Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.417 views

Terpapar Kahutla, Waspada Kematian Dini

JAKARTA (voa-islam.com)- Peneliti menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa memicu kematian dini. Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menyerang ratusan ribu warga di berbagai daerah. Maraknya penyakit itu disebut sebagai dampak karhutla.

Di Sumsel, misalnya, jumlah penderita ISPA mencapai 270.000-an orang selama periode Januari-Juni 2019. Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini, mengatakan, ISPA semakin rentan menyerang saat musim kemarau yang memicu karhutla di beberapa lokasi di Sumsel. Dinas Kesehatan Sumsel sudah mengirim imbauan menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan mengantisipasi terjadinya kabut asap menjelang puncak musim kemarau.

Lesty mengatakan, jumlah penderita ISPA paling banyak berada di Kota Palembang. Sejak awal tahun, ada 80ribuan orang yang terkena ISPA. Selanjutnya adalah Banyuasin, dengan jumlah penderita sebanyak 36ribuan orang, Muara Enim sejumlah 35ribuan orang, Musi Banyuasin sebanyak 21ribuan orang, Ogan Komering Ilir sebanyak 13ribuan orang.

Lesty juga menjelaskan, warga di daerah tersebut sangat rawan terdampak kabut asap. Arah angin dari sumber asap, yakni di OKI dan Ogan Ilir, membawa asap hingga ke Palembang. Menurutnya, kabut asap yang membawa partikel karhutla membuat potensi penderita ISPA bertambah. “Dinkes Sumsel mengklaim sudah melakukan langka antisipasi dan penanggulangan,” demikian info dari Gerindra, di akun Twitter resminya, kemarin.

Di antaranya dengan imbauan mengingkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker apabila bepergian, serta banyak minum air putih. Penyakit ISPA juga menyerang warga di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Dinkes Kota Pekanbaru telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk siaga melayani warga yang terserang penyakit akibat kabut asap. 

Pekan lalu, tercatat sebanyak 1.136 warga Pekanbaru terserang ISPA yang diduga akibat terpapar kabut asap.”

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru mengatakan, seluruh puskesmas telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang terkena dampak kabut asap.

Ia mengatakan, sebagian besar warga yang terkena ISPA merupakan penduduk usia produktif yg banyak beraktivitas di luar ruangan. Menteri Kesehatan mengatakan, kabut asap membuat seseorang rentan menderita ISPA. Oleh karena itu ia berharap pemerintah daerah segera menangani karhutla.

Untuk membantu pemerintah daerah, Kemenkes telah mengirimkan bantuan masker dan pelayanan kesehatan. “Peneliti Harvard University dan Columbia University, Amerika Serikat, dalam artikel ‘Jurnal Fires, Smoke Exposure and Public Health: An Integrative Framework to Maximize Health Benefits from Peatland Restoration’ melakukan kajian model lahan gambut.”

Mereka melakukan kajian dengan skenario business as usual (BAU) dari land use and land cover (LULC) atau tata guna lahan dan tutupan lahan. Dari kajian tersebut, para peneliti menemukan, sistem pengelolaan hutan dan gambut yang tidak mengalami perbaikan dapat menyebabkan puluhan ribu jiwa mengalami kematian dini.

Peneliti mengatakan, jika pengendalian karhutla tidak berjalan dengan maksimal dalam jangka panjang, diprediksi terjadi kematian 36 ribu jiwa per tahun akibat ISPA selama 2020 hingga 2030. Peneliti menambahkan, dari 36 ribu jiwa yang terancam keselamatannya tersebut, sebanyak 92 persen berasal dari Indonesia, sisanya 7 persen dari Malaysia, 1 persen dari Singapura. Penelitian tersebut mengambil kasus karhutla 2015.

Peneliti juga mengambil sampel kebakaran hutan dari 2005 hingga 2009. Sepanjang tahun tersebut, luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 18 juta hektare di Sumatera dan Kalimantan. Dari jumlah itu, kebakaran yang di lahan gambut hanya 9 persen, tetapi menyumbang 51 persen dari total emisi sepanjang periode tersebut.

Peneliti juga mengatakan, restorasi lahan gambut bisa mengurangi populasi yang terpapar asap hingga 67 persen. Ancaman kematian dini bisa dihindari dengan strategi pengelolaan lahan yang komprehensif. Deputi Perencanaan dan Kerja Sama Badan Restorasi Gambut (BRG) Budi Wardhana, mengatakan karhutla pada 2015 terjadi hampir selama 5 bulan.

“Selama itu pula ada sebanyak 500 ribu orang menderita ISPA dan lebih dari 60 juta jiwa terkena polusi asap.” Akibatnya, biaya pengobatan langsung mencapai 1,9 triliun. Jika tidak ditangani dengan maksimal, karhutla akan menjadi ancaman serius, baik bagi lingkungan, kesehatan, bahkan menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya.

(Robi/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Jum'at, 28 Feb 2020 23:42

Impian Setiap Penguasa

Impian Setiap Penguasa

Jum'at, 28 Feb 2020 22:58

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Jum'at, 28 Feb 2020 22:04

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 21:51

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

Jum'at, 28 Feb 2020 20:11

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X