesehatan di negeri ini. Ketika negara melimpahkan beban tersebut kepada rakyat secara mandiri. Lalu bagaimana dengan nasib mereka yang kurang mampu dari sisi ekonomi? Apakah mereka tidak layak untuk hidup disebabkan biaya kesehatan yang begitu mahal? Lantas kepada siapa mereka harus mengadukan rasa sakit yang dideritanya?.

Sudah seharusnya rakyat sadar. Bahwa mereka selama ini dibius atas nama jaminan kesehatan  tapi induknya merupakan  ansuransi yang wajib dibayar. Karena sejatinya dalam sistem kapitalis sekuler tak ada istilah makan siang yang gratis. Kemungkinan kecurangan pun tak bisa di hindari asas yang berlaku adalah mencari manfaat semata. Sehingga  jaminan kesehatan nihil didapatkan kecuali bagi mereka yang bayar kalau tidak sekarat hingga nyawa melayang.

Untuk itulah kita harus segera kembali kepada sistem yang benar-benar mampu menjamin terpenuhinya hak kesehatan bagi seluruh warga negaranya. Tidak memandang baik ia miskin ataupun kaya semua sama. Dan mereka tidak lagi dipusingkan dengan biaya mahal karena negara memberikannya secara gratis. Itu semua akan dirasakan ketika pengaturan negara berlandaskan pada sistem Islam yang telah terbukti berabad-abad lamanya.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kamis, 27 Feb 2020 22:19

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Kamis, 27 Feb 2020 21:40

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Kamis, 27 Feb 2020 21:38

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Kamis, 27 Feb 2020 21:25

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Kamis, 27 Feb 2020 21:19

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Kamis, 27 Feb 2020 21:15

Hendak Buat Pansus Banjir, DPRD Ditantang Bongkar Masifnya Pelanggaran Tata Ruang di Jakarta

Hendak Buat Pansus Banjir, DPRD Ditantang Bongkar Masifnya Pelanggaran Tata Ruang di Jakarta

Kamis, 27 Feb 2020 21:09

Mahfud MD Akui Pemerintah dan Rakyat Sama-sama Pernah Langgar Konstitusi

Mahfud MD Akui Pemerintah dan Rakyat Sama-sama Pernah Langgar Konstitusi

Kamis, 27 Feb 2020 20:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X