Rabu, 22 Muharram 1448 H / 8 Juli 2026 08:06 wib
103 views
Perjuangan Seorang Wanita Mencari Jodoh: Ikhtiar dengan Shalawatdan Doa
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.
Banyak wanita yang menyimpan harapan agar dipertemukan dengan pasangan yang baik. Tidak sedikit pula yang telah memiliki seseorang di hati, lalu memohon kepada Allah agar orang tersebut diberi hidayah dan, jika memang terbaik, dipersatukan dengannya dalam ikatan pernikahan. Namun, bagaimana pandangan Islam ketika hati mulai bergantung kepada satu sosok tertentu?
Ketika Hati Memiliki Harapan
Seorang wanita mengisahkan bahwa ia mencintai seseorang yang masih melakukan dosa-dosa besar, meskipun orang tersebut tetap menjaga salatnya. Karena itu, ia terus berdoa agar Allah memberikan hidayah kepadanya, memperbaiki akhlaknya, dan melembutkan hatinya. Ia meyakini bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati dan Maha Mengubah segala keadaan.
Di satu sisi, ia memiliki keyakinan yang kuat bahwa doa mampu mengubah keadaan. Namun di sisi lain, ia merasa takut jika hatinya terlalu bergantung kepada seseorang yang ternyata bukan jodohnya. Ia pun bertanya, apakah ia sebaiknya tetap berdoa untuk orang tersebut, atau cukup memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan niat menyerahkan semuanya kepada Allah agar tidak semakin terikat secara emosional? Ia juga ingin mengetahui apakah doa dapat mengubah takdir hingga Allah menjadikan orang tersebut sebagai jodohnya.
Jangan Menggantungkan Hati kepada Manusia
Jawaban yang diberikan situs tanya jawab keislaman “Islamweb,net” menekankan bahwa bukanlah sikap yang bijaksana apabila seorang Muslim menggantungkan hati kepada satu orang hanya karena rasa cinta, kekaguman, atau harapan bahwa suatu hari nanti orang tersebut akan berubah menjadi lebih baik.
Hati manusia sering kali tertarik kepada sesuatu yang disukainya, tetapi apa yang disukai belum tentu merupakan yang terbaik menurut Allah. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 216:
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."
Ayat ini mengajarkan bahwa ilmu Allah jauh melampaui pengetahuan manusia. Karena itu, seorang hamba hendaknya menyerahkan urusannya kepada Allah, bukan memaksakan kehendak agar kebaikan hanya datang melalui satu orang tertentu.
Doa yang Lebih Dianjurkan
Islam tidak melarang seseorang berdoa memohon jodoh. Bahkan doa merupakan bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Namun, yang lebih utama adalah memohon kepada Allah agar dikaruniai pasangan shaleh, yang mampu menenangkan hati, membawa kebahagiaan, dan menjadi pendamping terbaik menurut pilihan Allah, tanpa harus membatasi permohonan hanya kepada satu nama tertentu.
Cara ini membantu menjaga hati agar tidak semakin terikat kepada seseorang yang belum tentu menjadi takdirnya. Bisa jadi Allah telah menyiapkan pasangan lain yang jauh lebih baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
Memperbanyak Shalawat kepada Nabi ﷺ
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Selawat membantu mengarahkan hati kepada Allah dan membuka pintu-pintu doa yang membawa kebaikan.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang banyaknya shlawat yang ia baca. Setelah Ubay menyatakan keinginannya menjadikan seluruh doanya berupa selawat, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذًا تُكْفَىٰ هَمَّكَ، وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ
"Jika demikian, segala kegelisahanmu akan dicukupkan dan dosa-dosamu akan diampuni."
Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan memperbanyak selawat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Teruslah Berdoa, tetapi Bertawakallah
Seorang Muslim diperintahkan untuk terus berdoa dan memohon kepada Allah dalam seluruh urusannya. Adapun terkabul atau tidaknya suatu doa merupakan hak Allah semata. Dialah Yang Maha Mengetahui apa yang paling baik bagi hamba-Nya.
Karena itu, jangan berhenti berdoa. Tetaplah memohon dengan penuh harapan, namun iringi doa tersebut dengan kerelaan menerima keputusan Allah, apa pun hasilnya. Tawakal bukan berarti berhenti berharap, melainkan percaya bahwa pilihan Allah selalu lebih baik daripada pilihan diri sendiri.
Di antara doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ bagi orang yang sedang dilanda kesulitan adalah:
للَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلَا تَكِلْنِي إِلَىٰ نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ
"Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan. Maka janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri walaupun sekejap mata. Perbaikilah seluruh urusanku. Tiada tuhan selain Engkau."
Penutup
Mencari jodoh adalah bagian dari ikhtiar seorang Muslim. Berdoa agar Allah memberikan hidayah kepada seseorang juga merupakan doa yang baik. Namun, hati hendaknya tetap bergantung kepada Allah, bukan kepada manusia. Memohon pasangan yang terbaik menurut pilihan Allah, memperbanyak selawat, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada-Nya merupakan bentuk tawakal yang diajarkan dalam Islam.
Dengan demikian, seorang wanita tetap boleh berharap dan berdoa, tetapi hendaknya ia tidak mengikat seluruh kebahagiaannya kepada satu sosok tertentu. Sebab, Allah Maha Mengetahui siapa yang benar-benar menjadi kebaikan bagi hamba-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!