Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.043 views

Medanku Banjir, Yuk Kita Berfikir!

 

Oleh: Lisa Herlina

 

Setiap pergantian pemimpin, penuntasan banjir di Medan menjadi wacana yang terus digaungkan. Saat ini banjir  menjadi bencana yang menghantui Kota Medan. Dalam beberapa waktu terakhir, eskalasi banjir di Kota Medan terus mengalami peningkatan.

Di pesisir kota Medan tepatnya kecamatan Medan Belawan, rumah-rumah warga digenangi banjir. Kelurahan Bagan Deli, ketinggian air sampai 1 meter. Dan akses jalan menuju ke pelabuhan Belawan juga digenangi banjir. (SindoNews, 25/10/2022)

Kemudian warga Tanjung Pura dan kecamatan Besitang juga merasakan dampak banjir setinggi mencapai 50 cm. Curah hujan yang sangat tinggi juga tidak dapat mengalirnya aliran sungai Batang Serangan sehingga pintu air tidak dapat dibuka (Antara Sumut, 02/22/2022).

Sementara itu banjir juga merendam Langkat dan Aceh. Arus transportasi darat melalui Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) tujuan Aceh maupun sebaliknya belum bisa dilalui sampai Sabtu kemarin, 5/11/2022. Kondisi terakhir dilaporkan 70% Jalinsum di Aceh Tamiang maupun jalan provinsi di kawasan dataran rendah, ketinggian air mencapai 1-2,5 meter. Akibatnya, aktivitas kendaraan di kabupaten yang berbatasan dengan kabupaten Langkat lumpuh (Medanbisnisdaily).

Selayang Pandang Penyebab Banjir

Medan, adalah kota yang dilintasi oleh lima DAS (Daerah Aliran Sungai) di Sumatra Utara. Antara Lain, DAS Asam Kumbang, Belawan, Batangkuis, Deli dan Percut.

Peneliti dari Universitas Sumatera Utara (USU), Onrizal mengatakan, salah satu penyebab banjir adalah hilangnya daya dukung pada (DAS) yang ada di Kota Medan.

Tata kelola DAS menjadi hal penting untuk memitigasi bencana. “Jika salah kelola, bukan manfaat yang akan kita dapatkan, melainkan bencana. Oleh karena itu bagaimana kolaborasi yang diinginkan, mengoptimalkan DAS itu,” kata Onrizal dalam dialog Dewan Kehutanan Daerah (DKD) Sumut bertema ‘Menjaga kelestarian kawasan DAS di Sumatra Utara’ di Kota Medan, Kamis (20/10/2022) lalu.

Tim Ekspedisi Sungai Nusantara juga menemukan pencemaran mikroplastik pada Sungai Deli, Medan. Ini menunjukkan bahwa kondisi hutan pada DAS yang melintasi kota Medan mengalami kerusakan signifikan. Tutupan hutan pada DAS hilang hingga 80 persen. Bahkan ada sungai-sungai di Kota Medan tutupan hutannya malah nihil.

Kondisi ini juga diperparah dengan faktor lainnya. Berbagai kegiatan pembangunan dan kebijakan telah merubah fungsi kawasan DAS. Kemudian penyempitan badan sungai yang membuat daya tampung terhadap jumlah air yang masuk menjadi berkurang. Ditambah lagi pembuangan limbah rumah tangga dan industri ke sungai.

Padahal 22 Desember 2019 silam, bapak Gubernur Edy Rahmayadi telah membuat deklarasi Medan Bebas Banjir 2022 di lapangan Merdeka  bersama PLT Walikota Medan Ir. Akhyar Nasution. 

Upaya tambal sulam yang ditawarkan sistem berbasiskan liberalisme sekulerisme saat ini menunjukkan bahwa konsep pemerintah setempat tidak mampu dalam menyelesaikan akar masalah penyebab banjir. Sebab tolak ukur pemegang kebijakan adalah untung rugi. Bukan pada kemaslahatan org banyak disamping juga pelestarian lingkungan hidup. Salah satu akibatnya masyarakat tidak menyadari betapa bahaya akibat bila membuang limbah sampah ke sungai, jika pun ada tempat membuang perlu mengeluarkan biaya di masing-masing rumah, ungkap salah seorang warga di Medan Amplas. Mereka pun memilih jalan pintas dalam membuang sampahnya termasuk ke sungai terdekat.

Cara Islam Menangani Banjir

Khilafah (sistem pemerintahan Islam) tidak akan berfikir berulang kali untuk merealisasikan tindakan mitigasi. Sistem keuangan negara yang berbasis Baitul Mal menjadikan negara memiliki keuangan yang kuat dan stabil. Sehingga siap untuk menangani bencana.

Beberapa poin yang dilakukan khilafah dalam menangani banjir adalah:

Pertama, jika banjir disebabkan daya tampung tanah. Khilafah akan membangun bendungan yang mampu menampung curahan air. Bukti bendungan yang masih kokoh yang dibangun pada masa kekhilafahan dengan bermacam type, bisa kita lihat sampai sekarang salah satunya bendungan Shadravan, Kanal Satuan, Bendungan Jareh, Kanal Farhat, Bendungan Mizan yang berada di provinsi Khuzestan, Iran Selatan. Sementara di Spanyol ada juga bendungan yang kehebatan konstruksinya bertahan hingga sekarang berada di sungai Turia.

Kedua, Khilafah memetakan daerah dataran rendah yang rawan terkena genangan air. Membuat kebijakan agar masyarakat dilarang membangun pemukiman di wilayah tersebut. Jika cukup dana, khilafah akan membangun kanal baru atau resapan. Jika sebab tertentu terjadi penurunan tanah yang mengakibatkan terkena genangan air dan banjir, khilafah sebisa mungkin menangani genangan itu.  Jika tak memungkinkan, khilafah akan mengevakuasi penduduk disana untuk dipindahkan ke daerah lain dengan memberikan ganti rugi. Maa Syaa Allah.

Ketiga, secara berkala khilafah akan mengeruk lumpur-lumpur di sungai atau daerah lain agar tidak terjadi pendangkalan.

Keempat, memberi sangsi bagi siapa pun yang mengotori sungai.

Kelima, Khilafah membangun sumur resapan baru di kawasan tertentu.

Keenam, Khilafah memiliki badan khusus sigap bencana yaitu biro At-Tharawi.

Demikianlah kehebatan sistem khilafah yang tidak bisa dilakukan oleh sistem saat ini. Maka sudah sepantasnya kita mencontohnya. Juga aqidah warganya yang terjaga ketika menyadari bahwa kehidupan ini adalah semata-mata beribadah kepada Allah. Melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya, termasuk meninggalkan perkara maksiat ataupun yang berujung pada kerusakan lingkungan dan hajat hidup orang banyak. Sebab tak lain bencana itu timbul karena ulah tangan manusia.

Kita diingatkan pada Kalamullah Surah Ar-Ruum ayat 41 : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang lurus). Wallahu a'lam bisshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Piala Dunia 2022: Bagaimana Penggemar Arab Mengatakan Kebenaran Kepada Israel Tentang Palestina

Piala Dunia 2022: Bagaimana Penggemar Arab Mengatakan Kebenaran Kepada Israel Tentang Palestina

Selasa, 06 Dec 2022 23:01

Otoritas Denmark Kirim Surat Ancaman Deportasi Paksa Kepada Anak-anak Pengungsi Suriah

Otoritas Denmark Kirim Surat Ancaman Deportasi Paksa Kepada Anak-anak Pengungsi Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 21:00

TIP Perbarui Fokus Jihad Anti-Cina, Serukan Pembebasan Tanah Air Dari 'Penjajah Tiongkok'

TIP Perbarui Fokus Jihad Anti-Cina, Serukan Pembebasan Tanah Air Dari 'Penjajah Tiongkok'

Selasa, 06 Dec 2022 20:45

Serangan Drone Tanpa Awak Kembali Targetkan Lapangan Udara Militer Rusia

Serangan Drone Tanpa Awak Kembali Targetkan Lapangan Udara Militer Rusia

Selasa, 06 Dec 2022 20:25

Konvoi Militer Turki Tabrak Hingga Tewas Seorang Wanita Dan Anak-anak Di Atareb Suriah

Konvoi Militer Turki Tabrak Hingga Tewas Seorang Wanita Dan Anak-anak Di Atareb Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 20:05

Krisis Air Parah Landa Kamp Pengungsi Palestina Di Pedesaan Damaskus Suriah

Krisis Air Parah Landa Kamp Pengungsi Palestina Di Pedesaan Damaskus Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 19:46

JATTI Gelar Silaturahim Tokoh, Ini yang Dibahas

JATTI Gelar Silaturahim Tokoh, Ini yang Dibahas

Senin, 05 Dec 2022 20:09

Piala Dunia di Qatar, Sinyal Kebangkitan Islam?

Piala Dunia di Qatar, Sinyal Kebangkitan Islam?

Senin, 05 Dec 2022 19:30

Marak Perundungan, Salah Asuh dalam Sistem Sekuler

Marak Perundungan, Salah Asuh dalam Sistem Sekuler

Senin, 05 Dec 2022 19:16

Pengadilan Israel Hukum Ringan Sekelompok Tentara Yang Merampok Dan Menyiksa Warga Palestina

Pengadilan Israel Hukum Ringan Sekelompok Tentara Yang Merampok Dan Menyiksa Warga Palestina

Senin, 05 Dec 2022 15:31

Gerombolan Bersenjata Serbu Masjid Di Nigeria, Bunuh 12 Orang Termasuk Imam

Gerombolan Bersenjata Serbu Masjid Di Nigeria, Bunuh 12 Orang Termasuk Imam

Senin, 05 Dec 2022 14:05

Survey: Hanya 25 Persen Orang Rusia Yang Mendukung Perang Ukraina Berlanjut

Survey: Hanya 25 Persen Orang Rusia Yang Mendukung Perang Ukraina Berlanjut

Senin, 05 Dec 2022 12:35

Pengunjuk Rasa Anti-Iran Bocorkan Infromasi Pribadi Anggota IRGC Dan Milisi Basij Di Dark Web

Pengunjuk Rasa Anti-Iran Bocorkan Infromasi Pribadi Anggota IRGC Dan Milisi Basij Di Dark Web

Senin, 05 Dec 2022 10:05

Perbedaan Pendapat Menjawab ''Ash-Sholatu Khairum Minan Naum''

Perbedaan Pendapat Menjawab ''Ash-Sholatu Khairum Minan Naum''

Senin, 05 Dec 2022 05:45

Kelompok Pejuang Rohingya ARSA Bantah Terlibat Pembunuhan Intelijen Bangladesh

Kelompok Pejuang Rohingya ARSA Bantah Terlibat Pembunuhan Intelijen Bangladesh

Ahad, 04 Dec 2022 20:45

Angkatan Laut AS Cegat Kapal Yang Akan Menyeludupkan Amunisi Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi

Angkatan Laut AS Cegat Kapal Yang Akan Menyeludupkan Amunisi Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 04 Dec 2022 19:55

Piala Dunia FIFA 2022 Qatar Catat Kehadiran Penonton Tertinggi Dalam Sejarah Turnamen

Piala Dunia FIFA 2022 Qatar Catat Kehadiran Penonton Tertinggi Dalam Sejarah Turnamen

Ahad, 04 Dec 2022 17:07


MUI

Must Read!
X