Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.101 views

Impor Rektor dan Kualitas Perguruan Tinggi

BARU-BARU ini Menristekdikti M. Natsir mempertimbangkan untuk menggunakan orang asing sebagai rektor. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya menaikkan kualitas perguruan tinggi (PT) di Indonesia.  Menurut Menristekdikti rencana ini berkaca pada negara-negara lain yang dianggap telah berhasil memajukan kualitas perguruan tingginya dengan mengimpor rektor dari luar negeri. Seperti Singapura, Taiwan, Arab Saudi dan lainnya. Dengan mendatangkan rektor dan sejumlah dosen dari AS dan Eropa, negara-negara tadi berhasil menaikkan peringkat perguruan tingginya.

Keberadaan perguruan tinggi di negeri ini memang belum ideal. Baik secara kuantitas maupun kualitas. Karenanya upaya-upaya untuk memajukan PT secara massif dilakukan. World Class University (WCU) saat ini menjadi  target perguruan tinggi berkualitas yang  juga menjadi acuan pemerintah. Makanya pemerintah terus mendorong universitas-universitas top Indonesia untuk mengejar rangking terbaik dunia.

Berdasarkan lembaga perangkingan perguruan tinggi dunia, QS World University Ranking, Universitas Indonesia sebagai PT yang paling diunggulkan pemerintah masih berada di peringkat 296. Sedang ITB dan UGM berada di rangking 300-an. Bahkan posisi ini masih jauh dibawah universitas di kawasan Asia seperti China dan Korsel, termasuk di ASEAN yaitu Singapura dan Malaysia. Sebagai langkah instan, pemerintah mewacanakan kebijakan impor rektor guna menaikkan rangking hingga 100 besar dunia.

Kehadiran rektor asing diharapkan mampu meningkatkan berbagai hal yang akan menguntungkan perguruan tinggi Indonesia. Seperti peningkatan jumlah publikasi ilmiah, ketertarikan mahasiswa asing hingga kerjasama dan kolaborasi dengan lembaga dan kampus internasional.

Kebijakan ini mendapat sorotan masyarakat khususnya kalangan kampus. Para pakar dan akademisi menilai banyak persoalan yang mengganjal peningkatan kualitas PT yang tak bisa diselesaikan dengan langkah-langkah pragmatis. Sebagian menilai penyebab ketertinggalan kualitas PT karena aspek struktural, manajerial dan kultural. Para dosen hingga rektor masih disibukkan dengan kegiatan administratif dan seremonial sehingga tidak fokus pada kegiatan akademiknya. Bahkan kegiatan pengajaran dan penelitian di sebagian besar dosen belum seimbang. 

Aspek riset yang menempati porsi paling besar dalam penilaian WCU, masih jauh dari ideal. Hasil kajian Bappenas dan Australian Aid (2016) menyebut diantara faktor yang menghambat universitas dalam melakukan penelitian (yang tampak pada rendahnya jumlah publikasi ilmiah, paten dsb) adalah kurangnya anggaran penelitian dan lemahnya kepemimpinan dalam arti kelemahan merancang dan mengimplementasikan visi penelitian. Meskipun di tahun 2019 ini anggaran riset telah ditingkatkan menjadi 35,7 T, namun tetap belum memenuhi porsi yang diharapkan.

Termasuk pula program dan peta jalan peningkatan kualitas SDM dosen yang tidak jelas. Bahkan pemerintah dinilai juga abai dalam pemberdayaan SDM berkualitas yang sudah dimiliki negeri ini. Baik putra-putra bangsa yang berkarya di negara lain maupun SDM berkualitas yang tersebar didalam negeri sendiri.

