Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
38.128 views

Berselancar di Kasus Ade Armando

 

Oleh:

Tony Rosyid || Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

PERTAMA-TAMA kita harus mengucapkan bela sungkawa, sedih dan prihatin terhadap kejadian yang menimpa Ade Armando. Peristiwa yang tidak pantas, dan seharusnya tidak boleh terjadi di negeri beradab seperti Indonesia. Cukup sekali ini saja, jangan lagi terulang.

Kedua, kita serahkan kasus ini kepada pihak kepolisin. Bahwa negara kita negara hukum, semua kesus harus diselesaikan melalui jalur hukum. Kita percayakan kepada pihak kepolisian untuk mengusut dan menyelesaikan dengan tuntas, tegas, adil dan transparan. Dan polisi saat ini sedang bekerja. Mari kita dukung dan kita support. Jangan justru ada pihak-pihak yang mengganggu kinerja polisi ini dengan membuat pernyataan-pernyataan kontroversial yang justru akan menambah kegaduhan dan ketegangan.

Ketiga, peristiwa ini jangan pula dipolitisir, dibawa kemana-mana, dikait-kaitkan dengan hal-hal yang sesungguhnya tidak terkait. Jangan menunggangi kasus Ade Armando ini sebagai obyek politik.

Keempat, kasus Ade Armando ini harus menjadi pelajaran bersama untuk kedepan agar tidak ada lagi kekerasan: baik verbal, apalagi fisik. Kekerasan verbal berpotensi menciptakan kekerasan fisik yang bisa menimbulkan konflik sosial ketika melibatkan kelompok.

Mengkait-kaitkan peristiwa Ade Armando dengan Anies Baswedan, tanpa berniat membuktikan secara hukum dengan melaporkan ke polisi, ini tentu tidak gentle dan tidak fair. Sikap pengecut seperti ini tak lebih dari upaya "Black Campaign" yang selama ini dijadikan sebagai strategi politik murahan dengan mengabaikan aspek nilai dan etika yang seharusnya dijaga dan dijunjung tinggi di negeri bermartabat ini. Ada kesan pemaksaan untuk menghubung-hubungkan sesuatu yang sesungguhnya tidak ada hubungannya. Dalam ilmu logika ini disebut dengan istilah "causal fallacy".

Pernyataan yang menuduh Anies (via relawan) secara serampangan terkait pengeroyokan terhadap Ade Armando sangat disayangkan. Pernyataan tersebut tidak berkelas, dan ini untuk yang kesekian kalinya.

Diungkapkan: "Jika benar itu relawan Anies, maka ini ada hubungannya dengan provokasi Pengeroyokan terhadap Ade Armando". Pernyataan ini pertama, si penuduh "bermain kata" dengan pernyataan "jika betul itu relawan Anies". Ini tentu jauh dari bijak. Apalagi, yang mengungkap adalah seorang public figure. Perlu juga dicek, siapa yang ngechate seperti itu. Kapan WAG itu dibuat. Polisi mesti menelusuri dan mengungkap siapa orang ini, dan kapan WAG ini dibuat, agar dunia maya tidak dipenuhi dengan prasangka, praduga dan bermacam stigma.

Kedua, dari pernyataan itu, jelas ada premis yang keliru. Kalau kita bedah dengan kaidah silogisme, kira-kira pernyataan itu begini:

premis mayornya:
"Relawan Anies itu Provokator".

Premis minornya:.
"Si A itu melakukan provokasi".

Kesimpulan:
Maka "si A itu relawan Anies".

Seolah ada kesimpulan bahwa relawan Anies adalah provokator. Siapapun yang melakukan provokasi, itu pasti relawan Anies. Ini kan logika menyesatkan.

Ini akar dari kesalahan fatal dari pernyataan itu. Dan banyak pernyataan-pernyataan sebelumnya berpangkal dari kesalahan premis sesat ini.

Tidakkah di hampir semua WAG ada nada-nada provokatif. Apalagi group yang anggotanya umum dan awam. Group yang anggotanya terdidik saja kadang ada nada-nada provokatif. Ini berlaku umum, kepada siapa saja. Ya kepada Ade Armando, ya kepada Anies, ya kepada Presiden Jokowi, atau tokoh yang lain. Kenapa yang dicapture hanya salah satu group "yang dituduh" sebagai relawan Anies, yang nama group dan identitas relawannya juga gak dikenal.

Relawan Anies yang dikenal itu ada ANIES, Sobat Anies, Kawan Anies, Mileanis, Jabar Manis, Satria, ABC, dll. Group yang dicapture itu masih asing dan tidak pernah didengar namanya. Apa betul itu group relawan Anies? Kapan dibuatnya? Disinilah perlunya polisi membongkarnya. Gak boleh dibiarkan sebagai instrumen politik.

