Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.269 views

Krisis Moral Bangsa, Akibat Pendidikan ala Sekuler?

 

Oleh: Hasrianti (Aktivis)

 

             Data Unicef tahun 2016 lalu menunjukkan bahwa kekerasan terhadap sesama remaja di Indonesia diperkirakan mencapai 50 persen. Moral para remaja saat ini sudah diambang batas, sangat menghawatirkan misalnya kekerasan antar pelajar, pornografi, tawuran antar pelajar, serta masalah sosial lainnya. Kenyataan ini menunjukkan merosotnya nilai moral di kalangan pelajar pada khususnya, maupun remaja pada umumnya.

Pendidikan dalam Pusaran Kapitalisme

Kapitalisme yang bertumpu pada asas maslahat materi menjadikan sistem pendidikan lebih menitikberatkan pada materi ajar yang bisa memberikan manfaat materil termasuk memenuhi keperluan dunia usaha.

Alhasil, komersialisasi pendidikan semakin pekat. Keberhasilan pendidikan pun hanya diukur dari nilai-nilai akademis, tanpa memperhatikan bagaimana keimanan, ketakwaan, akhlak, perilaku, kepribadian dan karakter peserta didik.

Kalau pun mengambil Islam, hanya untuk melengkapi pendidikan keagamaan (peribadahan) dan pembentukan akhlak atau moral belaka. Sedangkan dalam perkara lainnya, tidak dididik dengan panduan Islam yang membentuk karakter islam. Tak ada pendidikan politik Islam, juga pendidikan budaya dan sosial Islami. Senantiasa memisahkan antara sains  sosial humaniora dengan aspek akidah Islam itu sendiri.Wajar saja, jika hasilnya pun kental dengan kerusakan akhlak yang berorientasi pada materi belaka.

Tak sedikit dari mereka hanya menjadi bagian dari “robot alat produksi” kapitalisme.Selain itu, karena tidak berdasarkan asas keimanan dan ketakwaan, kecerdasan  tidak memberi sumbangsih bagi perbaikan  di masyarakat.

Virus liberal yang bebas disuntikkan melalui tayangan televisi, film, internet dan sosial media lainnya merupakan ancaman nyata bagi demoralisasi generasi muda.

 Tanpa sadar mereka merasa bangga jika berhasil melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan norma demi mencapai eksistensi dan label hitsdi tengah masyarakat.Sungguh persoalan seperti ini sangat meresahkan masyarakat khususnya orang tua, terlebih lagi ini seharusnya menjadi keprihatinan besar bagi negara.

Melihat fakta miris yang ada, semakin meningkatnya angka kriminalitas dalam dunia pendidikan bukti bahwa solusi yang ditawarkan oleh pemerintah hanyalah solusi parsial saja.Bagaimana mungkin bisa mencetak generasi yang baik, jika kebijakan dalam dunia pendidikan ini kontradiktif dan cenderung abai.

Merumuskan Ulang Tujuan Pendidikan

Sejatinya tujuan pendidikan yakni menciptakan manusia yang beriman dan produktif bukanlah generasi yang miskin kepribadian dan akhlak. Rezim neolib semakin gencar dalam menyerukan pendidikan sekuler sebagai mesin penggerak industrialisasi para kapital.

Pendidikan sekuler juga memastikan arah pendidikan akan terjebak pada kemajuan yang semu dan menipu. Hal ini nampak dari penegasan Mendikbud tentang penekanan aspek kedua dalam pendidikan SDM, yaitu menyiapkan generasi yang terampil dan cakap untuk memasuki dunia kerja.

Kesan dilahirkannya SDM yang siap kerja dan wirausaha di tengah dominasi kapitalisme global, sejatinya menunjukkan kegagalan sistem pendidikan. Sebab, pendidikan hanya menjadi penggerak industrialisasi kapitalisme. Sungguh sangat disayangkan hal ini terjadi di negeri Muslim terbesar di negeri ini.

