Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.229 views

Agama Bukan Musuh Pancasila

 

Oleh:

Yons Achmad, Kolumnis

 

DI MEDIA (Detik/12/2/20), Kepala BPIP, Yudian Wahyudi menyebut agama jadi musuh terbesar Pancasila. Sungguh pernyataan yang kontroversial. Tapi, kalau kita baca dengan jernih, dia sebenarnya ingin mengatakan Islam sebagai musuh terbesar Pancasila. Arahnya jelas, disebut ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Pembuat Ijma ulama untuk menentukan calon wakil presiden tahun lalu adalah contoh yang dilontarkannya. Jelas, pernyataan serampangan demikian sangat disayangkan dari seorang “Kepala Pancasila”. Begitu juga, alih-alih mempersatukan, justru membuat kegaduhan.

Tapi, di era pemerintahan Jokowi ini, umat Islam sepertinya sudah terbiasa mendengar komentar-komentar pejabat semacam itu. Sudah terlalu sering narasi Islam dibenturkan dengan narasi Pancasila. Padahal, keduanya selaras. Bahkan, kalau boleh jujur perspektif apa yang paling memungkinkan ketika Pancasila ingin ditafsirkan? Ya Islam. Kenapa? Karena sebenarnya Pancasila itu inspirasi terbesarnya adalah dari Islam.

Bagaimana mungkin dalam hal ini agama dikesampingkan, bagaimana mungkin Islam bakal disingkirkan? Jadi, akrobat konyol dan menggelikan demikian tak pantas dipertontonkan oleh pejabat negara. Alih-alih menyalahkan agama, dalam hal ini Islam sekaligus kelompok Islam, sebenarnya, justru yang perlu dilakukan adalah bagaimana Pancasila ditafsirkan dan dijalankan oleh penyelenggara negara.

Dengan keteladanan yang baik, saya kira ini usaha yang urgen untuk dilakukan. Kenapa hal ini perlu dilakukan? Karena Era sekarang, Pancasila sekadar “Lip Service” semata. Menjadi Pancasilais direduksi sekadar mengatakan “Pancasila Harga Mati”. Implementasinya? Nol.

Jauh hari, Prof. Kuntowijoyo (almarhum), salah satu pemikir Islam, aktivis Muhammadiyah, memberikan “wejangan” bagaimana mengukur implementasi Pancasila. Apakah sudah berjalan dan dilaksanakan dengan baik atau belum. Setidaknya, ada tiga kriteria bagaimana Pancasila benar-benar diimplementasikan. Diantaranya adalah konsistensi, koherensi dan korespondensi.

Jeffrrie Geovani (2013) dalam buku “Civil Religion” memberikan penjelasan yang cukup baik. Konsistensi, berasal dari bahasa Latin “Consistere” berarti “Sesuai, “Harmoni,” atau “Hubungan Logis”. Sila-sila dalam Pancasila harus mempunyai hubungan terpadu dengan semua dokumen konstitusi seperti UUD 1945, Tap MPR, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah (baik pusat maupun daerah) dan titah para pejabat.

Koherensi, berasal dari bahasa Latin “Cohaerere” berarti “lekat satu dengan lainnya”. Antara sila satu dengan yang lainnya harus terkait, tidak boleh terlepas. Menerapkan sila Ketuhanan misalnya, harus lekat dengan sila Kemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan dan Keadilan. Sedangkan, Korespondensi yang berasal dari bahsa Latin “Co” yang artinya “Bersama” dan “respondere” yang berarti “Menjawab”. Korespondensi berarti kesamaan antara teori dan praktik, antara yang diucapkan dengan yang diterapkan.

Kalau melihat parameter itu, sungguh sangat gamblang. Daripada sekadar menyalahkan agama dan beragam cara orang menafsirkan agama, maka lebih baik adalah mendorong para pejabat, khususnya pemimpin negeri ini, apakah sudah melaksanakan Pancasila dengan baik atau belum? Mulai dari Presiden Jokowi, apakah sudah konsisten menjalankan Pancasila, apakah sudah ada koherensi, apakah sudah ada kesamaan antara apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan? Ini lebih prioritas Pak “Kepala Pancasila”. Bukan malah menuduh agama (Islam) sebagai musuh Pancasila. Kalau sekadar pernyataan demikian, sekelas Abu Janda dan Denny Siregar juga bisa.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Ahok Rebranding

Ahok Rebranding

Selasa, 18 Feb 2020 01:57

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Selasa, 18 Feb 2020 00:56

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Senin, 17 Feb 2020 23:49

Hape-krasi

Hape-krasi

Senin, 17 Feb 2020 22:27

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

Senin, 17 Feb 2020 22:23

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Senin, 17 Feb 2020 22:08

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

Senin, 17 Feb 2020 22:03

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Senin, 17 Feb 2020 21:15

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Senin, 17 Feb 2020 21:01

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Senin, 17 Feb 2020 20:58

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Senin, 17 Feb 2020 20:15

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Senin, 17 Feb 2020 20:06

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

Senin, 17 Feb 2020 20:00

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X