Kalau memang group itu riil, bukan buatan dadakan, apakah para Pengeroyok Ade Armando itu ada di group itu? Atau setidaknya membaca group itu? Apakah salah satu atau sejumlah orang Pengeroyok itu terprovokasi oleh ucapan di group itu? Ini harus dicari benang merahnya. Kalau tidak bisa membuktikan ini, mesti ada konsekuensi hukum.

Sebagai contoh misalnya: ketika di satu group ada yang caci maki Anies. Lalu besok ada demo di Balikota yang caci maki Anies.

Apakah ini otomatis ada hubungan? Ya belum tentu. Kebetulan saja mereka gak suka Anies. Ini berlaku juga untuk kasus lain, termasuk kasus Ade Armando. Kecuali kalau, sekali lagi, kecuali kalau memang ada yang mau ambil kesempatan untuk menari di kasus ini. Dan publik saya pikir cerdas. Tahu standar obyektifitas, standar etik dan norma politik. Publik tahu bagaimana mensikapi setiap manuver partai yang tidak punya kursi di DPR RI ini.

Dalam konteks ini, yang rugi bukan Anies. Tapi yang rugi pertama, partai yang gak punya kursi di DPR RI itu sendiri yang rugi. Rakyat makin gak simpatik jika partai itu terus menggunakan diksi, apalagi strategi menyerang tanpa data dan membabi buta semacam ini. Di mata Publik muncul stigma adanya "Black Campaign" yang secara konsisten menyasar Anies. Ini akan sangat merugikan partai itu sendiri.

Kedua, selain partai tersebut, rakyat juga dirugikan. Rakyat terus disuguhi atraksi dan akrobat politik yang sungguh tidak berkualitas dan tidak berkelas.

Sudah saatnya partai gurem tersebut evaluasi terhadap strategi agresifnya menyerang Anies yang selama ini dijalankan.

Kita harapkan semua elit politik, baik yang ada di dalam partai atau di luar partai melakukan kompetisi yang berkualitas, yang dalam kompetisi itu rakyat bisa merasakan efek manfaatnya. Setidaknya ada pelajaran yang layak jadi rujukan atau referensi buat rakyat.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Selasa, 31 Jan 2023 18:00

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

Selasa, 31 Jan 2023 17:13

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Selasa, 31 Jan 2023 15:30

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Selasa, 31 Jan 2023 15:00

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Selasa, 31 Jan 2023 14:46

Adab Saat Menguap

Adab Saat Menguap

Selasa, 31 Jan 2023 13:00

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Selasa, 31 Jan 2023 12:55

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Selasa, 31 Jan 2023 12:05

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

Selasa, 31 Jan 2023 11:00

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

Selasa, 31 Jan 2023 10:05

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Selasa, 31 Jan 2023 09:13

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Senin, 30 Jan 2023 19:43

Mantan PM Inggris Boris Johnson Klaim Putin Ancam Bunuh Dirinya Dengan Serangan Rudal

Mantan PM Inggris Boris Johnson Klaim Putin Ancam Bunuh Dirinya Dengan Serangan Rudal

Senin, 30 Jan 2023 17:07

Ulurkan Tangan Bantu Pak Agung, Berjuang Melawan Tumor Ganas!

Ulurkan Tangan Bantu Pak Agung, Berjuang Melawan Tumor Ganas!

Senin, 30 Jan 2023 16:04

Ilhan Omar Sebut Partai Republik Tidak Ingin Ada Seorang Muslim Di Kongres AS

Ilhan Omar Sebut Partai Republik Tidak Ingin Ada Seorang Muslim Di Kongres AS

Senin, 30 Jan 2023 14:41

Surat Kabar Israel Peringatkan Tentang Pecahnya Intifada Pelastina Ketiga

Surat Kabar Israel Peringatkan Tentang Pecahnya Intifada Pelastina Ketiga

Senin, 30 Jan 2023 09:48

Mewaspadai Bencana Alam

Mewaspadai Bencana Alam

Senin, 30 Jan 2023 06:28

Urgensi Mengamalkan As-Sunnah

Urgensi Mengamalkan As-Sunnah

Senin, 30 Jan 2023 05:30

Pelajaran dan Hikmah Dari Bencana

Pelajaran dan Hikmah Dari Bencana

Ahad, 29 Jan 2023 22:09

Nama-Nama Bulan Rajab

Nama-Nama Bulan Rajab

Ahad, 29 Jan 2023 21:07


MUI

Must Read!
X

Selasa, 31/01/2023 17:13

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama