Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.930 views

Indonesia Heningkan Cipta, 100 Dokter Gugur Menyimpan Duka

 
 
Oleh:
 
dr. Agnes Lituhayu || Praktisi Kesehatan, Aktivis Muslimah

 

 

KEKHAWATIRAN banyak pihak bahwa pandemi ini akan menelan banyak korban dari tenaga medis telah terbukti. Hanya dalam waktu enam bulan, pertiwi telah berduka dengan gugurnya lebih dari seratus dokter akibat Covid-19. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sudah genap 100 dokter yang gugur melawan infeksi virus Corona jenis baru atau dikenal dengan nama SARS-CoV-2 pada Sabtu 30 Agustus 2020. Jumlah ini terus bertambah mencapai 102 dokter pada dua hari berikutnya, sebagaimana yang diungkap oleh Ketua Satgas Covid-19 IDI,  Zubairi Djoerban.

"Hari ini (Selasa, 1 September 2020), sudah ada 102 dokter yang meninggal," ucap Zubairi (Kompas.com).

Adapun nama-nama dokter tersebut berasal dari sejumlah daerah yang tersebar di Jawa, Sulawesi, Bali, Sumatera, Kalimantan, Kepulauan Riau, hingga Papua. Berdasarkan informasi dari laman instagram Pandemic Talks, sebuah platform info dan data terkini seputar Covid-19 di Indonesia dari spektrum sains dan ekosos, Provinsi Jawa Timur adalah penyumbang kematian dokter terbanyak (Jumat, 21 Agustus 2020). Sementara itu, jika dilihat dari timeline-nya, laju kematian dokter menurun sebanyak 71% pada bulan Mei. Sayangnya berlanjut dengan peningkatan drastis pada Juni dan Juli, yaitu 150% dan 200%.

Bukti Buruknya Sistem Kesehatan

Kasus kematian lebih dari seratus dokter dengan diagnosis seragam, yaitu Covid-19 adalah potret buruknya sistem kesehatan dan penanganan wabah di negeri ini. Nampaknya pemangku kebijakan tidak memiliki solusi yang jelas untuk menyelesaikan pandemi dengan segera. Minim dan buruknya distribusi Alat Pelindung Diri (APD), jumlah pasien suspek maupun terkonfirmasi yang membludak tak sebanding dengan fasilitas kesehatan, serta rumitnya proses diagnostik membuat tenaga kesehatan yang langsung berhadapan dengan pasien Covid mudah terpapar virus.

Sementara mereka yang tidak secara langsung menangani pasien Covid, tidak berarti bebas dari ancaman penularan. Sebab jangkauan testing untuk skrining masih rendah, tracing dan isolasi yang tidak ketat, ditambah dengan kebijakan perbaikan resesi ekonomi yang justru kontras dengan peraturan protokol kesehatan. Rupanya ekonomi yang sehat dipandang jauh lebih penting dari pada masyarakat sehat yang bebas dari ancaman virus mewabah.

Tingginya angka kematian dokter tentu berdampak besar pada pelayanan kesehatan. Jika sebelum masa wabah, rasio jumlah dokter dan masyarakat yang menjadi tanggungannya sudah tidak ideal, maka saat pandemi sekarang rasio ini makin mengkhawatirkan. Pandemic Talks merilis Indeks Pengaruh Kematian Nakes (IPKN) akibat Covid-19 cukup besar, yakni 330,9. Artinya ada 330.900 penduduk Indonesia kehilangan 1 dokter yang seharusnya bisa memberi pelayanan kesehatan.

Bahkan saat ini tidak sedikit fasilitas kesehatan dari rumah sakit, Puskesmas, klinik, dan praktik pribadi yang memilih untuk menghentikan sementara semua pelayanannya akibat beberapa petugas terkonfirmasi positif Covid. Mereka tumbang satu demi satu menghadapi pandemi yang tak kunjung usai.

