Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.430 views

Ada Apa dengan Kuping Kiri Pak Jokowi?

Oleh:

Asyari Usman*

 

WALAUPUN debat capres malam tadi biasa-biasa saja, tetapi banyak orang yang mencatat berbagai hal yang menarik perhatian. Banyak pula pemirsa yang mengungkapkan rasa puas dan rasa tak puas. Sebagian lain kelihatannya menonton dengan mata yang jeli. Lebih tepatnya dengan “mata intel”. Luar biasa hebat!

Mereka tidak sekadar menyimak paparan kedua capres, melainkan mengamati dengan sekasama apa-apa yang mereka anggap aneh.

Saking jelinya pemirsa debat capres, ada yang serentak bertanya, “Ada apa dengan kuping kiri Pak Jokowi? Kok beliau bolak-balik menyentuhkan ujung jarinya ke lubang kuping kiri itu?”

Mereka ini berpikiran macam-macam. Ada yang menyatakan keheranan mengapa harus sentuh-sentuh lubang kuping. Mereka merasa ada yang tak biasa. Bagaikan ada sesuatu yang harus dicocokkan posisinya di dalam kuping Pak Jokowi. Wallahu a’lam. Ada-ada saja tingkah pemirsa. 

Banyak pula pemirsa yang merasa heran kenapa Pak Jokowi bisa relatif ‘bagus’ menjawab pertanyaan maupun menyampaikan penjelasan. Tumben. Selama hari ini beliau itu ‘kan sering tergagap-gagap menjawab pertanyaan media. Kok malam tadi bisa lebih mulus. Bagaikan ada ‘live briefing’. Hehe…

Keterlaluan kalian. Curiga terus. Tapi, begitulah gambaran tentang masyarakat yang super-kritis. Tidak perlu ditanggapi dengan pengerahan unit-unit reaksi cepat yang ada di berbgai instansi penegak hukum. Anggap saja ini fenomena peningkatan drastis kegemaran rakyat terhadap politik dan demokrasi.

Inilah pertanda rakyat semakin jeli. Barangkali, inilah buah dari iklan layanan masyarakat yang sanga positif selama ini. Iklan itu, “teliti dulu sebelum dibeli”. Tonton dulu sebelum dipilih.

Atau mungkin juga ada semacam, maaf, ‘bimbel’ untuk Pak Jokowi. Jadi, banyak hal yang bisa membantu beliau. Iya ‘kan?

Dengan begitu, janganlah selalu dihantui kecurigaan. Masa terus-menerus menyangka Pak Jokowi tak bisa menguasai masalah. Beliau ‘kan punya banyak tenaga ahli di semua bidang. Dan, bisa jadi juga Pak Presiden sudah beralih jenis bacaan. Bukan lagi komik.

Mungkin saja menjelang debat capres ini beliau intensif membaca data. Bisa jadi beliau banyak berdiskusi dengan para menteri serta para staf ahli yang superjago. Siapa tahu, bukan?

Akan tetapi, memang banyak yang bisa dipertanyakan tentang data atau angka-angka yang disampaikan Jokowi di debat malam tadi. Misalnya saja tentang kebakaran hutan yang dikatakannya sudah tidak ada lagi selama tiga tahun ini. Faktanya, kelompok pembela lingkungan, Greenpeace, membantah klaim Jokowi. Mereka mengatakan, sejak kebakaran hutan terbesar pada 2015, kebakaran terus terjadi tiap tahun hingga sekarang.

Data di Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut (Kementerian Lingkungan Hidup) menunjukkan kebakaran hutan terus terjadi. Memang luas hutan yang terbakar menurun. Pada 2016, ada 14,600 (empat belas ribu enam ratus) hektar yang terbakar. Di 2017, ada 11,127 hektar dan pada 2018 ada 4,666 hektar. Ini yang disampaikan oleh Kompasdotcom, media pendukung petahana.

Pak Jokowi juga mengatakan, 11 perusahaan besar yang terbukti membakar hutan dihukum denda 18 triliun rupiah. Tapi, Greenpeace mengatakan sepeser pun denda itu belum dibayar.

Jokowi mengatakan, impor jagung pada 2018 hanya 180,000 ton. Kenyataannya 737,000 ton lebih. Beliau katakan, produksi sawit 2018 mencapai 46 juta ton. Tapi, faktanya 34.5 juta ton. Pak Jokowi bilang, ada 16 juta petani sawit. Nyatanya hanya 3 juta saja.

Tentang beras, Pak Jokowi mengatakan total produksi sebesar 33 juta ton pada 2018 dan total konsumsi 29 juta ton. Yang benar adalah produksi beras ditambah dengan beras impor mencapai 46.5 juta ton sedangkan konsumsi 33 juta ton (2018).

Tentang jalan desa juga belepotan klaim Pak Jokowi. Beliau katakan, dia membangun 191,000 kilometer jalan desa. Tapi, menurut seorang alumni IPB, namanya Refrinal, yang benar adalah total 191,000 km itu dibangun sejak Indonesia merdeka. Sejak era Soekarno, dilanjutkan Soeharto, Habibie, dst, hingga masa Pak Jokowi sendiri.

Jokowi mengatakan, pemerintah mengubah lubang bekas galian tambang menjadi kolam ikan. Fantastik sekali. Tapi, di mana gerangan kolam ikan bekas lubang tambang itu? Bukankah lubang-lubang tambang itu tak bisa dijadikan kolam ikan karena ada radiasi yang relatif tinggi?

Ada sekian banyak lagi data keliru yang disebutkan oleh Pak Jokowi. Terlalu panjang untuk diuraikan semuanya di tulisan ini. Saya khawatir Anda bosan membacanya. Bosan membaca data keliru bisa menyebabkan Anda bosan dengan orang yang memaparkan data keliru itu.

Nah, inilah debat capres kita. Semoga di debat-debat berikutnya tidak terjadi lagi pemaparan data yang tak akurat. Kasihan para mahasiswa yang kebetulan sedang menyusun thesis terkait dengan berbagai data yang disebutkan Pak Jokowi itu.

Dan semoga juga nanti tidak ada lagi kecurigaan Anda terhadap kuping kiri Pak Jokowi. *Penulis adalah wartawan senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Jum'at, 17 Jan 2020 21:22

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Jum'at, 17 Jan 2020 18:15

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

Jum'at, 17 Jan 2020 17:45

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Jum'at, 17 Jan 2020 17:19

Ketika KPK Sudah Jinak

Ketika KPK Sudah Jinak

Jum'at, 17 Jan 2020 15:25

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

Jum'at, 17 Jan 2020 08:55

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Jum'at, 17 Jan 2020 08:36

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Jum'at, 17 Jan 2020 08:24

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

Jum'at, 17 Jan 2020 07:18

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Kamis, 16 Jan 2020 23:27

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Kamis, 16 Jan 2020 22:42

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Kamis, 16 Jan 2020 22:00

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Kamis, 16 Jan 2020 21:35

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

Kamis, 16 Jan 2020 21:15

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Kamis, 16 Jan 2020 21:06

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Kamis, 16 Jan 2020 20:39

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Kamis, 16 Jan 2020 20:34

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Kamis, 16 Jan 2020 20:00

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

Kamis, 16 Jan 2020 19:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X