Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.945 views

Perang Total atau Kalah Total?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Perang total! Itulah diksi yang digunakan kubu Jokowi. Sebagai juru bicara adalah Moeldoko, mantan jenderal. Sementara Jokowi lebih suka menggunakan kata "saya akan lawan". Dua kata ini memiliki semangat yang sama. "Perang total" dan "saya akan lawan". Kata lain yang mirip adalah "serbu". Tapi, kata ini belum muncul.

Dua kata ini yaitu "perang" dan "lawan" biasanya digunakan dalam situasi dharurat. Setelah tak ada lagi jalan, maka strategi "perang" dan "lawan" jadi pilihan terakhir. Ketika adu gagasan gagal, argumentasi tak lagi mempan, maka perang dan lawan terpaksa harus dilakukan.

Lawan siapa dan dalam bentuk apa? Dua pertanyaan ini muncul di diskusi publik mengingat negara tidak sedang dalam keadaan dharurat, baik dharurat militer atau sipil. Negara juga tak punya musuh. Beda dengan "Ganyang PKI" dan "Lawan Kompeni". Ini benar-benar dharurat.

Narasi "perang total" Moeldoko dan "saya akan lawan" Jokowi jika dikaitkan dalam konteks pilpres, baru bisa dipahami. Ada situasi dharurat yang dialami kubu Jokowi. Situasi ini bisa digambarkan dari hasil elektabilitas Jokowi yang terus merosot. Bahkan sudah di bawah 50 persen. Elektabilitas petahana di bawah 50 persen, itu dharurat. Apa yang dikatakan Sofyan Wanandi benar. Posisi Jokowi sudah tak aman lagi. Hampir tak ada strategi yang berhasil dilakukan untuk menyelamatkan elektabilitas Jokowi.

Di tengah badai menghantam elektabilitas Jokowi, Romy ditangkap KPK (15/3). Kemarin (27/3), politisi Golkar berinisial BS asal Jawa Tengah, juga ditangkap KPK. Episode Jokowi vs KPK seperti sedang berjalan. KPK berpolitik? Tidak! Dan tidak akan pernah. KPK tak boleh berpolitik. Hanya saja, situasi dimana Jokowi sedang dihantam badai, KPK sedikit leluasa untuk keluar dari tekanan kekuasaan. Sebab, kekuasaan Jokowi sudah di ujung dan mulai rapuh.

Badai datang lagi dari keluarga Jusuf Kalla (JK). Erwin Aksa, keponakan JK yang jadi pengusaha muda ini keluar dari kapal Jokowi. Bersama 1000 pengusaha nyebrang ke kubu Prabowo. Begitu juga Fatimah Kalla, Dirut Kalla Group yang juga adik bungsu JK ini ikut hadir dan memberi dukungan terhadap kampanye Prabowo di lapangan Karebosi Makasar, Sulawesi Selatan. Olengnya kapal Jokowi menjadi sebab mengapa keluarga Kalla ganti perahu.

Di pilpres 2014 keluarga JK menyumbang suara dari Makasar 70,53 persen dan Sulsel 71,41 persen untuk Jokowi. Kali ini, di pilpres 2019, kemungkinan 70-71 persen suara Sulsel akan disumbangkan keluarga Kalla untuk Prabowo.

Surat telegram Kapolri bernomor STR/126/III/OPR.1.1.1/2019 tanggal 18 Maret kemarin agar polisi netral itu apakah ada hubungannya dengan situasi dharurat yang dihadapi kubu Jokowi ini? Masih perlu dibuktikan di lapangan. Masyarakat betul-betul berharap agar polisi jadi wasit yang benar-benar netral. Tidak perlu ikut-ikutan mendata daftar pemilih paslon tertentu.

Keadaan inilah yang kemungkinan besar menjadi faktor utama mengapa diksi "perang total" dan "saya akan lawan" itu muncul. Karena situasi memang betul-betul sedang dharurat. Tak ada jalan lain kecuali mengerahkan semua potensi dan menggunakan semua peluang untuk perang dan melawan.

Perang dan perlawanan itu sudah dimulai. Bentuknya? Tentu, menggunakan kekuasaan adalah peluang yang paling memungkinkan. Sebagai penguasa, anggaran dan fasilitas negara bisa diakses dan digerakkan.

Sejumlah menteri kabinet dengan semua anggaran dan otoritas yang dimiliki terpantau melakukan kampanye. "Ibu ..ibu... Siapa yang menggaji ibu?". Masih ingat video itu? "Bapak-ibu, dana desa ini dari siapa?". Masih ingat juga siapa yang ngomong itu?

Beberapa video dan cerita yang beredar di media menggambarkan kampanye para menteri kabinet Jokowi. Terang-terangan. Sejumlah ASN di Batam kabarnya "dipaksa" untuk mencari minimal 10 suara. Diduga juga ASN-ASN di tempat lain. Banyak "bisik-bisik" di tengah masyarakat. Mereka bungkam, demi keselamatan statusnya. Mereka hanya berani acungkan dua jari sambil mukanya ditutup pakai panci. Sebuah bentuk protes dan pemberontakan yang unik dan menghibur.

Bagaimana gubernur mengumpulkan bupati, dan bupati menginstruksikan para camat dan lurah untuk memenangkan paslon nomor 01, juga sudah banyak diidentifikasi publik. Lurah berkampanye sudah banyak videonya yang beredar. Bansos dan dana desa yang didistribusikan sebagai bagian dari kampanye terus masif dilakukan. Sebaran sembako yang terus dibagikan ke warga pemilih adalah bukti bahwa perang total itu nyata adanya. Bukti rekaman videonya tak terhitung lagi.

