Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.156 views

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

 

Oleh:

Adzra Safitri || Pelajar/Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

 

SEORANG siswi SMK 10 November di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban perundungan atau bullying. Korban dipaksa meminta maaf, mencium kaki dan ditarik dari sepeda motornya oleh seorang siswi SMP Mutiara Hikmah. Kejadian itu direkam oleh teman terduga pelaku yang sekolah di SMK Nusantara. Video rekaman aksi bullying tersebut kemudian viral di media sosial, seperti yang diberitakan kompas.com,(28/07/2020). Itulah  salah satu fakta bullying yang terjadi di kalangan remaja kita. 

Bullying merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut segala bentuk kekerasan yang dialami korban dan biasanya dilakukan oleh teman-temannya di dunia nyata maupun di dunia maya. Adapun menurut definisi lain,bullying adalah perlakuan kasar yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan berulang dan terus-menerus pada seorang target yang kesulitan membela diri. Bullying di dunia maya disebut dengan cyberbullying yaitu kegiatan perundungan dengan menggunakan alat bantu elektronik. 

Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bullyingdi kalangan remaja Indonesia bagaikan fenomena gunung es. Artinya, yang tampak di permukaan hanyalah sejumlah kecil, sedangkan yang tidak tampak karena tidak terlaporkan disinyalir kasusnya jauh lebih banyak. Seperti yang dilansir nasional.republika.co.id (10/2/2020), Komisioner Komisi KPAI, Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra mengatakan sepanjang 2011 hingga 2019, KPAI mencatat 37.381 pengaduan mengenai anak. Terkait dengan kasus perundungan, baik di media sosial maupun di dunia pendidikan, laporannya mencapai 2.473 laporan. 

Bullying terjadi dengan beberapa sebab di antaranya: Pertama,  menurut National Youth Violence Prevention Resource Center (2002) adalah suasana sekolah yang tidak kondusif. Kurangnya pengawasan orang dewasa atau guru pada saat jam istirahat, ketidakpedulian guru dan siswa terhadap perilaku bullying, serta penerapan peraturan anti-bullying yang tidak konsisten.

Kedua, tontonan yang tidak mendidik. Banyak perilaku bullying dan kekerasan yang dicontohkan oleh  sinetron-sinetron yang ada. Ditambah semakin banyaknya konten-konten bebas yang tersebar di media online seperti kanal YouTube dan lainnya. Hal ini kemudian ditiru oleh generasi saat ini. Alhasil, perilaku bully dan kekerasan baik secara verbal, fisik, maupun cyber semakin masif terjadi.

Ketiga, minimnya ilmu agama di sekolah. Menurut Dekan fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana, Muhammad Iqbal, perundungan yang dilakukan pelaku bullying, disebabkan proses pencarian jati diri tanpa mampu mengontrol emosi dan pola pikir mereka. Sehingga perlu adanya langkah yang ditempuh negara untuk menuntaskan kasus kekerasan terhadap anak. Butuh adanya sinergi antara negara, anak, dan keluarga. Dilansir viva.co.id, (23/7/2017). 

Apa akibat dari bullying? Seseorang yang menjadi pelaku bullying tidak memikirkan atau tidak peduli apa akibatnya terhadap kondisi psikis si korban. Tidak heran mengapa banyak sekali korban bullying yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Si korban merasa itulah jalan satu-satunya agar terbebas  dari tindak bullying. Tentu saja ini membuat kita miris. 

Jika bullying ini dibiarkan terus terjadi dan tidak ada tindakan pencegahan yang dilakukan oleh negara, maka tentu hal ini akan mengancam generasi mendatang. Selama ini tindakan negara dalam mengatasi bullying hanya sebatas mengambil peran kuratif ketimbang preventif. Sudah terjadi, barulah sibuk memikirkan langkah untuk menyelesaikannya. Orangtua juga tidak berperan dengan baik dalam proses mendidik dan menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Orangtua cenderung melihat prestasi akademik tanpa memedulikan pemahaman agama pada anaknya. Begitulah yang terjadi di  sistem pendidikan sekular saat ini. 

