Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.232 views

Fenomena Deddy Corbuzier Jadi Mualaf

Oleh:

Tri S, S.Si

Penulis adalah Pemerhati Perempuan dan Generasi

 

SUDAH delapan bulan lamanya Deddy Corbuzier mempelajari Islam. Setelah melalui proses yang cukup panjang, Deddy Corbuzier akan menjadi mualaf pada 21 Juni 2019 (Liputan6.com, 19 Juni 2019).

Kabar ini telah dibenarkan langsung oleh Gus Miftah, selaku pihak yang akan menuntun pengislaman presenter berkepala plontos itu.

"Doain aja insyaAllah. Kalau rencana tanggal 21," imbuh Gus Miftah saat dihubungi Showbiz Liputan6.com melalui sambungan telepon, Rabu (19/6/2019).

Semula, prosesi pengislaman Deddy Corbuzier akan ditayangkan secara live di Hitam Putih. Namun karena terbentur peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) maka rencana itu tak jadi dilakukan.

"Iya kemarin di Hitam Putih terpentok peraturan KPI. Enggak boleh, ada peraturan KPI ternyata acara itu dianggap rasis ada UU - nya tadinya sudah mantap di Hitam Putih," papar sang ulama.

Rencana ditayangkan secara live sendiri sebenarnya berawal dari permintaan masyarakat. Namun karena tak diperkenankan, pihak televisi pun tak bisa membantah.

"Yang minta sih bukan Deddy. Yang minta khalayak supaya orang tahu, syiar. Awalnya itu ada yang minta 'Disiarin biar ada syiar'," jelas Gus Miftah.

Masuk Islamnya Deddy Corbuzier (DC) menjadi fenomena menarik untuk kita tindak lanjuti. Sebagai sosok yang dikenal publik, masuk Islamnya DC menyita perhatian publik. Peristiwa pengucapan syahadatnya diliput luas oleh media dan menjadi perdebatan di media sosial. Mayoritas umat Islam bersyukur, turut bahagia atas keislaman sang artis. Perbincangan masyarakat melebar hingga membahas apakah DC berislam karena sudah banyak menyelami ajaran Islam atau karena ingin menikahi seorang muslimah. Bahkan publik juga ramai memperdebatkan siapa yang akan membimbing DC dalam berislam. Apakah DC akan cenderung mengikuti grup artis hijrah yang dicap ‘radikal’ atau sebaliknya bersama kelompok muslim ‘moderat’? yang kontroversial, bahkan ada yang mengaku akan berjihad mengembalikan DC ke agama lamanya bila sampai bergabung kajian radikal.

Fenomena mualaf memang sedang menjadi perhatian besar dunia. Islam menjadi agama yang saat ini paling pesat perkembangannya. Salah satunya karena tingginya angka mualaf, di negeri muslim maupun dunia Barat.

Di tengah sistem kehidupan kapitalistik yang menuhankan materi dan menyeret manusia kehilangan banyak fitrah kemanusiaan, kebutuhan manusia terhadap agama semakin menguat.  Ketika agama lamanya tidak mampu menjawab problematika yang ada, banyak orang mengaku beragama (selain Islam) tapi sebenarnya mereka agnostic (bertuhan tapi tidak mengadopsi ajaran agama tertentu). Mereka yang mau berpikir menghendaki agama bisa memuaskan akal mereka sekaligus selaras fitrah. Hingga pada titik tertentu banyak yang menemukan bahwa yang mereka cari adalah Islam.

Di Indonesia, sebuah lembaga mualaf mencatat bahwa ada lebih dari 50 ribu mualaf sepanjang kurun waktu 15 tahunan terakhir.

Di negeri mayoritas muslim seperti Indonesia, faktor perilaku, sikap dan budaya kaum muslim bisa menjadi sarana efektif yang langsung dilihat harian oleh nonmuslim. Ini bisa berpengaruh positif maupun negatif terhadap mereka. Kita yakin bahwa semua ajaran Islam membawa maslahat dan paling mampu memberi solusi atas masalah kehidupan. Namun, Baik buruknya kaum muslim dalam mempraktikkan Islam ini bisa membuat non lmuslim tertarik masuk Islam atau sebaliknya.

