Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
24.842 views

Menjadikan Al-Qur'an sebagai Nyanyian, Merusak Islam

Oleh: Hartono Ahmad Jaiz

Masih banyak orang yang tidak faham, bahwa acara di Istana Negara, Jum’at 27 Rajab 1436H/ 15 Mei 2015, yakni membaca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa Dandanggulo itu sejatinya merupakan sesuatu yang ditakutkan oleh Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam. Karena telah menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian.

Banyak orang tidak faham, ketika disebut Langgam Jawa, dianggapnya hanya corak logat /aksen Jawa. Padahal sejatinya ketika disebut Langgam Jawa itu artinya adalah nyanyian Jawa. Apalagi ujudnya adalah nyanyian jenis Dandanggulo, itu salah satu jenis nyanyian Jawa dalam kategori Macapat.

Nyanyian Jawa terutama Macapat dengan sejumlah jenisnya seperti pangkur, sinom, pucung, megatruh, dandanggulo, durmo, mijil, Asmarandana dan sebagainya itu masing-masing dalam format bait-bait syair yang sudah ada jumlah suku katanya perbait (gatra, guru wilangan, wazan dalam ilmu syair Arab) dan bunyi akhir bait, guru lagu (qafiyah dalam syair Arab) dan itu masing masing sudah ada format isi atau muatan misinya. Misalnya asmarandana ya seputar keasmaraan. Megatruh ya tentang mecati, sakaratul maut orang hampir meninggal. Jadi sudah baku aturannya mengenai ini itu, sampai nada dan iramanya serta panjang pendeknya. Bahkan nada gamelan yang mengiringinya. (Dalam Islam, alat-alat musik itu haram).

Dan yang perlu difahami, itu kedudukan dan fungsinya adalah nyanyian. Penyanyinya bisa disebut tukang nyanyi, bisa juga sinden/ waranggono, bisa juga ledek. Dan ledek itu secara psikologis jurusannya ke arah zina, paling kurang zina mata. Orang lelaki yang ngajoni ledek, berjoget bersama / berhadapan dengan ledek cukup tercela. Kemungkinan kalau dia jadi imam shalat di masjid maka orang akan minggir. Lha kok sekarang malah Al-Qur’an dijadikan nyanyian yang ledek penyanyinya saja ketika diajoni, maka yang mengajoni itu ketika jadi imam shalat akan ditolak dan dibenci oleh masyarakat. Siapa yang tidak normal sebenarnya? Bukankah itu merusak Islam?

Al-Qur’an kok dinyanyikan sebagai nyanyian Dandanggulo, ya sama dengan didudukkan untuk dilantunkan dan dinikmati sebagai angang-angan manis. Na’udzubillahi min dzalik!

Dari segi keilmuan, tembang/nyanyian Jawa yang jenis Macapat itu punya aturan-aturan mirip syair Arab. Baik dalam aturan bait-baitnya yang harus memenuhi syarat wazan (jumlah suku kata) dan qafiyah (bunyi akhir bait), serta ketentuan lagunya, nada-nada panjang pendeknya, irama  tinggi rendahnya dan sebagainya. Maka misalnya dalam Syair Arab disebut jenis Bahar thawil hanya dengan disebut jenisnya itu saja sudah termasuk nada-nada irama untuk melagukannya.

Sebagaimana Langgam Jawa, ketika disebut dandanggulo, maka sudah mencakup segala aturannya sampai ke lagunya, bahkan muatan isinya, sesuai namanya itu (dandanggulo, angan-angan manis). Bahkan iringan gamelannya (alat musik, yang telah jelas diharamkan dalam Islam, lihat Hadits Bukhari) sudah ditentukan. Misal tembang Asmaradana (gejolak asmara) maka iringan gamelannya slendro patet sanga. Nah, Al-Qur’an kalau diseret ke Langgam Jawa, pasangannya adalah gamelan. Na’udzubillahi min dzalik!