 

Akar Persoalan

Dari sini tampak banyak hal yang harus dibenahi untuk meningkatkan kualitas PT. Hal ini tidak bisa ditempuh dengan jalan instan seperti impor rektor atau pengajar asing, bahkan membuka kampus asing di Indonesia. Sebab membangun PT berkualitas merupakan upaya sistemik dan terkait dengan berbagai sektor kehidupan seperti politik, ekonomi, budaya bahkan ideologi. Bahkan pendidikan tinggi juga bagian terintegrasi dengan penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah. Untuk itu dibutuhkan visi pendidikan yang jelas dan peran pemerintah sebagai penanggungjawab dan pengelola pendidikan bagi seluruh rakyat.

Menurut penulis kedua hal inilah (visi dan peran pemerintah) yang menjadi akar masalah yang mendasari munculnya persoalan diatas.  Perguruan tinggi kita telah kehilangan arah yang jelas dalam membangun kualitasnya. Meskipun pemerintah menetapkan target untuk meraih WCU, namun apakah benar WCU ini adalah gambaran mutu perguruan tinggi yang kita harapkan?

Perguruan tinggi sejatinya merepresentasikan level tertinggi pencapaian kualitas SDM baik dari sisi kepribadian, moralitas dan intelektualitas. Dari kampus diharapkan lahir SDM yang siap bekerja membangun masyarakat dan negara serta melahirkan solusi-solusi cerdas bagi masalah masyarakat dan negara.

Sementara paramater yang digunakan mengukur WCU antara lain reputasi akademik, rasio dosen dengan mahasiswa, publikasi riset per dosen, dosen internasional, dan mahasiswa internasional. Paramater-parameter ini tidak tampak korelasinya dengan fungsi PT. Bahkan sejumlah sisi negatif telah ditimbulkan dari target WCU ini. Seperti biaya pendidikan yang semakin mahal dan makin rentan terjadi pembajakan riset dan teknologi. Ketika standar WCU dikaitkan dengan revolusi industri 4.0 maka ancaman gelombang pengangguran terdidik pun didepan mata. PT sendiripun mengalami disorientasi. Kesibukan PT mengejar target WCU membuatnya tidak fokus menyelesaikan persoalan yang membelit masyarakat.

Faktor kedua yang mendasari persoalan adalah minimnya peran pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan. Dengan konsep Neoliberal yang dijalankan pemerintah saat ini, fungsi negara hanya sekadar regulator dan fasilitator bukan lagi penanggungjawab. Hal ini tampak dalam konsep ABG (Academic, Bussiness and Government) yang dijadikan pilar keberhasilan WCU.  Kehadiran kalangan pebisnis (korporasi) sangat diandalkan bahkan menjadi satu paramater yang diukur dalam aspek kolaborasi. Korporasi diharapkan ikut meningkatkan anggaran riset yang masih minim, begitupula untuk target pengembangan hasil riset (inovasi). Padahal, kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya komersialisasi ilmu dan teknologi. Dan pada akhirnya menjadikan masyarakat sulit untuk mengaksesnya bahkan harus membayar mahal.

 

Kualitas Perguruan Tinggi Dalam Pandangan Islam

Pendidikan tinggi dalam pandangan Islam  merupakan puncak pencapaian dalam penanaman dan penjagaan tsaqafah dan nilai Islam, disamping puncak pencapaian penguasaan sains dan teknologi terkini. Dan pendidikan tinggi dirancang menjadi pilar penting peradaban Islam dan pewujud rahmat bagi seluruh alam.  Karenannya, arah dan tujuan pendidikan tinggi merupakan arah dan penentu tujuan pendidikan secara keseluruhan. Dan pendidikan tinggi juga memiliki fungsi vital dan mulia yang harus diwujudkan. 

Di antara fungsi terpenting pendidikan tinggi adalah 1) memperkuat kepribadian Islam para mahasiswa sehingga mereka menjadi para pemimpin, penjaga dan pelayan berbagai persoalan umat.  Seperti, memastikan pelaksanaan Islam sebagai way of  life, mengoreksi kepemimpinan, mengemban dakwah, dan menghadapi ancaman-ancaman yang membahayakan eksistensi dan persatuan  umat.  2)  penghasil berbagai gugus tugas pengurus kepentingan-kepentingan vital umat dengan paradigma yang sahih seperti menjamin pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, perumahan, keamanan, dan kesehatan dsb. 3) menghasilkan secara memadai para dokter, insinyur, guru, perawat dan berbagai profesi lain untuk mengurusi urusan umat termasuk para paakar penyusun program jangka pendek dan jangka panjang.  4) sebagai penghasil riset dasar dan terapan  terkini pada berbagai aspek kehidupan.

