Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.979 views

Slebew Effect, Perlukah Ditakuti?

 

Oleh:

Yana Sofia || Pegiat Literasi Aceh

 

HAI Sobat! Yakin neh nggak peduli dengan fenomena CFW. Udah menular ke mana-mana neh. Dari Surabaya, Makasar, bahkan Aceh. Wah-wah! Udah kayak acara menjelang tujuh belasan aja ya. Digelar di mana-mana. Ternyata, budaya berlenggang-lenggok di jalanan ini kiranya sangat diminati remaja-remaji.

Serius neh, mau bersikap 'masa bodo'?Mendiamkan generasi kita hidup ala slebew? Ya, walo makna slebew sendiri aku masih bingung. Belum ada di KBBI soalnya. Yang jelas, jika ditelaah sih, impactnya negatif. Arahnya ke pornografi.

Lho, ko arahnya pornografi?

Gini penjelasannya, Sobat! Awal-awal sih, emang fashion, jalan lenggak-lenggok on the street. Mula-mula sih, emang ajang kongkow-kongkowan. Tapi, sadar nggak? Hal-hal yang lahirnya dari budaya hedonisme ini akan bawa generasi ke mana? ujung-ujungnya, ya, apa lagi kalo bukan liberalisme pergaulan. LGBT, aktivitas sodom, dan kehidupan liar lainnya akan semakin diberi ruang. Mereka dapat 'panggung' dengan ajang ini.

Dan apa hubungannya dengan aktivitas Slebew itu? Ya tentu saja ada dong! Istilah yang dekat maknanya dengan aktivitas maksiat ini, yakni ajang mepet-mepet dengan yang bukan mahram, adalah fakta yang tidak boleh dipisahkan dari fenomena CFW.

Cek deh, pada awalnya ngapain mereka kongkow-kongkowan? Dari zaman Nadia dan Tegar udah viral, juga. Adik-adik usia SMP, yang ngaku, lagi cari pasangan buat alai-alaian. Yang kalo diwawancarai biasanya bilang, "Baru pacaran 2 jam yang lalu. Mau nembak, tapi masih belum ketemu yang pas. Yang katanya udah punya pacar, tapi mau pacaran lagi," dsb. Bikin urut-urut dada deh, pokoknya.

Ini adik-adik masih usia sekolah, lho. Masih minta jajan ke ortu. Masih kecil sekali. Mereka terlibat hubungan yang mereka nggak ngerti. Budaya rusak ini, mendorong mereka, mengakui keberadaan mereka, mengeksiskan mereka. Sehingga mereka semakin kehilangan arah. Tak sadar yang mereka lakukan akan berpengaruh besar.

Ya, CFW adalah masalah besar bagi Indonesia. Pengakuan beberapa tokoh publik akan eksistensi CFW dan abainya negara telah memicu gelombang gerakan tiruan CFW di beberapa kota besar lainnya. CFW jadi magnet kepopuleran. Jelas, hal ini akan merekonstruksi budaya lokal. Remaja kita sedang dijejali budaya asing yang rancu, yang nantinya akan menggeser budaya asli. Muruah, adab, agama sedang dipertaruhkan.

Sampai di sini, jelas terang benderang bukan? Apa impact CFW dan hubungannya dengan aktivitas slebew. So, Citayam effect ini tak bisa dianggap sepele?

Trus kenapa kalo emang bermasalah? Harus jingkrak-jingkrak gitu? Ribut sana-sini tanpa mau mengerti dunia remaja yang sedang mencari jati dirinya?

Haish, tentu saja bukan itu maksud aku sampai titik di kalimat ini. Poin penting yang pengen aku omongin di tulisan ini adalah, kita perlu upaya untuk mmengonter dan mengahalau liberalisasi budaya ini semakin meluas. Agar tidak ada lagi Bonge, Jeje ,dan Kurma lainnya. Yang menjadi korban dunia hedon, kemudian menjadi tren kepopuleran bagi remaja kita yang latah.

