Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.945 views

Islamophobia Dibalik Narasi 'Good Looking'

 

Oleh: Hana Rahmawati

Istilah good looking menjadi perbincangan hangat yang mewarnai jagad dunia maya beberapa hari ini. Istilah ini kini menjadi sorotan, pasalnya pada pertemuan Webinar bertajuk Strategi Menangkal Radikalisme pada ASN (02/09/2020), Menag menegaskan bahwa paham radikal masuk masjid lewat anak yang good looking. 

"Caranya masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa arabnya bagus, hafidz, mereka mulai masuk."  Kata Menag, Fachrul Razi, yang disiarkan melalui Channel Youtube, Kemenpan RB (02/09/2020).

Sontak saja pernyataan kontroversial menag tersebut kembali memantik pro kontra di kalangan umat. Pernyataan menag tersebut jelas melukai hati mayoritas penduduk di negeri ini. Pasalnya, pernyataan mengenai good looking, paham bahasa arab dengan baik yang menurut menag menjadi pintu masuknya radikalisme jelas mengarah kepada umat Islam.

Menurut Ustadz Fatih Karim (Founder Cinta Qur'an Centre) dalam wawancara di Channel Fokus Khilafah (06/09/2020), bagaimana bisa seorang da'i yang berpenampilan bersih dikatakan sebagai seorang yang radikal hanya karena mengajak umat untuk menerapkan syari'at secara kaffah serta mengamalkan Alquran. Hal ini jelas merupakan tuduhan tidak berdasar dan bertentangan dengan keimanan.

Hal senada disampaikan oleh wakil ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, ia menyayangkan menteri agama Fahrul Razi kembali membuat pernyataan yang meresahkan umat, menggambarkan phobia kepada hafidz (penghafal Alquran), anak muda good looking, mampu berbahasa arab dengan baik yang disebut sebagai pintu masuknya radikalisme di masjid-masjid. Menurut HNW, pernyataan seperti ini tidaklah diperlukan ditengah semakin meningkatnya korban COVID19 dan makin banyaknya kasus moral ditengah masyarakat.  Masih menurut HNW, seharusnya menteri agama berterimakasih kepada anak-anak muda tersebut. Menyambut positif tren mereka dalam berhijrah, mampu berbahasa arab terlebih lagi hafidz quran yang mau memakmurkan masjid. (suaraislam.id, 04/09/2020).

Islam memang mengajarkan kepada umatnya untuk berpenampilan good looking, berkepribadian Islami yang baik, menjaga kebersihan dan kesucian diri juga kejernihan berpikir dan kejernihan aqidah. Adapun aspek kepribadian Islam itu mencakup pola pikir dan pola sikapnya. Jadi tatkala seorang muslim menjadikan Islam sebagai standar pola pikir dan pola sikapnya, tentunya ia telah memiliki kepribadian yang Islami. Dengan memiliki kepribadian yang islami, maka ia telah menjelma menjadi sosok yang good looking. Bahkan kepribadian Islam yang dimilikinya lebih mulia daripada tampilan fisik wajah yang ganteng maupun cantik.

Muslim yang good looking itu mempunyai karakter sebagai ibadur rahman. Menebarkan kebaikan, menunjukkan jalan Islam pada manusia dan berlomba-lomba meraih ridho Allah. Akhlaq dan adabnya mulia. Tentu saja sosok yang sedemikian sangat tidak layak untuk dicurigai.

Menteri Agama yang Penuh Kontroversi

Menag Fahrul Razi  yang sejak awal menjabat tidak pernah sepi dari sorotan umat. Berbagai narasi kontroversi di lontarkannya. Pada tahun 2019, Fachrul Razi sempat berencana untuk melarang penggunaan cadar dengan alasan keamanan dari radikalisme. Usulan ini diterapkan bagi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat saat itu. Selain cadar, celana cingkrang pun turut di permasalahkan. Saat itu, Fachrul bilang ada tren mengaitkan penggunaan cadar dan celana cingkrang dengan tingkat ketakwaan. Selain itu, ia juga menyinggung alasan keamanan.

Selanjutnya Fachrul menggagas sertifikasi penceramah guna merespons gerakan radikalisme yang sudah masuk ke mimbar-mimbar masjid. Menurutnya, saat ini banyak penceramah yang membodohi umat dengan menggunakan dalil-dalil agama. Kemudian Menag menerbitkan Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim. Aturan itu mengharuskan pendaftaran majelis di kantor Kementerian Agama untuk dapat Surat Keterangan Terdaftar.