Padahal bukan sebuah hal yang mudah melahirkan satu orang dokter, terlebih dokter super spesialis dan konsultas spesialis. Butuh proses panjang dan tentu memakan waktu yang tidak singkat. Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Tim Audit dan Advokasi Kematian Dokter PB IDI, Dr. dr. Mahlil Ruby.

"Investasi pendidikan dokter cukup mahal. Apa lagi banyak dokter yang gugur sebagai super spesialis atau konsultan spesialis. Mendidik seorang dokter sampai menjadi super spesialis butuh waktu 12-15 tahun. Sehingga negara sesungguhnya rugi karena kehilangan tenaga-tenaga profesional untuk melayani rakyat," kata Ruby.

Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa ada inisiatif pemerintah memberi solusi yang benar-benar efektif dan paripurna, maka bisa dipastikan sistem kesehatan negara ini ke depannya akan semakin buruk. Langkah perbaikan ekonomi demi mencegah resesi seharusnya tak menyingkirkan upaya penyelamatan jutaan nyawa manusia.

Islam Solusi Tuntas Pandemi

Begitulah jika sistem kesehatan dijalankan dengan asas sekuleristik. Serta menjadikan kapitalisme sebagai basis sistem ekonomi. Orientasinya hanya berpusat pada profit semata. Jauh dari pandangan menjaga jiwa manusia. Pemangku tanggung jawab hanya akan menurunkan solusi yang mendatangkan keuntungan materi bagi mereka. Sama sekali tidak memiliki visi menyelamatkan nyawa rakyat.

Sungguh, sudah saatnya semua kalangan melirik Islam sebagai alternatif yang mampu memberi solusi tuntas penanganan pandemi. Jika dasar kebijakannya adalah menjaga jiwa manusia, maka tidak heran Islam akan secara optimal mempersenjatai para prajurit kesehatan dalam menghadapi wabah. Mengkondisikan masyarakat untuk menghindari berbagai aktivitas yang beresiko memperparah penyebaran virus.

Memberi jaminan, perlindungan, serta penghargaan yang layak bagi para tenaga kesehatan. Menyediakan secara optimal kebutuhan fasilitas kesehatan khusus masa wabah. Serta mendorong dan memberi apresiasi besar bagi para ahli untuk segera menemukan vaksin, teknologi diagnostik, serta obat yang tepat agar penyebaran wabah segera terkendali. Semua solusi ini disempurnakan dengan adanya jaminan pemenuhan kebutuhan pokok seluruh rakyat, baik tanpa pandemi terlebih dalam masa pandemi.

Untuk itu, hendaknya para tenaga medis bisa menyadari seberapa pelik masalah yang kini mereka hadapi. Berjibaku dengan pandemi tanpa naungan perlindungan ataupun dukungan dari pemerintah. Kesadaran yang nantinya bisa mengalihkan mereka pada solusi yang komprehensif sistematis, bukan semata berputar-putar pada solusi medis. Tentunya sekali lagi, solusi ini hanya ada dalam sistem Islam. Wallahu'alam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Quantum I.S.L.A.H = Cara Lunasi Hutang atau Luluhkan Hati Penghutang

