Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.905 views

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Gerakan perlawanan Palestina Hamas pada hari Senin (15/8/2022) membantah melakukan negosiasi dengan Arab Saudi atas para tahanannya yang telah berada di penjara Saudi sejak 2019.

Pada hari Ahad, saluran televisi Libanon Al-Mayadeen melaporkan bahwa sumber-sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan gerakan itu telah menghubungi Arab Saudi untuk merundingkan pembebasan tahanan Palestina di penjara-penjara Saudi, tetapi "terkejut" oleh tuntutan Saudi untuk mengembalikan hubungan mereka dengan kelompok perlawanan itu, jika mereka menerima kondisi Kuartet PBB di Palestina.

Kuartet Internasional, yang meliputi Amerika Serikat, Uni Eropa, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Rusia, dibentuk pada 2002 untuk memastikan apa yang disebut "dimulainya kembali proses perdamaian antara Palestina dan Israel."

Berbicara kepada The New Arab, Hazem Qassem, juru bicara kelompok Islam, mengatakan bahwa "laporan itu dibuat-buat dan tidak berdasar."

"Hamas percaya bahwa ia mendapatkan kekuatannya dalam melawan pendudukan Israel dari kedalaman Arab dan Islam," tambahnya, lebih lanjut menunjukkan bahwa gerakannya membangun hubungannya dengan negara-negara Islam dan Arab berdasarkan rasa saling menghormati.

"Kami (Palestina) memiliki masalah utama kami membebaskan tanah kami dari pendudukan Israel dengan segala cara dalam upaya untuk mendirikan negara kami Palestina di tanah kami," katanya.

Juru bicara itu meminta pemerintah Al-Mayadeen "untuk melaporkan cerita secara akurat dan jujur ​​dan tidak bergantung pada sumber yang tidak dapat dipercaya yang bertujuan untuk mencemarkan nama baik perjuangan dan perlawanan Palestina, terutama gerakan Hamas".

Pada 2019, pihak berwenang Saudi menahan sekitar 68 warga Palestina dan Yordania yang tinggal di kerajaan itu, menuduh mereka memberikan dukungan kepada kelompok perlawanan Palestina Hamas, yang mengendalikan Jalur Gaza.

Di antara para tahanan adalah Mohammed Al-Khudari yang berusia 83 tahun, yang sebelumnya merupakan perwakilan Hamas untuk Arab Saudi.

Menderita kanker saat ditangkap, al-Khudari kehilangan kemampuan untuk menggerakkan tangan kanannya saat berada dalam tahanan karena perawatan kesehatan yang tidak memadai.

Pada bulan Desember, Arab Saudi mengurangi hukuman Al-Khudari dari 15 tahun menjadi tiga. Sementara itu, tahanan lain telah disiksa, menurut para aktivis.

Sejak itu, hubungan Saudi-Hamas memburuk ketika Rpenguasa de facto kerajaan Mohammed Bin Salman memberikan hadiahnya kepada mantan Presiden AS Donald Trump dengan menekan keberadaan kelompok Islam Palestina di Arab Saudi, sumber yang dekat dengan Hamas yang meminta anonimitas, mengatakan kepada The New Arab.

"Selama bertahun-tahun, puluhan pengusaha dan akademisi Palestina telah berkontribusi untuk mengembangkan situasi ekonomi keluarga mereka dengan mentransfer uang kepada mereka saat mereka bekerja di Arab Saudi," kata sumber itu.

"Semua warga Palestina yang berbasis di Arab Saudi mengikuti cara hukum untuk mentransfer uang ke keluarga mereka atau bahkan keluarga miskin di Gaza," tambah sumber itu. "Mengapa otoritas Saudi tidak mencegah mereka sebelum 2019?"

Sejak 2007, warga Gaza telah menderita dari blokade ketat Israel yang memperburuk situasi di daerah kantong pantai, yang menyebabkan penduduk setempat bergantung pada bantuan keuangan yang diberikan oleh lembaga internasional dan swasta.

Sekitar 83 persen penduduk Gaza hidup di bawah garis kemiskinan, sementara pendapatan harian rata-rata per kapita adalah US$2, menurut Komite Rakyat untuk Menghadapi Pengepungan di Gaza, yang dianggap sebagai yang terburuk di dunia.

Keluarga Mohammed al-Shafei yang berbasis di Gaza termasuk di antara ribuan keluarga yang menerima bantuan keuangan selama bertahun-tahun dari warga Palestina yang tinggal di luar negeri, yang membuat keluarganya tetap bertahan.

"Selama lebih dari sepuluh tahun, saya menerima sekitar 400 dolar AS setiap bulan dari seorang pengusaha Palestina di Arab Saudi (...), tetapi saya belum mendengar kabar darinya sejak 2019," kata pria berusia 54 tahun yang kakinya diamputasi tersebut kepada The New Arab.

"Berdasarkan bantuan keuangan yang saya terima, saya mampu membayar biaya delapan anggota keluarga saya," katanya. “Namun, sekarang saya menunggu bantuan yang diberikan oleh UNRWA.”

Orang yang diamputasi itu mengutuk keputusan Saudi untuk menahan orang-orang Palestina dengan dalih bahwa mereka mendukung Hamas, menekankan bahwa "tidak ada negara Arab yang peduli dengan orang-orang miskin di Gaza." (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
KLA (Kota Ramah Anak), Sekadar Predikat atau Solusi Tuntas?

KLA (Kota Ramah Anak), Sekadar Predikat atau Solusi Tuntas?

Ahad, 25 Sep 2022 16:31

1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

Ahad, 25 Sep 2022 14:15

Nabi Khong Zi dan Kyai Pewaris Nabi

Nabi Khong Zi dan Kyai Pewaris Nabi

Ahad, 25 Sep 2022 13:48

Batubara; Makmurkan Korporat, Melaratkan Rakyat

Batubara; Makmurkan Korporat, Melaratkan Rakyat

Ahad, 25 Sep 2022 11:13

Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Sabtu, 24 Sep 2022 23:29

KEPPRES Kontroversial Jokowi

KEPPRES Kontroversial Jokowi

Sabtu, 24 Sep 2022 21:39

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Sabtu, 24 Sep 2022 21:34

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Sabtu, 24 Sep 2022 21:25

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Sabtu, 24 Sep 2022 21:12

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Sabtu, 24 Sep 2022 21:05

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Sabtu, 24 Sep 2022 08:35

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Sabtu, 24 Sep 2022 05:27

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Jum'at, 23 Sep 2022 23:21

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Peringati Serangan 11 September, Al-Qaidah Sebut Aliansi Utara 'Cucu Abu Righal'

Jum'at, 23 Sep 2022 21:30

Menjadi Pemuda Istimewa

Menjadi Pemuda Istimewa

Jum'at, 23 Sep 2022 21:19

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Ribuan Warga Rusia Melarikan Diri Ke Luar Negeri Setelah Seruan Putin Untuk Perang Di Ukraina

Jum'at, 23 Sep 2022 20:55

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Saudi Minta Iran Berhenti Campuri Urusan Dalam Negeri Orang Lain

Jum'at, 23 Sep 2022 18:15

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Laporan BSR Temukan Facebook Langgar Hak Pengguna Palestina

Jum'at, 23 Sep 2022 17:32

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

MUI Jabar Sepakat: Ajaran Syiah Sesat

Jum'at, 23 Sep 2022 17:24

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

15 Faidah Dzikrullah dari Kitab ''Fiqh Doa dan Dzikir''

Jum'at, 23 Sep 2022 17:01


MUI

Must Read!
X

Jum'at, 23/09/2022 15:47

Benteng Itu akan Bobol Juga