Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.995 views

MUI Ingatkan RUU PKS Harus Berkaitan dengan Nilai Agama

JAKARTA (voa-islam.com)--Kasus kekerasan seksual yang terjadi di masyarakat sekarang cukup tinggi. Selain kasus rudapaksa, perkawinan anak di usia dini pun menjadi salah satu tindak kekerasan seksual. Kasusnya pun variatif dan sangat kompleks, bahkan modusnya pun makin canggih.

Maka dari itu Ketua Bidang Hukum dan HAM, Prof. Dr. KH Noor Achmad menegaskan, jika pemerintah harus mampu memberikan Undang Undang yang sangat diperlukan, karena kita tahu bahwa kekerasan seksual di Indonesia meningkat.

Kiai Noor melanjutkan, jika perlu ada hukum spesialis yang tidak hanya terkait dengan pidana.

“Perlu ada suatu kajian atau undang-undang khusus untuk mengaturnya,” tutur dia dalam program webinar Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tema Menggali Pokok Pikiran Tindak Pidana Kejahatan Seksual dari Perspektif Multi Disiplin, Jumat (30/7).

Lebih jauh Kiai Noor memaparkan bahwa penyusunan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual sudah akan diputuskan saat periode yang lalu, namun Kiai Noor berujar jika kita harus berjuang, karena belum sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua orang.

“Apa yang kita lakukan saat sekarang ini selalu akan bermanfaat bagi umat kedepan. Kita tahu bahwa Undang Undang ini cukup krusial, setahu saya pembahasan tentang judul saja itu lama, tentang Penghapusan Kekerasan atau tentang Pidana Seksual,” ujar Kiai Noor.

Kiai Noor menerangkan, kalau pembahasan judul saja sudah cukup panjang. Sebab, judul mempengaruhi materi hukum yang akan dikembangkan bersama-sama.

Kiai Noor berharap, semua produk Undang Undang mempunyai satu pedoman secara khusus.

Kata Kiai Noor, setiap undang-undang tidak akan lepas dari kajian-kajian filosofisnya, sosiologisnya dan yuridisnya, termasuk aspek kajian politisnya.

“Kajian-kajian filosofis yang kita harapkan, bahwa setiap undang undang akan selalu terkait dengan jiwa UUD 1945, khususnya juga Pancasila. Artinya apa? Bahwa sumber hukum yang kita ketahui adalah sumber hukum yang tetap mengacu kepada kajian-kajian. Kalau yang berkaitan dengan agama, tetap mengacu kepada kajian-kajian agama atau sumber hukum agama, berdasarkan pada sila pertama Pancasila,” ujar Kyai Noor.

Maka dari itu, terkait dengan Rancangan Undang Undang PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual) ini ada beberapa pasal-pasal yang memang beririsan dengan pidana biasa, pidana umum, yaitu yang terkait dengan pelecehan seksual, eksploitasi seksual, yang berkaitan dengan pelaksanaan kontrasepsi, kemudian pemaksaan aborsi, pemerkosaan, pemaksaan perkawinan, pemaksaan pelacuran, perbudakan seksual, dan kemudian penyiksaan sosial.

Namun Kyai Noor menuturkan yang menarik adalah, bagaimana kita mendefinisikan itu semua. Definisi tentang pemaksaan perkawinan, definisi tentang pelecehan seksual, eksplorasi seksual, pemaksaan kontrasepsi, dsb.

Dari situ juga kemudian undang-undang ini berisan dengan keluarga.

“Bagaimana kalau itu dikaitkan dengan hubungan antara suami istri, hubungan antara keluarga satu dengan keluarga yang lain. Persoalan yang berkembang secara sosiologis sekaligus secara yuridis berkaitan dengan pidana,” kata dia.

Dari segi sosiologis Kyai Noor mengatakan, jika hal ini berkaitan dengan bagaimana kehidupan umat beragama di Indonesia, secara filosofis juga berhubungan dengan bagaimana kehidupan umat beragama di Indonesia.

Kiai Noor menekankan bahwa Indonesia berpedoman pada Pancasila. Dengan demikian, Indonesia bukanlah negara yang berpaham sekuler, bukanlah negara berpaham agama, tetapi bukan pula liberal.

“Artinya apa yang kita lakukan tetap berdasar pada norma-norma sosiologis, norma-norma sosial, yang juga banyak berkaitan atau berdasarkan pada agama,” demikian Kiai Noor menekankan.

Dalam pandangan Kiai Noor, hal inilah yang akan menjadi persoalan yang cukup pelik kedepannya. Mengapa? karena perkembangan saat ini di Indonesia dan dunia telah terjadi sebuah pertarungan budaya.

Bagaimana saat ini antara peradaban satu dengan peradaban yang lain, antara nilai yang satu dengan nilai yang lain saling berbenturan.

“Nilai-nilai regular, nilai-nilai yang kita tahu agak sekuler kemudian bertabrakan dengan nilai-nilai timur yang kebetulan berdasarkan agama, yang kemudian nanti benturannya adalah benturan nilai yang bersifat keagamaan, benturan nilai bersifat sosial, kemudian juga yang terkait dengan benturan-benturan nilai yang bersifat yuridis, bersifat perundang-undangan,” jelas Kiai Noor.

Perkembangan-perkembangan semacam ini dikatakan Kyai Noor perlu diikuti bersama, sehingga pedoman MUI harus berprinsip menjadi perwakilan umat dan menjaga umat dari hal-hal yang secara sosiologis dan agamis itu menyimpang.

Jika tidak bisa berdasarkan pada agama, Kyai Noor menyarankan agar bisa berdasarkan nilai sosiologis yang merupakan nilai sosiologis yang agamis.

Ini yang dikatakan Kiai Noor agar bisa dipegangi bersama, sehingga sumber nilai, sumber apa yang akan dituangkan tidak lepas dari nilai sosiologi keagamaan, sosiologi masyarakat yang ada di Indonesia.

“Tidak boleh bebas begitu saja, termasuk dengan demikian maka undang-undang tentang penghapusan kekerasan seksual ini tidak boleh hanya bebas nilai atau paham. Nilai ini kan nilai universal, nilai HAM, sehingga kita pun harus mengembalikan bahwa ada suatu persoalan sosiologis terkait dengan hak asasi manusia yang ada di Indonesia itu sendiri,” ujar Kiai Noor.

Dari hal ini Kyai Noor berpendapat, MUI akan bisa melindungi umat dari pengaruh-pengaruh nilai yang liar dan mungkin sekuler, dan mungkin sempit serta radikal yang datang dari luar.

Nasihat Kiai Noor MUI harus betul-betul mempunyai satu prinsip yang senantiasa dijadikan pegangan. Ia mengingatkan jangan sampai berpihak pada ormas atau organisasi manapun.

Dengan demikian, Kiai Noor meyakini saat MUI mengeluarkan suara, maka hal itu adalah suara yang mewakili umat Islam untuk diberikan pada DPR.

“Kami berharap LSM, ataupun umat umat Islam tidak bertentangan dengan keputusan yang disampaikan MUI,” ujar Kiai Noor.* [Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30


MUI

Must Read!
X

Kamis, 23/09/2021 07:59

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya