Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.675 views

Demi Nyawa Rakyat, Anies Hadapi Para Taipan

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Pekan ini, media dipenuhi oleh berita tentang "teguran" Anies kapada sejumlah korporasi. Bukan kepada pegawai DKI, bukan juga kepada orang kecil-miskin yang hidupnya susah. Kali ini, Anies  menegur karas para pemilik perusahaan. Para konglomerat besar yang memaksa anak buah masuk kerja untuk ambil risiko terinveksi covid. Bahkan ada wanita hamil yang juga ikut ambil risiko itu.

Wanita hamil lebih besar risikonya. Jika terinveksi, maka proses melahirkan akan sangat berisiko. Saat melahirkan, seorang wanita mesti dalam keadaan fit, sehat, dan kuat. Butuh tenaga ekstra. Orang yang terinveksi covid akan lemah, kehilangan tenaga dan rentan meninggal.

Banyak perusahaan yang non-kritikal dan non-esensial tetap mewajibkan karyawannya masuk. Jelas, ini melanggar PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat. Perusahaan kritikel juga ada yang melanggar, karena karyawan yang masuk melebihi 50 persen.

Tidak saja memulangkan para karyawan, Anies juga memampang foto pemilik perusahaan yang melanggar dan memprosesnya secara pidana.

Selama ini, banyak konglomerat yang merasa aman ketika melanggar aturan. Dengan uang, seolah semua bisa dinegosiasikan. Sementara rakyat kecil, jika melakukan kesalahan, dijerat hukuman dan terbatas kemampuannya melakukan pembelaan.

Kali ini, situasi berbalik. Di tangan Anies, aturan tidak hanya berlaku bagi "orang kecil", tapi juga untuk "orang-orang besar" yang seringkali dapat akses untuk membeli aturan.

"Lanjut Nis..." Kata netizen. Sikap tegas Anies banjir dukungan. "Bila perlu, sikat saja", kata netizen yang lain. Rakyat senang melihat ketegasan dan keadilan yang dipertontonkan Anies di depan para taipan itu.

"Sanksi bukan untuk memuaskan hati, tapi sanksi untuk menegakkan aturan", kata Anies.

"Mau siapa kamu, sebanyak apa kekayaan dan perusahaanmu, sebesar apa kekuatan di belakangmu, melanggar tetap melanggar, dan harus ditindak. Hukum harus tegak dan berlaku untuk semua pihak. Kaya miskin, orang kecil maupun orang besar, sama". Begitu kira-kira kalau kita terjemahkan sikap Anies hari ini.

Anies memang beda. Gak perlu gebrak meja, karena itu tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin. Jika beberapa pemimpin suka marahi anak buah dan rakyatnya di depan umum, dengan suara keras dan gebrak meja, Anies justru marah kepada pemilik perusahaan besar yang jelas-jelas melanggar aturan dan membahayakan nyawa anak buahnya. "orang-orang seperti bapak ini egois dan tidak bertanggung jawab", kata Anies. Tanpa suara tinggi, hanya atur intonasi yang menunjukkan bahwa Anies sedang serius marahnya. No teriak, No maki-maki, No gebrak meja.

Sikap Anies mungkin oleh sejumlah pihak dianggap tidak populer. Bahkan secara politik, ini punya risiko. Membuat sebagian konglomerat tersinggung dan tidak mendukung.

Tak menutup kemungkinan akan ada serangan balik. Uang mudah untuk melakukan hal semacam ini. Membayar buzzer untuk hajar Anies. Peristiwa ini juga akan menjadi ruang bagi "haters" untuk bully Anies.

Selain banyak pendukung, sejumlah survei mengungkap bahwa "haters" Anies juga lumayan. Ini konsekuensi seorang pemimpin yang lahir di saat rakyat sedang terbelah. Yang satu mendukung, yang satunya lagi mengambil posisi sebagai "haters". Alasan jadi "haters" cuma satu: "Anies dipilih oleh kelompok lawan". Sesimpel itu. Sebuah sikap yang memang jauh dari  rasional.

Pokoknya, apapun yang dilakukan Anies itu pasti dianggap salah. Di mata mereka, Anies gak ada benernya sama sekali. Mestinya, pandemi mengakhiri keterbelahan itu. "Mari kta bersama-sama hadapi covid ini", kata Anies.

Keterbelahan ini akan dengan sendirinya mencair jika pilpres 2024, Anies berpasangan dengan tokoh yang didukung mereka. Khofifah, Ganjar Pranowo, atau Puan Maharani misalnya. Pasti cair!

Anies yang terus berupaya merangkul mereka, telah secara signifikan mengurangi  jumlah "haters". Ini juga data survei. "Haters" yang sering muncul saat ini umumnya bukan warga Jakarta, sebagaimana pernah disinggung oleh Refly Harun.

