Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.549 views

Dilema Emak: Wacana Juli Anak Kembali Sekolah

 

"Kakak ayo Nak belajar!", seruan emak dengan frekuensi suara riuh rendah menghiasi hari-hari semenjak kegiatan belajar mengajar beralih ke rumah. Imbas penanganan pandemi global covid19 selain lesunya sektor perekonomian. Emak-emakpun tak luput dari sasaran. 

Tiga bulan sudah anak-anak full berkegiatan di rumah. Semenjak pemerintah resmi membuat kebijakan belajar di rumah pada tanggal 16 Maret 2020. Bagi emak, ini ujian emosional. Selain mendadak menjadi guru di rumah. Tak jarang emak kerap disuguhkan beragam aksi penolakan anak-anak untuk belajar. Banyak emak yang kebingungan, dilema hingga dilanda stres. 

 Belum lagi urusan bapak yang kena PHK masal. Beras di rumah habis, terkadang adanya lauk nasi mengandalkan keliling cari pinjaman dahulu, tutup lubang gali lubang, untuk sekedar makan. Omzet hasil berjualan pun terjun drastis. Banyak pedagang yang mengeluhkan hasil pendapatannya bahkan banyak juga yang gulung tikar. Tak bisa dipungkiri, begitulah potret sebagian besar masyarakat kebawah. 

Dilansir dari portal online CNN Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana membuka kembali sekolah pada pertengahan Juli 2020. 

"Kita merencanakan membuka sekolah mulai awal tahun pelajaran baru, sekitar pertengahan Juli," ujar Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Sabtu (9/5). 

Tentu saja ini  membawa angin segar. Hanya saja ini juga yang membuat para emak mengerenyitkan dahi. Ini memang kabar baik akan tetapi sekaligus kabar buruk. Kabar baiknya anak-anak bisa kembali bersekolah. Emak tak lagi kebingungan membantu anak-anak mengerjakan soal-soal yang rumit. Tapi, kabar buruknya adalah tidak adanya kepastian dan jaminan virus covid19 tidak lagi menyebar dan mereka yang terinfeksi sudah dilakukan penanganan. 

Faktanya, untuk mendeteksi seseorang terinveksi atau tidak harus dilakukan skrining medis. Akan tetapi, tes masal pendeteksi untuk mengetahui sebaran virus covid19 melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR) belum lagi dilakukan. Alasan klasik yang mengemuka adalah keterbatasan  alat, sarana dan prasarana. Fakta ini dilansir dari CNN Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggalakkan pemeriksaan atau tes swab melalui mesin polymerase chain reaction (PCR) untuk mengetahui sebaran kasus virus corona (Covid-19) secara lebih luas.

Pelaksana tugas Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi melalui forum rapat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI yang berlangsung secara daring pada Selasa (12/5), mengatakan target pemeriksaan 10 ribu tes Polymerase Chain Reaction (PCR) per hari.

Namun, dia mengakui target itu sulit dilakukan karena minimnya sarana dan prasarana, termasuk, kapasitas laboratorium. 

Pantas saja, masih dari sumber yang sama CNN Indonesia, data korona Jawabarat mandek di 1.437 kasus (11/05/20). 

Kebijakan plin plan penguasa menghasilkan penanganan lamban dan bertele-tele yang menyebabkan semua sektor lesu. Termasuk ke sektor pendidikan. Emak dilema, faktanya saat anak belajar di rumah terus menerus mereka jenuh dan akhirnya malah enggan untuk menengok buku pelajaran sekalipun. Andai Bulan Juli kebijakan baru diterbitkan dengan membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah dan tanpa adanya jaminan penyebaran virus covid19, sama saja seperti emak mengantarkan anak-anaknya ke jurang kematian. Bagaimana mungkin demikian duhai penguasa? 

Rasanya, para emak teramat merindukan sosok pemimpin yang betul-betul tegas dalam mengambil setiap keputusan terbaik untuk rakyatnya tanpa mementingkan kepentingan asing dan aseng. Akan tetapi, dalam lingkaran alam kapitalisme semua itu mustahil terjadi. 

Tak bisa kita pungkiri bahwa kita membutuhkan pemimpin yang amanah dan sholeh yang bisa memastikan betul bahwa setiap kebijakannya adalah untuk umat, untuk masyarakat. Teringat dalam catatan sejarah, bahwa ada sebuah peradaban yang mampu dan berhasil menangani pandemi global dengan tepat dan cepat pada masanya. Peradaban itu adalah pada masa emas peradaban Islam. Yakni pada masa Umar bin Khattab saat menangani wabah Tha'un.

Hanya saja masalahnya, pemimpin saat ini mau atau tidak merujuk pada sejarah yang telah berhasil menangani wabah dari sisi solusi penanganannya yang merujuk pada nash-nash syara'? Wallahu alam bi shawab.

Ira Faadhilah

Komunitas Ibu Pembelajar dan Revowriter Karawang

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Kamis, 04 Mar 2021 20:30

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tawanan

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tawanan

Kamis, 04 Mar 2021 20:02

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Kamis, 04 Mar 2021 19:08

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Kamis, 04 Mar 2021 18:15

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Kamis, 04 Mar 2021 15:55

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Kamis, 04 Mar 2021 15:05

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Kamis, 04 Mar 2021 13:38

Bau KKN Gubernur Kamil?

Bau KKN Gubernur Kamil?

Kamis, 04 Mar 2021 13:04

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:54

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:30

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kamis, 04 Mar 2021 10:45

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kamis, 04 Mar 2021 08:12

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Kamis, 04 Mar 2021 07:07

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Kamis, 04 Mar 2021 06:47

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Kamis, 04 Mar 2021 02:28

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

Rabu, 03 Mar 2021 22:22

Aliansi Anti-Islamofobia Prancis Serukan Demonstrasi Nasional Menentang RUU 'Anti-Ekstremis'

Aliansi Anti-Islamofobia Prancis Serukan Demonstrasi Nasional Menentang RUU 'Anti-Ekstremis'

Rabu, 03 Mar 2021 22:00

Serangan Roket Hantam Pangkalan Militer Koalisi Pimpinan AS di Baghdad Irak

Serangan Roket Hantam Pangkalan Militer Koalisi Pimpinan AS di Baghdad Irak

Rabu, 03 Mar 2021 19:45

Pejuang Sunni Baluchi Serang Kendaraan Pasukan Korps Pengawal Revolusi Syi'ah Iran

Pejuang Sunni Baluchi Serang Kendaraan Pasukan Korps Pengawal Revolusi Syi'ah Iran

Rabu, 03 Mar 2021 18:48

Mencabut Lampiran, Tipu untuk Menunda

Mencabut Lampiran, Tipu untuk Menunda

Rabu, 03 Mar 2021 15:56


MUI

Must Read!
X