Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.923 views

ITB Sangat Butuh Prof Din Syamsudin

 

Oleh:

Dr Syahganda Nainggolan || Alumni Geodesi ITB, dan Alumni Paskasarjana Studi Pembangunan ITB

 

SEHUBUNGAN beredarnya pernyataan Yani Panigoro, Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) ITB, bahwa Prof. Dr. Din Syamsudin akan mengundurkan diri sebagai anggota MWA ITB. Prof. Din Mengundurkan diri karena alasan adanya desakan dari alumni ITB. Saya curiga, ini sebagai alasan yang mengada-ada.

Masalahnya, tuntutan agar Prof Din Syamsudin mundur dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan Alumni ITB Anti Radikalisme atau Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB. Padahal dalam kealumnian ITB hanya dikenal Ikatan Alumni ITB Pusat dan Ikatan Alumni ITB Daerah, serta Ikatan Alumni Jurusan. Semuanya dalam satu wadah resmi yang diketuai Dr. Ridwan Jamaluddin.

Alasan yang ditujukan terhadap penolakan Din sebagai anggota MWA bahwa Prof. Din radikal sangat membingungkan. Pertama, Prof. Din dikaitkan radikal karena pernah menghadiri acara HTI (Hizbuttahrir Indonesia) pada tahun 2007. Padahal pada tahun 2017, sepuluh tahun kemudian, Presiden Jokowi mengangkat Prof. Din Syamsudin sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan  Pembangunan Perdamaian serta Peradaban Dunia.

Pada saat ditanya wartawan alasan pengangkatan Din setingkat menteri itu, Jokowi menyebutkan dia sudah mengetahui jejak rekam dan pondasi yang kokoh Prof. Din dibidang tersebut. Bahkan, Jokowi merayu Professor Din untuk mau menerima amanah itu demi kepentingan negara.

Kedua, Prof. Din disebutkan mengkritik Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil pilpres tahun 2019 yang lalu. Alasan ini juga membingungkan. Sebab, Din Syamsudin kala itu meminta masyarakat agar menerima legalitas hasil pilpres yang diputuskan MK, namun tetap perlu menyimpan rasa curiga atas keputusan MK yang terasa ganjil tersebut.

Dalam posisi ini, sebenarnya Prof. Din Syamsudin memberikan kanalisasi pada emosi puluhan juta rakyat yang merasa Pemilu Pilpres diwarnai dengan berbagai kecurangan. Sehingga, harusnya sikap Prof. Din Syamsudin ini dikatagorikan sikap negarawan. Bukan orang yang radikal.

Ketiga, Prof. Din Syamsudin dikatakan banyak mengkritik pemerintahan Jokowi. Hal ini melanggar Statuta ITB dan MWA ITB yang mengatakan bahwa hubungan ITB dan pihak pemerintah harus baik-baik saja. Hal ini sedikit membingungkan. Karena ITB dan jajaran professornya dari dulu tercatat sangat lumrah bersikap kritis terhadap pemerintah.

Pada masa Suharto, bahkan rumah Rektor ITB Professor Iskandar Alisyahbana dihujani peluru oleh tentara pendukung rezim Suharto. Karena rektor tersebut mendukung gerakan mahasiwa ITB 77/78 yang meminta Suharto lengser. Sampai akhir hayatnya Professor Iskandar Alisyahbana tidak menyesal mendukung gerakan mahasiswa saat itu.

Kebebasan ilmiah telah membuat kampus ITB terkenal menghargai sikap kritis. Dengan demikian sikap Prof. Din Syamsudin yang saat ini sering kritis terhadap pemerintah Jokowi, harus dimaklumi sebagai bagian dari hidupnya demokrasi, yang sejak dulu diperjuangkan ITB.

Perlu dicatat bahwa ITB harus berkembang pesat untuk memajukan industrialisasi dan kualitas pendidikan tinggi kita. Peranan industri yang terus merosot. Jika diukur dengan kontribusinya bagi PDB, sudah mencemaskan saat ini. Kontribusi sektor industri di masa SBY, 2008, masih sebesar 27,8% terhadap PDB. Namun, di masa Jokowi, kuartal 3/2019, kontribusi sektor industri hanya 19,8% saja.

ITB QS Ranking pun masih pada nomor 331. Jauh di bawah University Malaya, pada urutan 59 dunia, pada tahun 2020.

