Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.154 views

Pluralisme sebagai Paham dan Realitas dalam Tinjauan Perspektif Islam

Oleh: Iranti Mantasari, BA.IR*

 

“Unity in Diversity” dan “Diversity in Unity” merupakan dua slogan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Slogan ini kurang lebih disuarakan untuk menggambarkan persatuan yang tetap dapat terjalin di tengah keberagaman dan perbedaan latar belakang anak bangsa. Di banyak kesempatan, wacana mengenai keberagaman ini tidak jarang menyeruak ke berbagai diskusi publik, baik di ranah kampus, kantor, bahkan di bangku sekolah.

Tidak ada yang salah dengan slogan itu, karena memang perbedaan di tengah-tengah masyarakat adalah hal yang tak dapat dinafikan tetapi persatuan adalah hal yang juga harus tetap dijunjung tinggi. Namun yang menjadi kurang tepat adalah ketika wacana keberagamaan tampak dibentur-benturkan dengan ajaran agama, yakni Islam. Hal ini disebabkan karena diskusi mengenai khilafah, yang merupakan salah satu ajaran di dalam Islam kini kerap dihadapkan dengan isu keberagaman. Khilafah memang dapat dikatakan sudah menjadi topik arus utama di publik hari ini, sehingga tak menutup kemungkinan pihak-pihak yang memosisikan kontra dengannya berusaha untuk mencitraburukkan khilafah.

Upaya pembenturan khilafah dengan isu keberagaman adalah hal yang tidak tepat, karena yang terbaca oleh publik adalah bahwa ajaran Islam tidak dapat menjadi penyokong keberagaman umat yang ada. Padahal tidak demikian adanya. Seperti yang sempat diberitakan oleh media daring Kumparan dan Kompas, di sana dikatakan bahwa Khilafah tidak akan mampu mengakomodir perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Lebih lanjut, Kompas juga mengatakan bahwa konsep baku Khilafah tidak dijelaskan oleh sumber primer Islam, yakni Alquran dan Sunah, namun di tulisan yang sama, disampaikan bahwa Indonesia adalah sebuah negara ‘mitsaqan ghalidzha’.

Pemberitaan seperti ini seharusnya fair dan seimbang, bila mengklaim bahwa Khilafah tidak memiliki konsep yang baku di dalam Islam, maka jangan juga mendalilkan sesuatu yang sejatinya tidak ada, karena mitsaqan ghalidza atau perjanjian yang kokoh seperti yang tercatat di dalam Alquran hanya ada tiga, yaitu pada sebuah ikatan pernikahan, perjanjian antara bani Israil dan Allah subhanahu wa ta’ala, serta perjanjian antara Allah dengan para Nabi.

Adapun terkait dengan keberagaman atau pluralitas, tentu Islam sama sekali tidak bisa menolak hal ini. Bahkan Alquran di surah Al Hujurat ayat 13 sendiri sudah menjelaskan bahwa Allah ‘sengaja’ menciptakan perbedaan, baik dalam hal suku dan bangsa-bangsa agar umat manusia saling mengenal satu sama lainnya. Tentu saja konsep keberagaman ini tidak menjadi sebuah masalah di dalam Islam, karena seseorang tidak dilihat berdasarkan suku, ras ataupun bangsanya, melainkan karena ketakwaan dan ketaatannya pada syariah Allah semata.

Pembahasan mengenai pluralitas atau keberagaman ini tak jarang diangkat dan ditinjau dalam hal bagaimana Islam memandang konsep ini. Secara etimologis, pluralism memang terdiri dari dua suku kata, yakni plural dan isme. Isme yang bermakna sebuah ide atau paham, bila disandingkan dengan plural maka kurang lebih maknanya akan menjadi paham yang meniscayakan ada keragaman latar belakang dalam sebuah masyarakat.