Tentu saja, itu tidak pure salah mereka. Akan merepotkan sekali jika kita mencari sumber (pelaku) masalah dari fenomena ini. Lebih baik kita fokus pada bagaimana menyelamatkan generasi kita yang terpapar budaya slebew.

Sebab, jika segenap elemen masyarakat  cuma diam dan abai. Maka yang bersalah kemudian adalah mereka yang berkemampuan mencegah (elemen masyarakat tersebut), karena memilih abai. Ya, siapa pun itu. Mereka inilah yang telah memberi 'panggung' kaum slebew itu eskis.  Baik itu kaum pelangi atau kaum pelangak, pelongok. Sama! Siapa pun yang dia punya kekuatan dan suara, bertanggung jawab dalam upaya penyebaran fenomena ini.

Makanya, dari awal sekali, mari ingat-ingat lagi pesan para pendahulu kita, khususnya ulama dan habaib yang senantiasa mengingatkan bahwa menjaga generasi itu penting. Karena generasi kelak akan menjadi penerus estapet kepemimpinan. Ulama dan tengku-tengku kita senantiasa mengingatkan pentingnya orang tua menjaga anak-anak dan menyeru agar ditegakkan aktivitas dakwah. Di mana para dai adalah generasi muda yang dibina dan didik dengan pemahaman dan budaya Islam.

Lalu, apakah sudah terlambat, Sobat? Tentu saja tidak! Telah menjadi qada kauniyah, Allah menggariskan bahwa di akhir zaman kita akan melihat musibah besar dan kehancuran, di mana budaya kafir dielukan dan para pengemban dakwah dianggap hina dan tercela.

Hari ini, konser-konser dangdut dengan penyanyi dan penari berpakaian kurang bahan itu difasilitasi. Menari on the street di apresiasi. Sedangkan kajian Islam, baik itu skala besar atau kecil malah dihalangi.

Ini fakta, Sobat! Betapa peliknya kondisi umat, jika membiarkan pemimpin pilih kasih, tak adil, atau malah terkesan diskriminasi. Khususnya terhadap Islam dan umatnya.  Semua problem ini menjadi tumpang tindih, melahirkan berbagai kerusakan yang tak terhindarkan. Masalah ini menjadi satu kesatuan yang menimpa negeri kita tercinta.

Dan hal ini terjadi karena orang-orang yang memiliki kuasa, telah mengabaikan Islam sebagai solusi. Slebew effect ini adalah buah dari ketidakpedulian penguasa dan diamnya para punggawa. Dan lebih dari itu, ini semua terjadi karena umat Islam tidak menjadikan syariat Islam sebagai satu-satunya aturan dalam kehidupan. Saat Allah hanya dianggap sebatas Tuhan untuk disembah saat salat saja, namun dalam kehidupan Islam Kaffah ditinggalkan. Maka kehancuranlah yang terjadi.  Nah, gimana? Masih mau tetap diam dan nggak peduli?

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ


Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Dan jika tidak mampu, maka ingkarilah dengan hatinya. Ini menunjukkan serendah-rendahnya iman” (HR. Muslim no. 49).

Wallahu 'alam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00

Anies Tak Mempan Diserang Isu Intoleran, Radikal, dan Terorisme

Anies Tak Mempan Diserang Isu Intoleran, Radikal, dan Terorisme

Senin, 15 Aug 2022 21:04

Israel Klaim Blokir 'Terowongan Serang' Dari Gaza

Israel Klaim Blokir 'Terowongan Serang' Dari Gaza

Senin, 15 Aug 2022 20:51

Masyarakat Kesulitan Dapat  Pertalite, Legislator Minta Penjelasan Pertamina

Masyarakat Kesulitan Dapat Pertalite, Legislator Minta Penjelasan Pertamina

Senin, 15 Aug 2022 10:43


MUI

Must Read!
X