Inilah salah satu bahaya menjadikan sekularisme sebagai landasan sistem kehidupan saat ini.  Pemisahan nilai-nilai agama dari kehidupan memberi pengaruh buruk bagi kehidupan masyarakat. Pendidikan hanya sebatas keberhasilan prestasi siswa didik dengan nilai di atas kertas. Akhirnya, anak tumbuh menjadi hedonis, tidak memperdulikan dosa dan pahala. Prestasi demi prestasi dibanggakan namun jauh dari pembentukan kepribadian dan akhlak terpuji.

Berbeda dengan Islam sebagai satu-satunya sistem yang menyodorkan solusi atas setiap problematika kehidupan. Islam memberikan perhatian yang sangat besar kepada generasi penerus, bahkan sejak usia dini. Pada masa Islam berjaya, orang tua menjadi madrasah pertama bagi putra-putrinya. Orangtua akan menjalankan perannya dengan mendidik anak sesuai tuntunan syariat. Dengan demikian, anak memiliki pegangan hidup yang kokoh sehingga di usia baligh mereka siap menjalani kehidupan dan memahami hakikat hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah Ta'ala. Ketika remaja, mereka akan disibukkan dengan ketaatan kepada Allah. Baik membaca, mendengar atau menghapal Al-Qur’an, Hadits, kitab-kitab tsaqafah para ulama, atau berdakwah di tengah-tengah umat dan sebagainya. 

Dalam kehidupan bermasyarakat yang diatur Islam, masyarakat melakukan kontrol dengan aktivitas saling mengingatkan antar anggota masyarakat agar mereka senantiasa berjalan sesuai dengan tuntunan syariat. Perasaan masyarakat juga Islami, tidak akan mampu melukai hati orang lain. 

Negara akan menerapkan sistem pendidikan Islam yang akan membentuk kepribadian Islam pada setiap anak didik. Negara akan memfasilitasi media untuk pendidikan yang akan mendorong peserta didikberperilaku positif, sebagaimana dicontohkan generasi-generasi sukses sebelumnya dalam peradaban Islam. Negara akan melarang semua konten media yang merusak, baik dalam media buku, majalah, surat kabar, media elektronik dan virtual. Negara berkewajiban menutup semua pintu-pintu kemaksiatan dan akan melaksanakan sanksi yang tegas atas segala pelanggaran hukum Syara'. 

Maka bisa disimpulkan bullying merupakan duri dalam pendidikan Indonesia.Dan permasalahan ini hanya akan bisa diatasi dengan solusi Islam yang menyeluruh serta membutuhkan kerja sama antara keluarga, masyarakat dan negara. Tanpa sistem Islam, manusia tidak akan pernah bisa menyelesaikan semua permasalahan hidupnya.*

Oleh Adzra Safitri, Pelajar/Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

 

 

 

Seorang siswi SMK 10 November di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban perundungan atau bullying.Korban dipaksa meminta maaf, mencium kaki dan ditarik dari sepeda motornya oleh seorang siswi SMP Mutiara Hikmah.Kejadian itu direkam oleh teman terduga pelaku yang sekolah di SMK Nusantara. Video rekaman aksi bullying tersebut kemudian viral di media sosial, seperti yang diberitakan kompas.com,(28/07/2020). Itulah  salah satu fakta bullying yang terjadi di kalangan remaja kita.

 

Bullying merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut segala bentuk kekerasan yang dialami korban dan biasanya dilakukan oleh teman-temannya di dunia nyata maupun di dunia maya. Adapun menurut definisi lain,bullying adalah perlakuan kasar yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan berulang dan terus-menerus pada seorang target yang kesulitan membela diri. Bullying di dunia maya disebut dengan cyberbullying yaitu kegiatan perundungan dengan menggunakan alat bantu elektronik.

 

Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bullyingdi kalangan remaja Indonesia bagaikan fenomena gunung es. Artinya, yang tampak di permukaan hanyalah sejumlah kecil, sedangkan yang tidak tampak karena tidak terlaporkan disinyalir kasusnya jauh lebih banyak. Seperti yang dilansir nasional.republika.co.id (10/2/2020), Komisioner Komisi KPAI, Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra mengatakan sepanjang 2011 hingga 2019, KPAI mencatat 37.381 pengaduan mengenai anak. Terkait dengan kasus perundungan, baik di media sosial maupun di dunia pendidikan, laporannya mencapai 2.473 laporan.

