Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.727 views

Mengukur Integritas dan Ketegasan Anies

Tony Rosyid

[Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa]

Penghuni apartemen marah. Karena listrik dan aliran airnya dimatikan oleh pengelola. Gara-gara adanya dualisme pengelola yang sedang konflik. Ini terjadi di Jakarta pusat.

Sesuai Pergub No 132/2018, pengembang wajib menyerahkan kelola apartemen ke penghuni. Kasus terjadi ketika ada sebagian penghuni bayar iuran bulanan ke pengelola baru (penghuni) sebelum serah terima jabatan. Pengelola lama (pengembang) marah, lalu matikan lampu dan listrik.

Anda bayangkan jika di rumah anda tak ada listrik dan air. Pasti kacau. Karena hidup kita sangat bergantung pada air dan listrik. Itulah yang terjadi di apartemen tersebut.

Penghuni tak bisa melawan pengelola lama dengan semua kekuatan yang dimiliki oleh pengembang. Warga melaporkan situasi ini kepada Anies sebagai pemimpin mereka.

Anies terima laporan itu. Cek lapangan, ternyata benar. Anies segara telp CEO perusahaan yang jadi pengembang apartemen tersebut. Kepada CEO itu Anies bilang: "bahwa air dan listrik ibarat udara bagi warga apartemen. Kalau anda matikan, anda sama saja membunuh mereka. Jika anda tidak hidupkan sekarang, saya akan matikan seluruh ijin usaha anda di Jakarta." Karena takut, listrik dan air pun dihidupkan kembali.

Kok media gak dengar ya? Kenapa Anies gak panggil wartawan, baru telp CEO itu? Mengapa timnya gak buat video atau meme? ini kan keren buat branding. Apalagi pilgub 2022 (jika ada) sudah dekat? Bisa juga untuk pilpres 2024. Begitulah pertanyaan publik di tengah umumnya para pemimpin kita yang sedang mabuk pencitraan di era pencitraan.

Anies tidak lakukan itu. Dan mestinya tidak ikut-ikutan latah melakukan pencitraan sebagaimana yang lazim terjadi saat ini. Yang dibutuhkan dari seorang pemimpin bukan pencitraan. Yang dibutuhkan dari seorang pemimpin selain kemampuan kerja adalah rasa cinta dan ketulusan. Cinta dari hati akan sampai ke hati. Pemimpin yang ingin dicintai rakyatnya mesti bekerja dengan hati dan rasa cinta.

Sejak terbit pergub nomor 132/2018, di apartemen mulai ramai, ribut dan gaduh. Kenapa? Karena uang puluhan hingga ratusan miliar yang selama ini mengalir perbulan ke kantong pengembang terancam berhenti.

Pengembang diam? Tidak! Berbagai manuver pun dilakukan. Mulai manipulasi data penghuni hingga intimidasi. Sogok oknum dinas? Itu sudah jadi habit mereka. Dari dulu kala dan turun temurun.

Jalur belakang ditempuh. Pengembang kirim sejumlah utusan ke gubernur Anies. Apa kata Anies? "Maaf, pintu belakang tertutup. Silahkan lewat pintu depan dan ikuti prosedur serta aturan yang ada".

Kalau saja Anies tak mengeluarkan Pergub 132/2018 itu, diam saja dan mau terima setoran, akan cepat kaya. Sebulan 1-2 miliar saja dari setiap apartemen di Jakarta, berapa pendapatan Anies? Gak akan dipantau KPK. Karena tak terkait dengan kebijakan apapun. Cuma diam saja, ratusan miliar per bulan. Enak bukan?

Ngapain buat pergub segala? Integritas! Ini alasannya. Seorang pemimpin harus memikirkan nasib warganya. Tidak sibuk branding dan mengumpulkan logistik untuk periode berikutnya. Sampai disini, langkah dan tindakan Anies patut diapresiasi. Pemimpin model begini sudah mulai langka di Indonesia.

