Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.273 views

Pluralisme sebagai Paham dan Realitas dalam Tinjauan Perspektif Islam

Oleh: Iranti Mantasari, BA.IR*

 

“Unity in Diversity” dan “Diversity in Unity” merupakan dua slogan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Slogan ini kurang lebih disuarakan untuk menggambarkan persatuan yang tetap dapat terjalin di tengah keberagaman dan perbedaan latar belakang anak bangsa. Di banyak kesempatan, wacana mengenai keberagaman ini tidak jarang menyeruak ke berbagai diskusi publik, baik di ranah kampus, kantor, bahkan di bangku sekolah.

Tidak ada yang salah dengan slogan itu, karena memang perbedaan di tengah-tengah masyarakat adalah hal yang tak dapat dinafikan tetapi persatuan adalah hal yang juga harus tetap dijunjung tinggi. Namun yang menjadi kurang tepat adalah ketika wacana keberagamaan tampak dibentur-benturkan dengan ajaran agama, yakni Islam. Hal ini disebabkan karena diskusi mengenai khilafah, yang merupakan salah satu ajaran di dalam Islam kini kerap dihadapkan dengan isu keberagaman. Khilafah memang dapat dikatakan sudah menjadi topik arus utama di publik hari ini, sehingga tak menutup kemungkinan pihak-pihak yang memosisikan kontra dengannya berusaha untuk mencitraburukkan khilafah.

Upaya pembenturan khilafah dengan isu keberagaman adalah hal yang tidak tepat, karena yang terbaca oleh publik adalah bahwa ajaran Islam tidak dapat menjadi penyokong keberagaman umat yang ada. Padahal tidak demikian adanya. Seperti yang sempat diberitakan oleh media daring Kumparan dan Kompas, di sana dikatakan bahwa Khilafah tidak akan mampu mengakomodir perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Lebih lanjut, Kompas juga mengatakan bahwa konsep baku Khilafah tidak dijelaskan oleh sumber primer Islam, yakni Alquran dan Sunah, namun di tulisan yang sama, disampaikan bahwa Indonesia adalah sebuah negara ‘mitsaqan ghalidzha’.

Pemberitaan seperti ini seharusnya fair dan seimbang, bila mengklaim bahwa Khilafah tidak memiliki konsep yang baku di dalam Islam, maka jangan juga mendalilkan sesuatu yang sejatinya tidak ada, karena mitsaqan ghalidza atau perjanjian yang kokoh seperti yang tercatat di dalam Alquran hanya ada tiga, yaitu pada sebuah ikatan pernikahan, perjanjian antara bani Israil dan Allah subhanahu wa ta’ala, serta perjanjian antara Allah dengan para Nabi.

Adapun terkait dengan keberagaman atau pluralitas, tentu Islam sama sekali tidak bisa menolak hal ini. Bahkan Alquran di surah Al Hujurat ayat 13 sendiri sudah menjelaskan bahwa Allah ‘sengaja’ menciptakan perbedaan, baik dalam hal suku dan bangsa-bangsa agar umat manusia saling mengenal satu sama lainnya. Tentu saja konsep keberagaman ini tidak menjadi sebuah masalah di dalam Islam, karena seseorang tidak dilihat berdasarkan suku, ras ataupun bangsanya, melainkan karena ketakwaan dan ketaatannya pada syariah Allah semata.

Pembahasan mengenai pluralitas atau keberagaman ini tak jarang diangkat dan ditinjau dalam hal bagaimana Islam memandang konsep ini. Secara etimologis, pluralism memang terdiri dari dua suku kata, yakni plural dan isme. Isme yang bermakna sebuah ide atau paham, bila disandingkan dengan plural maka kurang lebih maknanya akan menjadi paham yang meniscayakan ada keragaman latar belakang dalam sebuah masyarakat.

Meski demikian, seiring bergulirnya waktu, term pluralisme kini sudah mengalami pergeseran makna. Dimana ide ini diarahkan pada penerimaan atau anggapan bahwa seluruh agama yang eksis di dunia hari ini adalah sama benarnya, karena semuanya merupakan jalan menuju Tuhan. Bila definisi pluralisme yang seperti ini yang digelontorkan ke tengah masyarakat, maka akan sangat berakibat fatal, terlebih bagi kaum Muslimin yang secara nyata di dalam Alquran al Kariim, Allah sudah mengatakan bahwa hanya Islam-lah agama yang ada di sisiNya (lihat surah ‘Ali Imran: 19).

