Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.702 views

Penggantian Istilah Kafir, Mendangkalkan Akidah Islam

 

Oleh:

Winda Harwindani*

 

DALAM sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, akhir Februari lalu,  NU melontarkan gagasan agar non-Muslim, tidak lagi disebut kafir. Menurut mereka para kiai berpandangan bahwa penyebutan kafir dapat menyakiti para non Muslim di Indonesia, karena dianggap mengandung unsur kekerasan teologis. Oleh karena itu, para kiai menghormati untuk tidak menggunakan kata kafir tetapi muwathinun atau warga negara, dengan begitu status mereka setara dengan warga negara yang lain.

Gagasan tersebut mendapat dukungan yang nyata dari rezim penguasa. Melalui Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, menyatakan geram terhadap perilaku sebagian kelompok yang gemar mengkafirkan kelompok lainnya hanya karena berbeda keyakinan. Menurutnya, hal tersebut tidak pantas diributkan karena Indonesia bukanlah negara agama. Persatuan Gereja Indonesia (PGI), pun menyambut positif  dan beranggapan, penggunaan istilah kafir terhadap seseorang dapat menimbulkan diskriminatif dan stigmatisasi. Dukungan juga datang dari kalangan liberal seperti Said Agil Siradj, Ulil Absor Abdala serta pihak lainnya yang mempunyai andil besar dari lahirnya keputusan tersebut.

Namun kecaman pun tersebut terus bermunculan, bahkan dari tubuh NU sendiri, Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Zein Umar bin Smith, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Mustasyar PBNU karena beliau menilai ada hal-hal yang dilakukan kepengurusan PBNU  yang pada saat ini sudah  tidak sejalan lagi dengan aspirasi umat Islam. Demikian juga dengan tokoh-tokoh yang disebut dengan NU garis lurus, mereka dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya.

Padahal, istilah Muslim dan kafir sudah sejak awal digunakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya untuk membedakan kaum yang beriman dan yang ingkar. Seperti firman Allah SWT dalam Qur’an surah An-Nisaa ayat 136 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”

Selama berabad-abad, penggunaan kata kafir untuk orang di luar Islam tidak pernah menimbulkan masalah baik di kalangan kaum Muslimin sendiri ataupun di kalangan non Muslim. Begitu pun para ulama sejak dahulu sudah terbiasa menggunakan istilah kafir dalam kitab-kitabnya untuk menyebut non-Muslim, apalagi  ini terkait erat dengan persoalan fikih dengan segala implikasi hukumnya.

Maka, dalam negara khilafah ada istilah kafir harbi, kafir dzimmi, kafir musta’man. Kafir dzimmi misalnya, mereka adalah warga negara non Muslim dalam Daulah Islam yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Mereka tidak boleh dipaksa meninggalkan agamanya untuk masuk Islam. Dalilnya ada dalam surat Rasulullah SAW kepada penduduk Yaman.  “Siapa saja yang beragama Yahudi dan Nasrani, dia tidak boleh dipaksa meninggalkan agamanya, dan wajib atas dia untuk membayar zijyah” (HR. Abu Ubaid).

Begitu pun dalam masalah jaminan keamanan. Sepanjang sejarah Islam, orang-orang kafir menikmat rasa aman yang luar biasa. Bahkan hal ini terjadi hingga era kemunduran khilafah saat keagungan perlakuan khilafah terhadap orang-orang kafir tetap mengagumkan. Kita dapat lihat dari di dokumen-dokumen yang masih tersimpan rapi di museum Turki yang terkenal ‘Aya Sofia’. Di sana dipamerkan surat-surat khalifah dalam memberikan jamianan perlindungan dan kemakmuran kepada warganya maupun pada orang asing pencari suaka tanpa memandang agama.

Oleh karena itu, melarang penggunaan kata kafir untuk non-Muslim karena mengandung kekerasan teologis tentu tidak relevan dan tidak mendasar. Kalaupun saat ini banyak terjadi kekerasan baik kekerasan teologis, fisik maupun kekerasan psikis hal tersebut sebetulnya lebih banyak dirasakan justru oleh kaum Muslim. Umat Islam tarus dipojokkan dengan label teroris radikal, intoleran dan lain sebagainya hanya karena menolak dipimpin oleh pemimpin kafir. Atau pun karena ingin menerapkan syariat Islam secara kaffah atau juga karena anti terhadap neoliberialisme dan juga ketika para Muslimah menggunakan pakaian syar’i dan cadar. Dalam konteks global, kaum Muslim diperlakukan semena-mena oleh orang-orang kafir seperti yang terjadi di Uighur, Palestina, Kashmir dan lainnya.

Saat ini musuh-musuh Islam berusaha terus mencari argumentasi agama untuk membenarkan sistem sekuler yang berasal dari Barat. Tujuan mereka mengganti istilah kafir tidak lain untuk mendangkalkan akidah Islam dan menyuburkan konsep kufur. Selain itu mereka mencari celah untuk memberi legitimasi agama kepada kepemimpinan orang kafir di dalam politik dalam negeri untuk masa yang akan datang. Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan dari peristiwa gagalnya Ahok menjadi DKI-1 setelah masifnya seruan “Haram pemimpin kafir” mereka tidak ingin istilah kafir dipakai lagi dalam konteks politik Indonesia, sehingga dapat melenggangkan orang kafir untuk berkuasa di setiap level.

Maka, akhirnya dimunculkan istilah muwathinun yang sebenarnya tidak dikenal dalam khasanah fikih Islam, justru istilah ini muncul dari Barat yang berideologi sekuler. Kaum Muslimin tidak pernah mengenalnya kecuali menjelang keruntuhan Khilafah Utsmaniyah, ketika khilafah saat ini tidak ada, bukan berarti istilah kafir harbi, dzimmi ataupun musta’man tidak dipakai lagi. Istilah-istilah tersebut mirip dengan sebagian hukum Islam yang tidak diterapkan saat ini seperti hukum potong tangan bagi pencuri yang jelas ada dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 38. Sehingga yang harus dilakukan saat ini adalah memperjuangkan kembalinya Khilafah sebagai kewajiban syari’ah sehingga istilah tersebut dapat diamalkan lagi.Ibu rumah tangga tinggal di Depok, Jawa Barat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
KH Tengku Zulkarnain Sebut Abu Janda Hina KH Ma'ruf Amin

KH Tengku Zulkarnain Sebut Abu Janda Hina KH Ma'ruf Amin

Kamis, 17 Oct 2019 11:43

Registrasi Sertifikasi Halal Cara Manual, BPJPH Dinilai Mundur ke Belakang

Registrasi Sertifikasi Halal Cara Manual, BPJPH Dinilai Mundur ke Belakang

Kamis, 17 Oct 2019 09:17

UU Jaminan Produk Halal Diterapkan Hari Ini, Direktur LPPOM MUI: Buat Apa Kalau Belum Ada Sanksi?

UU Jaminan Produk Halal Diterapkan Hari Ini, Direktur LPPOM MUI: Buat Apa Kalau Belum Ada Sanksi?

Kamis, 17 Oct 2019 08:02

Ketua MUI Kabupaten Bogor Berharap SM Dijerat Pasal Penodaan Agama

Ketua MUI Kabupaten Bogor Berharap SM Dijerat Pasal Penodaan Agama

Kamis, 17 Oct 2019 06:10

Sudah 119 Kepala Daerah Terkena OTT KPK, Mendagri: Sudah Saya Ingatkan

Sudah 119 Kepala Daerah Terkena OTT KPK, Mendagri: Sudah Saya Ingatkan

Kamis, 17 Oct 2019 04:24

Saat Masalah Berakhir Bunuh Diri

Saat Masalah Berakhir Bunuh Diri

Kamis, 17 Oct 2019 02:34

BPJPH Belum Terakreditasi ESMA, Ekspor ke Timur Tengah Terancam Tertunda

BPJPH Belum Terakreditasi ESMA, Ekspor ke Timur Tengah Terancam Tertunda

Rabu, 16 Oct 2019 22:46

Anies Baswedan Dinilai Ubah Paradigma Pembangunan DKI Jakarta

Anies Baswedan Dinilai Ubah Paradigma Pembangunan DKI Jakarta

Rabu, 16 Oct 2019 20:59

Satu-satunya! Landmark Palestina dan Aqsa hadir di Bukit Swiss Bogor

Satu-satunya! Landmark Palestina dan Aqsa hadir di Bukit Swiss Bogor

Rabu, 16 Oct 2019 17:50

Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Rabu, 16 Oct 2019 17:40

Joe Biden Sebut NATO Akan 'Hilang' Jika Trump Terpilih Kembali Sebagai Presiden AS

Joe Biden Sebut NATO Akan 'Hilang' Jika Trump Terpilih Kembali Sebagai Presiden AS

Rabu, 16 Oct 2019 17:30

IPEMI Gelar Solusi Bisnis Tanpa Riba dan Raih Modal Rp. 29,5 Juta

IPEMI Gelar Solusi Bisnis Tanpa Riba dan Raih Modal Rp. 29,5 Juta

Rabu, 16 Oct 2019 17:13

Pemerintah Siap Selenggarakan Jaminan Produk Halal

Pemerintah Siap Selenggarakan Jaminan Produk Halal

Rabu, 16 Oct 2019 17:08

Menteri Pertahanan Qatar Bela Operasi Militer Turki Terhadap Teroris di Suriah Utara

Menteri Pertahanan Qatar Bela Operasi Militer Turki Terhadap Teroris di Suriah Utara

Rabu, 16 Oct 2019 16:30

Bahaya Disertasi Milku Al-Yamin Abdul Azis

Bahaya Disertasi Milku Al-Yamin Abdul Azis

Rabu, 16 Oct 2019 15:49

Anggota IS Asal Prancis Ungkap Bagaimana YPG Membebaskan Mereka dari Tahanan

Anggota IS Asal Prancis Ungkap Bagaimana YPG Membebaskan Mereka dari Tahanan

Rabu, 16 Oct 2019 14:35

BPJPH Diminta Tak Pandang MUI Sebelah Mata

BPJPH Diminta Tak Pandang MUI Sebelah Mata

Rabu, 16 Oct 2019 14:01

Aparat Diminta Tindak Tegas Pelaku Crosshijaber

Aparat Diminta Tindak Tegas Pelaku Crosshijaber

Rabu, 16 Oct 2019 13:37

MSF Tangguhkan Operasi di Timur Suriah Menyusul Pertempuran Antara Pasukan Turki dan SDF

MSF Tangguhkan Operasi di Timur Suriah Menyusul Pertempuran Antara Pasukan Turki dan SDF

Rabu, 16 Oct 2019 13:15

KH Aceng Zakaria: Ulama dan Sarjana Ibarat Garam Negara

KH Aceng Zakaria: Ulama dan Sarjana Ibarat Garam Negara

Rabu, 16 Oct 2019 12:48


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X