Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.097 views

Virus Corona: Jangan Sampai Imun Terhadap Beritanya

 

Oleh:

Asyari Usman, Wartawan senior

 

LAMA-LAMA, orang bisa kebal (imun) dengan berita penyebaran virus Corona. Karena saking panjangnya rentang waktu wabah ini. Semoga kita semua tidak abai atau lengah. Sebab, virus itu sangat berbahaya. Belum ada obatnya meskipun para ahli kedokteran berlomba cepat untuk keluar sebagai penemu pertama. Kemudian menjadi duit besar.

Jangan sampai Anda imun (kebal) terhadap berita Corona. Jangan apatis dan tak peduli lagi. Kemudian mengendurkan semangat Anda untuk mendesak para penguasa negeri agar serius menghadapi virus ganas itu.

Ingat. Per sore kemarin (09/02/2020), sudah 908 orang yang meninggal dunia di seluruh dunia. Sebagian besar memang di China daratan, khususnya di Wuhan. Tetapi, korban meninggal sudah ada di luar Tiongkok. Jumlah korban jiwa Corona sudah melampaui korban jiwa virus SAR 2003 yang jumlahnya 774 orang.

Tujuh hari lalu (03/02/2020), update korban meninggal Corona hanya 362 orang. Sekarang bertambah 546, dalam seminggu saja. Angka 362 itu adalah kematian yang berlangsung dalam rentang 34 hari sejak virus Corona terdeteksi pertama kali di Wuhan pada 31 Desember 2019.

Dan, yang lebih mencemaskan, jumlah yang tertular mencapai 40,171 orang. Tujuh hari lalu, yang tertular masih 17,387. Bertambah 22,784. Artinya, multiplikasi peyebaran menjadi berlipat-lipat. Dan sangat valid kalau Anda menduga jumlah yang tertular bisa jadi lebih besar dari rilis resmi penguasa.

Sudahkan bisa dikatakan wabah Corona mencapai puncaknya? Wallahu a’lam. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus saja mengeluarkan peringatan agar semua orang, semua negara, meningkatkan kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan.

Yang bisa berbahaya adalah perubahan persepsi dan sikap. Kalau berita penyebaran Corona mulai dinggap “biasa” saja, antara lain karena bosan atau tidak menarik lagi, maka persepsi orang tentang bahaya virus ganas tsb bisa berubah. Jika persepsi berubah, sikap pun bisa ikut berubah. Kewaspadaan menjadi luntur.

Bagaimana dengan kewaspadaan Indonesia?

Otoritas kesehatan Indonesia seharusnya menjadi ‘leader’ (panutan) dalam hal pembentukan persepsi, sikap, dan tindakan terkait penyebaran virus Corona yang disebut juga 2019-nCoV. Rakyat selayaknya mempercayai Kementerian Kesehatan dan para pejabat kuncinya.

Tetapi, koneksi langsung antara masyarakat dengan berita-berita atau analisis tentang Corona bisa menghasilkan dualisme panutan itu. Ini sudah terbukti pada hari-hari pertama penyebaran Corona. Rakyat, khususnya warga pengguna internet (netizen), sempat mengkritik keras tindakan pemerintah. Para netizen mendapatkan informasi di Internet tentang penularan dan mutasi cepat virus Corona. Mereka lebih percaya pada sumber non-pemerintah. Tentu ini sangat tidak baik.

Jadi, ada dua panutan dalam hal Corona. Pertama, pemerintah (kemenkes dan semua otoritas kesehatan). Kedua, berita-berita tentang Corona yang didapat dari sumber yang valid di Internet.

Berita tentang reaksi gencar dan tak main-main di negara-negara lain boleh jadi akan menumbuhkan anggapan bahwa pemerintah Indonesia cenderung lambat atau terlalu santai. Pemerintah bisa dianggap tidak kredibel.

Sangat bersyukur masih belum ada orang yang positif terkena Corona di sini. Ada ahli biologi UI yang mengatakan bahwa suhu panas di Indonesia kemungkinan menjadi penyebab virus Corona tidak mudah menyebar.

Kalau memang iya, beruntunglah para penguasa. Temperatur panas cukup membantu. Tetapi, teori suhu panas ini tentu tidak wajar untuk diandalkan sebagai benteng.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Ahok Rebranding

Ahok Rebranding

Selasa, 18 Feb 2020 01:57

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Inilah Isu-isu Penting yang Akan Dibahas di Munas Tarjih ke-31

Selasa, 18 Feb 2020 00:56

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Mantap! Kampus Muhammadiyah Luncurkan Digital Forensik Pertama di Indonesia

Senin, 17 Feb 2020 23:49

Hape-krasi

Hape-krasi

Senin, 17 Feb 2020 22:27

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

MAN 2 Kota Malang Juara Olimpiade Fisika Eureka ITB tingkat Nasio

Senin, 17 Feb 2020 22:23

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Saat Syaikh Reda dari Gaza Palestina Ungkap Kekejaman Zionis Israel

Senin, 17 Feb 2020 22:08

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

IPPi Masa Jihad 2020-2022 Ingin Wujudkan Kader Militan yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah

Senin, 17 Feb 2020 22:03

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Realisasi Kerukunan Beragama dalam Sistem Demokrasi, Berhasilkah?

Senin, 17 Feb 2020 21:15

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Legislator PKS: Ekonomi Stagnan 5,02 Persen, Waspadai Ketergantungan dengan China

Senin, 17 Feb 2020 21:01

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Februari Bulan Cinta, atau Kebebasan Seks atas Nama Kasih Sayang?

Senin, 17 Feb 2020 20:58

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Senin, 17 Feb 2020 20:15

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Senin, 17 Feb 2020 20:06

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

Senin, 17 Feb 2020 20:00

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Sabtu, 15/02/2020 10:57

Salah Kaprah Valentine’s Day