Menjadi hal yang memprihatinkan jika menteri agama yang seharusnya mengurus permasalahan Aqidah umat Islam agar semakin kuat, kini seolah menakuti rakyatnya menggunakan label pemahaman agama dan atributnya.  Sesungguhnya masih banyak hal tentang moral bangsa yang harus mendapat perhatian khusus dari sekedar terus menerus membuat kebijakan kontroversial yang selalu melukai perasaan umat Islam.

Sebagai contoh degradasi moral bangsa kita saat ini, salah satunya jumlah kasus narkoba yang masih menunjukkan tren kenaikan tiap tahunnya. Belum lagi kerusakan moral remaja akibat pergaulan bebas yang semakin marak. Dilansir dari liputan6.com, 19/07/2019, ditemukan data bahwa 33% remaja di Indonesia melakukan seks di luar nikah, ini terdiri dari remaja usia 18 sampai 20 tahun. Kemudian kasus-kasus korupsi di Indonesia yang belum juga terhenti. Ini disebabkan terkikisnya bahkan hilangnya keimanan dalam diri masing-masing individu.

Narasi Islamophobia seakan terus dihembuskan rezim ini kepada umat. Namun, di saat bersamaan geliat keislaman sedang tumbuh pesat di berbagai kalangan rakyat Indonesia. Dari artis hingga anak punk di jalanan, dari rakyat kecil hingga pemilik perusahaan. Seharusnya pemerintah berterimakasih kepada anak-anak muda dan da'i good looking  yang terus menyebarkan semangat keislaman ke tengah-tengah umat, membebaskan umat dari kebodohan dan buta Alquran, mengubah sifat kebinatangan menjadi manusia yang mulia, memakmurkan masjid dan merawatnya. Semua itu layak mendapat apresiasi dari menteri agama negeri ini, bukan malah menyematkan stigma negatif kepada para pengemban dakwah, muslim yang good looking.

Jika narasi Islamophobia terus dihembuskan pemerintah, maka jangan salahkan umat jika mereka akan berpikir bahwa rezim ini anti Islam dan berusaha memadamkan cahaya Islam. Sudah saat nya umat menyatukan hati dan perasaan untuk sama-sama meninggikan agama mulia ini. Karena sesungguhnya Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya. Kemudian bersama menyadarkan pemerintah untuk kembali kepada penerapan syariah serta memahami ajaran Islam yang sempurna dan paripurna ini. Semoga Allah memadamkan setiap usaha yang ingin meredupkan cahaya Islam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Wallahu A'lam Bi Ash-shawab

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Parlemen Azerbaijan Serukan Prancis Dikeluarkan Dari Kelompok Mediasi Nagorno-Karabakh

Jum'at, 27 Nov 2020 16:45

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

RUU Minol Diharapkan Basmi Miras Oplosan

Jum'at, 27 Nov 2020 11:39

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Lewat Program Satu Desa Satu Hafizh, Wagub Jabar Minta Santri Belajar Multidisplin

Jum'at, 27 Nov 2020 10:36

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Anis Sarankan Pemerintah Gandeng Koperasi Salurkan Dana PEN untuk UMKM

Jum'at, 27 Nov 2020 09:21

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Ini Daftar Lengkap Dewan Pimpinan Harian MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 08:25

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Pemerintah Aktifkan Calling Visa Israel, FPKS: Bentuk Penghianatan UUD 1945

Jum'at, 27 Nov 2020 07:16

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Guru di Indonesia, Pahlawan tanpa Kesejahteraan?

Jum'at, 27 Nov 2020 05:32

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Jum'at, 27 Nov 2020 05:10

Mulai Pertarungan Politik Istana

Mulai Pertarungan Politik Istana

Kamis, 26 Nov 2020 23:23

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Karangan Bunga atau Bunga Karangan

Kamis, 26 Nov 2020 23:22

Ketika Jokowi Goyah

Ketika Jokowi Goyah

Kamis, 26 Nov 2020 22:20

Copot Segera Pangdam Jaya

Copot Segera Pangdam Jaya

Kamis, 26 Nov 2020 21:16

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Seni Bersikap Bodo Amat, Seni Menghadapi Hidup dengan Pikiran Jernih

Kamis, 26 Nov 2020 21:10

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Inilah 3 Langkah Mendidik Anak Cinta Ulama

Kamis, 26 Nov 2020 20:54

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Turki: Resolusi Prancis Agar Mengakui Nagorno-Karabakh Wilayah Merdeka Bias dan Tidak Realistis

Kamis, 26 Nov 2020 20:45

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Sepuluh Santri Dewan Da’wah Ikuti Wisuda Santri Tahfidz Muamalat

Kamis, 26 Nov 2020 20:33

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Kamis, 26 Nov 2020 19:00

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Kamis, 26 Nov 2020 18:56

Teror Mendagri

Teror Mendagri

Kamis, 26 Nov 2020 18:43

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Kamis, 26 Nov 2020 18:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X