Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.063 views

Christchurch, antara Daoed Nabi, Brenton Tarrant dan Will 'Eggboy' Connolly

Oleh : Dessy Fatmawati, S. T

 

“Welcome Brother.” Demikian sapaan Daoud Nabi Imam berusia 71 tahun itu di bawah todongan senjata. Aksi ini bukanlah tanpa perhitungan. Sang Imam sadar bahwa seseorang yang kini menodongkan senjata dan secara beringas menembaki puluhan umat Islam New Zealand, tak lebih dari hasil provokasi Islamophobia sistemik besutan Barat.

Transformasi seorang Brenton Tarrant tidaklah acak. Di satu sisi ia adalah individu yang menyambut agenda global Islamophobia. Rekam jejak digitalnya menunjukkan bahwa secara kontinyu ia menyerap nilai-nilai Islamophobia yang tersebar sistematis dan terbuka di internet. Informasi yang diasuh serius oleh politisi, akademisi dan media Barat. Temasuk provokasi dendam kesumat peninggalan perang salib, dihubungkan dengan kenyataan bahwa saat ini – diakui atau tidak - ras kulit putih (baca:Barat) mengalami degradasi multidimensi.

Di sisi yang lain, ada eggboy, Will Connolly satu dari sekian ras kulit putih yang muak akan ‘kebiadaban’ Islamophobia rekaan Barat. “This was the moment when I felt so proud to exist as a human being. Let me inform you guys, Muslim are not terrorists and terrorism has no religion. All those who consider Muslims a terrorist community, have empty heads like Anning.”,  tulis remaja 17 tahun ini dalam akun twitternya paska melempar telur ke kepala senator Quensland, Fraser Anning.

Pernyataan rasis Fraser Anning tidak sekedar sikap individual, namun sikap kompak Barat dalam menghadapi Islam. Menjadikan Islamophobia sebagai rasialisme yang diterima secara umum untuk menjustifikasi kejahatan terhadap muslim dan Islam. Sanggahan hanya semakin menunjukkan hipokrisi Barat, sebab data justru menunjukkan hal sebaliknya, di USA dari 65 kejadian aksi terorisme 37 insiden dilatarbelakangi sikap anti-muslim (Global Terrorism Database 2018).

[Tetap Fokus] – Apresiasi positif layak berikan pada otoritas pemerintah New Zealand dan respon warga dunia atas simpati kepada umat Islam di New Zealand. Gerakan menjaga masjid, diperdengarkan adzan, pembacaan ayat suci Al Qur’an dan berkerudung bagi kaum perempuan di New Zealand mengokoh di tengah gelombang Islamophobia yang terus disebar. Akan tetapi sangat perlu dicatat, akar masalah kejadian ini harus tetap menjadi fokus tidak boleh goyah oleh euphoria fenomena simpati. Harus ada langkah-langkah nyata bukan saja untuk menyembuhkan luka namun mencegah luka yang sama kembali menganga.

“Will Christchurch finally change the way we view global terrorism?”,  tutur Rifat Audeh, aktivis HAM dan filmmaker di laman independent.co.uk. Berbeda dengan insiden serupa di tenpat lain, insiden di New Zealand menyentak kesadaran global bahwa 1)Islamophobia adalah kejahatan Barat yang nyata, 2)Ambruknya supremasi kebenaran Barat, 3)Seruan kesatuan kaum muslimin lebih diatas simbol, terlepas sempurna dari kesemuan nation state adalah relevan dan kebutuhan mendesak.

Pertama, Islamophobia adalah kejahatan Barat yang nyata. Antara tahun 2008 sampai 2013, CAIR (Council on American-Islamic Relations) mengidentifikasi setidaknya 74 kelompok yang mendukung atau mendanai Islamophobia. Selama periode ini, 33 kelompok lapisan inti (inner core) telah mengakses setidaknya USD 204 juta (setara 2,7 triliun rupiah) pendapatan total.  Lalu pada tahun 2013 saja, kelompok-kelompok lapisan inti telah mengakses 34.687.465 dolar (setara 464 miliar rupiah).

Selain itu, 41 kelompok lapisan kedua (outer core) tidak dirancang secara eksplisit untuk advokasi anti-Muslim, tetapi mereka bekerja secara reguler memasukkan tema-tema Islamophobia. Jajak pendapat oleh The Review of Religion, 41% penyebab meningkatnya Islamophobia adalah bias dan kesalahan penggambaran yang dilakukan oleh media massa. Disusul 24% karena perilaku negatif individu yang disebut muslim. Hanya 15% responden yang tidak setuju adanya (peningkatan) Islamophobia.

Kedua, ambruknya supremasi kebenaran Barat. Dalam dua tulisan yang berbeda, Drone Emprit mengawal respon dunia maya atas insiden di New Zealand. Tulisan tanggal 15 Maret, People said "Terrorist", Most Media said "Shooting"  terlihat jelas gap antara media mainstream (Barat) dan netizen.Tanggal 16 Maret, dinamika dunia maya merujuk ke satu opini, “We found that 70% of the conversation said "terrorist" attack, while 30% of it said "shooting" attack. It seems globally we agree about the term, that it was an act of a terrorist.”. Disaat media Barat mati-matian mempertahankan label “shooting”, masyarakat dunia sama sekali tidak bergeming.

Ini jelas pengkhianatan kode etik jurnalistik. Meski sebenarnya sikap ini sangatlah tidak mengherankan. Barat dan hipokrit adalah satu paket tak terpisahkan. “Truth, it seem. Is too complicated for us to pursue. Or perhaps it doesn’t exist, since we  are all subjective individuals. There are interesting arguments, maybe, on some philosophical level, even valid..” terang Bill Kovach dalam artikel berjudul Journalism’s First Obligation is to Tell the Truth pada laman niemanreport.org. Hal ini sesuai dengan yang diungkap Louay Safi dalam papernya berjudul Blaming Islam, dengan poin utama labelling game adalah senjata efektif memecah belah kekuatan umat Islam.

