Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.733 views

Virus Corona: Jangan Sampai Imun Terhadap Beritanya

 

Oleh:

Asyari Usman, Wartawan senior

 

LAMA-LAMA, orang bisa kebal (imun) dengan berita penyebaran virus Corona. Karena saking panjangnya rentang waktu wabah ini. Semoga kita semua tidak abai atau lengah. Sebab, virus itu sangat berbahaya. Belum ada obatnya meskipun para ahli kedokteran berlomba cepat untuk keluar sebagai penemu pertama. Kemudian menjadi duit besar.

Jangan sampai Anda imun (kebal) terhadap berita Corona. Jangan apatis dan tak peduli lagi. Kemudian mengendurkan semangat Anda untuk mendesak para penguasa negeri agar serius menghadapi virus ganas itu.

Ingat. Per sore kemarin (09/02/2020), sudah 908 orang yang meninggal dunia di seluruh dunia. Sebagian besar memang di China daratan, khususnya di Wuhan. Tetapi, korban meninggal sudah ada di luar Tiongkok. Jumlah korban jiwa Corona sudah melampaui korban jiwa virus SAR 2003 yang jumlahnya 774 orang.

Tujuh hari lalu (03/02/2020), update korban meninggal Corona hanya 362 orang. Sekarang bertambah 546, dalam seminggu saja. Angka 362 itu adalah kematian yang berlangsung dalam rentang 34 hari sejak virus Corona terdeteksi pertama kali di Wuhan pada 31 Desember 2019.

Dan, yang lebih mencemaskan, jumlah yang tertular mencapai 40,171 orang. Tujuh hari lalu, yang tertular masih 17,387. Bertambah 22,784. Artinya, multiplikasi peyebaran menjadi berlipat-lipat. Dan sangat valid kalau Anda menduga jumlah yang tertular bisa jadi lebih besar dari rilis resmi penguasa.

Sudahkan bisa dikatakan wabah Corona mencapai puncaknya? Wallahu a’lam. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus saja mengeluarkan peringatan agar semua orang, semua negara, meningkatkan kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan.

Yang bisa berbahaya adalah perubahan persepsi dan sikap. Kalau berita penyebaran Corona mulai dinggap “biasa” saja, antara lain karena bosan atau tidak menarik lagi, maka persepsi orang tentang bahaya virus ganas tsb bisa berubah. Jika persepsi berubah, sikap pun bisa ikut berubah. Kewaspadaan menjadi luntur.

Bagaimana dengan kewaspadaan Indonesia?

Otoritas kesehatan Indonesia seharusnya menjadi ‘leader’ (panutan) dalam hal pembentukan persepsi, sikap, dan tindakan terkait penyebaran virus Corona yang disebut juga 2019-nCoV. Rakyat selayaknya mempercayai Kementerian Kesehatan dan para pejabat kuncinya.

Tetapi, koneksi langsung antara masyarakat dengan berita-berita atau analisis tentang Corona bisa menghasilkan dualisme panutan itu. Ini sudah terbukti pada hari-hari pertama penyebaran Corona. Rakyat, khususnya warga pengguna internet (netizen), sempat mengkritik keras tindakan pemerintah. Para netizen mendapatkan informasi di Internet tentang penularan dan mutasi cepat virus Corona. Mereka lebih percaya pada sumber non-pemerintah. Tentu ini sangat tidak baik.

Jadi, ada dua panutan dalam hal Corona. Pertama, pemerintah (kemenkes dan semua otoritas kesehatan). Kedua, berita-berita tentang Corona yang didapat dari sumber yang valid di Internet.

Berita tentang reaksi gencar dan tak main-main di negara-negara lain boleh jadi akan menumbuhkan anggapan bahwa pemerintah Indonesia cenderung lambat atau terlalu santai. Pemerintah bisa dianggap tidak kredibel.

Sangat bersyukur masih belum ada orang yang positif terkena Corona di sini. Ada ahli biologi UI yang mengatakan bahwa suhu panas di Indonesia kemungkinan menjadi penyebab virus Corona tidak mudah menyebar.

Kalau memang iya, beruntunglah para penguasa. Temperatur panas cukup membantu. Tetapi, teori suhu panas ini tentu tidak wajar untuk diandalkan sebagai benteng.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Wakaf Produktif Besar Manfaat, Masyarakat Perlu Diberi Diedukasi

Wakaf Produktif Besar Manfaat, Masyarakat Perlu Diberi Diedukasi

Jum'at, 25 Sep 2020 09:12

AKSI SIAGA MELAWAN KEBANGKITAN KOMUNIS⁣⁣

AKSI SIAGA MELAWAN KEBANGKITAN KOMUNIS⁣⁣

Jum'at, 25 Sep 2020 08:25

BWI: Wakaf Salah Satu Solusi Atasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi

BWI: Wakaf Salah Satu Solusi Atasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi

Jum'at, 25 Sep 2020 08:10

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Jum'at, 25 Sep 2020 07:51

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Kamis, 24 Sep 2020 21:45

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

Kamis, 24 Sep 2020 21:30

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Kamis, 24 Sep 2020 21:20

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Kamis, 24 Sep 2020 20:15

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Kamis, 24 Sep 2020 19:50

Jadilah Remaja Anti Baper

Jadilah Remaja Anti Baper

Kamis, 24 Sep 2020 08:43

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Kamis, 24 Sep 2020 07:34

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Kamis, 24 Sep 2020 06:39

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Kamis, 24 Sep 2020 06:22

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Kamis, 24 Sep 2020 06:17

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X