Adian Husaini dalam bukunya “Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi” mengatakan bahwa ada kerancuan bila istilah pluralisme ini dikenalkan ke tengah masyarakat, karena akan merongrong nilai-nilai Islam yang bersifat qath’iy atau pasti yang sudah dijelaskan di dalam Alquran. Dengan demikian, pernyataan yang tepat terkait dengan hal ini adalah bahwa Islam sejatinya meniscayakan pluralitas dan tidak membenarkan pluralisme.

Salahnya pemahaman yang terkonstruksi di masyarakat mengenai isu keberagaman ini juga berimbas pada salahnya pemahaman masyarakat terkait dengan khilafah. Khilafah sebagai sebuah institusi yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh di setiap aspek kehidupan dituduh sebagai sebuah institusi yang antikeberagaman dan antipluralitas. Padahal dari banyak penjelasan, baik penjelasan syar’i maupun historis, khilafah dengan posisinya sebagai sebuah institusi Islam amat mengakomodir berbagai perbedaan yang ada di dalam umat, baik dari segi agama, ras, serta bahasanya.

Bila di awal tulisan sudah disampaikan dalil syara yang menegaskan bahwa perbedaan dan pluralitas umat adalah sebuah sunatullah di dalam Islam, maka penjelasan historis juga perlu dikemukakan. Khilafah Utsmaniyah di Turki dahulu adalah salah satu bukti bahwa Islam dengan institusi kenegaraannya, yakni khilafah sangat melindungi umat beragama lainnya. Seperti misalnya kaum Yahudi, yang pada masa imperium Kristen di Eropa berkuasa kerap menjadi sasaran kebencian dan diskriminasi, justru mereka merasa nyaman dan aman ketika berada di bawah perlindungan sang Khalifah di Turki.

Status mereka sebagai ahlu dzimmah atau kafir dzimmi bagi khilafah Islam memberikan mereka hak yang setara dengan kaum Muslim lainnya sebagai warga negara untuk mendapat perlindungan maksimal dari negara. Tak hanya itu, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam ketika pertama kali mendirikan daulah Islam atau negara Islam di Madinah, beliau bahkan menyatukan berbagai suku bahkan agama di bawah semangat ukhuwah atau persaudaraan. Beliau berhasil mengakomodir urusan warga negara daulah Madinah yang saat itu berasal dari suku seperti Auz dan Khazraj, bahkan agama Yahudi dan Nasrani dengan adanya Piagam Madinah.

Syariat Islam yang diketahui berasal dari Allah al Khaliq wal Mudabbir atau Maha Pencipta dan Maha Pengatur tentu saja merupakan seperangkat aturan terbaik yang diturunkan untuk manusia. Khilafah sebagai institusi negara yang menjalankan syariat-syariat Islam ini juga tentu akan mengatur urusan umat dengan adil dan tanpa diskriminasi beradasarkan latar belakang yang berbeda. Oleh karena itu, sudah bukan saatnya lagi bila masyarakat memiliki mispersepsi tentang khilafah dan isu yang berkaitan dengan pluralitas atau keberagaman, karena Islam sebagai asas khilafah merupakan agama yang syaamil dan kamil sudah terbukti dan teruji mampu untuk menengahi berbagai perbedaan yang ada. Wallahu a’lam bisshawwab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Mahasiswi Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam UI.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Soal Pindah Ibu Kota, PKS Ingatkan Pemerintah Harus Bahas dengan DPR

Soal Pindah Ibu Kota, PKS Ingatkan Pemerintah Harus Bahas dengan DPR

Senin, 26 Aug 2019 06:45

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner di Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner di Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Senin, 26 Aug 2019 06:10

