Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.214 views

Do’a Mbah Maimoen Jadi Korban Operasi Media Blackout

Oleh:

Hersubeno Arief, konsultan media

 

TAK BANYAK yang sadar, di tengah hiruk pikuk kontroversi pemberitaan do’a Kyai Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang diralat, terjadi operasi media blackout. Sebuah operasi menenggelamkan berita dari media, terutama televisi.

Dari semua stasiun televisi hanya ada dua stasiun yang sempat menyiarkan berita heboh tersebut. Beritanyapun muncul setelah ada klarifikasi dari Romahurmuziy (Romy) bahwa video do’a mbah Moen untuk Prabowo yang diaminkan Jokowi, sudah diedit dan dipotong-potong.

Kedua berita itu munculnya di program Kabar Siang TV One, dan Redaksi Sore Trans TV, Ahad (3/2). Ada jarak yang cukup lama dengan peristiwa yang terjadi.

Inews milik Harry Tanoe baru ikut menayangkan berita tersebut pada Senin (4/2) di program Inews Pagi, Siang dan Pemilu Rakyat. Setelah empat hari berlalu.

Acara Sarang Berdzikir yang dihadiri oleh Presiden Jokowi itu terjadi pada Jumat Sore (1/2) . Dan pada malam harinya langsung heboh di media sosial. Media-media online juga langsung menyambarnya.

Di twitter peristiwa itu menjadi trending No 1. Klarifikasi Romy dengan nge-vlog bersama Jokowi dan Mbah Moen di kamar pribadi, malah kian membuat peristiwa itu semakin heboh. Romy dinilai su’ul adab. Tak punya tata krama dan penghormatan terhadap seorang kyai sepuh seperti Mbah Moen.

Di televisi sepanjang hari Sabtu (2/2) berita itu sunyi senyap. Baru pada hari Ahad beritanya muncul, dan setelah itu senyap kembali. TV One dan Trans TV tidak menyiarkan kembali pada program berikutnya.

Padahal biasanya untuk stasiun televisi berita seperti TV One, berita semacam itu layak dijadikan topik perbincangan hangat. Layak menjadi sebuah berita yang bersifat running issue. Berita yang terus bergulir.

Dari sudut manapun peristiwa itu sangat memenuhi syarat dan unsur kelayakan sebuah berita.

Seorang Kyai sepuh yang sangat berpengaruh, didatangi seorang presiden yang kembali mencalonkan diri. Diminta mendo’akan, atau bahasa terangnya diminta dukungannya. Sudah disiapkan teksnya. Eh…. ketika membaca do’a, malah menyebut nama pesaingnya sebagai presiden (Rois) Indonesia.

Yang lebih menarik lagi, di sebelah Mbah Moen, Jokowi menadahkan tangan, menunduk khusu’ dan mengaminkan do’a itu. Sebuah peristiwa unik, langka, melibatkan orang penting, dan tentu saja aktual. Layak breaking news.

Peristiwanya semakin seru ketika Romy tergopoh-gopoh menghampiri Mbah Moen dan minta agar do’anya diralat. Mic sempat mati, dan ketika menyala, Mbah Moen kembali menyebut nama Prabowo dua kali.

Barulah kemudian setelah diingatkan Mbah Moen menyebut nama Jokowi. Namun para santri sebagian sudah bubar, karena adzan salat maghrib berkumandang. Tradisi di pesantren, kegiatan apapun harus berhenti ketika adzan sudah berkumandang.

Beberapa eksekutif produser stasiun televisi mengaku ada semacam larangan langsung dari pemilik untuk menayangkannya. Secara bercanda mereka menyebut ada “gangguan teknis.”

Jangan salah sangka. Gangguan teknis yang dimaksud adalah sebuah akronim dari “tekanan dari istana.” Ha….ha…ha….

Praktik semacam ini biasa terjadi sepanjang pemerintahan Jokowi, khususnya pasca hiruk pikuk Pilkada DKI 2017, dan intensitas semakin meninggi jelang Pilpres 2019 ini.

Ada apa dengan Mbah Moen?

Mengapa stasiun televisi dan mengapa berita Mbah Moen yang menjadi sasaran blackout?. Masalah ini jelas erat kaitannya dengan pilpres.

