Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.155 views

Tren Bullying Meningkat, Generasi Sekarat

 

Oleh:

Djumriah Lina Johan

Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial Ekonomi Islam

 

KOMISIONER Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra mengatakan sepanjang 2011 hingga 2019, KPAI mencatat 37.381 pengaduan mengenai anak. Terkait dengan kasus perundungan, baik di media sosial maupun di dunia pendidikan, laporannya mencapai 2.473 laporan. Jasra meyakini pengaduan anak kepada KPAI tersebut bagaikan fenomena gunung es. Artinya, masih sedikit yang terlihat di permukaan karena dilaporkan, sementara di bawahnya masih tersimpan kasus-kasus lain yang besar namun tidak dilaporkan. “Trennya terus meningkat,” kata Jasra, Ahad (9/2).

Menurut dia, pemicu anak melakukan perundungan sangat banyak. Kontrol sosial masyarakat yang berubah lebih agresif dan cepat sangat mudah ditiru oleh anak, begitupun tindakan represif yang berulang-ulang. Kondisi-kondisi yang mengganggu anak tersebut tidak banyak penyaringnya. “Seperti tontonan kekerasan, dampak negatif gawai, penghakiman media sosial. Itu kisah yang berulang, karena bisa diputar balik kapan saja oleh anak, tidak ada batasan untuk anak mengkonsumsinya kembali,” kata Jasra. (Republika.co.id, Senin, 10/2/2020)

Tindakan bullying sesungguhnya dapat terjadi baik secara fisik, psikis, verbal, serta yang teranyar cyber. Bullying dengan kekerasan fisik dapat berupa tindakan menendang, memukul, serta merusak hal-hal yang dimiliki korban. Bullying secara psikis dapat berupa intimidasi, penghancuran citra, serta ancaman. Bullying secara verbal berupa kata-kata atau ucapan dalam bentuk panggilan nama dan komentar seksual tak pantas yang keluar dari mulut pelaku bullying.

Sedang bullying cyber berupa bullying yang dilakukan melalui media elektronik atau online seperti handphone, komputer, internet, website, e-mail, SMS, dan lain-lain. Contohnya yaitu dengan mengirimkan tulisan, gambar atau video yang bertujuan untuk mengintimidasi, menakuti, dan menyakiti korban.

Menelisik meningkatnya tren bullying (perundungan) yang terjadi di kalangan pelajar, yang sebenarnya sudah naik peringkat menjadi kriminalitas remaja. Mulai dari siswa yang jarinya harus diamputasi, siswa yang ditemukan meninggal di gorong-gorong sekolah, serta siswa yang ditendang lalu meninggal, menunjukkan kegagalan Pemerintah dalam mengatasi problem generasi.

KPAI memang sudah melakukan rangkaian acara kampanye stop bullying ke sekolah-sekolah serta pemilihan duta stop bullying pada roadshow yang digelar KPAI di 13 kota di seluruh Indonesia pada Juli tahun 2018 lalu. Namun sayangnya, kampanye ini seolah menemui jalan buntu. Sebab, kehidupan remaja yang saat ini cenderung permisif justru kian brutal dan beringas.

Peningkatan prestasi akademik siswa di sekolah pun tidak mampu menjadi jaminan kemampuan mereka mengatasi masalah pribadi dan berinteraksi dengan lingkungan. Hal ini tak lain dan tak bukan karena efek dari penerapan sistem sekuler liberal. Sistem sesat dan menyesatkan ini memahami benar bahwa karakteristik remaja yang cenderung labil, menjadikan mereka mudah untuk bertindak tanpa pertimbangan.

Sehingga ketika mereka disuguhi berbagai informasi dan tontonan tak mendidik serta jauh dari adab justru keinginan mencontohlah yang timbul. Media yang diharapkan mampu melakukan edukasi terhadap remaja pun, malah begitu massif mengaruskan gaya hidup hedonis liberalis.

Lekatnya remaja dengan dunia maya, ternyata melahirkan titik lemah bagi para generasi. Kemudahan mereka mengakses informasi bertemu dengan kapitalis media yang hanya mengejar keuntungan. Hal ini telah berkontribusi membentuk karakter generasi brutal, sarkastis, serta mati rasa kemanusiaan.

Islam memandang generasi sebagai aset negara yang wajib diurusi dan dilindungi. Bahkan Allah pun menegaskannya di dalam QS. Ali ‘Imran ayat 110, “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.”