Ribuan Pengungsi Rohingya Peringati 'Hari Genosida' di Bangladesh

Ribuan Pengungsi Rohingya Peringati 'Hari Genosida' di Bangladesh

Ahad, 25 Aug 2019 23:06

Toyota akan Luncurkan Berbagai Kendaraan Listrik untuk Olimpiade 2020

Toyota akan Luncurkan Berbagai Kendaraan Listrik untuk Olimpiade 2020

Ahad, 25 Aug 2019 22:49

Di Tengah Krisis Kashmir, PM India Malah Dapat Penghargaan Kehormatan dari UEA

Di Tengah Krisis Kashmir, PM India Malah Dapat Penghargaan Kehormatan dari UEA

Ahad, 25 Aug 2019 22:35

Studi Terbaru: Tes Darah Dapat Memprediksi Umur Seseorang

Studi Terbaru: Tes Darah Dapat Memprediksi Umur Seseorang

Ahad, 25 Aug 2019 21:35

3 Tentara Turki Tewas di Irak Utara Setelah Bentrok dengan Pemberontak Komunis Kurdi

3 Tentara Turki Tewas di Irak Utara Setelah Bentrok dengan Pemberontak Komunis Kurdi

Ahad, 25 Aug 2019 21:35

Milisi Syiah Hizbullata Bantah Tembak Jatuh Pesawat Tanpa Awak Israel

Milisi Syiah Hizbullata Bantah Tembak Jatuh Pesawat Tanpa Awak Israel

Ahad, 25 Aug 2019 21:30

Penguncian India Atas Wilayah Kashmir yang Diduduki Berlanjut untuk Hari ke-20

Penguncian India Atas Wilayah Kashmir yang Diduduki Berlanjut untuk Hari ke-20

Ahad, 25 Aug 2019 21:05

Pengungsi Rohingya Merindukan Rumah dan Kewarganegaraan

Pengungsi Rohingya Merindukan Rumah dan Kewarganegaraan

Ahad, 25 Aug 2019 20:22

Dua Pesawat Tanpa Awak Israel Jatuh di Lebanon

Dua Pesawat Tanpa Awak Israel Jatuh di Lebanon

Ahad, 25 Aug 2019 19:16

Pria Muslim Meninggal Setelah Diinterogasi di Penjara Thailand yang Terkenal Kejam

Pria Muslim Meninggal Setelah Diinterogasi di Penjara Thailand yang Terkenal Kejam

Ahad, 25 Aug 2019 19:15

Pesawat Tempur Turki 'Netralisir' 9 Teroris PKK di Irak Utara

Pesawat Tempur Turki 'Netralisir' 9 Teroris PKK di Irak Utara

Ahad, 25 Aug 2019 18:10

Putaran ke-9 Perundingan Damai AS-Taliban Dilanjutkan di Doha Qatar

Putaran ke-9 Perundingan Damai AS-Taliban Dilanjutkan di Doha Qatar

Ahad, 25 Aug 2019 17:03

AS: Pembersihan Etnis Muslim Rohingya Masih Berlanjut di Myanmar

AS: Pembersihan Etnis Muslim Rohingya Masih Berlanjut di Myanmar

Ahad, 25 Aug 2019 16:54

Alumnus: Pemilihan Ketua Alumni UI Memuakkan

Alumnus: Pemilihan Ketua Alumni UI Memuakkan

Ahad, 25 Aug 2019 13:53

Mereka Kritisi Rencana Cina Bantu BPJS

Mereka Kritisi Rencana Cina Bantu BPJS

Ahad, 25 Aug 2019 11:53

Lebih 2/3 Pengungsi Suriah di Kamp Rukhban Menolak Kembali ke Daerah yang Dikuasai Rezim

Lebih 2/3 Pengungsi Suriah di Kamp Rukhban Menolak Kembali ke Daerah yang Dikuasai Rezim

Ahad, 25 Aug 2019 11:30

Rezim Teroris Assad Ancam Akan Hilangkan Pos Pengamatan Militer Turki di Morek Hama Utara

Rezim Teroris Assad Ancam Akan Hilangkan Pos Pengamatan Militer Turki di Morek Hama Utara

Ahad, 25 Aug 2019 10:30

Kemkominfo Kembangkan Infrastruktur E-Sport di Daerah

Kemkominfo Kembangkan Infrastruktur E-Sport di Daerah

Ahad, 25 Aug 2019 09:57


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X