Sistem Pendidikan dalam islam

Sejatinya, kaum Muslim memiliki ‘izzah (kemuliaan). Islam memiliki akidah dan hukum-hukum yang mengatur seluruh aspek kehidupan secara menyeluruh, termasuk dalam menyelenggarakan urusan pendidikan. Sistem pendidikan yang sahih seharusnya melahirkan manusia-manusia handal yang memimpin untuk kemajuan peradaban, bukan menjadi budak  kerja kapitalisme.

Inilah yang pernah terjadi  kaum Muslim dahulu ketika mereka masih bernaung dalam sistem  Islam selama lebih dari 1.300 tahun lamanya. Sistem pendidikan yang bersumber dari wahyu (ajaran Islam) mampu melahirkan SDM unggul dan terbukti melahirkan generasi hebat. Kemajuan dalam ranah sains dan teknologi, budaya hingga  pemerintahan semuanya tercatat dalam tinta sejarah peradaban Islam.

Tujuan pendidikan islam yakni  membentuk generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, memiliki karakter, menguasai sains teknologi dan berbagai keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan.

Sistem pendidikan Islam menjadikan akidah Islamiyah sebagai dasarnya. Karena itu keimanan dan ketakwaan juga akhlak mulia akan menjadi fokus yang ditanamkan. Asas ini berpengaruh dalam penyusunan kurikulum pendidikan, sistem belajar mengajar, kualifikasi guru, budaya yang dikembangkan, dan interaksi di antara semua komponen penyelenggara pendidikan.

 Halal haram akan ditanamkan menjadi standar. Dengan begitu generasi dan masyarakat nantinya akan selalu mengaitkan peristiwa dalam kehidupan mereka dengan keimanan dan ketakwaannya.

Islam menetapkan bahwa negara wajib menyediakan pendidikan yang baik dan berkualitas secara gratis untuk seluruh rakyatnya. Daulah Islamiyah wajib menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan.

Membangun gedung-gedung sekolah dan kampus, menyiapkan buku-buku pelajaran, laboratorium untuk keperluan pendidikan dan riset, serta memberikan tunjangan penghidupan yang layak baik bagi para pengajar maupun kepada para pelajar.

Masa pemerintahan Khalifah Harun Ar-Rasyid dan putranya Al-Ma’mun dinasti Abbasiyah ini mendirikan perspustakaan dunia yang luasnya sekitar 10 ha. Perpustakaan itu bernama Baitul Hikmah, dan pada masa itu sistem pendidikan berada dititik kegemilangan.

Selain itu ada pula Ibnu Sina, dunia medis kini semakin berkembang. Perkembangan tersebut berkat eksplorasi ilmuwan Persia, Ibn Sina yang menulis buku The Canon of Medicine. Buku yang ia tulis menjadi pedoman mahasiswa kedokteran di Eropa hingga tahun 1600-an.

Jabir ialah ilmuwan dari Iran yang ahli di bidang kimia. Dia adalah orang pertama yang mengidentifikasi zat yang bisa melarutkan emas. Jabir juga orang pertama yang menemukan asam sulfat, klorida dan nitrat. Kontribusi lainnya ialah pada penemuan alkali. Karya-karya Jabir antara lain Kitab Al-Kimya, Kitab Al-Sab'een, Kitab Al Rahmah dan lain sebagainya.

Ibnu Khaldun ialah ilmuwan dari Tunisia yang dikenal sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Ilmuwan-ilmuwan tersebut tak hanya cakap dalam sains dan teknologi.  Namun juga berperan sebagai ulama besar.

Fakta membuktikan bahwa pendidikan di bawah asas kapitalisme dan sekularisme hanya memproduksi generasi minim nurani. Perubahan hanya akan terwujud nyata tatkala Islam menjadi aturan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Semua ini  hanya bisa diterapkan dengan tegaknya Islam sebagai dasar peraturan Negara. Wallahu a’lam Bishawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

