Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.109 views

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Negara jadi kacau. Kekacauan itu hampir di semua aspek. Kita mulai dari aspek hukum. Aparat, bahkan institusi hukum terlibat jauh dalam politik. Gak bisa dibantah itu. BIN pamer operasi. KPK dimatikan untuk menyelamatkan orang - orang besar dan kasus besar. Beruntun RUU diusulkan dan UU diterbitkan untuk melindungi kepentingan korporasi dan oligarki. UU Minerba, UU Corona, RUU Omnibus Law dan RUU HIP, meski telah secara masif mendatangkan gelombang penolakan dari rakyat, tetap saja dipaksakan.

Kekacauan juga terjadi di BUMN. PT. Jiwasraya kebobolan belasan triliun. Pertamina rugi, komut mencak-mencak. Sebelumnya bilang Pertamina merem aja untung. Eh rugi. Sekarang bilang data dari dirut gak bener. Kacau!

Banyak BUMN dijaminkan untuk pinjaman pembangunan infrastruktur. Diantaranya infrastruktur komersial. Artinya, dibangun untuk dijual lagi. Total hutang luar negeri BUMN saat ini 835 T (USD 57,8 M). Naik 15,1% dari bulan Juli. Pada akhirnya, megap-megap untuk bayar hutang.

Pertumbuhan ekonomi minus 5,32. Berlanjut ke kuartal berikutnya. Artinya, terjadi resesi. Dampaknya diantaranya pada PHK. Angka pengangguran diperkirakan bertambah 4,2 juta (data bappenas). Itupun kalau bappenas jujur dan menggunakan standar wajar dalam menghitung.

Pemerintah dan DPR sepakat untuk cetak uang 600 T. Pakai bahasa yang agak sedikit keren: burden sharing. Mungkin supaya orang awam gak paham dan tidak menimbulkan gejolak. Cetak uang berlebihan dengan menempatkan BI di bawah eksekutif rawan penyelahgunaan dan berpotensi menciptakan inflasi.

Kalau terjadi inflasi, siapa yang nanggung biayanya? Rakyat! Anda saat ini beli kopi Rp. 2000. Tahun 2021 atau 2022, harganya "mungkin" bisa naik jadi Rp. 5.000. Uang anda berkurang nilainya. Makanya, sejumlah orang kaya menukar uangnya ke emas atau dolar.

Dengan UU Corona, muncul anggaran 905 T.  Digunakan secara bebas karena dilindungi UU No 2/2020. Bebas dari tuntutan pidana, perdata dan TUN. Bukannya anggaran itu lebih banyak dipakai untuk atasi pandemi (kurang dari 10%), tapi justru digunakan untuk injeksi korporasi dan perbankan. Pandeminya cenderung diabaikan, dampak ekonominya yang terus sibuk diatasi. Ya, seperti menuang air di ember bocor. Sia-sia! Dan sekarang baru siuman.

Kenapa BI gak beli saja SBN yang ada di tangan bank-bank itu. Lalu turunkan suku bunga (BI rate) hingga 0-1% saja seperti di Singapura (0%), Thailand (0,5%) dan Malaysia (1,75). BI rate saat ini masih 4%. Meski sudah diturunkan 1% (dari semula 5%) dalam empat tahap, tapi tak mampu menahan laju resesi. Dunia usaha tersendat karena suplay liquiditas terhambat, meski demand besar. Para pengusaha juga gak mampu membayar cicilan bank, karena besarnya bunga (8%, hingga di atas 10%).

Uniknya, uang nasabah bank terus bertambah. Artinya, masyarakat lebih memilih menyimpan di bank dari pada menggunakannya untuk biaya konsumsi. Makin parah lagi!  Uang yang beredar di masyarakat makin kecil. Ini akan memicu naiknya angka kemiskinan.

Kekacauan juga terjadi di panggung politik. Isinya para buzzer yang dianggarkan 90.45 M. Masalah apapun sepertinya mau diselesaikan lewat buzzer. Apapun penyakitnya, pasukan bodrek jadi obatnya. Ngeri!

Belum lagi ketika musim orang gila beroperasi. Sebaran teror di berbagai wilayah, diantaranya di Lampung, Palembang dan Bogor, semakin menambah kekacauan sosial.

Di jajaran kementerian, terjadi overlaping. Menkes banyak diam, lahan corona diambil TNI dan menko Maritim. Kementerian Agama sibuk mengurus radikalisme dan sertifikasi muballigh. Menteri pertahanan diberi tugas untuk mengurusi ketahanan pangan. Makin kacau! Wapres? Presiden saja lupa menyebut namanya saat pidato.

Soal pandemi, pemerintah gagal mengatasi. Negara lain mulai terbebas, di negeri ini covid-19 justru makin mengganas. Rata-rata perhari bertambah 3000-an orang terinveksi. Rate mortality nasional 4,1%.  Ada 100 orang setiap hari meninggal. Akibatnya, sudah 68 negara melock down Indonesia. Dalam sialtuasi ini, pemerintah bukannya fokus menyelesaikan, tapi malah saling menyalahkan.

Kekacauan bahkan sering muncul seiring dengan kebijakan gubernur DKI. Dalam banyak kebijakan gubernur, pemerintah pusat seringkali mengambil posisi sebagai oposisi. Bukan mendukung dan bersinergi untuk atasi pandemi.

Ini hanya sebagian dari potret negara yang bernama Indonesia saat ini. Sebuah kekacauan yang belum ada tanda-tanda untuk berhenti. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 17 September 2020

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Kamis, 16 Sep 2021 22:16

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Kamis, 16 Sep 2021 21:28

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Kamis, 16 Sep 2021 20:59

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Kamis, 16 Sep 2021 20:19

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Kamis, 16 Sep 2021 15:55

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Kamis, 16 Sep 2021 14:27

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Kamis, 16 Sep 2021 10:56

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Kamis, 16 Sep 2021 09:46

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Kamis, 16 Sep 2021 08:56

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Kamis, 16 Sep 2021 08:26

Tangisan Mega

Tangisan Mega

Rabu, 15 Sep 2021 22:55

Agar Viral Dunia Akhirat

Agar Viral Dunia Akhirat

Rabu, 15 Sep 2021 22:43

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Rabu, 15 Sep 2021 22:38

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

Rabu, 15 Sep 2021 22:35

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Rabu, 15 Sep 2021 22:09

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Rabu, 15 Sep 2021 21:34

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Rabu, 15 Sep 2021 21:25

Senator Republik Desak Presiden Joe Biden Tetapkan Taliban Sebagai Kelompok Teroris

Senator Republik Desak Presiden Joe Biden Tetapkan Taliban Sebagai Kelompok Teroris

Rabu, 15 Sep 2021 20:15

Tentara Pemerintah Yaman Tewaskan 80 Pemberontak Syi'ah Houtsi Dalam 2 Hari Pertempuran Di Marib

Tentara Pemerintah Yaman Tewaskan 80 Pemberontak Syi'ah Houtsi Dalam 2 Hari Pertempuran Di Marib

Rabu, 15 Sep 2021 20:00

Yunani Akan Kirim Sistem Rudal Patriot Ke Arab Saudi

Yunani Akan Kirim Sistem Rudal Patriot Ke Arab Saudi

Rabu, 15 Sep 2021 19:45


MUI

Must Read!
X