Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.642 views

Merenda New Normal dengan New Moral

 

Oleh

Dr. Basrowi*

 

MENGUTIP perkataan Bung Karno, Sang Proklamtor, “Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat semua, seringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris, buat kepentingan bersama. Dari semua untuk semua.”

Perkataan Soekarno hingga sampai saat ini masih sangat relevan, apalagi di tengah wabah Corona, perlu gotong royong baik dalam proses mencegah, menghadapi pandemi, dan menolong masyarakat terdampak.

Pemerintah dalam menghadapi pandemi tidak bisa sendirian, tetapi perlu berkoordinasi dengan berbagai kepentingan. Modal sosial yang dimiliki seperti moral kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong perlu digerakkan sehingga semangat kebersamaan menjadi prioritas.

Banyak sekali kegiatan empati yang bermoral tinggi yang sudah dirajut saat PSBB. New moral tersebut tentu masih sangat relevan untuk dilanjutkan bahkan digiatkan kembali di era new normal. Empati sebagai tindakan penuh moral yang dimiliki bangsa Indonesia sejak jaman dahulu kala, perlu disinkronkan dengan moral sosial lainnya sepeti budaya gotong royong, tolong menolong, ramah tamah, sopan santun, merasa senasib dan sepenanggungan, jujur, pantang menyerah, cinta damai, dan lainnya.

Saat PSBB, seluruh moral sosial itu telah teruji, karena masih dipegang erat oleh mayoritas bangsa Indonesia. Banyaknya relawan yang berada di garis depan dan banyaknya kaum felantropi yang berdonasi memperteguh keyakinan kita bahwa moral itu semakin hari semakin menghuncam kokoh.

New Normal merupakan saat terbaik untuk tetap melanjutkan rajutan empati bagi semua masyarakat yang terdampak covid-19, agar moral yang sudah sekian lama kita junjung tinggi tetap mempunyai urgensi dalam perang melawan Covid-19.

Memperbanyak orang baik di sekitar kita

Tradisi di berbagai budaya lokal yang tersebar di seluruh Indonesia tidak pernah luntur dengan berbagai gempuran modernitas. Di sekitar kita banyak sekali orang baik yang sangat bangga ketika bisa menolong orang lain.

Konstruktivisme budaya yang berulang-ulang dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia merupakan energi yang dapat mendorong untuk saling menolong sesama. Merupakan tindakan yang menyimpang, manakala ada sebagian orang yang tidak suka menolong orang lain. Pandangan esensialistik itu selalu diupayakan selaras dan sejalan baik saat PSBB maupun saat new normal.  

Silang pendapat berkaitan dengan bantuan sosial, protes kepada RT/RW, dan banyaknya masyarakat yang mengaku miskin saat ada bantuan sosial, hanyalah sebagai salah satu batu kerikil yang perlu dibuang jauh-jauh.

Budaya masyarakat yang selama ini  mempunyai sifat altruistik, pemalu, nerimo ing pandum (menerima pemberian rezeki dari Tuhan), saling torelan dengan si miskin perlu direnda terus menerus meskipun sudah masuk new normal.

Saat new normal, mereka yang mampu tetap harus tetap berlaku filantropi dan menghibur mereka yang kekurangan. Mereka yang kekurangan pun, tetap harus kembali bekerja. Semuanya harus kembali berkarya dalam suasana aman dari wabah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.  

Tetap Merenda Rasa Empati yang Sudah Membudaya

Moral saling berempati, tolong menolong dan saling peduli terhadap sesama perlu terus dipupuk di era new normal. Resiprositas (saling memberi dan merespon) perlu terus direnda di saat new normal. Masih banyak sekali saudara kita yang belum bisa bangun dari kondisi ekonominya meskipun sudah era new normal, karena habisnya modal usaha yang telah terpakai untuk mempertahankan hidup saat “di rumah saja.”

Moral yang dimiliki oleh individu sudah selayaknya juga dimiliki oleh seluruh masyarakat. Banyaknya aksi pro-sosial yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk moral yang sangat berguna dan dapat ditransformasikan di era new normal. Pelaku pro-sosial perlu terus melanjutkan usahanya dalam membantu mereka yang masih kesulitan bangun dari keterpurukannya.

Saat new normal, seluruh kemampuan membingkai berbagai aktivitas sosial diharapkan dapat menjadi pembelajaran baru bagi mereka yang belum tergugah kesadarannya.  Dengan contoh tersebut terjadi kolaborasi kapasitas dalam membantu mereka yang membutuhkan tidak berhenti saat new normal.

Terus  Memperkokoh Rasa Empati

Kedermawanan masyarakat sebagai bentuk moral yang selama ini sudah ada hendaknya terus diperkokoh, jangan berhenti di era new normal. Jangan sampai, wabah belum hilang, sifat empati kita sudah mengendur.

Mudah-mudahan di era new normal, moral masyarakat berupa rasa empati, tidak tercerai berai, tetapi justru dapat terakumulasi melalui berbagai kegiatan prososial. Selain itu, kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Sikap acuh tak acuh dan berbagai pelanggaran terhadap protokol kesehatan, tentu harus dihindari pada saat penerapan New Normal.

Kini saatnya, pemerintah di era new normal lebih fokus pada pemulihan kesehatan selain ekonomi masyarakat, dengan menekan angka positif dan kematian akibat Covid-19. Karena faktor nyawa tidak bisa diselamatkan di kemudian hari, sementara faktor ekonomi dapat di-recovery di kemudian hari.

*) Dr. Dr. Basrowi, M.Pd., M.E. Sy. Pengamat Kebijakan Publik, alumni PPs Ekonomi Syariah UIN Raden Intan Lampung, S3 Unair, dan S3 UPI YAI Jakarta.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Jum'at, 25 Jun 2021 01:42

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

Jum'at, 25 Jun 2021 00:10

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Kamis, 24 Jun 2021 23:35

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

Kamis, 24 Jun 2021 22:33

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Kamis, 24 Jun 2021 21:29

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kamis, 24 Jun 2021 20:54

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Kamis, 24 Jun 2021 19:48

MUI:  Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

MUI: Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

Kamis, 24 Jun 2021 18:26

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Kamis, 24 Jun 2021 17:46

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Kamis, 24 Jun 2021 17:08

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Kamis, 24 Jun 2021 16:17

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Kamis, 24 Jun 2021 15:08

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Kamis, 24 Jun 2021 14:41

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Kamis, 24 Jun 2021 13:58

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kamis, 24 Jun 2021 12:20

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Kamis, 24 Jun 2021 11:51

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kamis, 24 Jun 2021 10:49

Bohong dalam Delik Bohong

Bohong dalam Delik Bohong

Kamis, 24 Jun 2021 09:37

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Kamis, 24 Jun 2021 08:37

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Kamis, 24 Jun 2021 07:34


MUI

Must Read!
X