Untuk memajukan ITB dan jaringan internasional, sangat dibutuhkan datangnya dari berbagai pihak. Kehadiran Prof Din Syamsudin yang mempunyai relasi kuat ke Vatikan, PBB, PKC-RRC, tokoh-tokoh politik Amerika dan lainnya, tentu sangat perlu bagi ITB. Agar konektivitas terhadap dunia global bisa semakin cepat terjadi. Konektivitas adalah kata kunci kemajuan institusi, seperti ITB, di masa datang. 

Dengan demikian, daripada menghujat Professor Din Syamsudin secara brutal dengan menuduh radikal, lebih baik senat akademik ITB mempertahankan keberadaan Professor Din Syamsudin di MWA ITB. Salam hormat.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Sabtu, 17 Apr 2021 06:28

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Jum'at, 16 Apr 2021 23:56

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Jum'at, 16 Apr 2021 23:10

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Jum'at, 16 Apr 2021 22:05

Pakistan Blokir Media Sosial Di Tengah Kekhawatiran Protes Nasional

Pakistan Blokir Media Sosial Di Tengah Kekhawatiran Protes Nasional

Jum'at, 16 Apr 2021 21:45

Israel Batasi Muslim Palestina Yang Akan Lakukan Shalat Jum'at Di Masjid Al-Aqsa

Israel Batasi Muslim Palestina Yang Akan Lakukan Shalat Jum'at Di Masjid Al-Aqsa

Jum'at, 16 Apr 2021 21:30

Erdogan: Yunani Tidak Berhak Menunjuk Mufti Umat Muslim

Erdogan: Yunani Tidak Berhak Menunjuk Mufti Umat Muslim

Jum'at, 16 Apr 2021 21:04

Larangan Mudik, Kebijakan Basa Basi Menurunkan Covid-19

Larangan Mudik, Kebijakan Basa Basi Menurunkan Covid-19

Jum'at, 16 Apr 2021 19:35

Ramadhan Menjelang, Harga Pangan Menjulang

Ramadhan Menjelang, Harga Pangan Menjulang

Jum'at, 16 Apr 2021 19:21

Syiah Biang-Kerok Gerakan Makar dan Terorisme

Syiah Biang-Kerok Gerakan Makar dan Terorisme

Jum'at, 16 Apr 2021 13:44

Siswa Muhammadiyah Ini Ciptakan Sajadah Anti Corona

Siswa Muhammadiyah Ini Ciptakan Sajadah Anti Corona

Jum'at, 16 Apr 2021 11:30

Benih Terorisme Itu Syiah

Benih Terorisme Itu Syiah

Jum'at, 16 Apr 2021 11:12

Akankah Jokowi Pimpin PDIP Setelah Megawati?

Akankah Jokowi Pimpin PDIP Setelah Megawati?

Jum'at, 16 Apr 2021 10:44

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Raih Gelar Doktor

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Raih Gelar Doktor

Jum'at, 16 Apr 2021 10:07

Takut kepada Allah

Takut kepada Allah

Jum'at, 16 Apr 2021 09:38

Pesantren Virtual 2021 Ajak Masyarakat ‘Nyantri’ Secara Daring

Pesantren Virtual 2021 Ajak Masyarakat ‘Nyantri’ Secara Daring

Jum'at, 16 Apr 2021 08:59

Penyembah Galon

Penyembah Galon

Kamis, 15 Apr 2021 23:42

AS Beri Sanksi Baru Terhadap Rusia Karena Dugaan Campur Tangan Dan Peretasan Pilpres

AS Beri Sanksi Baru Terhadap Rusia Karena Dugaan Campur Tangan Dan Peretasan Pilpres

Kamis, 15 Apr 2021 22:30

Ikuti Amerika Serikat, Australia Akan Tarik Seluruh Pasukan Dari Afghanistan Pada September

Ikuti Amerika Serikat, Australia Akan Tarik Seluruh Pasukan Dari Afghanistan Pada September

Kamis, 15 Apr 2021 22:00

Yordania Kecam Sabotase Israel Atas Pengeras Suara Untuk Adzan Di Masjid Al-Aqsa

Yordania Kecam Sabotase Israel Atas Pengeras Suara Untuk Adzan Di Masjid Al-Aqsa

Kamis, 15 Apr 2021 21:35


MUI

Must Read!
X