Untuk mewujudkan fungsi ini, maka PT harus dikelola penuh oleh negara.  Tidak boleh diserahkan kepada pihak lain termasuk swasta.  Sebab Rasulullah SAW bersabda  “..Imam (Khalifah) raa’in (pengurus rakyat) dan dia bertanggungjawab terhadap rakyatnya” (HR Ahmad, Bukhari).  Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda “ Khalifah itu laksana perisai tempat orang-orang berperang dibelakangnya dan berlindung kepadanya….”(HR Muslim). 

Selain itu, fungsi dan visi PT berkaitan erat dengan visi yang dijalankan negara. Disamping itu dengan pengelolaan oleh negara, menjadikan individu rakyat dapat mengaksesnya secara mudah dan murah.

Berdasarkan hal ini, mendatangkan rektor dan dosen asing kehilangan urgensinya. Justru untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi kita, dibutuhkan perubahan yang menyeluruh dan mendasar. Mulai visi dan tujuan pendidikan tinggi dan penyelenggaraannya yang harus berada dipundak negara.*

Emilda

Akademisi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Legislator Dukung Realisasi Rencana Pertemuan Wapres dengan Habib Rizieq

Selasa, 24 Nov 2020 10:09

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

Selasa, 24 Nov 2020 09:03

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Selasa, 24 Nov 2020 08:06

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Senin, 23 Nov 2020 22:31

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Senin, 23 Nov 2020 21:12

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Senin, 23 Nov 2020 20:29

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Senin, 23 Nov 2020 20:01

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Senin, 23 Nov 2020 19:05

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

Senin, 23 Nov 2020 18:56

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Senin, 23 Nov 2020 17:57

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Senin, 23 Nov 2020 17:42

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Senin, 23 Nov 2020 16:41

Rezim Teroris Assad Siksa Hingga Tewas 98 Orang di Daraa Suriah

Rezim Teroris Assad Siksa Hingga Tewas 98 Orang di Daraa Suriah

Senin, 23 Nov 2020 15:30

HOW DEMOCRACIES DIE

HOW DEMOCRACIES DIE

Senin, 23 Nov 2020 14:31

Menerima Bantuan Biaya Nikah dari Orang Tua yang Bekerja di Bank

Menerima Bantuan Biaya Nikah dari Orang Tua yang Bekerja di Bank

Senin, 23 Nov 2020 14:21

Erdogan: Turki Telah Deportasi Hampir 9000 Pejuang Asing

Erdogan: Turki Telah Deportasi Hampir 9000 Pejuang Asing

Senin, 23 Nov 2020 13:45

Sumedang Luncurkan Magrib Mengaji Online, Undang Aa Gym, Yusuf Mansur hingga Sandiaga Uno

Sumedang Luncurkan Magrib Mengaji Online, Undang Aa Gym, Yusuf Mansur hingga Sandiaga Uno

Senin, 23 Nov 2020 08:17

Wakaf Produktif : Panen Cabe Mingguan untuk Operasional Pesantren 2 tahun

Wakaf Produktif : Panen Cabe Mingguan untuk Operasional Pesantren 2 tahun

Senin, 23 Nov 2020 07:40

Sultra Gelar MTQ Virtual

Sultra Gelar MTQ Virtual

Ahad, 22 Nov 2020 23:54

Gubernur Sumsel: Manajemen Transparan Kunci Berkembangnya Masjid

Gubernur Sumsel: Manajemen Transparan Kunci Berkembangnya Masjid

Ahad, 22 Nov 2020 23:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X