Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.676 views

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

 

Oleh:

Asyari Usman || Wartawan Senior

 

KITA semua beduka. Sebanyak 127 orang meninggal dunia dalam kerusuhan usai pertandingan Arema Malang lawan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, 1 Oktober 2022 malam. Arema kalah 2-3 dari Persebaya.

Korban nyawa yang tidak perlu terjadi. Kerusuhan ini semata-mata disebabkan oleh para supporter hooliganis yang tidak siap menerima kekalahan klub mereka. Hampir pasti, inilah penyebab tunggal kerusuhan yang sangat memalukan itu.

Berbagai laporan dan rekaman video menunjukan sejumlah supporter Arema, yang dikenal dengan julukan Aremania, langsung melompat ke lapangan seusai pertandingan. Mereka mengejar para pemain Persebaya. Ini jelas memperlihatkan bahwa mereka tidak terima kekalahan.

Arogansi supporter Arema. Tidak ada lain. Aremania merasa Arema tidak boleh kalah. Dunia sepakbola, atau dunia olahraga pada umumnya, adalah ajang kontestasi yang tidak mungkin didominasi secara permanen. Rekor juara bisa saja dipegang bertahun-tahun, tetapi tidak mungkin melawan kodrat alami bahwa kehebatan akan berpindah ke individu atau tim lain.

Seperti disebut terdahulu, penyebab kerusuhan Kanjuruhan adalah sejumlah supporter yang tak rela menerima kekalahan. Bagaimana dengan penyebab kematian yang begitu banyak?

Aspek ini perlu didalami dengan serius. Besar kemungkinan tindakan pihak keamanan dalam mengendalikan kerusuhan itu menyebabkan banyak korban nyawa. Sejumlah pihak meyakini penggunaan gas air mata oleh Polisi menyebabkan situasi sangat kacau.

Bukti-bukti foto dan video menunjukkan gas air mata disemprotkan di dalam stadion. Tindakan ini memicu kepanikan. Kepanikan memicu “movement” (hamburan) orang yang tak beraturan. Pada gilirannya, “movement” yang kacau itu menyebabkan banyak orang yang terinjak-injak. Sebagian mereka diduga meninggal akibat terinjak-injak (stampede) itu.

Gas air mata membuat penonton pertandingan mengalami pedih mata dan sesak napas. Kondisi ini membuat hamburan mereka untuk menyelamatkan diri tak terkendali.

Di lain sisi, banyak penonton yang tidak sigap menyelamatkan diri. Khususnya mereka yang menonton bersama keluarga. Bahkan bersama anak yang masih kecil. Stadion Kanjuruhan disebut sebagai arena bagi keluarga untuk menikmati hiburan sepakbola.

Diperkirakan, keluarga-keluarga yang berada di stadion tidak mungkin melakukan gerak cepat. Ada laporan, suami-istri tewas terinjak-injak sementara anaknya yang masih kelas 5 SD selamat.

Penggunaan gas air mata sebetulnya dilarang oleh Asosiasi Federasi Sepaknola Internasional (FIFA). Juga penggunaan senjata api, tidak diperbolehkan.

Khairul Fahmi dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) meminta agar dilakukan investigasi penggunaan gas air mata.

"Perlu diinvestigasi seksama, dugaan bahwa aparat kepolisian mengabaikan ketentuan FIFA yang melarang penggunaan senjata api dan gas air mata. Apalagi penggunaan gas air mata untuk penghalauan saat itu kurang mempertimbangkan keadaan," ujar Fahmi kepada tvOne, hari ini (02/10/2022).

Seorang analis masalah keamanan, Dr Anton Permana Simioni, mengatakan Polisi yang bertugas di stadion tidak mengikuti prosedur operasi baku (SOP). “SOP yang salah itu mulai dari upaya cegah dini dan tangkal dini yang tidak berjalan,” kata Anton.

Menurut pakar masalah keamanan dan pertahanan ini, Polisi menyamaratakan supporter bola dengan pengunjuk rasa. “Akibat salah doktirn, salah SOP. Menggeneralisasikan pola ancaman dengan penindakan yang sama,” ujar Anton menambahkan.

Kalau dilihat pengalaman operasi kepolisian selama ini dalam menghadapi massa yang dianggap mengancam, memang wajar disimpulkan bahwa Polisi lebih suka menerapkan tindakan represif. Inilah yang terjadi dalam demo pasca Pilpers 2019, demo Omnibus Law, dan demo-demo yang terjadi sebelum dan sesudahnya.

Polisi kelihatannya menomorsatukan cara-cara keras dan berdarah-darah ketika mereka menghadapi rakyat. Ini harus diperbaiki.

Selain itu, untuk urusan sepakbola, edukasi kepada supporter perlu diperhatikan dengan serius. Mentalitas “tak boleh kalah” tidak boleh dibiarkan merasuki benak mereka.