Sikap Anies ini mengingatkan kita pada kasus reklamasi. Sebelum pilgub putaran pertama, ada kabar tak sedap. Anies ditawari dana kampanye. Jumlah angkanya wow. Jauh di atas anggaran lem aibon. Syaratnya? Jangan hentikan reklamasi jika terpilih.

Anies tolak? Ya! Bahkan dengan tegas. Padahal saat itu, Anies dan tim lagi benar-benar butuh dana kampanye. Menolak tawaran saat kita lagi butuh, tentu butuh kekuatan dan ukuran moral tersendiri. Gak mudah! Dan Anies bisa lakukan itu.

Jika anda benar-benar ingin menguji integritas seseorang, suaplah orang itu saat lagi kepepet atau bener-bener butuh uang. Dari situ anda akan tahu kualitas moral dan ukuran integritas seseorang.

Pasca penyegelan pulau reklamasi, suap dilipatgandakan. Tidak lagi puluhan miliar, tapi puluhan triliun. Kabar ini sudah terbuka untuk umum. Anies pun tetap menolaknya. Sekali menolak, tetap menolak. Tampaknya, Anies menutup semua pintu suap.

Serius 2024 nyapres gak sih Nis? Kok semuanya ditolak? Gerutu sejumlah pendukungnya. Jika dicermati, Anies nampaknya ingin dicatat sejarah sebagai gubernur yang tidak saja bisa bekerja dengan baik, tapi juga bersih dan berintegritas. Secara implisit hal ini bisa dibaca dari narasi dalam beberapa pidato Anies.

Untuk membuktikan mengenai hal ini, siapapun kita perlu mengujinya. Caranya? Pertama, cari data terkait korupsi Anies. Gak usah buat gaduh, tapi laporkan saja ke polisi atau KPK. Kalau cuma buat gaduh, itu akan dinilai publik sebagai tindakan cari popularitas. Publik akan menuduh gak "move on". Atau ada agenda setting.  

Kedua, silahkan coba suap Anies. Lakukan dengan berbagai cara, terutama saat Anies kepepet. Lagi butuh duit.

Ketiga, cek rekening Anies dan keluarganya. Apakah ada kenaikan jumlah kekayaan yang tak wajar dan aneh. Tidak saja Anies, tapi lihat pula orang-orang dekat yang berada di lingkaran Anies. Apakah ada perubahan ekonomi dan gaya hidupnya?

Dari sini kita akan dapat mengukur integritas Anies. Dan dari sini pula kita bisa menilai lebih jujur dan obyektif terkait pantas tidaknya Anies didorong untuk menjadi pemimpin Indonesia kedepan. Sebab, rakyat butuh pemimpin yang tidak saja punya kapasitas, tapi juga ketegasan dan integritas. Seorang pemimpin yang bekerja dengan hati, bukan dengan angka-angka dalam transaksi. Ini yang sedang langka dan tak mudah untuk mendapatkannya di negeri ini. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 18/11/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Ribuan Massa di Bogor Hadiri Apel Siaga Tolak RUU HIP

Ribuan Massa di Bogor Hadiri Apel Siaga Tolak RUU HIP

Jum'at, 03 Jul 2020 20:35

Sabtu – Senin ini, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulqo’dah 1441 H

Sabtu – Senin ini, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulqo’dah 1441 H

Jum'at, 03 Jul 2020 20:13

Abdulmanap Nurmagomedov, Ayah dari Juara UFC Khabib, Meninggal Karena komplikasi COVID-19

Abdulmanap Nurmagomedov, Ayah dari Juara UFC Khabib, Meninggal Karena komplikasi COVID-19

Jum'at, 03 Jul 2020 19:46

Turki Sebut Prancis Harus Meminta Maaf Terkait Insiden Angkatan Laut di Mediterania

Turki Sebut Prancis Harus Meminta Maaf Terkait Insiden Angkatan Laut di Mediterania

