Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.421 views

Si OBOR yang Tersohor, Kolonisasi Cina terhadap Indonesia

Di bawah ini tulisan dari seorang Muslimah yang berusaha membahasakan bahasa politik tingkat tinggi dengan bahasa yang bisa dijangkau oleh para perempuan. Selamat membaca. 

-----------------------------------------

Media lagi rame bahas OBOR. Sebagai anggota komunitas emak berdaster yg kerjaannya muter melulu di dapur-kasur-sayur, naluri kepo akhirnya muncul juga.

Yang pertama terlintas adalah obor yg semacam kayu dan mudah terbakar, biasa digunakan untuk penerangan. Eh tapi ternyata obor ini bukan yang itu, ya.

OBOR yang sedang tersohor ini adalah One Belt One Road (OBOR). Disebut juga Belt and Road Inisiative (BRI). OBOR adalah proyek 
Cina untuk menghubungkan perdagangan antar negara di Asia dan Eropa, menjadi satu jalur besar seperti jalur sutera (The Silk Road) di masa lampau.

Ide OBOR berawal dari Presiden Xi Jinping untuk meggunakan simpanan devisa Cina yang melimpah untuk memberi pinjaman, -alias utang-, kepada negara berkembang. Pinjaman utang ini diberikan dalam bentuk proyek pembangunan infrastruktur yang akan melibatkan perusahaan-perusahaan Cina. Dengan demikian, cadangan devisa menjadi lebih produktif, di samping industri Cina juga bisa memiliki pasar baru.

Dalam 13th Five-Year Plan, dijelaskan bahwa OBOR bertujuan untuk membangun masyarakat Cina makmur pada 2020 dengan output per-kapita dua kali lipat dari 2010 ke 2020. Harapannya, ini mewujudkan ‘China’s dream’, yakni dalam konteks internasional mewujudkan ‘the great revival of the Chinese nation’.

OBOR diluncurkan pada waktu yang tepat, dimana mayoritas negara-negara Asia memang sedang membutuhkan pembangunan infrastruktur demi memperlancar perekonomian. Long story short, Indonesia ikut ngiler juga dengan pinjaman dari Cina ini, yang katanya adalah 'pinjaman lunak'. Di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-2 OBOR, 26 April lalu, Indonesia resmi menandatangani 23 kesepakatan kerjasama antara pemerintah Cina dan Indonesia.

Terus masalahnya apa?

Pertama adalah soal hukum dalam pandangan Islam. Halah, udah belasan tahun tinggal di Barat, kok masih aja ngomongin agama Islam? Iya lah, kan kita muslim. Mau di Indonesia, di Makkah, di London-Paris-Berlin, muslim tetep kudu terikat syariat Islam. Dalam Islam, utang dengan riba sudah jelas haram.

Kedua, adalah soal siapa yang diuntungkan. Cina jelas untung, minimal dalam 3 hal; 
1. Dana devisa yang diputer jadi pinjaman tersebut tetap produktif. 
2. Tersedia lapangan kerja baru untuk tenaga kerja Cina yang melimpah, untuk dipekerjakan di proyek-proyek di negara-negara penerima utang. 
3. Memperkuat pengaruh Cina dalam geopolitik global. Iya, lah, mana ada orang yang ngutang lebih berkuasa dan berwibawa daripada yang ngasih utang?

Nah, untuk Indonesia sebetulnya OBOR ngga ada keuntungannya. Kecuali untuk segelintir orang, seperti pibumi makelar proyeknya.

Karena:

1. Proyek-proyek tersebut mensyaratkan kerjasama dengan perusahaan Cina. Alat mesin, barang-barang produksi, semua dari Cina. Harus melibatkan tenaga kerja Cina. Kerjasama semacam ini disebut sebagai Turnkey Project. Pemerintah setempat tinggal “menerima kunci,” karena semuanya sudah dibereskan Cina.

2. Selain membanjirnya tenaga kerja Cina, proyek OBOR juga banyak menimbulkan petaka bagi negara bantuan. Fenomena ini disebut sebagai jebakan utang Cina (The China’s Debt Trap). Misalnya Sri Lanka.