Pertama, Mbah Moen adalah seorang ulama NU yang sangat kharismatis. Sebagai ulama senior NU, sikap Mbah Moen akan sangat berpengaruh terhadap para santri, kaum nahdliyin, terutama yang berada di Jawa Tengah.

NU merupakan kantong pemilih yang secara mati-matian dipertahankan oleh Jokowi. Pemilihan Kyai Ma’ruf Amin sebagai cawapres adalah upaya mengikat suara kaum nahdliyin.

Kedua, pengaruh Mbah Moen di Jateng sangat kuat. Jaringan alumni pesantren Sarang tersebar sangat luas sepanjang Pantura. Mulai dari Rembang sampai Brebes. Kecuali Semarang dan Kendal.

Tradisi di kalangan santri sendiko dawuhsami’na, wa’ato’na, nurut dan manut pada kiai besar masih sangat kuat.

Sikap Mbah Moen dipastikan bisa mengubah konstelasi politik di Jateng. Padahal Jateng merupakan tambang suara dan benteng pertahanan utama Jokowi. Jika perolehan suara di Jateng setidaknya sama dengan Pilkada Serentak 2018, maka peluang Jokowi mempertahankan kekuasaan akan sangat berat.

Pada Pilkada 2018 pasangan Ganjar-Taj Yasin memperoleh 57.78%, sementara lawannya Sudirman Said-Ida Faudziah memperoleh 41.22%. Sekarang Sudirman Said selain menjadi Direktur Materi dan Debat BPN, dia juga ditugaskan mengomandani pertempuran di Jateng. Kepala BPN Jend (Purn) Djoko Santoso juga membuka pos pemenangan di Solo.

Ketiga, Mbah Moen adalah Ketua Dewan Syariah DPP PPP yang diketuai oleh Romi. Dukungan Mbah Moen kepada Prabowo akan sangat mempengaruhi pemilih PPP yang kini mendukung Jokowi. Suara PPP yang sudah merosot akan kian tergerus.

Kalau PPP tak lolos parliamentary threshold, dan Jokowi kalah, Romi tak akan memperoleh apapun.

Dua pukulan berganda yang telak bagi Romi. Posisinya sebagai Ketum yang sudah payah dia menangkan melawan Djan Faridz juga kembali terancam. Ini menjelaskan mengap Romi terlihat panik dan kalang kabut. Dia harus bekerja keras memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Termasuk menuduh pendukung Prabowo-Sandi menyebar hoax dan mengedit video do’a Mbah Moen.

Keempat, dari berbagai kalkulasi itulah mengapa operasi blackout di stasiun televisi menjadi sangat penting.

Televisi merupakan media dengan penetrasi terluas. Pemirsanya menjangkau kelas D, E. Kelas dengan pendidikan dan ekonomi rendah serta tinggal di pedesaan.

Kelas ini merupakan pemilih terbesar dan terkuat Jokowi. Mereka tak tersentuh media massa cetak dan online. Penetrasi medsos di kalangan ini juga sangat terbatas. Secara bercanda Ustadz Abdul Somad menyebut, paket internetnya terbatas. Tidak cukup.

Mereka harus dilindungi. Diproteksi dari terpaan informasi yang bisa merugikan. Karena itulah informasi tentang do’a Mbah Moen untuk Prabowo harus dijauhkan. Ditenggelamkan. End

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Jum'at, 23 Aug 2019 01:44

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 22:03

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Kamis, 22 Aug 2019 21:59

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 21:55

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Kamis, 22 Aug 2019 21:45

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

Kamis, 22 Aug 2019 21:15

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 20:53

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

Kamis, 22 Aug 2019 18:54

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Kamis, 22 Aug 2019 18:22

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 17:50

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

Kamis, 22 Aug 2019 17:43

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Kamis, 22 Aug 2019 17:08

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

Kamis, 22 Aug 2019 17:00

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 16:37

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Kamis, 22 Aug 2019 16:29

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Kamis, 22 Aug 2019 15:15

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Kamis, 22 Aug 2019 15:00

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Kamis, 22 Aug 2019 14:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X