Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.531 views

Kesetaraan Gender, Sanggupkah Menghapus Kekerasan pada Perempuan?

Oleh: Erika Kartini, S.E

 

Hari ini jargon kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan menjadi sesuatu yang dielu-elukan oleh para aktivis perempuan. Mereka berpikir bahwa masa depan perempuan akan sukses dengan adanya jargon ini. Termasuk kekerasan terhadap perempuan, menurut mereka juga disebabkan karena tidak adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan di bawah kekuasaan laki-laki.

Pada pertemuan tahunan Komisi Status Perempuan (CSW), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berkata, "Kesetaraan gender pada dasarnya masalah kekuasaan." Di depan sejumlah delegasi yang berkumpul di Majelis Umum Guterres mengatakan bahwa budaya yang didominasi laki-laki secara historis meminggirkan, mengabaikan serta membungkam perempuan dan itu perlu diubah (voaindonesia.com, 12/03/2019).

Saat ini tidak dipungkiri bahwa perempuan berada dalam permasalahan yang serius. Banyak perempuan yang tertindas, dilecehkan kehormatannya, dieksploitasi fisiknya dan sebagainya. Ide kesetaraan gender menjadi angin segar bagi perempuan. Mereka menggantungkan perubahan nasib mereka pada ide tersebut. Apakah ketidaksetaraaan menjadi penyebab kekerasan terhadap perempuan? Ketertindasan perempuan pada faktanya bukan karena tidak setara dengan laki-laki. Ada permasalahan lain yang lebih serius yang menjadi penyebab terpuruknya kaum perempuan. Kita seharusnya lebih teliti dalam menyikapi jargon kesetaraan ini.

Kekeliruan dalam penyelesaian masalah perempuan justru akan semakin membuat perempuan menderita. Bahkan berdampak kepada keutuhan keluarga serta masa depan generasi. Hari ini, betapa banyak perempuan telah berupaya setara dengan laki-laki. Kaum perempuan berhasil menduduki jabatan yang tinggi. Tidak sedikit yang menjadi menteri, gubernur, bupati, anggota dewan bahkan presiden. Belum lagi profesi-profesi yang bergerak di masyarakat. Banyak perempuan yang menjadi dokter, dosen, guru, akuntan pendidikan perempuan juga sudah meningkat. Mereka melanjutkan jenjang S2 dan S3, baik di dalam maupun di luar negeri.

Dilansir dari tirto.id, 06/11/2018, persentase perempuan yang menempuh pendidikan sarjana di bidang sains melebihi laki-laki: perempuan 51 persen dan laki-laki 49 persen. Pada jenjang doktoral, porsi perempuan memang menciut, yakni 64 persen berbanding 36 persen. Artinya, potensi pelibatan perempuan dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) cukup besar. Indonesia misalnya dipuji lantaran mencatat tingkat melek aksara yang termasuk paling tinggi di Asia (Perempuan 93,59% dan Laki-laki 97,17%). Selain itu kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional yang mencakup 3/4 populasi dan tercatat sebagai salah satu program kesehatan nasional terbesar di dunia, berhasil mengurangi angka kematian ibu (m.detik.com, 19/09/2018).

Menurut laporan Bank Dunia pada tahun 2011, kesetaraan gender di Indonesia telah meningkat secara signifikan selama lebih dari dua dekade terakhir. Tingkat harapan hidup perempuan adalah 73 – lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 71. Lebih banyak perempuan menjadi pengusaha terimakasih kepada bantuan-bantuan inovatif kredit mikro. Lebih banyak perempuan juga menjadi lebih sadar akan hak-hak hukum mereka dikarenakan pelatihan-pelatihan paralegal di pedesaan,” kata Stefan Koeberle, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia (worldbank.org, 20/09/2011).

Akar Masalah yang Menimpa Perempuan

Meski perempuan telah berdaya di berbagai bidang namun permasalahan perempuan tak kunjung reda. Justru semakin bertambah. Dari data Komnas Perempuan terjadi lonjakan kekerasan terhadap perempuan, yakni pada 2018 mencapai 406.178 kasus. Jumlah itu naik dibanding jumlah laporan pada 2017 yang mencapai 396.610 kasus (sindonews.com, 09/03/2019).

Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kesetaraan gender tidak berpengaruh pada penurunan kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan disebabkan oleh beberapa hal yaitu:

Ekonomi, kesulitan ekonomi telah membuat gelap mata para lelaki untuk menyakiti istrinya, ibunya atau adik perempuannya. Kesulitan memperoleh pekerjaan juga membuat kriminalitas meningkat. Perempuan tentu saja banyak menjadi korbannya. Selain lemah, perempuan juga lebih mudah ditipu. Industri hiburan juga banyak mengeksploitasi perempuan. Para pemodal mendulang keuntungan besar dari keindahan fisik perempuan.