Selasa, 10 Dec 2019 11:00

Rizal Ramli: 74 Tahun Merdeka, Banyak yang Mengabdi dengan Cara Menjilat

Rizal Ramli: 74 Tahun Merdeka, Banyak yang Mengabdi dengan Cara Menjilat

Selasa, 10 Dec 2019 10:24

Mustahil Menghapus Jejak Khilafah di Nusantara

Mustahil Menghapus Jejak Khilafah di Nusantara

Selasa, 10 Dec 2019 09:46

Miris! Seksual Diliberalisasi di Rezim Korporatokrasi

Miris! Seksual Diliberalisasi di Rezim Korporatokrasi

Selasa, 10 Dec 2019 09:39

Sikap Umat Islam terhadap Hari Raya Nonmuslim Menurut Ulama Madzhab Syafii

Sikap Umat Islam terhadap Hari Raya Nonmuslim Menurut Ulama Madzhab Syafii

Selasa, 10 Dec 2019 06:20

Apresiasi Repatriasi 977 WNI, Mufida Minta Pekerja Migran Diberdayakan

Apresiasi Repatriasi 977 WNI, Mufida Minta Pekerja Migran Diberdayakan

Selasa, 10 Dec 2019 05:46

Solusi Menuju Bebas HIV/ AIDS tahun 2030, Mungkinkah?

Solusi Menuju Bebas HIV/ AIDS tahun 2030, Mungkinkah?

Senin, 09 Dec 2019 22:28

Antara Hallyu (Korean Wave) dan Halu, yang Manakah Kamu?

Antara Hallyu (Korean Wave) dan Halu, yang Manakah Kamu?

Senin, 09 Dec 2019 22:12

Ilusi Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi

Ilusi Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi

Senin, 09 Dec 2019 20:18

Pemberantasan Korupsi Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju 2045

Pemberantasan Korupsi Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju 2045

Senin, 09 Dec 2019 17:56

Laporan: Lebih Seperempat Warga Israel Hidup dalam Kemiskinan

Laporan: Lebih Seperempat Warga Israel Hidup dalam Kemiskinan

Senin, 09 Dec 2019 17:30

Seratus Finalis Olimpiade Halal 2019 Ikuti Ujian Serentak

Seratus Finalis Olimpiade Halal 2019 Ikuti Ujian Serentak

Senin, 09 Dec 2019 16:55

Anggota Senat AS Serukan Penangguh Program Pelatihan untuk Saudi Setelah Penembakan di Pensacola

Anggota Senat AS Serukan Penangguh Program Pelatihan untuk Saudi Setelah Penembakan di Pensacola

Senin, 09 Dec 2019 16:30

Pemerintah Tunda Peluncuran Kartu Pra Kerja, HNW Singgung Pemindahan Ibu Kota

Pemerintah Tunda Peluncuran Kartu Pra Kerja, HNW Singgung Pemindahan Ibu Kota

Senin, 09 Dec 2019 15:59

Pasukan GNA Tembak Jatuh Jet Tempur Haftar, Tangkap Komandan Pangkalan Udara Penting

Pasukan GNA Tembak Jatuh Jet Tempur Haftar, Tangkap Komandan Pangkalan Udara Penting

Senin, 09 Dec 2019 15:45

Dugaan Fraud dalam Sistem BPJS, Siapa yang salah?

Dugaan Fraud dalam Sistem BPJS, Siapa yang salah?

Senin, 09 Dec 2019 15:42

Polisi Inggris Tangkap Pasangan Pria-Wanita Penyerang Siswi Remaja Muslimah di Sebuah Bus

Polisi Inggris Tangkap Pasangan Pria-Wanita Penyerang Siswi Remaja Muslimah di Sebuah Bus

Senin, 09 Dec 2019 14:45

Komunitas Muslim Sunni Libanon Ingin Saad Hariri Menjadi Perdana Menteri Lagi

Komunitas Muslim Sunni Libanon Ingin Saad Hariri Menjadi Perdana Menteri Lagi

Senin, 09 Dec 2019 14:04

Meski Tuai Polemik, Menag Tak Akan Cabut PMA Majelis Taklim

Meski Tuai Polemik, Menag Tak Akan Cabut PMA Majelis Taklim

Senin, 09 Dec 2019 08:13

Nalar Fenomenologis Heidegger dan Kasus Penistaan Agama

Nalar Fenomenologis Heidegger dan Kasus Penistaan Agama

Senin, 09 Dec 2019 07:19


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X