Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.102 views

Mursi Dimakamkan di Kairo Setelah Rezim Mesir Larang Jenazahnya Dikuburkan di Kampung Halaman

KAIRO, MESIR (voa-islam.com) - Mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi dimakamkan pada hari Selasa (18/6/2019) di Kairo timur, kata putranya, sehari setelah ia pingsan di pengadilan dan meninggal tak lama setelah itu.

Mursi dimakamkan pagi-pagi bersama tokoh senior Ikhwanul Muslimin, putranya, Ahmed Morsi, mengatakan di halaman Facebook-nya.

Pemakaman itu dihadiri oleh anggota keluarga di Madinat Nasr di Kairo setelah pihak berwenang menolak memberikan izin untuk penguburan di provinsi asal Mursi di Sharqiya, Delta Nil, kata Ahmed Morsi.

"Kami memandikan jenazah mulianya di rumah sakit penjara Tora, menshalatkannya di rumah sakit penjara ... dan pemakamannya dilakukan di pemandu spiritual Ikhwanul Muslimin," tulis Ahmed.

Pengacara Mursi, Abdel Moneim Abdel Maksoud, membenarkan pemakaman itu terjadi di pemakaman umum Selasa pagi.

Muhammad Mursi, yang merupakan tokoh terkemuka dalam Ikhwanul Muslimin, menjadi presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis pada 2012, satu tahun setelah pemberontakan Musim Semi Arab menyaksikan berakhirnya 30 tahun pemerintahan Presiden Hosni Mubarak.

Dia digulingkan pada Juli 2013 menyusul protes massa yang dimmotori oleh kelompok sekuler-liberal dan kudeta militer yang dipimpin oleh Presiden Mesir saat ini Abdel Fattah al-Sisi setelah itu dia segera ditangkap. Sejak itu dia ditahan.

Ikhwanul Muslimin, yang sejak itu dilarang, mengatakan kematian Mursi adalah "pembunuhan penuh" dan meminta warga Mesir untuk berkumpul untuk pemakaman massal.

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, Ikhwan juga menyerukan agar orang banyak berkumpul di luar kedutaan besar Mesir di seluruh dunia.

'Perlakuan buruk terhadap tahanan'

Ada berbagai laporan selama bertahun-tahun bahwa Mursi telah dianiaya dan disiksa di penjara, dengan para aktivis mengatakan pada hari Senin kematiannya harus dilihat dalam konteks isolasi sistematis pemerintah Mesir dan penganiayaan tahanan politik.

Human Rights Watch (HRW) menyebut berita kematian Morsi "mengerikan" tetapi "sepenuhnya dapat diprediksi", mengutip "kegagalan pemerintah untuk memberinya perawatan medis yang memadai".

"Pemerintah Mesir hari ini memikul tanggung jawab atas kematiannya, mengingat kegagalan mereka untuk menyediakan perawatan medis yang memadai atau hak-hak dasar tahanan," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan kepada Al Jazeera.

Amnesty International mengatakan pemerintah Mesir memikul tanggung jawab atas kematian mantan presiden itu, di tengah desakan tuntutan internasional untuk penyelidikan yang adil dan transparan mengenai keadaan di sekitar jam-jam terakhirnya.

Menurut klaim pihak berwenang, mantan presiden meninggal pada hari Senin setelah pingsan di pengadilan di Kairo saat diadili atas tuduhan spionase. Jaksa penuntut umum Mesir mengklaim sebuah laporan medis tidak menunjukkan adanya luka baru-baru ini di tubuh Morsi.

Masalah kesehatan

Pria berusia 67 tahun, yang telah berada di balik jeruji besi selama hampir enam tahun, memiliki sejarah panjang masalah kesehatan, termasuk menderita diabetes, serta penyakit hati dan ginjal.

Mursi, yang menghadapi setidaknya enam persidangan, menjalani hukuman penjara 20 tahun karena hukuman yang timbul dari pembunuhan demonstran selama demonstrasi pada tahun 2012. Dia juga menjalani hukuman seumur hidup karena spionase dalam kasus yang berkaitan dengan negara Teluk. Qatar.

Tuduhan lain terhadap mantan presiden itu termasuk pembobolan penjara, menghina pengadilan dan keterlibatan dalam "terorisme".

Para pendukungnya mengatakan tuduhan terhadapnya bermotivasi politik.

Pada November 2016, Pengadilan Kasasi membatalkan hukuman penjara seumur hidup untuk Mursi dan 21 terdakwa lainnya, termasuk beberapa yang telah menerima hukuman mati dalam kasus yang sama, dan memerintahkan pengadilan ulang.

Sepanjang penahanannya, Mursi hanya diizinkan tiga kunjungan dari keluarganya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan adalah pemimpin dunia pertama yang memberikan penghormatan kepada Mursi, menyebutnya sebagai "syuhada."

"Semoga Allah mengistirahatkan saudara kita, Mursi, jiwa syuhada kita dalam damai," kata Erdogan, yang telah menjalin hubungan dekat dengan almarhum mantan presiden.

Erdogan menyalahkan "tiran" Mesir atas kematian Mursi.

"Sejarah tidak akan pernah melupakan para tiran yang menyebabkan kematiannya dengan memenjarakannya dan mengancamnya dengan eksekusi," kata Erdogan dalam pidato televisi di Istanbul. (st/TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Trump: YPG Kemungkinan Bebaskan Tahanan IS untuk Libatkan AS dalam Operasi Turki di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 12:30

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Tentara Nasional Suriah Rebut Sejumlah Besar Senjata dan Amunisi Milik YPG di Tal Abyad

Selasa, 15 Oct 2019 11:34

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Politisi PKS Setuju Calon Kepala Daerah Tak Boleh Zina dan Mabuk

Selasa, 15 Oct 2019 11:08

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 10:30

Melihat Amerika Dari Dekat

Melihat Amerika Dari Dekat

Selasa, 15 Oct 2019 09:26

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Selasa, 15 Oct 2019 09:04

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Selasa, 15 Oct 2019 07:30

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Selasa, 15 Oct 2019 06:14

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

Selasa, 15 Oct 2019 02:25

Korupsi dalam Pandangan Islam

Korupsi dalam Pandangan Islam

Senin, 14 Oct 2019 21:45

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Senin, 14 Oct 2019 21:19

Fenomena Hijrah

Fenomena Hijrah

Senin, 14 Oct 2019 19:37

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Senin, 14 Oct 2019 17:34

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Senin, 14 Oct 2019 16:59

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Senin, 14 Oct 2019 16:30

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Senin, 14 Oct 2019 14:45

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Senin, 14 Oct 2019 14:30

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Senin, 14 Oct 2019 13:42

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Senin, 14 Oct 2019 13:35

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

Senin, 14 Oct 2019 10:45


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 12/10/2019 22:20

Siapa yang Radikal dan Intoleransi?