Pornografi, kekerasan seksual yang dialami perempuan disebabkan maraknya pornografi dan pornoaksi. Bahkan tega melakukannya terhadap anggota keluarga mereka sendiri. Pornografi telah menjadi momok menakutkan bagi keselamatan perempuan.

Tanggung jawab laki-laki sebagai pelindung perempuan, saat ini laki-laki tidak dididik sebagaimana seharusnya laki-laki. Mereka tidak memahami bahwa laki-laki adalah pelindung perempuan. Mereka adalah pemimpin yang harus mengayomi perempuan.

Faktor-faktor ini tidak bisa dilepaskan dari sistem yang diterapkan sekarang. Kapitalisme telah membuat kesenjangan ekonomi semakin melebar. Yang kaya semakin kaya, sementara yang miskin semakin sengsara.

Sekitar 90% kekayaan hanya dimiliki oleh 1% orang. Lapangan pekerjaan tidak banyak karena uang diinvestasikan ke pasar modal. Liberalisme juga membuat manusia bebas melakukan apa saja termasuk dalam urusan pemenuhan naluri seksual. Penyimpangan seksual merebak tanpa bisa dibendung. Pornografi dan pornoaksi membuat hasrat seksual selalu menyala-nyala. Pemenuhannya harus segera meski dengan pemaksaan. Maka kekerasan seksual terhadap perempuan terjadi dimana-mana.

Solusi Islam untuk Masalah Perempuan

Perempuan dalam Islam adalah mahluk yang mulia. Perempuan shalihah adalah sebaik-baik perhiasan di dunia. Dalam Islam tidak ada konsep kesetaraan gender. Islam menganggap semua manusia sama derajatnya, baik laki-laki maupun perempuan. Ketakwaan yang membuat derajat seseorang berbeda. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 13 yang artinya:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu”.

Laki-lak dan perempuan diberi hak dan kewajiban yang berbeda sesuai dengan kodrat penciptaanya. Meski berbeda tetapi Islam menjamin tidak akan terjadi penindasan. Ketika Islam menentukan bahwa laki-laki menjadi pemimpin wanita maka tidak ada konsep tuan dan majikan, atasan dan bawahan. Justru laki-laki harus bertanggung jawab terhadap perempuan yang dipimpinnya. Laki-laki harus mengupayakan semua hal yang bisa menjaga perempuan. Baik sandang, pangan, papan dan keamanan.

Ketika perempuan menjadi yang dipimpin, bukan berarti ia menjadi manusia lemah. Perempuan boleh bekerja. Perempuan tetap wajib berdakwah. Perempuan bisa memilih dan mengoreksi penguasa. Semua itu boleh dilakukan dengan catatan tidak meninggalkan kewajibannya sebagai ummu wa rabbatul bait. Islam tidak mengenal jargon kesetaraan gender. Karena memang tidak ada pendiskreditan perempuan dalam Islam. Satu-sataunya masalah adalah tidak diterapkannya Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

Kesetaraan gender hanya ada dalam sistem kapitali sekuler yang liberal. Jargon ini muncul karena kegagalan Barat dalam menanggapi ketertindasan perempuan. Adapun tentang kekerasan seksual, maka Islam dapat meredamnya. Yaitu dengan menghilangkan faktor pemicunya. Ekonomi Islam akan menerapkan mekanisme yang membuat lapangan kerja terbuka. Sumber daya alam akan dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dilarang menyerahkan kepada swasta, apalagi kepada asing.

Dalam Islam sesuatu yang mengumbar aurat adalah pornografi. Bagi perempuan jelas auratnya yaitu seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan. Maka jika tampak selain muka dan telapak tangan, termasuk kategori poronografi. Islam juga melarang pacaran yang menjadi pintu perzinahan serta kasus kekerasan seksual. Terkait dengan perlakuan laki-laki terhadap perempuan, Rasulullah Saw bersabda:

"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah mereka yang memiliki akhlak mulia dan sebaik-baik kalian adalah mereka yang berperilaku baik terhadap perempuan-perempuan mereka” (H.R. Tirmidzi).

Demikianlah Islam menjaga perempuan dari ketertindasan. Penerapan syariat Islam yang kaffah dalam bingkai Khilafah akan menjamin kemuliaan perempuan. Wa'allahu a'lam bisshowab.