Meski demikian, seiring bergulirnya waktu, term pluralisme kini sudah mengalami pergeseran makna. Dimana ide ini diarahkan pada penerimaan atau anggapan bahwa seluruh agama yang eksis di dunia hari ini adalah sama benarnya, karena semuanya merupakan jalan menuju Tuhan. Bila definisi pluralisme yang seperti ini yang digelontorkan ke tengah masyarakat, maka akan sangat berakibat fatal, terlebih bagi kaum Muslimin yang secara nyata di dalam Alquran al Kariim, Allah sudah mengatakan bahwa hanya Islam-lah agama yang ada di sisiNya (lihat surah ‘Ali Imran: 19).

Adian Husaini dalam bukunya “Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi” mengatakan bahwa ada kerancuan bila istilah pluralisme ini dikenalkan ke tengah masyarakat, karena akan merongrong nilai-nilai Islam yang bersifat qath’iy atau pasti yang sudah dijelaskan di dalam Alquran. Dengan demikian, pernyataan yang tepat terkait dengan hal ini adalah bahwa Islam sejatinya meniscayakan pluralitas dan tidak membenarkan pluralisme.

Salahnya pemahaman yang terkonstruksi di masyarakat mengenai isu keberagaman ini juga berimbas pada salahnya pemahaman masyarakat terkait dengan khilafah. Khilafah sebagai sebuah institusi yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh di setiap aspek kehidupan dituduh sebagai sebuah institusi yang antikeberagaman dan antipluralitas. Padahal dari banyak penjelasan, baik penjelasan syar’i maupun historis, khilafah dengan posisinya sebagai sebuah institusi Islam amat mengakomodir berbagai perbedaan yang ada di dalam umat, baik dari segi agama, ras, serta bahasanya.

Bila di awal tulisan sudah disampaikan dalil syara yang menegaskan bahwa perbedaan dan pluralitas umat adalah sebuah sunatullah di dalam Islam, maka penjelasan historis juga perlu dikemukakan. Khilafah Utsmaniyah di Turki dahulu adalah salah satu bukti bahwa Islam dengan institusi kenegaraannya, yakni khilafah sangat melindungi umat beragama lainnya. Seperti misalnya kaum Yahudi, yang pada masa imperium Kristen di Eropa berkuasa kerap menjadi sasaran kebencian dan diskriminasi, justru mereka merasa nyaman dan aman ketika berada di bawah perlindungan sang Khalifah di Turki.

Status mereka sebagai ahlu dzimmah atau kafir dzimmi bagi khilafah Islam memberikan mereka hak yang setara dengan kaum Muslim lainnya sebagai warga negara untuk mendapat perlindungan maksimal dari negara. Tak hanya itu, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam ketika pertama kali mendirikan daulah Islam atau negara Islam di Madinah, beliau bahkan menyatukan berbagai suku bahkan agama di bawah semangat ukhuwah atau persaudaraan. Beliau berhasil mengakomodir urusan warga negara daulah Madinah yang saat itu berasal dari suku seperti Auz dan Khazraj, bahkan agama Yahudi dan Nasrani dengan adanya Piagam Madinah.

Syariat Islam yang diketahui berasal dari Allah al Khaliq wal Mudabbir atau Maha Pencipta dan Maha Pengatur tentu saja merupakan seperangkat aturan terbaik yang diturunkan untuk manusia. Khilafah sebagai institusi negara yang menjalankan syariat-syariat Islam ini juga tentu akan mengatur urusan umat dengan adil dan tanpa diskriminasi beradasarkan latar belakang yang berbeda. Oleh karena itu, sudah bukan saatnya lagi bila masyarakat memiliki mispersepsi tentang khilafah dan isu yang berkaitan dengan pluralitas atau keberagaman, karena Islam sebagai asas khilafah merupakan agama yang syaamil dan kamil sudah terbukti dan teruji mampu untuk menengahi berbagai perbedaan yang ada. Wallahu a’lam bisshawwab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Mahasiswi Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam UI.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Latest News
Optimisme BPN Harus Belajar dari Sukses Liverpool

