Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.871 views

Proyek Gagal Film “My Flag”

 

Oleh:

Yons Achmad || Praktisi Komunikasi

 

FILM “My Flag: Merah Putih VS Radikalisme” yang diunggah di Youtube NU Channel adalah proyek gagal. Alih-alih mendapatkan apresiasi publik, yang terjadi justru sebaliknya. Banyak kalangan menilai film itu bernuansa adu domba sesama umat Islam. Saya kira, memang ada benarnya. Tak usah jauh-jauh menilainya. Lihat dan baca saja beragam komentar film yang ditayangkan di Youtube itu.

Saya kutip dua komentar yang muncul. Akun Abu Nizar berkomentar “Yang bikin narasi videonya BAHLUL. Mengadu domba sesama muslim!”. Dibalas akun Siti Nisa Nurjanah “Mana ada adu dombanya bangsat”. Komentar-komentar semacam itu muncul tanpa ada filter dari admin atau semacamnya. Komentar-komentar liar. Belum lagi yang memakai akun-akun anonim atau akun-akun yang tidak jelas identitasnya. Maka, kalau ada yang punya anggapan semacam itu (adu domba), ya ada benarnya juga. Singkat cerita, film itu lebih banyak yang “Dislike” daripada yang “Like”.

Menyoroti kontroversi yang berkembang, ijinkan saya sedikit mengulas filmnya. Di ranah kajian komunikasi, dikenal istilah semiotika, ilmu tentang tanda. Umberto Eco dalam “A Theory of Semiotics” pernah menyebut setidaknya 19 bidang yang bisa dijadikan kajian semiotik, salah satunya adalah visual communication (komunikasi visual), di mana film masuk ke dalamnya.

Pemikir semiotika lain, Roland Barthes punya pandangan bahwa semiotik dapat meneliti teks di mana tanda-tanda terkodifikasi dalam sebuah sistem. Dengan demikian, semiotik dapat meneliti beragam teks seperti berita, iklan, fashion, fiksi, drama dan tentu saja film. Di sini, analisis wacana yang dalam ranah kajian komunikasi dikenal sebagai semiotika sosial bisa sedikit membantu mencermati duduk perkara pesan yang dipropagandakan dalam film berdurasi 7,5 menit itu.

Kita lihat dari segi medan wacana (field of discourse) yaitu terkait dengan apa yang dijadikan “wacana” dalam film itu. Seperti yang kita tahu, film itu diluncurkan dalam rangka menyambut hari santri. Lewat simbol merah putih, bendera NKRI, film itu mencoba ceritakan pentingnya rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Judul My Flag: Merah Putih VS Radikalisme tak terlalu jadi masalah. Ketika radikalisme dimaknai sebagai cara kekerasan untuk mencapai tujuan (politik) tertentu, hal itu bolehlah. Memang bertentangan dengan NKRI. Sampai di sini film itu tak jadi soal.

Selanjutnya pelibat wacana (tenor of discourse). Merujuk pada orang atau tokoh-tokoh di dalam film tersebut. Tak ada tokoh menarik dalam film itu. Hanya, ada salah satu tokoh “Narasumber” diperankan oleh Gus Muwafiq yang mengingatkan kita pada peristiwa beberapa waktu lalu. Tokoh ini pernah tersangkut kasus penghinaan nabi dengan menyebut nabi Muhammad sewatu kecil “Rembes”, walaupun kemudian minta maaf.

Tokoh ini memang nyentrik, salah satu penceramah yang pernah diundang istana. Hanya saja, kehadirannya dalam film itu tak terlalu mendapatkan sorotan. Tapi, satu pesan yang disampaikan Muwafiq perlu didiskusikan, yang paling menonjol ucapannya “Sejauh mana iman kita adalah sejauh mana kita menjaga bangsa dan Negara”. Kemudian, sorotan lain adalah keberadaan gadis bercadar yang diperlakukan secara kurang elok dalam film itu. Bagaimana penggambarannya? Kita lanjut ke pusat perhatian berikutnya.

Apa itu? Sarana wacana (mode of discourse). Merujuk pada bagaimana sosok tertentu digambarkan dan bagaimana sosok lain juga dipertontonkan. Dalam tayangan film tersebut, ada adegan yang memperlihatkan bagaimana gadis bercadar itu digambarkan. Hal ini yang kemudian mengundang kontroversi yang dinilai hanya mengadu domba semata. Kontroversi itu muncul sekira menit ketiga film pendek itu. Tokoh perempuan yang digambarkan sebagai santri berujar “Sejauh mana imanmu, sejauh itu pula cintamu pada negerimu”. Beberapa detik sebelumnya Muwafiq berujar “Silakan pasang bendera tapi jangan tandingi merah putih, kalau bendera merah putih kamu tandingi maka yang berjiwa merah putih pasti akan menghancurkanmu”.

Lalu adegan baku hantam muncul. Tokoh santri putri mencopot cadar tokoh lain yang juga berjilbab. Di sini kontroversi itu muncul. Sosok gadis bercadar digambarkan sebagai sosok radikal. Sampai sini, jelas sudah bahwa dilihat dari pesan yang disampaikan, film ini boleh dibilang proyek gagal, bahkan awalnya mungkin dengan niat baik sekalipun dalam pembuatannya. Cinta NKRI, cinta tanah air, cinta bangsa memang sudah seharusnya. Tapi, kenapa semangatnya justru menghancurkan pihak lain yang dinilai beda pandangan bahkan hanya berbeda penampilan? Sampai di sini, logika publik berontak karena jelas film itu menyampaikan pesan yang salah dalam urusan keberagamaan maupun dalam menyikapi keragaman.

Ke depan, saya kira, yang dibutuhkan adalah narasi-narasi yang penuh harmoni. Film ini jelas hanya menambah masalah kehidupan berkebangsaan. Serampangan menampilkan, salah satunya sosok bercadar sebagai identitas dari kaum radikal yang tak cinta NKRI. Sungguh, sebuah pelabelan, stigma (cap) yang gegabah menyematkan citra jelek pada individu atau komunitas tertentu hanya lewat tampilan luar yang dikenakan. Sebuah sikap yang malah akan mengancam keberagaman itu sendiri. Itu sebabnya, saya menilai film ini adalah proyek gagal membangun keharmonisan berkebangsaan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Jum'at, 23 Jul 2021 22:29

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Jum'at, 23 Jul 2021 22:00

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Jum'at, 23 Jul 2021 21:19

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Jum'at, 23 Jul 2021 21:00

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Jum'at, 23 Jul 2021 20:20

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Jum'at, 23 Jul 2021 20:14

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Jum'at, 23 Jul 2021 19:35

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Jum'at, 23 Jul 2021 15:00

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Jum'at, 23 Jul 2021 11:14

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Jum'at, 23 Jul 2021 10:54

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Jum'at, 23 Jul 2021 09:25

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Jum'at, 23 Jul 2021 08:22

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Jum'at, 23 Jul 2021 08:14

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

Kamis, 22 Jul 2021 22:06

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

Kamis, 22 Jul 2021 21:45

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Kamis, 22 Jul 2021 20:25

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Kamis, 22 Jul 2021 19:01

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Kamis, 22 Jul 2021 18:15

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Kamis, 22 Jul 2021 16:56

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Kamis, 22 Jul 2021 16:27


MUI

Must Read!
X