Ceritanya, pada 2013, Sri Lanka membangun Mattala Rajapaksa International Airport (MRIA). Pembangunan bandara ini didasari atas kebutuhan bandara baru untuk menggantikan bandara Colombo yang sudah melampaui batas kemampuannya. Bandara ini kemudian dibangun dengan pelabuhan, kawasan industri dan proses ekspor, pusat eksibisi, stadion kriket dan area hotel dan liburan yang terkoneksi satu sama lain dengan jalan tol terbaik di Sri Lanka.

Setelah beberapa bulan berjalan, ternyata permintaan akan penerbangan tersebut hanya sedikit. Menurut data pemerintah, pada 2014 hanya ada 3.000 penerbangan dan melayani 21.000 penumpang, atau hanya sekitar 7 penumpang per penerbangan. Keadaan serupa terjadi juga di pelabuhan.

Sebagai konsekuensi karena gak mampu bayar pokok utang maupun bunganya, Juni 2016, Pemerintah Sri Lanka membuat perjanjian dengan Pemerintah Cina berupa ekuitas (menyerahkan lahan untuk disewa) pelabuhan selama 99 tahun kepada Cina. Bandar udara akhirnya dijual kepada India untuk membayar pinjaman kepada Cina, namun menilik mekanisme ekuitas, bukan tidak mungkin di masa depan kedua infrastruktur ini akan jatuh ke tangan Pemerintah Cina secara penuh. Protes terus didengungkan oleh penduduk sekitar karena kuatir pelabuhan akan dijadikan pangkalan militer oleh Cina untuk mengontrol kawasan di Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.

Di Malaysia, PM Mahathir juga ngebet pengen melepaskan Malaysia dari jeratan utang RRC. Dia malah sempat bilang kepada Presiden Filippine, Rodrigo Duterte, agar menghindar dari jebakan utang Cina. Mahathir menyatakan Najib Razak menggadaikan Malaysia kepada China.

Malangnya, Malaysia sendiri akhirnya tak bisa lepas dari cengkeraman Cina. Paling banter Mahathir hanya bisa merundingkan kembali proyek-proyek besar itu untuk memperkecil biayanya. (Baca: Malaysia Cannot Escape From China, It's Too Late; Forbes, 20/4/2019).

Di Afrika, Cina juga berhasil mengambil-alih sebuah pelabuhan di Djibouti karena tidak bisa membayar utang. Langkah ini membuat waspada Amerika Serikat (AS) karena Djibouti adalah pangkalan utama pasukan AS di Afrika.

3. Jadi wilayah jajahan baru. Tanpa upaya memahami penjajahan Cina melalui OBOR, maka nasib Indonesia terancam hanya akan jadi pemasok bahan mentah bagi produsen-produsen global. Akhirnya, Indonesia hanya jadi konsumen, bukan produsen.

4. Penguasaan sumber daya alam dan ekonomi. Jika OBOR dibiarkan, dalam jangka waktu ke depan, Indonesia berpotensi besar terperangkap dalam orbit ekonomi Cina. Terkurasnya kekayaan alam Indonesia, banjirnya produk Cina hingga mematikan produk lokal, menyempitnya lahan dan lapangan pekerjaan bagi anak bangsa ini, bisa terjadi akibat ekspansi ekonomi Cina.

Sikap Sebagai Muslim

Muslim di Indonesia sepatutnya tidak menghalalkan riba demi pembangunan infrastruktur. OBOR membuka ancaman besar bagi Indonesia, yaitu tergadainya negeri ini ke dalam jebakan utang dan hegemoni asing penjajah. Indonesia adalah negeri kaya sumber daya manusia dan sumber daya alam, semestinya dikelola berdasarkan syariah Islam.

Begitu pun orang-orang kafir tidak boleh diberi jalan untuk menjajah dan menguasai Indonesia. Allah Swt berfirman: “Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang mukmin” (An-Nisa’ [4]: 141)

Sudah saatnya Indonesia dikelola berdasarkan syariah Islam, untuk menyelamatkan umat, mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat, dan hidup berkah dalam ridho-Nya.