Jum'at, 03 Jul 2020 18:00

Fatah dan Hamas Berjanji Untuk Bersatu Melawan Rencana Aneksasi Tepi Barat Oleh Israel

Fatah dan Hamas Berjanji Untuk Bersatu Melawan Rencana Aneksasi Tepi Barat Oleh Israel

Jum'at, 03 Jul 2020 17:05

Dari New Normal ke New Indonesia

Dari New Normal ke New Indonesia

Jum'at, 03 Jul 2020 16:47

Virus Corona Diduga Menyebar di Kedutaan Besar AS di Riyadh Saudi, Lusinan Karyawan Jatuh Sakit

Virus Corona Diduga Menyebar di Kedutaan Besar AS di Riyadh Saudi, Lusinan Karyawan Jatuh Sakit

Jum'at, 03 Jul 2020 15:00

Warna Mega dalam Peta JalanTrisila dan Ekasila

Warna Mega dalam Peta JalanTrisila dan Ekasila

Jum'at, 03 Jul 2020 12:15

Pelajaran Etika dari Kehidupan Hidup Umar ibnu al-Khattab

Pelajaran Etika dari Kehidupan Hidup Umar ibnu al-Khattab

Jum'at, 03 Jul 2020 11:08

[VIDEO] DR Das'ad Latif: Ulama Jangan Alergi Politik

[VIDEO] DR Das'ad Latif: Ulama Jangan Alergi Politik

Jum'at, 03 Jul 2020 10:05

Visi Jelas, Percaya Sains dan Data Jadi Kunci Pemimpin Dunia Tanggulangi Pandemi

Visi Jelas, Percaya Sains dan Data Jadi Kunci Pemimpin Dunia Tanggulangi Pandemi

Kamis, 02 Jul 2020 22:35

PKS Desak Respon Pemerintah Atas Penolakan Publik terhadap RUU HIP

PKS Desak Respon Pemerintah Atas Penolakan Publik terhadap RUU HIP

Kamis, 02 Jul 2020 20:47

Turki Lanjutkan Deportasi Pejuang Islamic State yang Mereka Tangkap ke Negara Asal

Turki Lanjutkan Deportasi Pejuang Islamic State yang Mereka Tangkap ke Negara Asal

Kamis, 02 Jul 2020 20:45

Militer Pakistan Diduga Kerahkan 20.000 Tentara ke Perbatasan dengan India

Militer Pakistan Diduga Kerahkan 20.000 Tentara ke Perbatasan dengan India

Kamis, 02 Jul 2020 20:15

Israel Lakukan Pemisahan Rasial Pasien COVID-19 di Hotel Karantina

Israel Lakukan Pemisahan Rasial Pasien COVID-19 di Hotel Karantina

Kamis, 02 Jul 2020 19:45

Tetapkan LPH Tanpa Libatkan MUI, BPJPH Digugat Indonesia Halal Watch ke PTUN

Tetapkan LPH Tanpa Libatkan MUI, BPJPH Digugat Indonesia Halal Watch ke PTUN

Kamis, 02 Jul 2020 19:11

Menlu AS Pompeo Desak Turki Tidak Ubah Hagia Sophia Menjadi Masjid

Menlu AS Pompeo Desak Turki Tidak Ubah Hagia Sophia Menjadi Masjid

Kamis, 02 Jul 2020 18:00

Pentagon: Taliban Pertahankan Hubungan Dekat dengan Afiliasi Al-Qaidah

Pentagon: Taliban Pertahankan Hubungan Dekat dengan Afiliasi Al-Qaidah

Kamis, 02 Jul 2020 17:45

Pakistan Blokir Game Online PUBG Karena Berdampak Negatif

Pakistan Blokir Game Online PUBG Karena Berdampak Negatif

Kamis, 02 Jul 2020 17:15

Lupa Baca Basmalah saat Mandi Besar

Lupa Baca Basmalah saat Mandi Besar

Kamis, 02 Jul 2020 16:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X