Setelah kita tahu segi-segi kesamaan Langgam Jawa dengan syair Arab yang masing-masing memang dinyanyikan dengan lagu dan irama yang telah ditentukan masing-masing, ternyata tidak pernah ada ulama yang mempersilakan untuk membaca Al-Qur’an pakai langgam bahar thawil ataupun wafir dan sebagainya itu. Tidak pernah ada ulama yang mencontohi untuk membaca Al-Qur’an dengan lagu Ya Rabbi bil (Bahar Thawil?) atau Ilahi lastulil firdausi (Bahar wafir) dan sebagainya. Karena bahar-bahar (dalam syair Arab) itu ya hanya untuk melagukan bait-bait yang termuat di dalamnya. Dan itupun bukan untuk melagukan bahar jenis lainnya, apalagi untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Demikian pula apalagi Langgam Jawa Dandang Gulo dan sebagainya, ya hanya untuk menyanyikan bait-bait yang terangkum dalam jenis itu (yang sudah ada ketentuan jumlah suku kata/ wazan dalam syair Arab, dan huruf akhir bait, qafiyah dalam syair Arab). Tanpa mengikuti wazan dan qafiyahnya, maka kagok, tidak bisa dinyanyikan. Bahkan dalam nyanyian/ langgam Jawa, muatan syairnya pun sudah harus mengikuti format jenis nyanyiannya. Ketika lagu itu jenis pucung alias pocong ya mengenai jenazah. Ketika jenisnya Dandanggulo ya tentang angan-angan manis. Lha, Al-Qur’an kok dinyanyikan sebagai nyanyian Dandanggulo, ya sama dengan didudukkan untuk dilantunkan dan dinikmati sebagai angang-angan manis. Na’udzubillahi min dzalik! Betapa teganya membanting Al-Qur’an menjadi sesuatu nyanyian yang hanya menggambarkan angan-angan manis. Itupun lebih “nikmatnya” diiringi dengan gamelan. Na’udzubillahi min dzalik!

Benarlah sabda Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam yang telah takut terhadap 6 perkara atas umatnya, di antaranya menjadikan Al-Quran sebagai nyanyian. Dan itu hulunya adalah imaratus sufahaa’ (pemerintahan orang-orang bodoh).

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " أَخَافُ عَلَيْكُمْ سِتًّا: إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ، وَسَفْكُ الدِّمَاءِ، وَبَيْعُ الْحُكْمِ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ "
[حكم الألباني]
(صحيح) انظر حديث رقم: 216 في صحيح الجامع)

Dari Auf bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
Aku khawatir atas kamu sekalian enam: pemerintahan orang-orang yang bodoh, penumpahan darah, jual hukum, memutus (tali) persaudaraan/ kekerabatan, generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian, dan banyaknya polisi (aparat pemerintah, yang berarti banyak kedhaliman). (HR Thabrani, shahih menurut Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ hadits no. 216)

Mengenai imaratussufahaa’ inilah haditsnya:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

 

Masalah Al-Qur’an dijadikan sebagai nyanyian

Sudah jelas ada 6 perkara yang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam takut terjadi pada umatnya, berarti Umat Islam itu sendiri jangan sampai malah mengadakannya. Ketika menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian, bisa dibilang tidak menggubris sabda Nabi saw tersebut. Dan kalau itu yang mengadakan adalah suatu pemerintahan, maka dikhawatirkan tergolong yang diancam dalam hadits tersebut.

“...barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku.”
(Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

Selain ada peringatan keras dari hadits, mari kita analisa, bagaimana kalau Al-Qur’an dijadikan sebagai nyanyian. Yaitu dibaca pakai langgam Jawa dadandanggulo, megatruh, pangkur dan sebagainya.

Lhah, Al-Qur’an mau dibegitukan? Ya tidak boleh.

menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian. Itu sangat merendahkan Al-Qur’an. Apalagi nyanyian itu biasanya diiringi musik (jelas haram dalam Islam), bahkan penyanyinya atau ledeknya secara psikologis jurusannya adalah zina, paling kurang zina mata dst. Na’udzubillahi min dzalik!

Pertama, karena menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian. Itu sangat merendahkan Al-Qur’an. Apalagi nyanyian itu biasanya diiringi musik (jelas haram dalam Islam), bahkan penyanyinya atau ledeknya secara psikologis jurusannya adalah zina, paling kurang zina mata dst. Na’udzubillahi min dzalik!

