Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.126 views

PSBB, Solusi Tambal Sulam yang Membingungkan

 

Oleh:

Rifka Hasmi Munajat

Mahasiswa FK ULM

 

SETELAH melalui rapat yang cukup lama, pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Banjarmasin secara resmi diperpanjang. Keputusan ini sendiri diambil usai rapat di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin pada Kamis (7/05/2020) sore.

Usai penetapan perpanjangan PSBB atau PSBB Jilid 2. Walikota Banjarmasin berkata, akan segera digelar rapat teknis untuk merumuskan hal-hal yang teknis. Termasuk soal jarring pengaman sosial yang nantinya akan dibuka pengaduan jika masyarakat yang berhak tidak mendapatkan bantuan sosial.

Disamping itu, pemberlakuan PSBB Jilid 2 menuai kontroversi dari masyarakat, terutama para pedagang yang tokonya berimbas ditutup akibat pelaksanaan PSBB. Hal ini karena dalam revisi Perwali Nomor 33 Tahun 2020 ini justru menerapkan peraturan sementara aktivitas pasar, terkecuali untuk pedagang atau kios yang menjual kebutuhan pokok seperti di Pasar Sentra Antasari dan Pasar Lima.

Tentu saja, penetapan hal tersebut menjadi pemantik emosi para pedagang yang terkena imbasnya. Terlebih untuk pedagang yang barang dagangannya tidak masuk kategori penjual kebutuhan pokok, seperti toko kosmetik, pakaian, kain, ataupun yang lainnya.

Dilaksanakannya kebijakan PSBB Jilid 2 menuai kritikan. Ada sisi yang diuntungkan, yakni menekan angka penyebaran virus dan penerapan social distancing serta psychal distancing. Sedangkan sisi negatifnya, ada begitu banyak pihak yang terdampak, sehingga pendapatan untuk pemenuhan kebutuhan hidup menjadi merosot secara drastis. Seperti tidak diperbolehkannya aktivitas jual,beli barang pada toko yang tidak menjual kebutuhan pokok.

Hal ini menjadi semakin aneh, tatkala penutupan beberapa toko di pasar-pasar Banjarmasin tidak sejalan dengan adanya penutupan salah satu Mall yang ada di Kalimantan Selatan tersebut. Karena, dengan bebasnya mereka bisa beroperasi sebagaimana biasanya, tanpa adanya larangan dari pemerintah setempat, ataupun pemberian hukuman akibat pelanggaran PSBB yang diterapkan. Semakin memperjelas, betapa longgarnya pemberlakuan PSBB yang diterapkan, serta tebang pilihnya kebijakan.

Penetapan PSBB  diberbagai daerah serta ketimpangan dalam pelaksanaannya semakin memperjelas betapa kejamnya penerapan sistem kapitalisme liberal terhadap rakyat, bahkan dalam kondisi genting atau wabah sekarang, mereka tak pandang bulu dalam penerapan.

Dalam penerapan sistem kapitalisme, negara yang menjadikannya sebagai asas dalam bernegara, hanyalah memiliki peran sebagai sosok regulator, tidak lebih daripada hal tersebut. Negara hanya menjadi penyalur akan penerapan kebijakan-kebijakan yang dipilihkan oleh pemerintah yang ada, bukan sebagai pelindung rakyat, alih-alih menjadi tameng warga negaranya. Hal ini terbukti, dengan munculnya kebijakan-kebijakan lainnya disaat pandemik, seperti kenaikan iuran BPJS, ataupun pembagian bansos yang tidak tepat sasaran. Alhasil, kini, peran negara dan pemerintah dipertanyakan, apakah berpihak kepada rakyat kebanyakan, atau malah pada pihak yang lain?

Permasalahan pandemik, dalam kacamata islam, tentu sudah pernah diterapkan dan diberlakukan jauh-jauh hari sebelum adanya kebijakan layaknya sekarang. Bahkan, solusi yang ditawarkan oleh Islam, jauh lebih solutif dan masuk akal, sehingga bisa memberikan kemaslahatan bagi masyarakat secara keseluruhan. Bukan sebagian seperti halnya sekarang, akan tetapi rahmatan lil alamiin.