Sehingga Islam memiliki pengaturan yang komprehensif dalam mengurusi dan melindungi generasi dari kerusakan dan menjadikan mereka generasi emas. Pertama, keluarga berkewajiban mendidik anak-anaknya agar memiliki keimanan yang kuat dan kokoh. Keimanan ini yang akan menjadi benteng utama ketika datang godaan untuk bermaksiat.

Selain itu, anak didik dengan pemahaman Islam mengenai bullying. Rasulullah saw bersabda, “Abu Musa radhiyallahu’anhuma berkata, “Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya.’” (HR. Bukhari)

Sehingga anak paham sebagai seorang muslim tidak layak disebut muslim sejati kalau masih sering menjadikan saudara muslim yang lain celaka akibat keburukan lisan dan tangan. Bukan pula muslim yang baik jika ia tidak mau menyelamatkan muslim yang lain dengan kebaikan lisan dan tangannya yang menimpa mereka.

Dalam Islam, bullying sangat dilarang karena sangat merugikan orang lain. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hujurat ayat 11, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula suka sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang zalim”.

“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, Maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang ada pada dirinya. Biarkanlah dia, akibat buruknya akan menimpa dirinya dan pahalanya untuk dirimu. Dan jangan sekali-kali mencela seorang pun.” (HR. Abu Daud at Thayalisi, Ash Shahihah 770)

Dengan demikian, selain memiliki keimanan yang kokoh dibarengi pemahaman Islam yang kuat mengenai hukum bullying akan menjadi benteng bagi diri anak-anak keluarga muslim agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan yang dimurkai Allah SWT.

Kedua, masyarakat berkewajiban melakukan amar makruf nahi mungkar. Masyarakat memandang bahwa generasi bukan hanya anak orang tuanya tetapi anak mereka juga yang wajib dijaga dan dilindungi. Ketika remaja melakukan kemaksiatan, maka individu-individu di masyarakat mengingatkan dan menasehati. Apabila tidak diindahkan, maka masyarakat akan melaporkan kepada pihak yang berwajib agar dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketiga, negara berkewajiban mengurusi dan melindungi remaja dari kerusakan. Negara wajib memastikan setiap keluarga yaitu suami dan istri, memahami peran, hak, dan kewajibannya masing-masing. Istri sebagai ibu, pendidik pertama dan utama bagi anaknya dan sebagai pengatur rumah tangga. Suami sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah bagi keluarganya. Sehingga kasih sayang dan pendidikan dapat tercurah kepada anak secara sempurna.

Negara menerapkan kurikulum yang berasaskan akidah Islam. Materi yang diajarkan mulai dari penguatan dari aspek keimanan, penjelasan sistem pergaulan Islam yang berisi menundukkan pandangan, menutup aurat, larangan khalwat dan ikhtilat, serta adab, akhlak, maupun hukum-hukum syara’ yang lain.

Negara wajib mengontrol konten tayangan yang ada di sosial media, internet, buku, majalah, tabloid, koran, komik, novel, film, drama, sinetron, iklan, dan lain sebagainya dari tayangan-tayangan berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan baik fisik, psikis, verbal dan cyber. Negara menjaga generasi dari paparan dan memberantas peredaran narkoba serta minuman beralkohol.

Terakhir, adanya sistem sanksi bagi anak-anak yang terbukti melakukan kemaksiatan. Ketika semua hal tersebut di atas diterapkan maka zero kenakalan remaja  termasuk bullying bisa diwujudkan. Namun, sekali lagi itu semua hanya bisa dilaksanakan secara menyeluruh apabila Islam dijadikan asas dalam kehidupan bernegara. Wallahu a’lam bish shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Ahok Rebranding

Ahok Rebranding

Selasa, 18 Feb 2020 01:57

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Selasa, 18 Feb 2020 00:56

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Senin, 17 Feb 2020 23:49

Hape-krasi

Hape-krasi

Senin, 17 Feb 2020 22:27

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

Senin, 17 Feb 2020 22:23

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Senin, 17 Feb 2020 22:08

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

Senin, 17 Feb 2020 22:03

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Senin, 17 Feb 2020 21:15

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Senin, 17 Feb 2020 21:01

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Senin, 17 Feb 2020 20:58

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Senin, 17 Feb 2020 20:15

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Senin, 17 Feb 2020 20:06

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

Senin, 17 Feb 2020 20:00

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X