Kedua, Al-Qur’an tidak terikat oleh aturan-aturan bait dari syair ataupun nyanyian yang telah dibuat manusia itu. Kenapa mau diikat-ikat?

Kembali ke persoalan awal tentang banyaknya orang yang tidak faham persoalan ini.

Intinya, karena banyak orang menyangka bahwa maksud Langgam Jawa itu hanya corak Jawa, atau Gaya Jawa, atau Model Jawa; maka mereka mengatakan boleh, malahan sangat boleh, katanya. Padahal yang sedang terjadi (adanya rekayasa menteri agama yang menyuruh orang baca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa Dandanggulo di istana itu) bukan langgam dalam arti corak, gaya, atau model, tetapi langgam Jawa dalam arti nyanyian  Jawa, satu bentuk nyanyian untuk bisa dibedakan dengan dangdut, pop, nyanyian barat dan sebagainya. Bukan sekadar corak bersuara model Jawa. Bukan.

Seandainya yang dimaksud langgam di situ memang hanya sekedar corak, gaya, atau model; itupun tidak ada urusan untuk diupayakan agar bercorak begini dan begitu. Untuk apa? Apakah tidak ada pekerjaan yang lebih berguna lagi dan memang perlu untuk meningkatkan kemampuan Umat Islam ini dalam membetulkan bacaan Al-Qur’an yang selama ini kemungkinan sebagian masih belepotan? Belum lagi betapa pentingnya memahami isi Al-Qur’an. Ngapain ngurusin corak bersuaranya manusia?

Setelah kita tahu duduk soalnya, mari kita renungkan.

Kalau orang masih punya pikiran lurus, mana mungkin jenis tembang nyanyian yang sifatnya sangat terbatas seperti itu, kemudian diperuntukkan untuk membaca wahyu Allah? Sedangkan untuk membaca teks Pancasila dalam satu acara misalnya, itu saja sama sekali tidak bisa. Kenapa? Karena, misalnya Pancasila dibaca dengan lagu Megatruh (mecati alias sakaratul maut menjelang meninggal), maka tentu menimbulkan tanda tanya. Apakah pembacanya itu ngalup biar segera mati atau bagaimana.

Itu saja sama-sama hanya bikinan manusia. Sudah menimbulkan masalah. Lha kalau itu untuk merekayasa bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, bukankah berarti pelecehan dan penodaan agama? Sekali lagi saya tanyakan (secara inkari): Bagaimana kalau ayat-ayat tentang keagungan Allah Ta'ala, lalu dibaca dengan langgam Durmo yang inti nada lagu itu sindiran terhadap orang songong? Bukankah itu menimbulkan masalah bahkan dapat dinilai sebagai melecehkan?

Oleh karena itu, siapa saja yang ingin merekayasa dan atau ikut menyetujui untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian, maka sejatinya adalah berhadapan dengan Allah Ta’ala, yang telah mengutus Rasul-Nya yang menyampaikan ancaman akan adanya 6 perkara yang ditakutkan Nabi yaitu diantaranya Al-Qur’an dijadikan nyanyian.

...siapa saja yang ingin merekayasa dan atau ikut menyetujui untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian, maka sejatinya adalah berhadapan dengan Allah Ta’ala

Sadarilah wahai Umat Islam, hidup ini adalah ujian. Allah Ta’ala telah berfirman:

مَّا كَانَ ٱللَّهُ لِيَذَرَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ عَلَىٰ مَآ أَنتُمۡ عَلَيۡهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ ٱلۡخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُطۡلِعَكُمۡ عَلَى ٱلۡغَيۡبِ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَجۡتَبِي مِن رُّسُلِهِۦ مَن يَشَآءُۖ فَ‍َٔامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ وَإِن تُؤۡمِنُواْ وَتَتَّقُواْ فَلَكُمۡ أَجۡرٌ عَظِيمٞ ١٧٩ [سورة آل عمران,١٧٩]

179. Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar (Al 'Imran: 179). Wallahu a’lam bisshawab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ulama Bicara lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Perpres Miras Dicabut, Kenapa DPRD DKI Ngotot Pertahankan Saham Miras?

Perpres Miras Dicabut, Kenapa DPRD DKI Ngotot Pertahankan Saham Miras?