Hal ini sudah dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khatab, ketika menghadapi situasi yang amat sulit, yakni saat wabah Tha’un menyebar di negeri Syam. Pada saat itu kebijakan yang dipilih oleh Khalifah adalah secara langsung menetapkan kebijakan lockdown wilayah Syam. Maka, otomatis, tidak ada yang boleh keluar dari wilayah tersebut, ataupun masuk ke dalam wilayah Syam. Tidak hanya sampai penerapan kebijakan lockdown lokal, mengingat situasinya adalah saat penyebaran wabah, maka hal ini akan sangat berdampak kepada penurunan pendapatan warga Syam. Sehingga Khalifah Umar menjamin kebutuhan warga Syam, tanpa terkecuali. Tidak pandang bulu, dan juga pastinya, tidak salah sasaran.

Kebijakann lockdown wilayah tersebut, serta pemberian bantuan kepada warga Syam berlangsung, hingga Allah mengangkat wabah tersebut dari wilayah Syam. Maka oleh sebab itu, ketika islam dijadikan sebagai landasan pemecahan problem masyarakat dan mengembalikan islam sebagai acuan, Allah akan semakin memperdekat pertolongan. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik (QS. Al-An’am: 57). Wallahu’allam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Erdogan: Kebangkitan Hagia Shopia Membuka Jalan Untuk 'Pembebasan Masjid Al-Aqsa'

Erdogan: Kebangkitan Hagia Shopia Membuka Jalan Untuk 'Pembebasan Masjid Al-Aqsa'

Ahad, 12 Jul 2020 20:25

Pejabat Bertekad Jaga Pancasila dari Rongrongan Komunis

Pejabat Bertekad Jaga Pancasila dari Rongrongan Komunis

Ahad, 12 Jul 2020 20:22

 Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Ahad, 12 Jul 2020 07:18

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Ahad, 12 Jul 2020 06:51

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

Ahad, 12 Jul 2020 06:16

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Ahad, 12 Jul 2020 05:56

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Ahad, 12 Jul 2020 05:35

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Ahad, 12 Jul 2020 02:27

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

Ahad, 12 Jul 2020 01:04

 Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Sabtu, 11 Jul 2020 23:56

Mahasiswa Geruduk DPR,  Ah yang Bener?

Mahasiswa Geruduk DPR, Ah yang Bener?

Sabtu, 11 Jul 2020 22:50

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Sabtu, 11 Jul 2020 21:35

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 21:28

Laporan: Serangan Drone Misterius Tewaskan 2 Pemimpin Jihadis Senior Ansar Al-Tawhid di Idlib

Laporan: Serangan Drone Misterius Tewaskan 2 Pemimpin Jihadis Senior Ansar Al-Tawhid di Idlib

Sabtu, 11 Jul 2020 21:05

RUU Denominasi Masuk Prolegnas, Anis Minta Pemerintah Dahulukan Program Prioritas Lain

RUU Denominasi Masuk Prolegnas, Anis Minta Pemerintah Dahulukan Program Prioritas Lain

Sabtu, 11 Jul 2020 20:46

Jubir Presiden Turki Bantah Tuduhan Negaranya Mengukuti Kebijakan 'Ikhwan Atau Neo-Ottoman'

Jubir Presiden Turki Bantah Tuduhan Negaranya Mengukuti Kebijakan 'Ikhwan Atau Neo-Ottoman'

Sabtu, 11 Jul 2020 20:45

Lebih 1.500 Rumah yang Hancur dalam Serangan Israel di Gaza 2014 Belum Dibangun Kembali Sejak Itu

Lebih 1.500 Rumah yang Hancur dalam Serangan Israel di Gaza 2014 Belum Dibangun Kembali Sejak Itu

Sabtu, 11 Jul 2020 20:20

Perluas Gerakan Penolakan Aneksasi Tepi Barat, Adara Gandeng AIPI, ISOIC dan FISIP UMJ

Perluas Gerakan Penolakan Aneksasi Tepi Barat, Adara Gandeng AIPI, ISOIC dan FISIP UMJ

Sabtu, 11 Jul 2020 20:18

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Sabtu, 11 Jul 2020 09:20

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 07:04


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X