Ahad, 13 Sya'ban 1447 H / 1 Februari 2026 17:10 wib
158 views
'Loss of Adab,' Akar Masalah Dakwah Kontemporer
BANDUNG (voa-islam.com) – Suasana hujan yang mengguyur Kota Bandung pada Kamis (29/1/2026) sore ternyata tidak meredupkan semangat para murid Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Angkatan 11. Di Ruang Tafsir Masjid Istiqamah, malam itu bukan sekadar kuliah biasa, melainkan kuliah pamungkas yang menandai akhir perjalanan panjang mereka selama dua semester. Dr. Akmal Sjafril, Kepala SPI Pusat kembali mengisi kuliah dengan topik Problematika Dakwah.
“Dakwah yang berhasil adalah manakala mad’u (objek dakwah) mau bergerak bersama dai, bukan sekadar menjadi ‘fanboy’,” tegasny. Pernyataan ini langsung membedah fenomena populer di mana kajian ramai, tetapi regenerasi pejuang dakwah mandek. Ia mengutip Syaikh Abu al-Hasan ‘Ali an-Nadawi dalam bukunya, “Kerugian Dunia karena Kemunduran Umat Islam”, yang menerangkan bahwa tugas dakwah bukan sekadar membangkitkan muslimin, tetapi mengembalikan kebaikan untuk seluruh dunia, karena hanya Islam yang mampu berbuat ihsan (kebaikan yang sempurna).
Selepas shalat Isya berjamaah, Akmal masuk ke inti problematika paling fundamental. Dengan merujuk Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, ia menyatakan bahwa akar kehancuran internal umat adalah “loss of adab” (hilangnya adab). “Inilah target dakwah kita saat ini: memperbaiki adab muslimin agar mereka bisa berbuat adil, menempatkan segala sesuatu sesuai kadar dan hirarkinya,” paparnya. Menurutnya, muslimin tertinggal bukan karena kekuatan musuh, tetapi karena mereka tidak paham (lâ yafqahûn, QS. al-Anfal: 65) tentang hakikat hidup, lebih parah dari ketidakpahaman orang di luar Islam. Materi ini menjadi simpul yang mengaitkan seluruh benang merah pemikiran dari pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Kang Dimmy, salah satu murid yang bercita-cita menjadikan tulisannya sebagai media dakwah mengaku kuliah ini mengobati kecemasannya. “Alhamdulillah, ikut SPI, apalagi di sesi ‘Problematika Dakwah’ ini, menguatkan lagi ilmu-ilmunya. Takut pemahaman yang saya sampaikan kurang tepat. Makanya lebih baik cari validasi ilmu dulu, seperti sekarang di SPI,” ungkapnya.
Sementara Iqbal, murid SPI lainnya, melihat problem itu justru berawal dari para da’i. “Ternyata bukan hanya terjadi pada mad’u-nya, tapi justru ruang besar problem itu ada pada da’i-nya,” katanya. Salma, salah satu murid termuda di kelas itu ikut beropini, “Kelas kemarin adalah penutup yang tepat… kita harus bisa berdakwah karena tugas umat muslim adalah menyampaikan risalah … dan untuk mencapai suatu ‘dakwah’ tidak bisa sendiri dan harus bergerak bersama-sama.”
Mengakhiri kuliah sekaligus menutup seluruh rangkaian SPI Angkatan 11, Akmal mengutip perkataan Imam Al-Ghazali sebagai closing statement, “Kerusakan rakyat disebabkan kerusakan penguasa. Rusaknya penguasa disebabkan kerusakan para ulama. Rusaknya ulama disebabkan mereka cinta dunia, harta, dan kedudukan.” Kutipan ini menjadi penegasan bahwa misi memperbaiki adab dimulai dari diri sendiri, kemudian merambah ke setiap lapisan masyarakat. (Asep Deni Hermawan/Ab)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!