Nyawa rakyat Jakarta lebih penting dari semua risiko politik itu. Seorang pemimpin mesti berani ambil risiko jika itu menyangkut nasib dan terutama nyawa rakyatnya.

Dalam hal ini, Anies menunjukkan sikap kenegarawanannya. Mengabaikan semua citra diri demi untuk menegakkan aturan dan melindungi nyawa rakyatnya.

Bagi seorang pemimpin, nyawa dan nasib rakyat itu menjadi prioritas yang tidak bisa ditukar apapun. Begitu kira-kira prinsip yang jadi pegangan Anies.

Dengan support pemerintah pusat, Anies terus memastikan bahwa aturan PPKM Darurat di Jakarta bisa berjalan sesuai yang diinginkan. Dengan begitu, diharapkan angka terinveksi covid bisa segera dapat ditekan, dan jumlah kematian warga ibu kota bisa diminimalisir. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 8 Juli 2021

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Latest News
Rakyat Malas

Rakyat Malas

Kamis, 05 Aug 2021 11:16

Minimnya Empati Pejabat di Masa PPKM

Minimnya Empati Pejabat di Masa PPKM

Kamis, 05 Aug 2021 11:03

 Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian 2-Selesai)

Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian 2-Selesai)

Kamis, 05 Aug 2021 10:57

Di Surga Bersama yang Dicintai

Di Surga Bersama yang Dicintai

Kamis, 05 Aug 2021 08:06

Tanggapi Menag Soal Baha'i, Sekum PP PERSIS Imbau Umat Waspadai Paham Perusak Aqidah

Tanggapi Menag Soal Baha'i, Sekum PP PERSIS Imbau Umat Waspadai Paham Perusak Aqidah

Kamis, 05 Aug 2021 06:03

Umat Islam Luruskan Niat! Dan Bersatulah!

Umat Islam Luruskan Niat! Dan Bersatulah!

Kamis, 05 Aug 2021 04:58

PPKM Eceran

PPKM Eceran

Kamis, 05 Aug 2021 01:21

Masalah Ucapan Selamat yang Bermasalah

Masalah Ucapan Selamat yang Bermasalah

Rabu, 04 Aug 2021 23:51

Fitnah Kubro: Usaha Balas Dendam Musuh Islam

Fitnah Kubro: Usaha Balas Dendam Musuh Islam

Rabu, 04 Aug 2021 22:15

Covid-19 dan Upaya Menjaga Amanah dari Allah SWT

Covid-19 dan Upaya Menjaga Amanah dari Allah SWT

Rabu, 04 Aug 2021 21:46

Kucurkan Rp 1 Triliun Atasi Pandemi, Fahira Idris: “DNA” Muhammadiyah Memberi

Kucurkan Rp 1 Triliun Atasi Pandemi, Fahira Idris: “DNA” Muhammadiyah Memberi

Rabu, 04 Aug 2021 21:40

Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian-1)

Ruhul Jihad Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa (Bagian-1)

Rabu, 04 Aug 2021 21:00

Legislator PKS: Berapa Banyak Nyawa Lagi yang Harus Terkorbankan Demi Pencitraan?

Legislator PKS: Berapa Banyak Nyawa Lagi yang Harus Terkorbankan Demi Pencitraan?

Rabu, 04 Aug 2021 20:39

Umat Islam, Bersatulah!

Umat Islam, Bersatulah!

Rabu, 04 Aug 2021 19:41

Tradisi dan Seni Budaya Rawan Menjadi Pintu Masuk Nativisme

Tradisi dan Seni Budaya Rawan Menjadi Pintu Masuk Nativisme

Rabu, 04 Aug 2021 18:20

Gernas MUI Dapat Dukungan Penuh ACT

Gernas MUI Dapat Dukungan Penuh ACT

Rabu, 04 Aug 2021 16:13

Bahas Tantangan Dakwah di Era Digital, FMDKI Akan Gelar Temu Aktivis Dakwah Kampus Nasional 2021

Bahas Tantangan Dakwah di Era Digital, FMDKI Akan Gelar Temu Aktivis Dakwah Kampus Nasional 2021

Rabu, 04 Aug 2021 14:04

Terindikasi Kuat Lakukan Penodaan Agama, Tim Peneliti DDII Bawa Masalah Bahai ke Jalur Hukum

Terindikasi Kuat Lakukan Penodaan Agama, Tim Peneliti DDII Bawa Masalah Bahai ke Jalur Hukum

Rabu, 04 Aug 2021 07:02

Turki Tolak Bantunan Israel Untuk Perangi Kebakaran Hutan

Turki Tolak Bantunan Israel Untuk Perangi Kebakaran Hutan

Selasa, 03 Aug 2021 22:26

Pasukan Rezim Teroris Assad Lancarkan Serangan Baru Di Daraa

Pasukan Rezim Teroris Assad Lancarkan Serangan Baru Di Daraa

Selasa, 03 Aug 2021 21:54


MUI

Must Read!
X