Belum lagi "dugaan" adanya kekuatan mesin di medsos yang melakukan cloning akun dan penyebaran hoak. Haekal Hasan dan Ferdinand Hutahaean (Pengurus DPP Demokrat) sudah jadi korbannya. Hingga saat ini, belum ketahuan siapa pelakunya. Semoga tim cyber kepolisian bisa melacaknya. Sejumlah intimidasi dan sandera juga semakin banyak indikatornya untuk dibaca publik.

Apakah perang total ini akan berhasil menyelamatkan elektabilitas Jokowi? Sepertinya sulit. Buktinya, elektabilitas Jokowi terus turun dan menjauh dari angka 50 persen. Kenapa? Karena strategi perang total tak menarik simpati rakyat. Model money politics, intimidasi dan halalkan semua cara tak membuat rakyat tergoda. Cara-cara semacam ini malah membuat "Swing voters" lari dan "undecided voters" kehilangan selera. Yang mungkin terjadi justru bisa sebaliknya, perang total akan berujung menjadi kekalahan total. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 28/3/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Saudi Tangkap 15 Orang Terkait Penipuan Layanan Haji

Saudi Tangkap 15 Orang Terkait Penipuan Layanan Haji

Kamis, 30 Jun 2022 21:15

Israel Tolak Tawaran Pertukaran Tahanan Dengan Faksi Perlawanan Palestina

Israel Tolak Tawaran Pertukaran Tahanan Dengan Faksi Perlawanan Palestina

Kamis, 30 Jun 2022 21:00

Tren Wanita Bergaya Rambut Pendek

Tren Wanita Bergaya Rambut Pendek

Kamis, 30 Jun 2022 20:28

Anggota Islamic State Pelaku Serangan Di Paris Tahun 2015, Salah Abdeslam Divonis Seumur Hidup

Anggota Islamic State Pelaku Serangan Di Paris Tahun 2015, Salah Abdeslam Divonis Seumur Hidup

Kamis, 30 Jun 2022 20:10

Jadwal Hari Raya Idul Adha 1443 H Berbeda, Ketua MUI Imbau Umat Tetap Jaga Persatuan

Jadwal Hari Raya Idul Adha 1443 H Berbeda, Ketua MUI Imbau Umat Tetap Jaga Persatuan

Kamis, 30 Jun 2022 14:30

Kisah Ustaz Amin Djamaluddin, Skakmat Majelis Hakim Kasus Ahmadiyah

Kisah Ustaz Amin Djamaluddin, Skakmat Majelis Hakim Kasus Ahmadiyah

Kamis, 30 Jun 2022 11:25

Apa Masalahnya Perempuan Bekerja?

Apa Masalahnya Perempuan Bekerja?

Kamis, 30 Jun 2022 10:29

Perbanyaklah Syukur Kepada Allah Ta'ala Khususnya Calon Jama'ah Haji Tahun Ini

Perbanyaklah Syukur Kepada Allah Ta'ala Khususnya Calon Jama'ah Haji Tahun Ini

Kamis, 30 Jun 2022 09:47

Timnas Israel ke Indonesia, PW KB PII Sumut Bandingkan dengan Boikot Sepak Bola Rusia oleh Barat

Timnas Israel ke Indonesia, PW KB PII Sumut Bandingkan dengan Boikot Sepak Bola Rusia oleh Barat

Kamis, 30 Jun 2022 09:22

Kemenag Tetapkan Iduladha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Kemenag Tetapkan Iduladha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Rabu, 29 Jun 2022 21:11

Kasus Holywings, HNW Apresiasi Gubernur Anies dan Kepolisian

Kasus Holywings, HNW Apresiasi Gubernur Anies dan Kepolisian

Rabu, 29 Jun 2022 19:39

KISDI Tolak Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia

KISDI Tolak Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia

Rabu, 29 Jun 2022 19:29

Presiden Ukraina Sebut Vladimir Putin Telah Menjadi 'Teroris' Yang Memimpin 'Negara Teroris'

Presiden Ukraina Sebut Vladimir Putin Telah Menjadi 'Teroris' Yang Memimpin 'Negara Teroris'

Rabu, 29 Jun 2022 19:15

Terlihat Hilal Dzulhijjah, Apa Doanya?

Terlihat Hilal Dzulhijjah, Apa Doanya?

Rabu, 29 Jun 2022 16:32

Dukung Anies Tutup Holywings

Dukung Anies Tutup Holywings

Rabu, 29 Jun 2022 16:22

Waduh, Pancasila yang Mana Mas Ganjar?

Waduh, Pancasila yang Mana Mas Ganjar?

Rabu, 29 Jun 2022 13:28

Tokoh Pesantren Minta Pemkot Bekasi Evaluasi Holywings dan Kafe Sejenis

Tokoh Pesantren Minta Pemkot Bekasi Evaluasi Holywings dan Kafe Sejenis

Rabu, 29 Jun 2022 11:55

Dua Puluh Persen Adalah Kejahatan Politik

Dua Puluh Persen Adalah Kejahatan Politik

Rabu, 29 Jun 2022 11:47

Percepatan Sertifikasi Halal Butuh Sinergi Daerah

Percepatan Sertifikasi Halal Butuh Sinergi Daerah

Selasa, 28 Jun 2022 22:27

Masih Mungkinkah Prabowo Subianto Menjadi Presiden?

Masih Mungkinkah Prabowo Subianto Menjadi Presiden?

Selasa, 28 Jun 2022 21:51


MUI

Must Read!
X

Rabu, 29/06/2022 16:22

Dukung Anies Tutup Holywings