Ketiga, seruan kesatuan kaum muslimin lebih di atas simbol, terlepas sempurna dari kesemuan nation state adalah relevan dan kebutuhan mendesak. Tidak bisa dipungkiri, sejak keruntuhan kekuasaan Islam pada tahun 1924, tak ada lagi kekuatan politis berarti. Didukung dengan bungkamnya penguasa muslim di hampir seluruh wilayah, ummat Islam kehilangan perisainya.

Di area mayoritas, intimidasi masuk hinga ke ranah fisik. Sebutlah muslim Rohingya, Uighur, Pattani, Suriah, Yaman, Palestina dan masih banyak lagi. Di area mayoritas, oleh kebijakan Islamophobia membungkam kaum muslimin, dipaksa menerima ‘sentimen negatif’ atas agamanya sendiri bersamaan dengan proses internalisasi Islamophobia (menjadi bagian yang mengawasi diri). Maka seruan kesatuan ini bukan hanya relevan tapi mendesak untuk disegerakan dan menjadi prioritas kaum muslimin di seluruh dunia.

“Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya.” [HR Muslim]

Dengan kembalinya kekuatan kaum muslimin baik secara fisik dan politis, tidak hanya dapat membebaskan kaum muslimin dari kondisi yang keji, namun juga menerangi dunia. Meruntuhkan hegemoni peradaban Barat yang rusak dan menggantinya dengan peradaban agung, Islam rahmatal lil ‘alamin. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

 

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Ahad, 25 Oct 2020 13:55

Komisi VI DPR Aceh Serahkan Hasil Uji Calon Anggota Baitul Mal Aceh ke Pimpinan Dewan

Komisi VI DPR Aceh Serahkan Hasil Uji Calon Anggota Baitul Mal Aceh ke Pimpinan Dewan

Ahad, 25 Oct 2020 12:50

HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

Ahad, 25 Oct 2020 12:04

Efektivitas Audit Internal Syariah dan Kualitas Pelaporan Keuangan

Efektivitas Audit Internal Syariah dan Kualitas Pelaporan Keuangan

Ahad, 25 Oct 2020 11:57

Pasukan Keamanan Afghanistan Klaim Tewaskan Pemimpin Senior Al-Qaidah Abu Muhsin Al-Masri

Pasukan Keamanan Afghanistan Klaim Tewaskan Pemimpin Senior Al-Qaidah Abu Muhsin Al-Masri

Ahad, 25 Oct 2020 11:46

Selama Tidak Diwajibkan, MUI Dukung Materi Khutbah Kemenag

Selama Tidak Diwajibkan, MUI Dukung Materi Khutbah Kemenag

Ahad, 25 Oct 2020 11:20

Juara UFC Khabib Nurmagomedov Umumkan Pensiun Setelah Mengalahkan Justine Gaethje

Juara UFC Khabib Nurmagomedov Umumkan Pensiun Setelah Mengalahkan Justine Gaethje

Ahad, 25 Oct 2020 09:40

ICRC: Tahanan Palestina Yang Melakukan Mogok Makan Memasuki 'Fase Kritis'

ICRC: Tahanan Palestina Yang Melakukan Mogok Makan Memasuki 'Fase Kritis'

Sabtu, 24 Oct 2020 21:15

Kelompok Perdagangan Arab Boikot Produk Prancis

Kelompok Perdagangan Arab Boikot Produk Prancis

Sabtu, 24 Oct 2020 20:46

Soal Vaksin Covid 19, PKS: Pemerintah Jangan Ugal-ugalan

Soal Vaksin Covid 19, PKS: Pemerintah Jangan Ugal-ugalan

Sabtu, 24 Oct 2020 20:28

PLO: Serangan Israel Meningkat Sejak Perjanjian Normalisasi Ditandatangani Dengan Negara Arab

PLO: Serangan Israel Meningkat Sejak Perjanjian Normalisasi Ditandatangani Dengan Negara Arab

Sabtu, 24 Oct 2020 20:00

Legislator: Pemerintah Harus Pikirkan Kebijakan Tambahan untuk UMKM

Legislator: Pemerintah Harus Pikirkan Kebijakan Tambahan untuk UMKM

Sabtu, 24 Oct 2020 19:59

Anggota Baleg Sebut UU Cipta Kerja Dipaksakan hingga Banyak Revisi

Anggota Baleg Sebut UU Cipta Kerja Dipaksakan hingga Banyak Revisi

Sabtu, 24 Oct 2020 19:16

Informasi dan Komunikasi Soal Vaksin Harus Tegas dan Transparan

Informasi dan Komunikasi Soal Vaksin Harus Tegas dan Transparan

Sabtu, 24 Oct 2020 18:53

China Janji Blokir Penyebar Konten Amoral, Pakistan Cabut Blokir TikTok

China Janji Blokir Penyebar Konten Amoral, Pakistan Cabut Blokir TikTok

Sabtu, 24 Oct 2020 17:11

Surat Yasin Jantungnya Al-Qur’an?

Surat Yasin Jantungnya Al-Qur’an?

Sabtu, 24 Oct 2020 17:00

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Jum'at, 23 Oct 2020 23:31

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Jum'at, 23 Oct 2020 23:26

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

Jum'at, 23 Oct 2020 23:09

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Jum'at, 23 Oct 2020 22:03


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X