DC yang dikenal kritis dan memiliki intelektualitas di atas kebanyakan misalnya, dalam beberapa kesempatan di program TV dan channel yang dimilikinya menghadirkn narasumber pemuka agama Islam dan juga mengulik banyak fenomena kritis di tubuh umat Islam. Soal penodaan agama, perbedaan sikap umat Islam dalam perlakuannya terhadap nonmuslim dan masalah-masalah krusial lainnya yang dekat dengan kehidupan beragama umat Islam di negeri ini. Barangkali itulah yang menjadi pintu awal ketertarikannya terhadap Islam. Bersyahadatnya seorang nonmuslim memang menjadi pintu gerbang masuknya ke dalam Islam. Namun hakikatnya berislamnya seseorang adalah saat dirinya memahami utuh dan mempraktikkan seluruh ajaran Islam sebagai jalan hidup dan referensi satu-satunya dalam menghadapi seluruh aspek hidupnya. Untuk bisa menjadi demikian, seorang mualaf seperti DC dan lainnya harus mendapatkan pembimbingan memadai dan berkelanjutan, mendapatkan pemahaman yang benar tentang syariat. Siapa, dari kelompok mana yang membimbing dan menggunakan ‘Islam yang mana?’. Inilah yang sekarang menjadi problematika kritis bagi banyaknya mualaf di negeri ini. Seharusnya Negara yang menjamin terpenuhinya kebutuhan tersebut. Para mualaf –sebagian membutuhkan perlindungan dan pengayoman selepas dari keluarga yang mungkin tidak lagi menyokong bahkan bisa memusuhinya. Lebih dari itu Negara seharusnya memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat untuk beragama. Yakni memberikan pembimbingan dan pendampingan penuh untuk mengenal agama Islam, mulai akidah, syariat hingga dakwah.

Faktanya, saat ini Negara absen dalam mewujudkan itu. Maka para mualaf banyak yang tidak terbimbing, atau mencari pembimbing sendiri di tengah  fitnah polarisasi yang dihadapi umat.  

Mualaf seperti DC di hadapkan pada pilihan bersama saudara muslim yang dicap kelompok radikal ataukah cenderung mengikuti golongan muslim yang dicitrakan moderat padahal sebagian mereka menempatkan syariat dibawah hegemoni tradisi kuno dari luar Islam. Ada istilah Islam Nusantara, kearifan lokal dan muslim moderat yang kerap dibenturkan dengan muslim yang dilabel radikal karena menegaskan cita-cita mewujudkan formalisasi syariat atau memperjuangkan Khilafah.

Meski bumbu utamanya kontestasi politik, namun polarisasi di tengah umat ini sangat membahayakan. Berbahaya bagi umat Islam karena melahirkan fanatisme/taashub, mendorong perpecahan, permusuhan dan konflik yang gampang tersulut antar sesama muslim yang diharamkan syariat. Bagi mualaf ini juga memberi gambaran yang menyesatkan tentang bagaimana seharusnya muslim berperilaku dan menyelesaikan masalah.

Sadarilah, polarisasi ini adalah bagian dari desain kaum penjajah agar umat Islam tidak menyadari makin kuatnya cengkeraman penjajah karena disibukkan oleh problem internal umat Islam. Bahkan rezim hari ini diuntungkan oleh fenomena polarisasi umat demi kepentingan kursinya. Karena itu umat Islam seharusnya segera mengakhiri kondisi mereka yang terkotak-kotak, memahami bahwa Islam hanya satu dan merupakan kewajiban setiap muslim untuk mempraktikkan Islam secara kaffah. Islam yang mana? Islam yang sebenarnya, truly Islam. Inilah yang butuh kita kenalkan dan pahamkan dan bimbingkan kepada saudara-saudara baru kita seperti DC.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kepada Siapa Umat Mesti Berharap?

Kamis, 18 Jul 2019 06:38

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Agama Menjadi Sumber Konflik?

Kamis, 18 Jul 2019 05:33

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Ada Aroma Sekulerisasi Dibalik Wacana Penghapusan Pelajaran Agama

Kamis, 18 Jul 2019 04:47

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kontroversi Film Dua Garis Biru

Kamis, 18 Jul 2019 03:56

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Jangan Setengah-setengah Mengambil Solusi Impor Sampah

Kamis, 18 Jul 2019 02:51

Jerat Pajak Mencekik Rakyat

Jerat Pajak Mencekik Rakyat

Kamis, 18 Jul 2019 01:54

PB PII: Angin Surga Kursi Menteri dari Tokoh Muda Jangan Janji Belaka

PB PII: Angin Surga Kursi Menteri dari Tokoh Muda Jangan Janji Belaka

Kamis, 18 Jul 2019 00:31

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Rabu, 17 Jul 2019 23:17

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Rabu, 17 Jul 2019 23:07

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Rabu, 17 Jul 2019 22:48

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Rabu, 17 Jul 2019 22:17

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Rabu, 17 Jul 2019 21:00

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Rabu, 17 Jul 2019 20:41

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

Rabu, 17 Jul 2019 20:30

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

Rabu, 17 Jul 2019 20:08

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Rabu, 17 Jul 2019 19:30

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Rabu, 17 Jul 2019 18:15

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Rabu, 17 Jul 2019 11:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X