Selasa, 09 Mar 2021 06:05

Presiden Suriah Bashar Al-Assad Dan Istri Positif Terinfeksi COVID-19

Presiden Suriah Bashar Al-Assad Dan Istri Positif Terinfeksi COVID-19

Senin, 08 Mar 2021 21:46

Senator AS Kecam Kebijakan 'Santai' Biden Terhadap Iran Untuk Serangan Fasilitas Energi Saudi

Senator AS Kecam Kebijakan 'Santai' Biden Terhadap Iran Untuk Serangan Fasilitas Energi Saudi

Senin, 08 Mar 2021 21:00

Kembali Terjadi Kasus Suap, Kinerja Perpajakan Harus Dievaluasi Besar-Besaran

Kembali Terjadi Kasus Suap, Kinerja Perpajakan Harus Dievaluasi Besar-Besaran

Senin, 08 Mar 2021 20:27

Cinta dalam Sepotong Coklat

Cinta dalam Sepotong Coklat

Senin, 08 Mar 2021 19:57

Perintah Agama Vs Toleransi Terhadap Keragaman

Perintah Agama Vs Toleransi Terhadap Keragaman

Senin, 08 Mar 2021 19:21

Nikah Muda, Why Not?

Nikah Muda, Why Not?

Senin, 08 Mar 2021 18:47

Sejalan dengan Muhammadiyah, Fraksi PKS Tegaskan Agama Jadi Bagian Integral Visi Pendidikan Nasional

Sejalan dengan Muhammadiyah, Fraksi PKS Tegaskan Agama Jadi Bagian Integral Visi Pendidikan Nasional

Senin, 08 Mar 2021 18:13

Mulianya Perempuan dengan Jilbab

Mulianya Perempuan dengan Jilbab

Senin, 08 Mar 2021 17:51

Pemerintah Rencana Impor 1 Juta Ton Beras, Legislator Pertanyakan Food Estate

Pemerintah Rencana Impor 1 Juta Ton Beras, Legislator Pertanyakan Food Estate

Senin, 08 Mar 2021 17:21

Mendidik Anak dari Rumah

Mendidik Anak dari Rumah

Senin, 08 Mar 2021 16:47

Moeldoko Merampas Partai Mau Menjadi Presiden?

Moeldoko Merampas Partai Mau Menjadi Presiden?

Senin, 08 Mar 2021 16:11

Llyod Austin Sebut AS Akan Balas Menyerang Jika Kepentingannya Diganggu

Llyod Austin Sebut AS Akan Balas Menyerang Jika Kepentingannya Diganggu

Senin, 08 Mar 2021 16:00

Ketum Muhammadiyah Soroti Tak Ada Frasa Agama di Draf Peta Jalan Pendidikan

Ketum Muhammadiyah Soroti Tak Ada Frasa Agama di Draf Peta Jalan Pendidikan

Senin, 08 Mar 2021 15:23

Pemerintah Terlihat Bingung

Pemerintah Terlihat Bingung

Senin, 08 Mar 2021 15:00

Di Negeri Kartun, Orang Mati Jadi Tersangka

Di Negeri Kartun, Orang Mati Jadi Tersangka

Senin, 08 Mar 2021 13:08

Benang Merah Arab Spring dan Seabad Nihilnya Khilafah Islam

Benang Merah Arab Spring dan Seabad Nihilnya Khilafah Islam

Senin, 08 Mar 2021 11:02

Pedasnya Harga Cabai, Pemerintah Diam Saja?

Pedasnya Harga Cabai, Pemerintah Diam Saja?

Senin, 08 Mar 2021 10:47

Fahri: Elit Politik di Indonesia tidak Tunjukkan Keseriusan Berdemokrasi

Fahri: Elit Politik di Indonesia tidak Tunjukkan Keseriusan Berdemokrasi

Senin, 08 Mar 2021 09:25

Perkuat Profesional Muslim, Forum Duta Amaliah Astra Gagas Syiar Kreatif

Perkuat Profesional Muslim, Forum Duta Amaliah Astra Gagas Syiar Kreatif

Senin, 08 Mar 2021 06:37


MUI

Must Read!
X