Quantum I.S.L.A.H = Cara Lunasi Hutang atau Luluhkan Hati Penghutang

Senin, 18 Oct 2021 12:57

Gelar Pesantren Virtual, Yayasan Amaliah Astra Ajak Anak-anak Menjaga Lingkungan

Gelar Pesantren Virtual, Yayasan Amaliah Astra Ajak Anak-anak Menjaga Lingkungan

Senin, 18 Oct 2021 11:57

Legislator Sebut Ibukota Baru Berpotensi Miliki Masalah Tanah

Legislator Sebut Ibukota Baru Berpotensi Miliki Masalah Tanah

Senin, 18 Oct 2021 11:41

SWF: Jalan Baru Asing Menguasai Indonesia

SWF: Jalan Baru Asing Menguasai Indonesia

Senin, 18 Oct 2021 11:17

Asuransi Pemberi Madharat, Mencelakai di Dunia dan di Akhirat

Asuransi Pemberi Madharat, Mencelakai di Dunia dan di Akhirat

Senin, 18 Oct 2021 10:53

Asosiasi Gabungan Perusahaan Haji Umrah Nusantara Resmikan Koperasi GAPHURA

Asosiasi Gabungan Perusahaan Haji Umrah Nusantara Resmikan Koperasi GAPHURA

Senin, 18 Oct 2021 10:46

Belajar dari Squid Game

Belajar dari Squid Game

Senin, 18 Oct 2021 10:32

Kemal Ataturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta, MUI: Menyakiti Umat Islam

Kemal Ataturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta, MUI: Menyakiti Umat Islam

Senin, 18 Oct 2021 10:31

Kemenag: Obat, Kosmetik, dan Barang Gunaan Wajib Bersertifikat Halal

Kemenag: Obat, Kosmetik, dan Barang Gunaan Wajib Bersertifikat Halal

Senin, 18 Oct 2021 09:49

Superman Biseksual, Bukhori Desak Pemerintah Antisipasi Peredaran Komik Asusila

Superman Biseksual, Bukhori Desak Pemerintah Antisipasi Peredaran Komik Asusila

Ahad, 17 Oct 2021 21:54

Mahfuz Sidik: Politik Jangan Rusak Prinsip Ummatan Washatan

Mahfuz Sidik: Politik Jangan Rusak Prinsip Ummatan Washatan

Ahad, 17 Oct 2021 21:14

Wabup Kaimana: Masjid Kubah Merah Putih di Papua Bukti Cinta NKRI

Wabup Kaimana: Masjid Kubah Merah Putih di Papua Bukti Cinta NKRI

Ahad, 17 Oct 2021 20:45

Ketua Umum MUI Papua Barat: Masyarakat Papua Cinta NKRI

Ketua Umum MUI Papua Barat: Masyarakat Papua Cinta NKRI

Ahad, 17 Oct 2021 20:20

Putri Pendiri Microsoft Bill Gates Menikah Secara Islam dengan Pengusaha Keturunan Mesir

Putri Pendiri Microsoft Bill Gates Menikah Secara Islam dengan Pengusaha Keturunan Mesir

Ahad, 17 Oct 2021 17:27

India Khawatir Kemenangan Taliban Berdampak pada Kashmir di Tengah Meningkatnya Kekerasan

India Khawatir Kemenangan Taliban Berdampak pada Kashmir di Tengah Meningkatnya Kekerasan

Ahad, 17 Oct 2021 15:45

Ribuan Demonstran Pro-Militer Tuntut Pembubaran Temerintahan transisi Sudan

Ribuan Demonstran Pro-Militer Tuntut Pembubaran Temerintahan transisi Sudan

Ahad, 17 Oct 2021 15:00

Bos Liverpool Jurgen Kloop Kecam Pengambil Alihan Newcastle oleh Saudi, Tuntut Penjelasan dari EPL

Bos Liverpool Jurgen Kloop Kecam Pengambil Alihan Newcastle oleh Saudi, Tuntut Penjelasan dari EPL

Ahad, 17 Oct 2021 14:10

Bakal Diprotes Nama Jalan Kemal Atturk di Menteng

Bakal Diprotes Nama Jalan Kemal Atturk di Menteng

Ahad, 17 Oct 2021 10:45

Pengamat Terorisme: Usul Pembubaran Densus 88 Harus Disikapi dengan Bijaksana

Pengamat Terorisme: Usul Pembubaran Densus 88 Harus Disikapi dengan Bijaksana

Ahad, 17 Oct 2021 10:30

Jangan Berspekulasi Ibukota Jakarta Sudah Herd Immunity

Jangan Berspekulasi Ibukota Jakarta Sudah Herd Immunity

Sabtu, 16 Oct 2021 23:59


MUI

Must Read!
X