 

Bullying terjadi dengan beberapa sebab di antaranya: Pertama,  menurut National Youth Violence Prevention Resource Center (2002) adalah suasana sekolah yang tidak kondusif. Kurangnya pengawasan orang dewasa atau guru pada saat jam istirahat, ketidakpedulian guru dan siswa terhadap perilaku bullying, serta penerapan peraturan anti-bullying yang tidak konsisten.

 

Kedua, tontonan yang tidak mendidik. Banyak perilaku bullying dan kekerasan yang dicontohkan oleh  sinetron-sinetron yang ada. Ditambah semakin banyaknya konten-konten bebas yang tersebar di media online seperti kanal YouTube dan lainnya. Hal ini kemudian ditiru oleh generasi saat ini. Alhasil, perilaku bully dan kekerasan baik secara verbal, fisik, maupun cyber semakin masif terjadi.

 

Ketiga, minimnya ilmu agama di sekolah. Menurut Dekan fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana, Muhammad Iqbal, perundungan yang dilakukan pelaku bullying, disebabkan proses pencarian jati diri tanpa mampu mengontrol emosi dan pola pikir mereka. Sehingga perlu adanya langkah yang ditempuh negara untuk menuntaskan kasus kekerasan terhadap anak. Butuh adanya sinergi antara negara, anak, dan keluarga. Dilansir viva.co.id, (23/7/2017).

 

Apa akibat dari bullying? Seseorang yang menjadi pelaku bullying tidak memikirkan atau tidak peduli apa akibatnya terhadap kondisi psikis si korban. Tidak heran mengapa banyak sekali korban bullying yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Si korban merasa itulah jalan satu-satunya agar terbebas  dari tindak bullying. Tentu saja ini membuat kita miris.

 

Jika bullying ini dibiarkan terus terjadi dan tidak ada tindakan pencegahan yang dilakukan oleh negara, maka tentu hal ini akan mengancam generasi mendatang.  Selama ini tindakan negara dalam mengatasi bullying hanya sebatas mengambil peran kuratif ketimbang preventif. Sudah terjadi, barulah sibuk memikirkan langkah untuk menyelesaikannya.  orang tua juga tidak berperan dengan baik dalam proses mendidik dan menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Orang tua cenderung melihat prestasi akademik tanpa memedulikan pemahaman agama pada anaknya. Begitulah yang terjadi di  sistem pendidikan sekuler saat ini.

 

Inilah salah satu bahaya menjadikan sekularisme sebagai landasan sistem kehidupan saat ini.  Pemisahan nilai-nilai agama dari kehidupan memberi pengaruh buruk bagi kehidupan masyarakat. Pendidikan hanya sebatas keberhasilan prestasi siswa didik dengan nilai di atas kertas. Akhirnya, anak tumbuh menjadi hedonis, tidak memperdulikan dosa dan pahala. Prestasi demi prestasi dibanggakan namun jauh dari pembentukan kepribadian dan akhlak terpuji.

 

Berbeda dengan Islam sebagai satu-satunya sistem yang menyodorkan solusi atas setiap problematika kehidupan. Islam memberikan perhatian yang sangat besar kepada generasi penerus, bahkan sejak usia dini. Pada masa Islam berjaya, orang tua menjadi madrasah pertama bagi putra-putrinya. Orang tua akan menjalankan perannya dengan mendidik anak sesuai tuntunan syariat. Dengan demikian, anak memiliki pegangan hidup yang kokoh sehingga di usia baligh mereka siap menjalani kehidupan dan memahami hakikat hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah Ta'ala. Ketika remaja, mereka akan disibukkan dengan ketaatan kepada Allah. Baik membaca, mendengar atau menghapal Al-Qur’an, Hadits, kitab-kitab tsaqafah para ulama, atau berdakwah di tengah-tengah umat dan sebagainya.

 

Dalam kehidupan bermasyarakat yang diatur Islam,  masyarakat melakukan kontrol dengan aktivitas saling mengingatkan antar anggota masyarakat agar mereka senantiasa berjalan sesuai dengan tuntunan syariat. Perasaan masyarakat juga Islami, tidak akan mampu melukai hati orang lain.

 

Negara akan menerapkan sistem pendidikan Islam yang akan membentuk kepribadian Islam pada setiap anak didik. Negara akan memfasilitasi media untuk pendidikan yang akan mendorong peserta didikberperilaku positif, sebagaimana dicontohkan generasi-generasi sukses sebelumnya dalam peradaban Islam. Negara akan melarang semua konten media yang merusak, baik dalam media buku, majalah, surat kabar, media elektronik dan virtual. Negara berkewajiban menutup semua pintu-pintu kemaksiatan dan akan melaksanakan sanksi yang tegas atas segala pelanggaran hukum Syara'. 