*Diringkas dari Kolonisasi China Melalui OBOR Sudah Berjalan (Mustafa A. Murtadlo, Forum Komunikasi Ulama Aswaja Jabodetabek; dengan perubahan dan tambahan di beberapa bagian) oleh Fira (Colchester, UK). (rf/voa-islam.com)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Pilpres Tunisia, Calon Independen Masih Memimpin Perolehan Suara

Pilpres Tunisia, Calon Independen Masih Memimpin Perolehan Suara

Selasa, 17 Sep 2019 19:27

PM Israel Berjanji untuk Mencaplok Lebih Banyak Wilayah Palestina

PM Israel Berjanji untuk Mencaplok Lebih Banyak Wilayah Palestina

Selasa, 17 Sep 2019 18:16

Bedah Otak Anies Terkait Ibu Kota

Bedah Otak Anies Terkait Ibu Kota

Selasa, 17 Sep 2019 16:00

Anggota Parlemen Kuwait: Ekspatriat Harus Membayar Bahkan untuk Udara Untuk Bernafas

Anggota Parlemen Kuwait: Ekspatriat Harus Membayar Bahkan untuk Udara Untuk Bernafas

Selasa, 17 Sep 2019 15:15

Qatar Kecam Serangan Drone terhadap Fasilitas Pengolahan Minyak Aramco Saudi

Qatar Kecam Serangan Drone terhadap Fasilitas Pengolahan Minyak Aramco Saudi

Selasa, 17 Sep 2019 14:18

Fahri Hamzah Sentil Media Massa

Fahri Hamzah Sentil Media Massa

Selasa, 17 Sep 2019 14:15

Habis Muncul Permendag 29/2019, Terbitlah Gerakan Buy Halal First

Habis Muncul Permendag 29/2019, Terbitlah Gerakan Buy Halal First

Selasa, 17 Sep 2019 13:58

Ka'ban ke Anies: Jangan Lakukan Pencitraan

Ka'ban ke Anies: Jangan Lakukan Pencitraan

Selasa, 17 Sep 2019 13:15

Pesan: Panglima Jangan Rendahkan Derajat Pangdam

Pesan: Panglima Jangan Rendahkan Derajat Pangdam

Selasa, 17 Sep 2019 12:15

Karhutla, HTI, FPI, dan Istana

Karhutla, HTI, FPI, dan Istana

Selasa, 17 Sep 2019 11:15

Masuk Rumah Sakit, Fadli Harap Kivlan Bebas

Masuk Rumah Sakit, Fadli Harap Kivlan Bebas

Selasa, 17 Sep 2019 10:15

Kisruh KPK, Ini Sikap Nasyiatul Aisyiyah

Kisruh KPK, Ini Sikap Nasyiatul Aisyiyah

Selasa, 17 Sep 2019 08:54

Asap Yang Tak Dirindukan

Asap Yang Tak Dirindukan

Selasa, 17 Sep 2019 08:32

DPR RI Sahkan Batas Usia Minimum Perkawinan Laki-laki atau Perempuan Jadi 19 Tahun

DPR RI Sahkan Batas Usia Minimum Perkawinan Laki-laki atau Perempuan Jadi 19 Tahun

Selasa, 17 Sep 2019 07:40

Aroma Liberalisme dalam The Santri

Aroma Liberalisme dalam The Santri

Selasa, 17 Sep 2019 06:27

Pejabat Makan Suap, Rakyat Makan Asap

Pejabat Makan Suap, Rakyat Makan Asap

Selasa, 17 Sep 2019 05:30

Abaikan Nilai-nilai Pancasila, Aliansi Ruang  Riung Bandung Tolak RUU P-KS

Abaikan Nilai-nilai Pancasila, Aliansi Ruang Riung Bandung Tolak RUU P-KS

Senin, 16 Sep 2019 23:31

Jokowi Lebih Hebat daripada BJ Habibie

Jokowi Lebih Hebat daripada BJ Habibie

Senin, 16 Sep 2019 23:17

Kanker Sekarang Menjadi Penyebab Utama Kematian di Negara-negara

Kanker Sekarang Menjadi Penyebab Utama Kematian di Negara-negara

Senin, 16 Sep 2019 23:06

NASA Deteksi Sebuah Komet Mendekati Bumi

NASA Deteksi Sebuah Komet Mendekati Bumi

Senin, 16 Sep 2019 22:44


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X