Banyak pelajaran dari tragedi suram dan seram di stadion Kanjuruhan. Pelajaran untuk PSSI, pengurus klub sepakbola, kepolisian, dan juga penggemar. Semoga tidak terulang lagi.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Piala Dunia 2022: Bagaimana Penggemar Arab Mengatakan Kebenaran Kepada Israel Tentang Palestina

Piala Dunia 2022: Bagaimana Penggemar Arab Mengatakan Kebenaran Kepada Israel Tentang Palestina

Selasa, 06 Dec 2022 23:01

Otoritas Denmark Kirim Surat Ancaman Deportasi Paksa Kepada Anak-anak Pengungsi Suriah

Otoritas Denmark Kirim Surat Ancaman Deportasi Paksa Kepada Anak-anak Pengungsi Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 21:00

TIP Perbarui Fokus Jihad Anti-Cina, Serukan Pembebasan Tanah Air Dari 'Penjajah Tiongkok'

TIP Perbarui Fokus Jihad Anti-Cina, Serukan Pembebasan Tanah Air Dari 'Penjajah Tiongkok'

Selasa, 06 Dec 2022 20:45

Serangan Drone Tanpa Awak Kembali Targetkan Lapangan Udara Militer Rusia

Serangan Drone Tanpa Awak Kembali Targetkan Lapangan Udara Militer Rusia

Selasa, 06 Dec 2022 20:25

Konvoi Militer Turki Tabrak Hingga Tewas Seorang Wanita Dan Anak-anak Di Atareb Suriah

Konvoi Militer Turki Tabrak Hingga Tewas Seorang Wanita Dan Anak-anak Di Atareb Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 20:05

Krisis Air Parah Landa Kamp Pengungsi Palestina Di Pedesaan Damaskus Suriah

Krisis Air Parah Landa Kamp Pengungsi Palestina Di Pedesaan Damaskus Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 19:46

JATTI Gelar Silaturahim Tokoh, Ini yang Dibahas

JATTI Gelar Silaturahim Tokoh, Ini yang Dibahas

Senin, 05 Dec 2022 20:09

Piala Dunia di Qatar, Sinyal Kebangkitan Islam?

Piala Dunia di Qatar, Sinyal Kebangkitan Islam?

Senin, 05 Dec 2022 19:30

Marak Perundungan, Salah Asuh dalam Sistem Sekuler

Marak Perundungan, Salah Asuh dalam Sistem Sekuler

Senin, 05 Dec 2022 19:16

Pengadilan Israel Hukum Ringan Sekelompok Tentara Yang Merampok Dan Menyiksa Warga Palestina

Pengadilan Israel Hukum Ringan Sekelompok Tentara Yang Merampok Dan Menyiksa Warga Palestina

Senin, 05 Dec 2022 15:31

Gerombolan Bersenjata Serbu Masjid Di Nigeria, Bunuh 12 Orang Termasuk Imam

Gerombolan Bersenjata Serbu Masjid Di Nigeria, Bunuh 12 Orang Termasuk Imam

Senin, 05 Dec 2022 14:05

Survey: Hanya 25 Persen Orang Rusia Yang Mendukung Perang Ukraina Berlanjut

Survey: Hanya 25 Persen Orang Rusia Yang Mendukung Perang Ukraina Berlanjut

Senin, 05 Dec 2022 12:35

Pengunjuk Rasa Anti-Iran Bocorkan Infromasi Pribadi Anggota IRGC Dan Milisi Basij Di Dark Web

Pengunjuk Rasa Anti-Iran Bocorkan Infromasi Pribadi Anggota IRGC Dan Milisi Basij Di Dark Web

Senin, 05 Dec 2022 10:05

Perbedaan Pendapat Menjawab ''Ash-Sholatu Khairum Minan Naum''

Perbedaan Pendapat Menjawab ''Ash-Sholatu Khairum Minan Naum''

Senin, 05 Dec 2022 05:45

Kelompok Pejuang Rohingya ARSA Bantah Terlibat Pembunuhan Intelijen Bangladesh

Kelompok Pejuang Rohingya ARSA Bantah Terlibat Pembunuhan Intelijen Bangladesh

Ahad, 04 Dec 2022 20:45

Angkatan Laut AS Cegat Kapal Yang Akan Menyeludupkan Amunisi Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi

Angkatan Laut AS Cegat Kapal Yang Akan Menyeludupkan Amunisi Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 04 Dec 2022 19:55

Piala Dunia FIFA 2022 Qatar Catat Kehadiran Penonton Tertinggi Dalam Sejarah Turnamen

Piala Dunia FIFA 2022 Qatar Catat Kehadiran Penonton Tertinggi Dalam Sejarah Turnamen

Ahad, 04 Dec 2022 17:07


MUI

Must Read!
X