Penulis adalah pengamat sosail dan isu perempuan, tinggal di Gifu Jepang.

Ilustrasi : Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Latest News
Kebodohan Macron, Menyatukan Umat Islam

Kebodohan Macron, Menyatukan Umat Islam

Jum'at, 30 Oct 2020 12:34

Emmanuel Macron Vs Politisi Indonesia

Emmanuel Macron Vs Politisi Indonesia

Jum'at, 30 Oct 2020 11:56

Dokter Gamal Berbagi Kisah Sukses Sociopreneurship pada Aksi Wakaf Fest 2020

Dokter Gamal Berbagi Kisah Sukses Sociopreneurship pada Aksi Wakaf Fest 2020

Jum'at, 30 Oct 2020 11:24

FUI: Tindakan Macron Bodoh dan Berbahaya

FUI: Tindakan Macron Bodoh dan Berbahaya

Jum'at, 30 Oct 2020 11:22

ARM HA-IPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Garut

ARM HA-IPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Garut

Jum'at, 30 Oct 2020 11:15

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Jum'at, 30 Oct 2020 08:38

Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad: 'Muslim Berhak Bunuh Jutaan Orang Prancis'

Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad: 'Muslim Berhak Bunuh Jutaan Orang Prancis'

Jum'at, 30 Oct 2020 06:00

Deklarasi Pelajar Islam Surakarta, PII: Fokus Selesaikan Masalah Pelajar Bersama

Deklarasi Pelajar Islam Surakarta, PII: Fokus Selesaikan Masalah Pelajar Bersama

Jum'at, 30 Oct 2020 05:52

Ikrar Sumpah Pemuda Muslim Siap Bela Nabi

Ikrar Sumpah Pemuda Muslim Siap Bela Nabi

Jum'at, 30 Oct 2020 04:54

Ini Jam TIdur Terbaik di Malam Hari Menurut Hasil Studi

Ini Jam TIdur Terbaik di Malam Hari Menurut Hasil Studi

Kamis, 29 Oct 2020 23:48

Pantas Khawatir Diboikot, Volume Perdangangan Prancis dengan Negara Muslim 100 Miliar USD Lebih

Pantas Khawatir Diboikot, Volume Perdangangan Prancis dengan Negara Muslim 100 Miliar USD Lebih

Kamis, 29 Oct 2020 22:05

PM Pakistan Imran Khan Minta Muslim Bersatu Melawan Islamofobia

PM Pakistan Imran Khan Minta Muslim Bersatu Melawan Islamofobia

Kamis, 29 Oct 2020 21:15

Warga Saudi Bersenjatakan Pisau Serang Kedubes Prancis di Jeddah, Satu Penjaga Terluka

Warga Saudi Bersenjatakan Pisau Serang Kedubes Prancis di Jeddah, Satu Penjaga Terluka

Kamis, 29 Oct 2020 20:45

Legislator: Pemerintah Harus Tegas Hadapi Freeport

Legislator: Pemerintah Harus Tegas Hadapi Freeport

Kamis, 29 Oct 2020 20:18

Instagram Perpanjang Durasi Live Dari 1 Jam Menjadi 4 Jam

Instagram Perpanjang Durasi Live Dari 1 Jam Menjadi 4 Jam

Kamis, 29 Oct 2020 18:28

DDII Serukan Ikuti Boikot terhadap Produk-produk Perancis dari Berbagai Tokoh Umat Islam Sedunia

DDII Serukan Ikuti Boikot terhadap Produk-produk Perancis dari Berbagai Tokoh Umat Islam Sedunia

Kamis, 29 Oct 2020 18:10

Twitter Sempat 'Down' di Asia Karena Masalah Jaringan

Twitter Sempat 'Down' di Asia Karena Masalah Jaringan

Kamis, 29 Oct 2020 16:40

Aksi Didepan Istana, Hima Persis Terbangkan Balon Bertuliskan Jokowi-Amin Gagal

Aksi Didepan Istana, Hima Persis Terbangkan Balon Bertuliskan Jokowi-Amin Gagal

Kamis, 29 Oct 2020 16:20

Maulid Nabi Muhammad SAW, Muhammadiyah Dorong Maksimalkan Syi’ar Islam

Maulid Nabi Muhammad SAW, Muhammadiyah Dorong Maksimalkan Syi’ar Islam

Kamis, 29 Oct 2020 16:15

Abu Janda Lagi

Abu Janda Lagi

Kamis, 29 Oct 2020 16:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X