Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.416 views

Jet Tempur Zionis Israel Bombardir Gaza Setelah Kesepakatan Normalisasi Dengan Bahrain

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Israel mengebom Jalur Gaza pada Rabu (16/9/2020) pagi, membayangi penandatanganan kesepakatan normalisasi dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain di Washington.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh para pejuang Palestina berusaha menghentikan kesepakatan damai, yang pertama bagi Israel dengan negara Arab sejak 1994.

Tetapi penguasa Gaza Hamas memperingatkan Israel bahwa mereka menghadapi eskalasi jika pemboman berlanjut hampir dua pekan setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir menghentikan baku tembak hampir setiap malam di seberang perbatasan hingga Agustus.

Penandatanganan dua perjanjian pada upacara Gedung Putih yang diselenggarakan oleh Presiden Donald Trump memicu unjuk rasa protes di seluruh wilayah Palestina.

Kesepakatan itu menghancurkan konsensus Arab selama puluhan tahun bahwa tidak akan ada normalisasi hubungan dengan Israel sampai negara itu berdamai dengan Palestina dan menimbulkan tuduhan "pengkhianatan" yang dilakukan negara-negara Teluk yang didukung Barat.

Setidaknya 15 roket diluncurkan dari Jalur Gaza antara pukul 8 malam waktu setempat hari Selasa dan Rabu pagi, sembilan di antaranya dicegat oleh pertahanan udara Israel, kata militer.

Satu menghantam kota pelabuhan selatan Ashdod, melukai sedikitnya dua orang, kata layanan darurat.

Militer Israel mengatakan jet tempur mereka menanggapi dengan serangan udara terhadap sasaran militer milik Hamas, yang menguasai Jalur Gaza.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung atas tembakan roket dari berbagai faksi Palestina yang beroperasi di Gaza.

Tapi Israel menyalahkan Hamas dan memperingatkan bahwa itu akan "menanggung konsekuensi aktivitas "teror" terhadap warga sipil Israel".

Tembakan roket terjadi ketika Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian membangun hubungan diplomatik dengan Israel dan ditujukan untuk menggagalkan kesepakatan, menurut Netanyahu.

"Mereka ingin mencegah perdamaian, mereka tidak akan melakukannya. Kami akan memukul semua orang yang mencoba menyakiti kami, dan kami akan mengulurkan tangan perdamaian kepada semua yang menjangkau kami untuk berdamai," kata perdana menteri dalam sebuah pernyataan.

Perjanjian penting tersebut memicu demonstrasi pada hari Selasa di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Mencengkeram bendera Palestina dan mengenakan masker wajah biru untuk perlindungan terhadap virus Corona, para demonstran berunjuk rasa di kota Nablus, Tepi Barat, dan Ramallah, Tepi Barat, rumah Otoritas Palestina.

Trump mengklaim perjanjian itu "akan berfungsi sebagai dasar untuk perdamaian komprehensif di seluruh kawasan."

"Setelah beberapa dekade perpecahan dan konflik, kami menandai awal Timur Tengah yang baru," klaimnya.

Berbicara kemudian kepada wartawan, dia mengatakan Israel akan membuat kesepakatan serupa dengan hingga sembilan negara lain, termasuk kekuatan regional Arab Saudi.

Presiden Palestina Mahmud Abbas memperingatkan bahwa kesepakatan itu "tidak akan mencapai perdamaian di kawasan itu" sampai AS dan Israel mengakui hak rakyatnya atas sebuah negara.

"Perdamaian, keamanan dan stabilitas tidak akan tercapai di kawasan itu sampai pendudukan Israel berakhir," katanya.

Abbas memperingatkan bahwa "upaya untuk melewati rakyat Palestina dan kepemimpinannya, yang diwakili oleh Organisasi Pembebasan Palestina, akan memiliki konsekuensi berbahaya".

Di Gaza, pengunjuk rasa menginjak-injak dan membakar plakat bergambar para pemimpin Israel, UEA, dan Bahrain.

Hamas telah bergabung dengan Otoritas Palestina dalam mengutuk kesepakatan UEA dan Bahrain, menyebutnya sebagai "pengkhianatan" atas perjuangan mereka.

Tembakan roket baru terjadi setelah pejuang Palestina meluncurkan roket dan balon yang dilengkapi dengan perangkat pembakar melintasi perbatasan sepanjang Agustus, menuai serangan udara Israel.

Akhir bulan lalu, kedua belah pihak bulan lalu memperbarui gencatan senjata yang ditengahi Mesir di mana Israel telah mengizinkan bantuan keuangan dari negara kaya gas Qatar untuk mengalir ke Gaza yang miskin, yang telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007. (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Senin, 21 Sep 2020 12:50

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Senin, 21 Sep 2020 11:59

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Ahad, 20 Sep 2020 22:22

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Ahad, 20 Sep 2020 21:53

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Ahad, 20 Sep 2020 21:25

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Ahad, 20 Sep 2020 21:20

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Ahad, 20 Sep 2020 21:05

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Ahad, 20 Sep 2020 18:30

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Ahad, 20 Sep 2020 17:45

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Ahad, 20 Sep 2020 06:52

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Ahad, 20 Sep 2020 06:22

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 23:59

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Sabtu, 19 Sep 2020 22:20

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Sabtu, 19 Sep 2020 22:10

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Sabtu, 19 Sep 2020 22:05

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Sabtu, 19 Sep 2020 22:00

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 21:50

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Sabtu, 19 Sep 2020 21:35

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Terulang Lagi Penganiayaan kepada Ulama, Brigade Persis Keluarkan 5 Intruksi

Sabtu, 19 Sep 2020 21:04

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Perkuat Tali Silaturahim, Brigade Persis Jabar Laksanakan Apel Pasukan

Sabtu, 19 Sep 2020 20:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X