Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.712 views

Hindari “Setan Gepeng” Saat Mendidik Anak

 

Oleh: Desi Wulan Sari, M.,Si.

 

Keresahan para orangtua semakin terlihat kala mereka mulai mendidik anak-anak zaman now. Anak-anak milenial yang lahir dengan tekhnologi yang sudah canggih harus berdaasaptasi dengannya. Terasa berbeda cara pengasuhan orangtua dulu dengan orangtua sekarang. Bebannya pun terasa lebih berat saat ini, karena lingkungan telah mampu membentuk kepribadian anak dengan apa yang disukainya.

Faktanya banyak ruang interaksi anak, membuat orangtua bukan lagi pendidik tunggal atas mereka, tetapi banyak faktor yang mempengaruhi terbentuknya karakter dan kualitas generasi kita hari ini. Lihatlah betapa banyak media teknologi yang bertebaran seperti akses internet, Handphone, TV, game online, dan teknologi sejenis lainnya. Iinilah yang disebut “setan gepeng” dalam kehidupan anak-anak dan orang dewasa.

Interaksi anak-anak yang berlebihan terhadap “setan gepeng” menjadi tanda tanya buat kita, apakah yang mereka cari dari semua gadget itu?

Bisa jadi anak-anak merasa bahagia dengan dunianya tersebut. Sebaliknya para orangtua merasa prihatin dan khawatir, bagaimana anak-anak mereka akan tumbuh, berkembang dan menjadi karakter yang tidak diharapkan. Karena sesungguhnya apa yang anak-anak rasakan seperti kebahagiaan, kesenangan yang dirasakan mereka sebatas semu belaka.Bisa jadi hal tersebut dilakukan karena ingin lari dari persoalan, tidak mendapatkan kasih sayang di rumah, bahkan tidak mendapatkan pendidikan yang baik dari orangtua.

Jangan lupa juga bahwa sistem sekuleris dan liberalis yang diadopsi hari ini telah banyak berkontribusi atas kerusakan moral, kesedihan, kekecewaan dan kemunduran sebuah generasi. Generasi yang tidak memiliki visi hakiki untuk membangun sebuah peradaban gemilang. Padahal anak-anak kita berhak mendapat kebahagiaan dan kecemerlangan hakiki dalam dirinya sendiri. Lalu apa yang harus kita lakukan demi mewujudkan kualitas anak sesuai harapan?

Stop “Setan Gepeng”

Kunci Kebahagiaan anak adalah orangtua. Bagaimana orangtua membersamai anaknya dengan mendidik, mendampingi dan mengisi pemikiran, memberi pemahaman serta  pendidikan sejak usia dini menjadi prioritas utama. Dan orangtua yang mampu memberikan pendidikan tersebut adalah orangtua yang belajar dan berilmu dalam mengasuh anak.

Dalam Islam, Rasulullah saw telah mengajarkan umatnya bagaimana cara mendidik anak yang tepat. Mendidik dengan cara Islam menjadi satu-satunya cara agar dapat memebantuk kepribadian anak yang bahagia, cerdas, dan cemerlang. Tidak memisahkan antara agama dengan kehidupan membuat pendidikan semakin sempurna lahir dan bathin.

Terlebih di zaman yang serba canggih teknologi, informasi dan tayangan media bebas berseliweran. “Setan gepeng” sebagai penyebab utama kerenggangan hubungan antara orangtua dan anak menjadi penghalang terbesar saat ini. Ketidakhadiran orangtua disamping anaknya menjadi kekosongan yang tergantikan oleh para setan gepeng ini. HP, TV, komputer, internet, games dsb. semua itu harus dibatasi dan dijauhkan dari anak. Dengan konsekwensi orangtua harus berkomitmen melakukan perubahan dengan melakukan pendampingan secara sungguh-sungguh karena Allah ta’ala.

Maka perlu memberi pemahaman kepada anak bahwa:

1. Anak dibolehkan menguasai tekhnologi tapi bukan “DIKUASAI” tekhnologi.

2. Anak harus dibekali literasi digital.

3. Apakah ada kerugian bagi anak jika tidak berinteraksi dengan “setan gepeng”?

Teringat pembelajaran Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari tentang langkah-langkah bijak menjadi orang tua betulan, bukan orangtua keberulan, salah satunya tentang mengatasi “setan gepeng” dalam kehidupan anak dengan konsep 3D, yaitu:

1. Dibutuhkan, akan diijinkan kapan saja selama hal itu dibutuhkan untuk sesuatu yang terkait dengan sekolah atau mencari info PR/pelajaran.

2. Didampingi, membuka/menonton/bermain gadget harus di area publik, sepengetahuian dan seijin orangtua agar dapat didampingi jika ada konten-konten yang tidak sesuai dengan usia ataupun tidak mendidik dapat terhindar dari anak-anak.

3. Dipinjamkan, selama usia anak-anak belum mencapai 18 tahun (idealnya) anak-anak tidak punya hak atas kepemiliikan gadget. Semuanya adalah milik orangtua dan hanya dipiinjamkan untuk sang anak. Kenapa 18 tahun? Di usia tersebut anak-anak sudah mampu bertanggung jawab atas hak dan kewajibannya.

Maka saatnya orangtua menjadi smart dan penuh ilmu saat mengasuh anak. Karena abnak adalah anugerah dan aset bagi agama dan bangsa. Hanya Islam Kaffah yang mampu mewujudkan orangtua smart dan generasi cemerlang dengan segala fasilitas pendidikan terbaik yang diberikan dari negara tanpa beban biaya sepeserpun, generasi yang berkepribadian Islam sebagai pencetak peradaban. Wallahu a’lam bishaawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30


MUI

Must Read!
X

Kamis, 23/09/2021 07:59

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya