Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
89 views

Menteri Israel Ejek Tahanan Muslimah Palestina, Bangga Pangkas Fasilitas Penjara

Jakarta, (VOA-Islam.com) Sulit membayangkan seorang pejabat negara justru menjadikan penderitaan para tahanan sebagai bahan ejekan dan kebanggaan politik. Namun, itulah yang dilakukan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.

Pada Ahad (30/8/2026), Ben-Gvir mengunggah video kunjungannya ke Penjara Damon, Israel utara. Dalam video tersebut, ia terlihat berbicara dengan sejumlah tahanan perempuan Palestina yang mengeluhkan buruknya kondisi penjara.

Bukannya mendengarkan keluhan mereka, Ben-Gvir justru mengejek dan membanggakan kebijakan yang membuat kehidupan para tahanan semakin sulit.

Salah seorang tahanan mengeluhkan bahwa mereka sudah tiga hari tidak dapat mandi, tidak dapat mengganti pakaian dalam, kekurangan air dan kebutuhan pribadi, serta tidak mendapatkan perawatan medis yang memadai.

“Kami sudah tiga hari tidak mandi. Kami tidak mendapatkan perawatan medis dan pakaian kami tidak bersih,” ujar seorang tahanan dalam video tersebut.

Tahanan yang berbicara itu disebut sebagai Yasmine Shaaban, seorang perempuan Palestina yang sebelumnya pernah dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran tahanan, tetapi kemudian ditangkap kembali pasukan Israel pada Mei 2025.

Alih-alih berempati, Ben-Gvir justru membanggakannya

Respons Ben-Gvir terhadap keluhan tersebut sungguh menyakitkan.

Ia mengatakan kondisi nyaman di penjara telah berakhir dan menyatakan dirinya bertanggung jawab atas kebijakan tersebut. Ia bahkan membandingkan kondisi para tahanan Palestina dengan warga Israel yang pernah disandera di Gaza.

Ben-Gvir mengklaim para sandera Israel tidak mendapatkan sampo dan fasilitas seperti yang diterima para tahanan Palestina. Karena itu, menurutnya, kondisi para tahanan Palestina harus ditekan hingga “batas minimum”.

Dalam unggahannya di media sosial X, ia bahkan menyebut keluhan para tahanan sebagai “rengekan”.

Di sinilah wajah kebijakan yang tidak manusiawi itu terlihat.

Penderitaan seorang manusia tidak semestinya dijadikan alat untuk menunjukkan kekuasaan. Keluhan seorang perempuan tentang tidak bisa mandi selama tiga hari, tidak memiliki pakaian bersih, dan tidak memperoleh perawatan medis seharusnya memunculkan perhatian dan pertolongan—bukan cemoohan.

Lebih menyedihkan lagi, penderitaan itu justru dipertontonkan ke publik sebagai bahan propaganda politik.

Tahanan perempuan dijadikan tontonan politik

Komite Menentang Penyiksaan di Israel mengecam video tersebut. Mereka menilai tindakan Ben-Gvir telah merendahkan martabat dan privasi para tahanan serta menggunakan kelompok yang berada dalam posisi tidak berdaya untuk kepentingan politik. Organisasi itu juga mendesak agar video tersebut dihapus.

Klub Tahanan Palestina juga mengecam tindakan Ben-Gvir. Menurut mereka, masuk ke bagian tahanan perempuan, merekam mereka, kemudian menyebarkan rekaman tersebut merupakan serangan terhadap martabat manusia.

Komisi Urusan Tahanan Palestina menyebut kondisi di Penjara Damon semakin berat. Laporan terbaru mereka menyebut adanya kepadatan penghuni, kekurangan kebutuhan dasar, makanan berkualitas buruk, pengabaian medis, penggeledahan berulang, serta berbagai tindakan penghukuman.

Jika seorang pejabat justru menjadikan penderitaan tahanan sebagai materi propaganda, pertanyaan besarnya bukan lagi sekadar seberapa buruk kondisi penjara tersebut, tetapi seberapa jauh nilai kemanusiaan telah ditanggalkan demi politik dan kekuasaan?

Kebijakan keras yang terus dibanggakan

Sejak menjadi Menteri Keamanan Nasional Israel pada akhir 2022, Ben-Gvir memang berulang kali membanggakan kebijakan memperketat kondisi tahanan Palestina.

Pembatasan tersebut antara lain menyangkut makanan, air, waktu mandi, kunjungan keluarga, serta berbagai fasilitas bagi tahanan Palestina. Berbagai laporan juga menyoroti tuduhan kekerasan, pengabaian medis, isolasi dan kondisi penahanan yang semakin berat.

Pada awal Agustus 2026, Ben-Gvir bahkan mengunggah video lain yang memperlihatkan dirinya berhadapan dengan seorang tahanan perempuan Palestina. Ketika perempuan tersebut mengeluhkan makanan dan air, Ben-Gvir menjawab bahwa penjara bukanlah hotel.

Sebelumnya, pada Oktober 2025, ia juga pernah mengunggah video dirinya berada di dekat tahanan laki-laki Palestina yang dalam kondisi diborgol dan ditangani secara kasar oleh petugas.

Pada Mei 2026, Ben-Gvir kembali menuai kecaman setelah merekam dirinya mengejek aktivis armada bantuan Gaza yang ditahan aparat Israel di Pelabuhan Ashdod.

Bahkan buaya pun hendak dijadikan penjaga penjara

Kebijakan Ben-Gvir terhadap tahanan Palestina juga pernah memunculkan gagasan yang terdengar seperti adegan film.

Ia mendorong penggunaan buaya Nil untuk mengamankan Penjara Ketziot, tempat banyak tahanan Palestina ditahan. Pengadilan Distrik Yerusalem kemudian mengeluarkan perintah sementara yang melarang Israel menempatkan buaya di sekitar penjara tersebut.

Alih-alih mundur, Ben-Gvir justru menuding pengadilan berpihak kepada “teroris”.

Ketika penderitaan manusia menjadi kebanggaan

Perlakuan terhadap tahanan tetap memiliki batas kemanusiaan, sekalipun seseorang dituduh melakukan kejahatan.

Seorang tahanan tidak kehilangan martabat kemanusiaannya hanya karena berada di balik jeruji besi. Apalagi ketika yang dipertontonkan adalah perempuan-perempuan yang mengeluhkan kebutuhan dasar seperti air, kebersihan, pakaian dan pengobatan.

Kekejaman tidak menjadi benar hanya karena korbannya adalah warga Palestina.

Dan penderitaan manusia tidak boleh dijadikan perlombaan: siapa yang lebih menderita, siapa yang lebih kekurangan, atau siapa yang lebih pantas diperlakukan buruk.

Jika benar terdapat tahanan yang melakukan kejahatan, hukum seharusnya ditegakkan. Tetapi penghinaan, penyiksaan, pengabaian medis dan perampasan kebutuhan dasar bukanlah ukuran keadilan.

Justru ketika seseorang memiliki kekuasaan atas orang yang tidak berdaya, di situlah kemanusiaannya diuji.

Video Ben-Gvir memperlihatkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar seorang menteri yang mengejek tahanan: penderitaan manusia telah diperlakukan sebagai alat untuk menunjukkan kekuasaan dan memenangkan simpati politik.

Dan ketika seorang pejabat justru bangga karena berhasil membuat kehidupan tahanan semakin buruk, dunia patut bertanya: ke mana perginya rasa kemanusiaan?

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Islamic World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Nasib masjid di Kampung Cilumbu ini sungguh mengenaskan. Lima tahun mangkrak, kini nyaris tak berbentuk masjid, dipenuhi rumput liar, berlumut, dan menghitam terpapar panas dan hujan....

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Sahabat, Ulurtangan mari kirimkan dukungan terbaikmu untuk warga Palestina di Gaza demi menguatkan mereka menghadapi situasi mencekam ini. Mari dukung mereka dengan berdonasi dengan cara:...

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Saat ini, Ulurtangan bersama Yayasan An Najjahtul Islam Jonggol sedang merintis pembangunan Rumah Qur’an dan Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) An Najjah dan Gedung Majelis Taklim di Jonggol,...

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Mari bergabung dalam memperkuat jaringan kebaikan di pelosok negeri dengan Wakaf Al-Qur'an. Jangan ragu untuk menjadi bagian dari kebaikan ini. Abadikan harta dengan wakaf Al-Qur'an dan saksikan...

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Hidup Naura Salsabila dipenuhi dengan rintangan yang sangat berat. Meskipun baru berusia sepuluh bulan, bayi yang imut ini harus menghadapi penyakit yang dahsyat, yaitu tumor pembuluh darah berukuran...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X