Optimisme BPN Harus Belajar dari Sukses Liverpool

Selasa, 18 Jun 2019 17:56

Pejabat AS: Amerika Serikat Bersiap Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Pejabat AS: Amerika Serikat Bersiap Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Selasa, 18 Jun 2019 17:08

Diskualifikasi

Diskualifikasi

Selasa, 18 Jun 2019 16:50

Mursi: Dari Preiden Pertama yang Terpilih Secara Demokratis, Hingga Meninggal Sebagai Tahanan

Mursi: Dari Preiden Pertama yang Terpilih Secara Demokratis, Hingga Meninggal Sebagai Tahanan

Selasa, 18 Jun 2019 16:00

Wasit Lapangan Hijau dan Meja Hijau Dalam Sorotan

Wasit Lapangan Hijau dan Meja Hijau Dalam Sorotan

Selasa, 18 Jun 2019 15:58

Mursi Dimakamkan di Kairo Setelah Rezim Mesir Larang Jenazahnya Dikuburkan di Kampung Halaman

Mursi Dimakamkan di Kairo Setelah Rezim Mesir Larang Jenazahnya Dikuburkan di Kampung Halaman

Selasa, 18 Jun 2019 15:06

KPU Nilai Pemohon (02) Tidak Miliki Bukti Nyata Terkait Kecurangan

KPU Nilai Pemohon (02) Tidak Miliki Bukti Nyata Terkait Kecurangan

Selasa, 18 Jun 2019 14:49

Menanti Jawaban Termohon, KPU

Menanti Jawaban Termohon, KPU

Selasa, 18 Jun 2019 14:13

Kewenangan MK dalam Perselisihan Hasil Pemilu

Kewenangan MK dalam Perselisihan Hasil Pemilu

Selasa, 18 Jun 2019 14:00

Mesir Perintahkan Pasukan Keamanan Siaga Penuh Menyusul Meniggalnya Mursi

Mesir Perintahkan Pasukan Keamanan Siaga Penuh Menyusul Meniggalnya Mursi

Selasa, 18 Jun 2019 14:00

Kisah Anak Cerdas di Zaman Khilafah

Kisah Anak Cerdas di Zaman Khilafah

Selasa, 18 Jun 2019 10:54

Mengawali Mahligai Cinta di Bulan Syawal

Mengawali Mahligai Cinta di Bulan Syawal

Selasa, 18 Jun 2019 10:41

Tiket Pesawat Mahal, Maskapai Asing Siap Mengawal

Tiket Pesawat Mahal, Maskapai Asing Siap Mengawal

Selasa, 18 Jun 2019 08:50

Ketika Hehamahua Sudah Teriak Moral, Dimana Tokoh Yang Lain?

Ketika Hehamahua Sudah Teriak Moral, Dimana Tokoh Yang Lain?

Selasa, 18 Jun 2019 08:16

Diisukan Dapat Tawaran Jabatan Menteri, Sandiaga: Jangan Hiraukan Rumor

Diisukan Dapat Tawaran Jabatan Menteri, Sandiaga: Jangan Hiraukan Rumor

Selasa, 18 Jun 2019 07:47

Suka Membaca Ramalan Zodiak di Majalah

Suka Membaca Ramalan Zodiak di Majalah

Selasa, 18 Jun 2019 07:36

Ketika Mursi Meninggal, Harapan Mesir untuk Kebebasan Mati Bersamanya

Ketika Mursi Meninggal, Harapan Mesir untuk Kebebasan Mati Bersamanya

Selasa, 18 Jun 2019 07:28

Dunia Bereaksi Terhadap Meninggalnya Muhammad Mursi

Dunia Bereaksi Terhadap Meninggalnya Muhammad Mursi

Selasa, 18 Jun 2019 07:15

Nasib Pembangunan Infrastruktur

Nasib Pembangunan Infrastruktur

Selasa, 18 Jun 2019 06:46

Ikhwan Sebut Wafatnya Mursi Sebagai Pembunuhan Terencana

Ikhwan Sebut Wafatnya Mursi Sebagai Pembunuhan Terencana

Selasa, 18 Jun 2019 06:39


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X