Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.454 views

Kinerja Ekonomi yang Tidak Mengesankan

 

Oleh:

Handi Risza, Sekbid Ekuinteklh DPP PKS

 

PREMIER League telah menyelesaikan kompetisi sengitnya dimana Manchester City muncul sebagai pemuncak, setelah berjibaku dengan Liverpool hingga pertandingan terakhir. Bagi klub-klub yang finish pada urutan 4 besar tentu akan melenggang ke Liga Champion, tapi bagi yang berada di papan tengah dan bawah tentu akan terancam didepak musim depan. Bahkan Jose Mourinho sudah dipecat sebagai Manager Manchester United (MU) ditengah musim, hal ini disebabkan permainan yang ditampilkan MU dalam tahun kedua masa kepemimpinannya tidak mengesankan. Bahkan MU cuma mengumpulkan 26 poin dari 17 pertandingan pertama Premier League. Tak pernah sebelumnya di era Premier League MU dapat poin sekecil ini.

Begitupula ketika membaca data statistik dari BPS, selama periode 2015-2018 ekonomi Indonesia hanya tumbuh masing-masing sebesar 4,88 persen, 5,03 persen, 5,07persen, dan 5,17 persen. Bahkan data BPS pada triwulan-I 2019 ekonomi hanya tumbuh 5,07 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bukan hanya stagnan dalam angka 5 persen, tetapi juga sangat tidak mengesankan. Padahal Pemerintah mengaku sudah melakukan banyak hal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi yang hanya berkutat pada angka rata-rata sebesar 5 persen seperti saat ini, tidak cukup kuat untuk mengantarkan Republik ini menjadi negara yang maju dan sejahtera. Bahkan Menurut ekonom senior Faisal Basri "dalam kondisi seperti ini kalau pertumbuhan hanya 5 persen, maka kita akan tua sebelum kaya". Dari sisi performa ekonomi Indonesia "bak piano dengan nada yang kian rendah". Pertumbuhan ekonomi pernah 8 persen, turun ke 7 persen, 6 persen dan saat ini hanya 5 persen per tahun.

Terlepas dari persoalan eksternal dimana ekonomi global sedang melambat dan harga komoditas yang turun. Kinerja Pemerintah dalam mengelola perekonomian domestik jauh dari mengesankan. Strategi kebijakan yang dilakukan Pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur secara masif dan sporadis, tetapi melupakan pembangunan industri, tidak hanya berdampak bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi kemudian menjadikan industri kita tidak banyak perubahan, padahal sudah ada warning dari banyak lembaga, bahwa Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi.

Data statistik juga menunjukkan bahwa kontribusi sektor industri manufaktur terhadap PDB juga stagnan. Tercatat hanya sekitar 20,7 persen pada triwulan I 2019 setelah sebelumnya 19.66 persen pada kuartal IV 2018.

Kondisi ini berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja di dunia industri. Dalam empat tahun terakhir. Pertambahan tenaga kerja di sektor industri terus berkurang. Kontribusi industri terhadap total serapan tenaga kerja terus menurun ke angka 14 persen. Selain itu, deindustrialisasi juga akan mempengaruhi kontribusi sektor perpajakan.

Deindustrialisasi telah menyebabkan produk nasional menjadi tidak kompetitif pada pasar internasional. Parahnya lagi Indonesia mengalami defisit perdagangan. Pada Januari-April 2019 defisit perdagangan sudah mencapai angka USD 2,5 miliar. Angka ini dikhawatirkan akan sama dengan tahun 2018 lalu, dimana secara kumulatif sepanjang 2018 defisit perdagangan Indonesia telah mencapai USD8,6 miliar yang merupakan sebuah rekor kinerja perdagangan terburuk sepanjang sejarah, lebih buruk dibanding defisit yang terjadi pada 2013 yang mencapai USD 4 miliar. Buruknya kinerja perdagangan di 2018 didorong oleh dua sisi, yakni anjloknya pertumbuhan ekspor serta akselerasi impor yang meningkat tajam.

Buruknya kinerja ekspor telah berampak terhadap defisit transaksi berjalan (current account deficit), pada triwulan I 2019 CAD berada pada angka USD 6,97 miliar atau menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 9,1 miliar, tetapi dibandingkan triwulan I 2018 mengalami kenaikan sekitar 34%. Secara nominal, defisit tersebut masih tergolong besar.

Catatan kinerja ekonomi Pemerintah tersebut ibarat catatan buruk MU di Preimere League selama diasuh oleh Mourinho. Cuma bedanya Mou bisa langsung dipecat dan digantikan oleh Ole Gunar Solksjare sebagai manager baru, tetapi kita masih harus menunggu keputusan KPU pada tanggal 22 Mei nanti, apakah akan memiliki pemimpin baru atau tetap dengan pemimpin lama yang sudah terbukti gagal pada periode pertamannya. Wallahu'alam.**

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Jajak Pendapat: 62 Persen Warga AS Tidak Setuju dengan Kinerja Presiden Donald Trump

Jajak Pendapat: 62 Persen Warga AS Tidak Setuju dengan Kinerja Presiden Donald Trump

Jum'at, 23 Aug 2019 16:00

Kepala Pentagon Konfirmasi Kematian Calon Pewaris Pimpinan Al-Qaidah, Hamzah Bin Ladin

Kepala Pentagon Konfirmasi Kematian Calon Pewaris Pimpinan Al-Qaidah, Hamzah Bin Ladin

Jum'at, 23 Aug 2019 15:00

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Boot

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Boot

Jum'at, 23 Aug 2019 14:20

Qatar Jadi Tuan Rumah Putaran ke-9 Perundingan Taliban dan AS

Qatar Jadi Tuan Rumah Putaran ke-9 Perundingan Taliban dan AS

Jum'at, 23 Aug 2019 14:00

Afrika Selatan Larang Pengibaran Bendera Apartheid

Afrika Selatan Larang Pengibaran Bendera Apartheid

Jum'at, 23 Aug 2019 10:02

Rusia dan India akan Bertemu Bahas Situasi di Jammu Kashmir

Rusia dan India akan Bertemu Bahas Situasi di Jammu Kashmir

Jum'at, 23 Aug 2019 09:59

Kampanye 'No More Trump' di Venezeula Mencapai 4 Juta Tanda Tangan

Kampanye 'No More Trump' di Venezeula Mencapai 4 Juta Tanda Tangan

Jum'at, 23 Aug 2019 09:52

Rusaknya Kohesivitas Sosial karena Memihak ke Kelompok Tertentu

Rusaknya Kohesivitas Sosial karena Memihak ke Kelompok Tertentu

Jum'at, 23 Aug 2019 09:49

Iran Pamer Sistem Pertahanan Udara Buatan Sendiri

Iran Pamer Sistem Pertahanan Udara Buatan Sendiri

Jum'at, 23 Aug 2019 08:49

PBB Sebut Blokade Komunikasi di Kashmir Sebagai Hukuman Kolektif

PBB Sebut Blokade Komunikasi di Kashmir Sebagai Hukuman Kolektif

Jum'at, 23 Aug 2019 08:42

Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Jum'at, 23 Aug 2019 01:44

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 22:03

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Kamis, 22 Aug 2019 21:59

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 21:55

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Kamis, 22 Aug 2019 21:45

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

Kamis, 22 Aug 2019 21:15

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 20:53

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

Kamis, 22 Aug 2019 18:54


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X