 

Maka bisa disimpulkan bullying merupakan duri dalam pendidikan Indonesia.Dan permasalahan ini hanya akan bisa diatasi dengan solusi Islam yang menyeluruh serta membutuhkan kerja sama antara keluarga, masyarakat dan negara. Tanpa sistem Islam, manusia tidak akan pernah bisa menyelesaikan semua permasalahan hidupnya.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Dua Dimensi Kebahagiaan dalam Islam

Senin, 26 Oct 2020 22:45

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Pompeo Bikin Ketar Ketir Joko

Senin, 26 Oct 2020 22:40

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Kepala Mossad Duga Kesepakatan Normalisasi Israel dan Arab Saudi Akan Segera Datang

Senin, 26 Oct 2020 20:30

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

PM Pakistan Imran Khan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

Senin, 26 Oct 2020 19:45

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

Senin, 26 Oct 2020 18:26

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Belajar Itu Pasti, Beraspirasi Harus!

Senin, 26 Oct 2020 17:56

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Militer Armenia Langgar Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh Untuk Yang Ketiga Kalinya

Senin, 26 Oct 2020 17:30

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Terkait Pernyataan Presiden Macron Sudutkan Islam, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

Senin, 26 Oct 2020 17:09

Proyek Gagal Film “My Flag”

Proyek Gagal Film “My Flag”

Senin, 26 Oct 2020 16:38

Gamang, Prancis Desak Negara-negara Timur Tengah Akhiri Seruan Pemboikotan Produk Mereka

Gamang, Prancis Desak Negara-negara Timur Tengah Akhiri Seruan Pemboikotan Produk Mereka

Senin, 26 Oct 2020 12:14

Heboh Film My Flag, Ada Adegan Berkelahi Tarik Paksa Cadar Muslimah

Heboh Film My Flag, Ada Adegan Berkelahi Tarik Paksa Cadar Muslimah

Senin, 26 Oct 2020 09:38

Sudah Saatnya Dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Sudah Saatnya Dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Senin, 26 Oct 2020 08:25

Bank Irak Tawarkan Pinjaman Sebesar 10 Juta Dinar Bagi Yang Ingin Menikahi Istri Kedua

Bank Irak Tawarkan Pinjaman Sebesar 10 Juta Dinar Bagi Yang Ingin Menikahi Istri Kedua

Ahad, 25 Oct 2020 17:15

Seruan Protes dan Boikot Produk Prancis Menggema Menyusul Komentar Anti-Islam Macron

Seruan Protes dan Boikot Produk Prancis Menggema Menyusul Komentar Anti-Islam Macron

Ahad, 25 Oct 2020 15:45

Kaji Buku ‘Muslimah Anti Viral’, FMDKI Ajak Muslimah Indonesia Perkuat Keislaman di Era Digital

Kaji Buku ‘Muslimah Anti Viral’, FMDKI Ajak Muslimah Indonesia Perkuat Keislaman di Era Digital

Ahad, 25 Oct 2020 15:25

Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Anjuran Menutup Aurat untuk Anak

Ahad, 25 Oct 2020 13:55

Komisi VI DPR Aceh Serahkan Hasil Uji Calon Anggota Baitul Mal Aceh ke Pimpinan Dewan

Komisi VI DPR Aceh Serahkan Hasil Uji Calon Anggota Baitul Mal Aceh ke Pimpinan Dewan

Ahad, 25 Oct 2020 12:50

HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

Ahad, 25 Oct 2020 12:04

Efektivitas Audit Internal Syariah dan Kualitas Pelaporan Keuangan

Efektivitas Audit Internal Syariah dan Kualitas Pelaporan Keuangan

Ahad, 25 Oct 2020 11:57

Pasukan Keamanan Afghanistan Klaim Tewaskan Pemimpin Senior Al-Qaidah Abu Muhsin Al-Masri

Pasukan Keamanan Afghanistan Klaim Tewaskan Pemimpin Senior Al-Qaidah Abu Muhsin Al-Masri

Ahad, 25 Oct 2020 11:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X