Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.240 views

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

 

Oleh: Ummu Azka

Islamophobia makin menggurita. Wujudnya nampak di mana-mana. Tak hanya sebatas propaganda. Karena kini sudah masuk ranah nyata. Terbukti, pemerintah melalui kemenag, mengumumkan rencana penghapusan salah satu materi keislaman, yakni tentang perang (jihad).

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menyatakan, tidak ada lagi materi tentang perang dalam pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di madrasah. Hal itu diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2020. (republika.co.id)

Penghapusan materi tentang perang berlaku untuk semua jenjang, mulai dari MI (madrasah ibtidaiyah) sampai MA (madrasah aliyah).  Selain itu, Kebijakan tersebut ditempuh dengan tujuan agar Islam tidak selalu dikaitkan dengan perang. Pemerintah juga ingin menanamkan toleransi beragama kepada umat lain. Begitu penuturan Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, Ahmad Umar.

Kebijakan  menghapus materi peperangan tentu saja patut dipertanyakan. Pandangan bahwa perang dalam Islam adalah bentuk radikalisme beragama merupakan lagu lama para orientalis. Mereka-yang bernaung di bawah ketiak sekulerisme- berupaya sejak lama ingin menjadikan Islam semakin jauh dari kehidupan.

Mereka sangat memahami, jika Islam diterapkan maka eksistensi kapitalis sekuler akan terancam. Motif imperialisme adalah tujuan utama bagi mereka.  Oleh karenanya berbagai upaya akan dilakukan supaya kaum muslimin tak sampai menjadikan Islam sebagai aturan hidup.

Islamophobia yang sedang dirancang sebagai bagian dari upaya tersebut sudah sampai ke ranah praktis. Kurikulum pendidikan sebagai bagian penting dari proses pembelajaran, akan memberikan pengaruh besar terhadap arahan yang diinginkan dari pendidikan.

Di sinilah mereka sadari bahwa menanamkan antipati terhadap ajaran Islam, sudah harus dilaksanakan kepada para pelajar sebagai pemegang estafet peradaban. Ironis, karena semestinya Kemenag tak terjerumus kedalam megaproyek tersebut.  Sebagai corong bagi terlaksananya pendidikan Islam, semestinya Kemenag menjadi lembaga terdepan dalam memberikan edukasi serta pelayanan yang baik agar umat Islam memiliki kecintaan yang tinggi terhadap agamanya.

Kaum Muslimin Harus Cerdas

Islam tersebar ke seluruh dunia dengan wasilah dakwah dan penaklukan lewat peperangan.  Agama penuh Rahmah ini terbukti membawa kebaikan sepanjang masa kejayaannya.

Sebagai bagian dari fakta sejarah, peperangan dalam Islam tak hanya bersimbah darah, namun juga menuai berkah. Peperangan yang dilakukan oleh kaum muslimin adalah bukti ketaatan terhadap Rabbnya. Bentuk praktis dari jihad terwujud dalam perang. Sebagai bentuk ketaatan, perang dalam Islam memiliki banyak keutamaan. Adab yang wajib dijaga didalamnya menandakan Islam sebagai agama yang menjaga jiwa dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Di bawah ini beberapa adab peperangan dalam Islam :
1. Peperangan dilakukan di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk.
2. Larangan membunuh orang tua, wanita, atau anak kecil,
3.Larangan melakukan penyiksaan. Jika harus membunuh maka lakukanlah tanpa menyiksa (dengan) tebaslah lehernya karena itu cara yang tercepat untuk menghabisi nyawa seseorang. Seperti yang tercantum dalam  (QS Muhammad ayat 4).
4. Larangan menebang pohon,  meruntuhkan bangunan, dan membumihanguskan daerah.

Kewajiban menjaga adab berperang dalam Islam bisa menjadi penegas bahwa tak ada korelasi antara penghapusan materi perang dengan niatan ingin mengajarkan budaya toleransi terhadap agama lain. Karena justru melalui adab tersebut, Islam mengajarkan betapa berharganya nyawa wanita dan anak-anak. Tak boleh sedikit pun ada niatan untuk menyiksa,sekalipun terhadap musuh. Pemandangan sebaliknya kita dapati ketika Barat dan sekutunya membombardir Palestina.

Dengan demikian jelaslah bahwa peperangan dalam Islam merupakan hal yang jauh dari keburukan.  Penghapusan terhadap materi peperangan akan mencederai makna Islam sendiri. Syariat dianggap seperti presmanan yang bisa dipilih sesuka hati, bukan ditaati sepenuh hati. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Sabtu, 19 Sep 2020 11:43

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Jum'at, 18 Sep 2020 19:52

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 19:46

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Jum'at, 18 Sep 2020 18:59

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

Jum'at, 18 Sep 2020 17:50

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X